BAB II : URAIAN TEORITIS TENTANG WAITER/WAITRESS
2.2 Hotel
2.2.1 Pengertian Hotel
Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.
Sedangkan pengertian yang dimuat oleh Grolier Electronic Publishing Inc. (1995) yang menyebutkan bahwa : Hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain untuk umum.
Pemerintah menurunkan peraturan yang dituangkan dalam surat keputusan Menparpostel, bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa, hotel seharusnya
adalah :
1. Suatu jenis akomodasi
2. Menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada
3. Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang
lainnya
5. Dikelola secara komersial, yang dimaksud dengan dikelola secara komersial adalah : dikelola dengan memperhitungkan untung atau ruginya, serta yang utama adalah bertujuan untuk mendapatkan keuntungan berupa uang sebagai tolak ukurnya. 2.2.2 Klasifikasi Hotel
Beberapa faktor dalam menentukan klasifikasi hotel sebagai berikut :
a) Transient Hotel adalah hotel yang letak/lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu yang menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
b) Residential Hotel adalah hotel yang pada dasarnya merupakan rumah-rumah berbentuk apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan. Residential Hotel juga menyediakan kemudahan-kemudahan seperti layaknya hotel, seperti restoran, pelayanan makanan yang diantar ke kamar, dan pelayanan kebersihan kamar
c) Resort Hotel adalah hotel yang pada umumnya berlokasi di tempat-tempat wisata, dan menyediakan tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk tamu-tamunya.
Berdasarkan penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan ke dalam 5 (lima) kelas hotel, yaitu :
• Hotel Bintang 1 (*)
• Hotel Bintang 2 (**)
• Hotel Bintang 3 (***)
• Hotel Bintang 4 (****)
Hotel-hotel yang tidak bisa memenuhi standar kelima kelas tersebut ataupun yang berada di bawah standar minimum yang ditentukan oleh Menteri Perhubungan disebut Hotel Non Bintang.
1. Menurut sistem penentuan tarifnya yaitu :
a) European Plan (EP) : sistem penentuan tarif yang dicantumkan hanya harga sewa kamarnya tidak termasuk makan-minum dan lainnya.
b) American Plan (AP) : sistem penentuan tarif/sewa kamar ala Amerika dimana harga yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 3 kali makan.
c) Full American Plan (FAP) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 3 kali makan + 3 extras.
d) Modified American Plan ( MAP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 2 meals.
e) Bermuda Plan atau Dual Plan ( BP / DP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang ditawarkan termasuk sewa kamar + 1 breakfast.
2. Continental Plan ( CP ) : sistem penentuan tarif/sewa kamar dimana harga yang
ditawarkan termasuk sewa kamar + 1 breakfast ala continental
3. Menurut Lokasi
a) City Hotel : Hotel biasanya terletak di kota-kota bersejarah di pusat, perbelanjaan dan bisnis. Mereka menawarkan berbagai macam dan akan diarahkan ke pariwisata sebanyak akomodasi dalam perjalanan bisnis. Umumnya mereka fungsional dan berorientasi bisnis, seringkali dengan fasilitas seperti ruang pertemuan dan Business Center. Hotel di kota yang ditujukan terutama bagi wisatawan yang akan untuk waktu singkat, wisatawan ini sebagian besar orang di perjalanan bisnis.
b) Resort Hotel : Biasanya berada di sekitar kawasan alam yang menarik seperti taman, cagar alam dan kawasan lindung. biasanya untuk menginap beberapa hari.
c) Bandara hotel : Berada di dekat bandar udara utama, terutama ketika mereka jauh dari pusat perkotaan untuk melayani. Para pelanggan utama penumpang transit masuk atau keluar tanpa waktu yang cukup untuk pindah ke kota. Menjadi populer karena kedekatannya dengan bandara dan menyesuaikan layanan mereka kepada pelanggan, khususnya eksekutif.
d) Hotel Monument : Hotel yang terletak di sekitar bangunan budaya.
Contoh dari jenis ini adalah hotel-hotel di istana, monasteries, gereja dan istana .
e) Rustic hotel : Terletak di daerah pedesaan atau lahan pertanian. Bangunan tradisional yang sering dan kadang-kadang mencakup rehabilitasi
atau dekat dengan peternakan. 4. Menurut Aktivitas
a) Spa hotel : Akomodasi di dalam spa fasilitas publik yang didedikasikan untuk mandi atau tanaman obat. Mereka mempunyai nilai rata-rata berkisar dari beberapa hari dan minggu.
b) Hotel kasino : Yang dicirikan dengan menawarkan permainan mereka sendiri.
Mereka cenderung tinggi kelas segi.
c) Hotel restoran : Hotel yang menawarkan masakan yang disajikan sebagai fitur utama pembentukan hotel.
d) Hotel olahraga : Yang dicirikan oleh orientasi mereka ke praktik olahraga tertentu baik Anda atau sekitar mereka. Contoh dari hotel-hotel berdedikasi untuk scuba diving dan surfing di laut, nelayan disepanjang waterways golf dan kompleks.
e) Hotel klub : Fasilitas akomodasi yang mencakup satu atau lebih yang
signifikan klub malam di mana orang-orang tari dan minuman dan tempat musicals sering tersedia.
5. Lainnya
a) Butik hotel : Hotel-hotel yang berbeda dari rantai besar menawarkan tingkat akomodasi, dan fasilitas luar biasa yang dipersonalisasi. Biasanya mereka dihiasi dengan tema tertentu atau gaya. Mereka biasanya lebih kecil daripada konvensional hotel, mengambil 3-100 kamar. Banyak memiliki fasilitas restoran, bar dan kamar yang dapat terbuka untuk masyarakat umum. Segmen dihasilkan merupakan sumber penghasilan untuk hotel-hotel bisnis adalah wisatawan, tempat yang sangat penting tentang privasi, pelayanan, perawatan dan mewah. Ini segmen pasar yang kuat daya beli, bukan musiman, sangat elastis dan berulang.
b) Hotel rantai : Rantai hotel semua usaha yang dikelompokkan dalam bentuk
konsentrasi horisontal, dengan berbagai bentuk kepemilikan dan pengelolaan yang bertujuan untuk memperoleh laba yang lebih tinggi, situasi kekuasaan, dan prestasi di pasar domestik dan internasional. Dikelola hotel rantai berbasis waralaba.
2.3 Pemasaran Hotel
Pemasaran Hotel adalah aktivitas yang menggunakan strategi dan taktik yang direncanakan sedemikian rupa untuk menyampaikan cerita tentang pelayanan yang dapat diberikan suatu hotel, dengan memberikan rangsangan yang bergairah pada tamu untuk mau memilih pesan yang disampaikan hotel untuk dibandingkan dengan pilihan lain dari hotel pesaing. Menurut Ritherford (1989) definisi tentang Pemasaran Hotel adalah aktivitas yang menggunakan strategi dan taktik, yang direncanakan sedemikian rupa untuk menyampaikan cerita tentang pelayanan yang dapat diberikan suatu hotel, dengan memberikan rangsangan yang bergairah pada tamu untuk mau memilih pesan yang disampaikan hotel tersebut dibandingkan dengan pilihan lain dari hotel pesaing.
Menurut Philip Kotler (1996), batasan tentang pemasaran hotel adalah ilmu yang bertujuan untuk menyenangkan tamu dan dari kegiatan itu, hotel memperoleh keuntungan.
Menurut Philip Kotler (1996), batasan tentang pemasaran hotel adalah ilmu yang bertujuan untuk menyenangkan tamu dan dari kegiatan itu,
hotel memperoleh keuntungan. Oleh karena itu Kotler menyebutnya sebagai
BAB III
TINJAUAN UMUM TENTANG HOTEL GARUDA PLAZA MEDAN
3.1 Sejarah Singkat Berdirinya Hotel Garuda Plaza Medan
Hotel Garuda didirikan sekitar tahun 1957, dengan tujuan dapat menampung para pedagang dari daerah Aceh dan Sumatera Barat yang datang ke Medan. Hotel Garuda Plaza di mulai berdiri dengan membentuk sebuah bangunan losmen yang disebut dengan “Losmen Garuda”. Losmen ini didirikan tahun 1958 oleh Bapak H. Muhammad Arbi. Mungkin karena sistem manajemen dan lain-lain yang menyangkut global perhotelan belum begitu dipahami, membuat gerakan losmen ini agak lambat atau tersendat-sendat.
Namun dari tahun ke tahun pengelolanya berusaha untuk meningkatkan keberadaan losmen tersebut sehingga pada tahun 1970 losmen ini sudah mempunyai 58 kamar yang dilengkapi degan fasilitas penginapan lain. Losmen yang tadinya baru merupakan tempat penginapan kecil, setelah mengalami perubahan dari losmen ke hotel yang menunjukkan tingkat hunian, tentu tidak dapat dilepaskan semakin membaiknya sistem manajemen perhotelan yang dimiliki oleh para pengelolanya.
Bahkan pada tahun 1973 kamar-kamar yang ada di hotel tersebut
tampak sesak para tamu, baik domestik maupun asing. Melihat situasi demikian, rupanya sang pendiri mempunyai inisiatif yang jeli. Pembangunan hotel tersebut disusul dengan pembangunan sebuah motel, dari 15 kamar ditambah 18 kamar baru, sehingga menjadi 33 buah kamar yang mampu menampung setiap tamu yang hendak menginap pada waktu itu.
Barulah pada tahun 1978 dibangun lagi Garuda Plaza Hotel yang mengambil lokasi berseberangan dengan hotel yang pertama dan memiliki 95 buah kamar. Sudah tentu, karena besarnya jumlah kamar yang membaik serta lengkapnya fasilitas-fasilitas yang dimiliki hotel ini, menjadikan hotel ini disebut dengan hotel yang bertaraf internasional. Hal ini berdasarkan oleh fasilitas dan jumlah kamar yang berstandar Internasional.
Sejak itu pula arus pengunjung semakin mengalami peningkatan dan membludak, maka pada tahun 1982 diadakan penambahan kamar sejumlah 59 kamar. Jika ditotal jumlah kamar yang ada di motel seluruh hotel Garuda Group adalah 245 buah kamar yang cukup up to date dan representatif dan melayani pengunjung yang ada, dan juga merupakan tahun yang bersejarah bagi hotel Garuda City karena pada tahun tersebut pembangunan telah rampung dan hotel tersebut dapat dioperasikan secara penuh. Pada tanggal 22 Juli 1982, hotel tersebut relatif megah dan pada waktu itu diresmikan oleh direksi kedua hotel tersebut yang pada masa itu masih dijabat oleh Bapak Haji Muhammad Arbie.
Pada tanggal 7 Agustus 1985 Hotel Garuda City berubah nama menjadi Hotel Garuda Plaza karena untuk menciptakan kesan “lebih Indonesia” sekaligus mengikut anjuran pemerintah bagi perusahaan-perusahaan untuk menggunakan merek-merek berbahasa Indonesia.
Maka sejak berdirinya hotel tersebut dan disahkan oleh Direktur Jenderal Pariwisata, Hotel Garuda Plaza sudah dianggap layak sebagai hotel bintang satu. Dan sekarang, hotel Garuda Plaza telah menjadi hotel berbintang tiga (***).
3.2 Klasifikasi Garuda Plaza Hotel
Klasifikasi adalah suatu pengelompokan yang dilakukan untuk mempermudah suatu perusahaan khususnya hotel, untuk mengetahui jenisnya.
Klasifikasi yang lebih jelas mengenai hotel ini adalah : a. Berdasarkan Tipe of Plan (Harga Jual Kamar)
Garuda Plaza Hotel menerapkan sistem ”Continental Plan Hotel” yaitu harga kamar sudah termasuk ”Continental Breakfast”.
b. Berdasarkan Size Number of Room (Jumlah Kamar)
Garuda Plaza Hotel tergolong hotel sedang ”Above Average Hotel” karena memiliki jumlah kamar di atas 175 kamar yang siapa dijual.
c. Berdasarkan Length of Stay (Lama Tamu Menginap)
Garuda Plaza Hotel tergolong dalam “Transit Hotel” karema tamu yang menginap rata-rata 1-2 hari saja walaupun ada tamu yang menginap lebih dari 3 hari.
d. Berdasarkan Type of Guest (Jenis Tamu Hotel)
Tamu yang menginap di hotel ini paling banyak adalah merupakan pebisnis dan pada umumnya berbentuk sebuah grup dari suatu instansi baik negeri maupun swasta yang menginap disana sekaligus untuk mengadakan pertemuan atau seminar yang dilakukan dalam beberapa hari. Oleh karena itu hotel ini lebih dapat digolongkan ke dalam “Business Hotel”.
e. Berdasarkan Length of Operation Period (Lamanya Hotel Dioperasikan)
Hotel ini beroperai sepanjang tahun dan tidak bergantung pada musim sehingga hotel ini termasuk “Unseasonal Hotel”.
3.3 Fasilitas-fasilitas Garuda Plaza Hotel
Hotel Garuda plaza berklasifikasi bintang tiga. Dengan jumlah kamar 245 kamar yang terdiri dari berbagai tipe dengan harga yang bervariasi yaitu :
a) Superior : Rp. 360.000,- b) Executive Superior : Rp. 385.000,- c) Deluxe : Rp. 465.000,- d) Executive Deluxe : Rp. 560.000,- e) Garuda Deluxe : Rp. 935.000,- f) Junior Suite : Rp. 1.040.000,- g) Executive Suite : Rp. 2.020.000,- h) Garuda Suite : Rp. 3.420.000,- i) Extra Bed : Rp. 135.000,-
Harga-harga kamar tersebut sudah termasuk tax and service, dan untuk waktu check out adalah pukul 13.00 WIB. Tiap kamar dilengkapi berbagai fasilitas yaitu : 1. Elegancy Appointed Rooms dengan Ac
2. Privatte Bathroom 3. Sattellite TV 4. IDD Telephone 5. Mini Bar 6. Hair Dryer 7. Twin Bed 8. Dressing Table 9. Direct City Call 10.Night Lamp Table
Adapun Fasilitas-fasilitas lainnya adalah :
1. The Gayo’s Coffee Shop
Dibuka selama 24 jam dengan sajian makanan ringan seperti Europan dan Indonesian snacks
2. New Plaza Restaurant
Dibuka mulai pukul 07.00 sampai pukul 23.00 dengan sajian menu Indonesia, Eropa, Cina, dan lain-lain
3. Swimming Pool
Kolam renang yang bersih, segar dan dibuka untuk umum 4. Meeting Room yang terdiri dari :
a. Vallencia Hall, terletak pada lantai dua dengan kapasitas 300-800 seats. Dapat digunakan untuk acara konferensi, seminar, birthday party, wedding, dan format acara lainnya
b. Pataya Room, terletak pada lantai enam dengan kapasitas 70 seats.
Dapat digunakan untuk meeting, seminar, dan lain-lain
c. Contessa Room, terletak pada lantai enam dengan kapasitas 50 seats.
Fungsinya hampir sama dengan pataya room
d. Puti Bangau, Lokasinya dekat dengan swimming pool dengan kapasitas
30 seats. Dapat digunakan untuk rapat
e. Cherry Taxi, fesilitas transportasi bertarif murah. Taxi yang dapat digunakan untuk transportasi dalam kota, tour, kunjungan ke obyek wisata, dan lain-lain.
5. Laundry and Dry Cleaning Service
6. Medical Service, sama dengan Klinik Spesialis Bunda dengan mempersiapkan
sistem Paket. Paket check up termasuk :
a. Akomodasi
b. Makanan dan minuman
c. Transportasi
7. Telex, Facimile, Telephone Service
Memberikan pelayanan komunikasi baik dalam maupun luar negeri
8. Airline Offices (Lion Air, Awair, Jatayu, Bayu, dan lain-lain), yang merupakan kantor cabang penerbangan yang melayani pembelian tiket
9. Business Center 10.Beauty Salon
11.Lounge
3.4 Proses Booking, Check-In Tamu dan Check-Out Tamu di Hotel Garuda Plaza Medan
Proses Booking Kamar Hotel
1. Tamu hotel memesan kamar hotel dan menyerahkan ientitas tamu ke
front office.
2. Front office memeriksa kamar pada RF (Reservation Form) dan RGF
3. Jika tidak terdapat kamar yang kosong sesuai tipe kamar yang di pesan,
maka front office menawarkan tipe kamar yang lain. Jika tamu menolak
penawaran, maka identitas akan dikembalikan kepada tamu hotel.
4. Apabila terdapat kamar yang kosong sesuai tipe kamar yang di pesan,
atau menyetujui tipe kamar lain yang ditawarkan, maka front office akan mencatat identitas tamu pada RF (Reservation Form).
5. Tamu hotel menyerahkan deposit sebesar 50% dari harga kamar yang
dipesan.
6. Pembuatan billing (Room Bill) sebanyak 2 rangkap oleh front office yang diserahkan kepada tamu 1 rangkap dan 1 rangkap lagi di arsipkan oleh front office.
7. Tamu hotel yang memesan kamar hotel harus membayar sisa pembayaran
sisa deposite pada saat check-in sesuai dengan tanggal pemesanan. Jika tamu hotel membatalkan pemesanan kamar maka deposite yang telah masuk akan dikembalikan sebesar 25% dari deposite. Dan apabila tidak ada konfirmasi dari pihak tamu maka, tamu dianggap membatalkan pesanan kamar.
8. Pembuatan data laporan pengunjung sebanyak 2 rangkap oleh front office.
Yang diberikan kepada GM (General Manager), dan kemudian yang 1 rangkapnya lagi diarsipkan oleh front office.
9. Pembuatan laporan pendapatan reservasi data kamar sebanyak 2 rangkap
oleh Front Office yang kemudian di berikan kepada GM (General Manager), dan 1 rangkap lagi diarsipkan.
Proses Check-In Tamu
1. Tamu memesan kamar hotel dan menyerahkan identitas tamu ke Front Office
bagi yang belum melakukan reservasi kamar hotel. Dan bagi tamu yang
sebelumnya melakukan reservasi memberikan RB (Room Bill) kepada
Front Office.
2. Bagi tamu hotel yang belum melakukan reservasi kamar, maka Front Office
akan memeriksa kamar pada RGF (Registration Form) dan RF (Reservation Form) apakah terdapat kamar yang kosong maka front office akan mencatat identitas tamu pada RGF (Registration Form). Dan apabila tidak terdapat kamar yang kosong, maka identitas tamu dikembalikan.
3. Bagi tamu yang sebelumnya melakukan Reservasi, front office akan
memeriksa data tamu pada RF (Reservation Form). Jika terdapat data tamu tersebut maka akan ditulis kembali pada RGF (Registration Form)
4. Front Office membuat RB (Room Bill) sebanyak 2 rangkap. 1 rangkap diserahkan kepada tamu hotel, dan 1 rangkap lagi untuk diarsipkan oleh
Front Office. Bagi tamu yang sebelumnya melakukan reservasi maka dibuatkan RB (Room Bill) pelunasan.
5. Tamu membayar sewa kamar sesuai Bill kepada front office.
6. Perlu diperhatikan bahwa bagi tamu yang sudah pernah menginap sebelumnya
(Return Guest) tamu tidak perlu mengisi registration card, tamu cukup menandatangani saja, karena data tamu telah ada di komputer pada file guest history card.
7. Setelah jelas semuanya petugas mempersiapkan kunci kunci kamar dan fasilitas yang akan diberikan kepada tamu, seperti welcome drink voucher, breakfast voucher dan sebagainya.
8. Setelah semua proses telah dilakukan, petugas Receptionist menyerahkan
kunci kamar dan menjelaskan kepada tamu nomor kamar dan memanggil Bell Boy.
9. Setelah tamu meninggalkan counter dan menuju kamar, petugas Receptionist
memindahkan data yang tertera ke komputer. Proses Check-Out Tamu
1. Petugas Receptionist menyapa setiap tamu yang datang ke counter dengan sopan dan ramah dan menanyakan keperluannya.
2. Apabila tamu mengatakan bahwa ia akan Check-Out, Petugas Receptionist
melakukan hal-hal sebagai berikut :
- Menanyakan nomor kamar dan menanyakan kalau ada
pemakaian/transaksi yang belum terpotong.
- Memberitahukan kepada FO Cashier untuk mencetak Guest Follio/Bill
dan diserahkan kepada tamu untuk diperiksa, bila tamu membayar dengan surat jaminan (Guaranted Letter), Voucher dan credit card harus diteliti benar agar tidak terjadi kesalahan.
- Apabila transaksi telah di selesaikan, Receptionist melakukan Check-Out agar tidak terjadi discrepancy.
3.5 Struktur Organisasi Operasional Hotel Garuda Plaza Medan
Struktur organisasi Hotel Garuda plaza setelah beberapa kali mengadakan perubahan maka sejak tanggal 1 Januari 1997 oleh Managing Director Garuda Plaza. Hotel disyahkan bagan dari struktur organisasi yang berbentuk Lini & Staff
dimana ada pemisahan batas Teritorial antara Income Center dan Treasury Center
dan Operational Center.
Bagian (departemen) dalam Hotel Garuda Plaza terdiri dari :
1. Front Office Department yang menangani proses check in dan check out. 2. House Keeping department yang manangani penataan dan pemeliharaan.
3. Food & Beverage department yang menangani pelayanan kebutuhan makanan dan minuman.
4. Engineering & Maintenance department yang menangani pemeliharaan bangunan dan mesin-mesin.
5. Marketing department menangani masalah pemasaran hotel
6. Accounting department menangani persiapan dan penyelesaian billing transaksi serta pembuatan laporan
7. Internal Control department menangani masalah pengawasan operasi.
8. Purchasing department menangani masalah pengadaan barang Personil department. Masing-masing bagian I departemen di atas secara keseluruhan merupakan kesatuan alur yang tidak terpisah. Dan dijalankan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing yang terdiri dari masing-masing seksi yang disusun dalam masing-masing Job Discription sebagai berikut :
1. Front Office Department
Front Office departement mempunyai seksi-seksi antara lain : bell boy, door man, receiption, reservation, cashier, telephone/telex operator, information, dan service.
Front Office Department dikepalai oleh seorang Manager yang bertugas sesuai petunjuk dart Direksi yaitu; memberi pengarahan kepada bidang-bidang yang berada di bawah pengawasannya serta bertanggung jawab atas kelancaran operasi dan administrasi, pengaturan jadwal kerja, cuti, lembur, penilaian prestasi kerja karyawan Front Office. Dan Manager dibantu oleh seseorang pejabat yang dinamakan assistant manager yang bertugas mengatasi keluhan para tamu dan menjaga kerjasama yang baik sesama karyawan.
Prosedur/pembagian kerja telah dilaksanakan sesuai dengan standard operating procedure, kegiatan operational serta pengawasan management mempergunakan form yang standard serta dilengkapi perangkat hardware.
Komputerisasi mengerjakan form-form yang tersedia baik dalam menghandle tamu, data Registration card, serta data informasi dan laporan yang
akan didistribusikan ke Housekeeping Departement, Accounting Department,
Sales & Marketing Department den Executive Assistant Manager.
2. Housekeeping Department
Housekeeping department mempunyai seksi-seksi antara lain : a. room boy
b. room maid c. gardener d. administration
Seluruh kegiatan Housekeeping Department dikoordinir dan dikepalai
oleh Executive housekeeper sesuai petunjuk dari Direksi/General Manager.
Executive housekeeper melaksanakan tugasnya dengan mengembangkan dan memberi pengarahan kepada petugas-petugas housekeeping tentang program/organisasi rencana kerja, keharusan-keharusan pelaksanaan tugas performance dan mengadakan inprovement dengan department lain.
3. Food & Beverage
Food & Beverage mempunyai seksi-seksi antara lain : a. Cashier
b. Waiters
c. Banquet Captain d. Supervisor
Food & Beverage Department dikepalai oleh seorang manager secara organisatoris di bawah pengawasan EAM Operation. Outlets dan ruang lingkup tugas Food & Beverage Department I Manager di GBPH terdiri dari :
a. Dining Room "Plaza Restaurant" b. Room Service 24 jam
c. Coffee Shop 24 jam 10 meja 40 seat
d. Banquest- Garuda Convention Hall 2 Floor e. Floor - Rajawati Meeting Room
g. Floor - Executive Meeting Room h. Floor - Peacok Meeting Room
i. S.pool area - Putri Bungsu Meeting Room j. Bar-executive lounge; 1 Floor – Swimming pool
k. Entertainment (music) ; Lobby, Restaurant, Executive Lounge l. Supervisi Kitchen (50)
Banquet Captain dan Supervisor bertanggung jawab langsung kepada Executive Manager/Generat Manager untuk pengawasan akan fungsi dan tugas serta fasilitas karyawan F&B Department, baik mengenai fasilitas operational,
fasilitas Sales Food & Beverage outlet lainnya, yang dapat memberikan
keuntungan/laba kepada perusahan. 4. Chief Enginering & Maintenance
Chief Enginering & Maintenance adalah bagian yang mengelola : a. listrik (genset)
b. air c. telephone
d. AC
e. Lift
5. Chief Laundry & Dry Cleaning
Laundry Department atau disebut juga Laundry & Dry Cleaning dipegang oleh seorang Manager yang terdiri dari :
a. Laundry & Dry Cleaning antara lain; Guest Laundry Garuda Plaza Hotel, Guest Laundry Garuda City, RSU Permata Bunda, Hotel Darma Deli,