• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hipotesis

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH M.NAUFAL HUWAIDI (Halaman 42-0)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.14 Hipotesis

Berdasarkan uraian kerangka konseptual diatas, maka terdapat beberapa hipotesis pada penelitian ini sebagai berikut :

H1 : Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).

H2 : Cash Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).

H3 : Loan to Asset Ratio (LAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).

H4 : Investing Policy Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).

H5 : Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).

H6 : Loan to Deposit Ratio (LDR), Cash Ratio, Loan to Asset Ratio (LAR), Investing Policy Ratio, dan Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE).

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan berbagai fenomena, situasi atau berbagai variabel yang diangkat menjadi objek penelitian.

Jenis penelitian ini didasari pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan dengan format penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif bertujuan untuk menjelaskan pengaruh atau hubungan atara dua variabel atau lebih.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan objek penelitian yang dipilih adalah perusahaan perbankan. Jumlah populasi yang pada penelitian ini adalah 43 perusahaan perbankan go public yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Waktu yang digunakan pada penelitian dimulai dari tahun 2011 sampai 2015.

3.3 Batasan Operasional

Batasan operasional pada penelitian ini adalah :

1. Objek dari penelitian ini adalah 43 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2015

2. Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari laporan keuangan tahunan bank go public yang telah memenuhi syarat sebagai sampel 3. Variabel yang digunakan pada penelitian ini terbagai dalam dua jenis

variabel, yaitu:

a. Variabel Independen (X) pada penelitian ini adalah risiko likuiditas yang diproksikan dengan loan to deposit rasio (LDR), cash ratio, loan to asset ratio (LAR), investing policy ratio, dan liquid asset to deposit ratio (LAD).

b. Variabel Dependen (Y) pada penelitian ini adalah kinerja keuangan bank yang diproksikan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

4. Pengujian dilakukan dengan menggunakan dua variabel dependen yaitu return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) dengan menggunakan lima variabel independen yaitu loan to deposit ratio (LDR), cash ratio, loan to asset ratio (LAR), investing policy ratio, dan liquid asset to deposit ratio (LAD) dalam bentuk data panel.

3.4 Definisi Operasional Variabel

Defenisi operasional dari variabel yang digunakan pada penelitian adalah sebagai berikut :

3.4.1 Variabel Independen (X) 1. Loan to Deposit Ratio (LDR)

Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu bank dalam menyalurkan kredit dengan menggunakan tabungan nasabahnya. Rumus untuk menghitung variabel LDR adalah dengan membagikan total kredit yang disalurkan oleh bank dengan total tabungan nasabah kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

2. Cash Ratio

Cash Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya dengan menggunakan kas atau setara kas yang tersedia pada bank. Pada penelitian ini kas atau setara kas adalah giro bank terkait pada Bank Indonesia (BI) dan bank lainnya. Kemudian yang dimaksud dengan kewajiban bank adalah total seluruh kewajiban bank dalam periode satu tahun. Rumus untuk menghitung variabel ini adalah dengan membagikan total kas dan giro yang dimiliki bank pada BI atau bank lain dengan total kewajiban bank selama periode satu tahun kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

3. Loan to Asset Ratio (LAR)

Loan to Asset Ratio (LAR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam menyalurkan kredit dengan aset atau harta yang dimilikinya.

Rumus untuk menghitung variabel LAR adalah dengan membagikan total

kredit yang disalurkan oleh bank dengan total aset bank, kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

4. Investing Policy Ratio

Investing Policy Ratio merupakan kemampuan bank dalam melunasi kewajibannya kepada pihak ketiga dengan cara melikuidasi surat-surat berharga yang dimilikinya. Pada penelitian ini yang dimaksud dengan surat berharga (securities) adalah surat berharga atau efek-efek yang bersifat marketable yang dimiliki bank terkait. Rumus untuk menghitung variabel ini adalah dengan membagikan total surat berharga (securities) bersifat marketable yang dimiliki bank dengan total tabungan nasabah kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

5. Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD)

Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan bank saat memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga dengan cara melikuidasi aset-aset likuid yang dimiliki bank. LAD yang besar mencerminkan kemampuan likuiditas bank yang baik. Pada penelitian ini yang dimaksud dengan aset likuid (liquid assets) adalah, giro bank terkait pada Bank Indonesia (BI) dan bank lainnya. Rumus untuk menghitung variabel LAD adalah dengan membagikan total kas dan giro yang dimiliki bank pada BI atau bank lain dengan total tabungan nasabah kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

3.4.2 Variabel Dependen (Y) 1. Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan profit atau laba dengan mengelola aset-aset yang dimiliki bank. Rumus untuk menghitung variabel ROA adalah dengan membagikan pendapatan bank sebelum pajak dengan rata-rata total aset kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

2. Return on Equity (ROE)

Return on Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank mengahasilkan laba profit atau laba dengan mengelola modal yang ada pada bank. Rumus untuk menghitung variabel ROE adalah dengan membagikan pendapatan bank setelah pajak dengan rata-rata total modal kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100%.

3.5 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah keseluruhan objek dan subjek penelitian yang dapat berupa orang, benda ataupun variabel lain yang yang memiliki kualitas serta karakteristik yang telah ditentukan peneliti sehingga dapat memberikan informasi bagi penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah 43 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2011-2015.

Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu untuk dijadikan perwakilan dari populasi dan dianggap dapat menggambarkan situasi yang terjadi dalam populasi secara keseluruhan. Pada penelitian ini teknik

pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan teknik ini, maka pemilihan sampel dilakukan dengan cara memilih sampel yang memenuhi kriteria khusus yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini pemilihan bank melalui kriteria berdasarkan purposive sampling yaitu memilih bank dengan kriteria sebagai berikut:

1. Perusahaan perbankan go public yang menerbitkan laporan keuangan secara konsisten di BEI selama periode 2011-2015.

2. Laporan keuangan yang dimaksud pada nomor satu adalah laporan keuangan yang dapat diolah menjadi variabel-variabel yang akan digunakan pada penelitian ini.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka dapat ditentukan total sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 29 bank go public yang menerbitkan laporan keuangan secara konsisten selama periode 2011-2015 dan laporan keuangan tersebut dapat diolah menjadi variabel-variabel yang akan digunakan pada penelitian ini. Daftar sampel yang akan digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.1

Tabel 3.1 Daftar Sampel Bank

No. Kode Bank Nama Bank

1. AGRO Bank Rakyat Indonesia Agro Niaga Tbk 2. BACA Bank Capital Indonesia Tbk

3. BBCA Bank Central Asia Tbk

4. BBKP Bank Bukopin Tbk

5. BBNI Bank Negara Indonesia Tbk 6. BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk 7. BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 8. BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 9.

10. BDMN Bank Danamon Tbk

11. BEKS Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk 12. BJBR Bank Daerah Jabar Banten Tbk

13. BKSW Bank QNB Indonesia Tbk

14. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk

15. BNBA Bank Bumi Arta Tbk

16. BNGA Bank CIMB Niaga Tbk

17. BNII Bank Maybank Indonesia Tbk

18. BNLI Bank Permata Tbk

19. BSIM Bank Sinar Mas Tbk

20. BSWD Bank of India Indonesia Tbk

21. BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional 22. BVIC Bank Victoria International Tbk 23. INPC Bank Artha Graha International Tbk 24. MAYA Bank Mayapada International Tbk 25. MCOR Bank Windu Kentjana Internasional Tbk

26. MEGA Bank Mega Tbk

27. NISP Bank OCBC NISP Tbk

28. PNBN Bank Pan Indonesia Tbk

29. SDRA Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Sumber : www.idx.com yang diolah, lampiran 1

3.6 Jenis dan Sumber Data

Pada penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dengan melalui media perantara tertentu. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan yang dipublikasi melalui website resmi BEI (www.idx.co.id). Model yang digunakan dalam penelitian ini data panel yang merupakan penggabungan antara data time series dan cross section. Data time series biasanya meliputi satu objek tetapi meliputi beberapa periode, sedangkan data cross section terdiri dari beberapa atau banyak objek sering disebut

responden atau perusahaan dengan beberapa jenis data dalam suatu periode tertentu.

3.7 Metode Pengumpulan Data

Mengingat data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, maka metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi atau document review. Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumen tertulis. Dokumen tertulis berasal dari laporan keuangan bank yang menjadi sampel dalam penelitian ini.

Dengan metode dokumentasi, data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan, dicatat, dan diolah langsung dari laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan yang diperoleh melalui website resmi BEI (www.idx.co.id).

3.8 Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan Microsoft Excel 2011 untuk pengolahan data dan pengukuran variabel yang akan digunakan pada penelitian ini dan Eviews 7 untuk pengujian hipotesis dan estimasi regresi data panel untuk menguji hipotesis.

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

3.8.1 Analisis Statistik Deskriptif

Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variable Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Loan to Deposit Ratio (LDR), Cash Ratio, Loan to Asset Ratio (LAR), Investing Policy Ratio, Liquid Asset to Deposit Ratio

menggunakan statistik-statistik univariate seperti rata-rata, median, modus, strandar deviasi, varians, dll. Teknik analisis statistik deskriptif dapat menjelaskan atau menggambarkan masing-masing variabel berdasarkan deskripsi yang ada.

3.8.2 Analisis Regresi Data Panel

Penelitian ini menggunakan data panel. Sesuai dengan penggunaan data panel seperti penjelasan sebelumnya maka analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Analisis regresi model data panel memiliki dua kelebihan, pertama data panel mampu menyediakan data lebih banyak karena merupakan gabungan dari data time series dan cross section sehingga akan menghasilkan degree of freedom (df) yang lebih besar. Yang kedua menggabungkan informasi dari data time series dan cross section dapat mengatasi masalah yang timbul ketika ada masalah penghilangan variabel (ommited-variable).

Pada regresi model data panel, uji asumsi klasik tidak perlu dilakukan karena regresi model data panel memiliki keunggulan seperti berikut :

1. Data panel mampu memperhitungkan heterogenitas individu secara eksplisit dengan adanya variabel spesifik individu.

2. Karena sifatnya mengontrol heterogenitas maka data panel dapat digunakan untuk menguji dan membangun model perilaku yang lebih kompleks.

3. Data panel mendasarkan diri pada observasi cross section yang berulang-ulang (time series) sehingga metode data panel cocok digunakan sebagai study of dynamic adjustment.

4. Tingginya jumlah observasi memiliki implikasi pada data yang lebih informatif, variatif, dan multikolinearitas antara data semakin berkurang serta derajat kebebasan yang lebih tinggi sehingga dapat menghasilkan model estimasi yang lebih efisien.

5. Data panel dapat digunakan untuk mengurangi bias yang mungkin timbul akibat agregasi data individu.

Pada penelitian ini terdapat lima variabel independen yang akan dimasukkan ke dalam persamaan model regresi data panel yaitu Loan to Deposit Ratio (LDR), Cash Ratio, Loan to Asset Ratio (LAR), Investing Policy Ratio dan Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) sedangkan variabel terikat (dependent variabel) adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE), sehinggal model regresi data panel yang terbentuk pada penelian ini adalah :

Model 1 : π‘Ήπ‘Άπ‘¨π’Šπ’•= ∝ + πœ·πŸπ‘³π‘«π‘Ήπ’Šπ’•+ 𝜷𝟐π‘ͺπ‘Ήπ’Šπ’•+ πœ·πŸ‘π‘³π‘¨π‘Ήπ’Šπ’•+ πœ·πŸ’π‘°π‘·π‘Ήπ’Šπ’•+ πœ·πŸ“π‘³π‘¨π‘«π’Šπ’•+ π’†π’Šπ’• Model 2 : π‘Ήπ‘Άπ‘¬π’Šπ’•= ∝ + πœ·πŸπ‘³π‘«π‘Ήπ’Šπ’•+ 𝜷𝟐π‘ͺπ‘Ήπ’Šπ’•+ πœ·πŸ‘π‘³π‘¨π‘Ήπ’Šπ’•+ πœ·πŸ’π‘°π‘·π‘Ήπ’Šπ’•+ πœ·πŸ“π‘³π‘¨π‘«π’Šπ’•+ π’†π’Šπ’•

Keterangan :

ROA : Return on Asset ROE : Return on Equity

 : Konstanta

LDR : Loan to Deposit Ratio CR : Cash Ratio

LAR : Loan to Asset Ratio IPR : Investing Policy Ratio LAD : Liquid Asset to Deposit Ratio e : error term

3.8.3 Penentuan Model Data Panel

Tidak seperti model regresi biasa, model regresi data panel harus melalui beberapa tahapan penentuan model estimasi yang tepat. Terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengestimasi model regresi dengan data panel yaitu pendekatan kuadrat terkecil, pendekatan model efek tetap dan pendekatan model efek acak.

a. Pendekatan Kuadrat Terkecil (Common Effect Model)

Metode kuadrat terkecil adalah pendekatan yang paling sederhana dalam pengolahan panel data karena hanya mengkombinasikan data time series dan cross section dan diregresikan dengan metode OLS. Penggunaan estimasi dengan metode ini diniliai tidak realistis, karena metode OLS tidak memperhatikan dimensi waktu atau individu, sehingga diasumsikan bahwa perilaku data perusahaan sama dalam berbagai kurun waktu.

b. Pendekatan Model Efek Tetap (Fixed Effect Model)

Model ini mengasumsikan bahwa perbedaan antar individu dapat digunakan diakomodasi berdasarkan perbedaan intersepnya. Sementara, slope koefisien dari regresi tidak berbeda pada setiap individu dan waktu.

Untuk mengestimasi data panel model fixed effect dapat digunakan teknik dummy variabel untuk menangkap perbedaan intersep antar perusahaan, perbedaan intersep bisa terjadi karena perbedaan budaya kerja, manajerial dan insentif, namun indikator pengukuran tetap sama antar perusahaan. Model estimasi ini sering disebut dengan teknik least square dummy variabel (LSDV).

c. Pendekatan Model Efek Acak (Random Effect Model)

Pendekatan ini menggunakan residual, yang diduga memiliki hubungan antar waktu dana antar objek. Pada model random effect perbedaan antar waktu dan antar individu dimasukkan ke dalam error terms masing-masing perusahaan. Keuntungan menggunakan model random effect adalah model ini menghilangkan heterokedastisitas. Model ini sering disebut dengan Error Component Model (ECM) atau metode Generalized Least Square (GLS). Namun terdapat satu syarat untuk menganalisis dengan metode ini, yaitu objek data silang (cross section) harus lebih besar daripada banyaknya koefisien.

Berdasarkan uraian ketiga metode diatas maka dapat dilihat bahwa ada dua pilihan metode yang dapat digunakan untuk data panel, yaitu metode fixed effect dan metode random effect. Masing-masing metode mempunyai kelebihan seperti metode fixed effect yang dapat membedakan efek individual dan efek waktu kemudian metode fixed effect juga tidak perlu mengasumsikan bahwa komponen error tidak berkorelasi dengan variabel bebas. Sementara metode random effect mempunyai parameter yang lebih sedikit, sehingga model yang dibentuk akan memiliki degree of freedom (df) yang lebih banyak dari metode fixed effect.

Teknik pengujian yang disarankan dalam menentukan metode yang paling sesuai untuk digunakan pada data panel adalah Uji Hausman (Pratomo & Hidayat, 2010).

3.8.4 Uji Hausman

Teknik pengujian ini dilakukan untuk menentukan model yang paling tepat digunakan untuk mengestimasi data panel yaitu antara fixed effect atau random effect. Uji ini didasarkan pada ide bahwa OLS dalam metode common effect tidak lebih efisien dibandingkan dengan Least Square Dummy Variables (LSDV) dalam metode random effect. Hipotesis yang muncul pada uji Hausman ini adalah:

Ho : Random effect adalah model yang tepat Ha : Fixed effect adalah model yang tepat

Uji Hausman mengikuti pada distribusi statistik chi-Squares dengan degree of freedom (df) sebanyak jumlah variabel bebas. Jika nilai statistik Hausman lebih besar dari nilai chi-Squares maka hipotesis nol ditolak dan fixed effect adalah model yang tepat untuk regresi data panel model, begitu pula sebaliknya. Apabila menggunakan nilai probabilitas, jika nilai probabilitas kurang dari 0.05 maka menolak hipotesis nol, dan menerima hipotesis alternatif, begitu pula sebaliknya.

3.8.5 Uji Kelayakan Model (Goodness of Fit)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar pengaruh risiko likuiditas yang diproksikan dengan variabel Loan to Deposit Ratio (LDR), cash ratio, Loan to Asset Ratio (LAR), Investing Policy Ratio dan Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) terhadap kinerja keuangan bank yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) pada perusahaan perbankan

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011 sampai dengan 2015. Untuk menguji pengaruh antara variabel independen (X) terhadap dependen (Y) dapat dilakukan dengan teknik pengujian Koefisien Determinan (R-squared), Uji statistik t (t-test), dan uji statistik F (F- test).

1. Analisis koefisien determinasi (R-squared)

Analisis koefisien determinasi atau disebut R-squared digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi pada dasarnya digunakan untuk mengukur kebenaran model regresi. Besarnya koefisien determinasi antara nol sampai satu. Apabila nilai R-squared semakin mendekati satu maka semakin baik model regresi dan kemampuan variabel independen dalam memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen.

Namun, apabila koefisien determinasi semakin mendekati nol, maka semakin kecil pula pengaruh semua variabel independen terhadap nilai variabel dependen.

2. Uji Koefisien Regresi Parsial (Uji Statistik t)

Uji Koefisien Regresi Parsial atau Uji Statistik t adalah teknik pengujian statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variable dependen secara parsial. Teknik pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel ataupun dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing t hitung. Berikut formulasi hipotesis yang tebentuk dengan teknik pengujian ini :

1. Ho1 : Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

Ha1 : Terdapat pengaruh signifikan antara Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

2. Ho2 : Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Cash Ratio terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

Ha2 : Terdapat pengaruh signifikan antara Cash Ratio terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

3. Ho3 : Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Loan to Asset Ratio (LAR) terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

Ha3 : Terdapat pengaruh signifikan antara Loan to Asset Ratio (LAR) terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2015.

4. Ho4 : Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Investing Policy Ratio terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

Ha4 : Terdapat pengaruh signifikan antara Investing Policy Ratio terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2015.

5. Ho5: Terdapat pengaruh tidak signifikan antara Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

Ha5: Terdapat pengaruh signifikan antara Liquid Asset to Deposit Ratio (LAD) terhadap Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2015.

Kriteria teknik pengujian t statistik dapat ditentukan sebagai berikut :

ο‚· Ho ditolak apabila t hitung < t tabel

ο‚· Ho diterima apabila t hitung > t tabel

Dengan nilai signifikansi t-stat (0.05) :

ο‚· Ho diterima apabila nilai sig. t-stat > 0.05

ο‚· Ho ditolak apabila nilai sig. t-stat < 0.05

3. Uji Simultan (Uji Statistik F)

Uji F bertujuan untuk meyakinkan bahwa model yang dipilih layak atau tidak untuk menjelaskan pengaruh variabel-variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji F dilakukan pengujian dengan cara membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel. Berikut formulasi hipotesis yang terbentuk dengan teknik pengujian ini:

Ho6 :Terdapat pengaruh tidak signifikan antara loan to deposit ratio (LDR), cash ratio, loan to asset ratio (LAR), investing policy ratio, liquid asset to deposit ratio (LAD) perbankan yang terdaftar di BEI periode 2011-2015.

Ha6 :Terdapat pengaruh signifikan antara loan to deposit ratio (LDR), cash ratio, loan to asset ratio (LAR), investing policy ratio, liquid asset to deposit ratio (LAD) perbankan yang terdaftar di BEI periode 2011-2015.

Kriteria teknik pengujian f statistik dapat ditentukan sebagai berikut :

ο‚· Ho ditolak apabila F hitung < F tabel

ο‚· Ho diterima apabila F hitung > F tabel

Dengan nilai signifikansi t-stat (0.05) :

ο‚· Ho diterima apabila nilai sig. F-stat > 0.05

ο‚· Ho ditolak apabila nilai sig. F-stat < 0.05

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah 43 perusahaan perbankan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2015. Berdasarkan kriteria sampling yang telah ditetapkan, maka terdapat 29 perusahaan perbankan go public yang terpilih menjadi sampel pada penelitian ini dengan time series selama 5 tahun, sehingga total observasi pada penelitian ini adalah sebanyak 145 data observasi.

4.2 Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk memperoleh gambaran secara umum dari data sampel secara keseluruhan yang digunakan pada penelitian ini melalui pendeskripisan nilai mean, nilai median, nilai minimum, nilai maksimum dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah return on asset (ROA), return on equity (ROE), loan to deposit ratio (LDR), cash ratio (CR), loan to asset ratio (LAR), investing policy ratio (IPR) dan liquid asset to deposit ratio (LAD), Hasil dari analisis statistik deskriptif yang dilakukan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.1

Tabel 4.1

Sumber : Hasil Olahan Data Eviews

Berdasarkan tabel analisis statistik deskriptif diatas dapat dideskripsikan variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut :

1. Return on Asset (ROA)

Berdasarkan tabel analisis statistik deskriptif diatas dapat dilihat bahwa pada penelitian ini variabel ROA memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 0.0178 dan nilai tengah (median) sebesar 0.0179. Nilai maksimum atau nilai tertinggi

Berdasarkan tabel analisis statistik deskriptif diatas dapat dilihat bahwa pada penelitian ini variabel ROA memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 0.0178 dan nilai tengah (median) sebesar 0.0179. Nilai maksimum atau nilai tertinggi

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH M.NAUFAL HUWAIDI (Halaman 42-0)