9.1 Pendahuluan
Pengertian House Keeping
House keeping adalah pemeliharaan kerumahtanggaan yang ada dalam suatu
perusahaan/tempat kerja. House keeping menyangkut kerapian, kebersihan, dan keindahan suatu tempat kerja. Dengan terpeliharanya house keeping yang baik akan meningkatkan kegairahan kerja para karyawan yang sekaligus akan mening katkan produktivitas kerjanya.
Keterkaitan house keeping dengan keselamatan kerja
Lingkungan kerja yang bersih, rapi dan indah akan membuat nyaman para kar yawan yang menjalankan aktivitas kerjanya. Kondisi yang nyaman ini akan mencip takan gairah dan moral kerja para penghuninya. Kondisi nyaman ini tercipta berkat tidak adanya kekuatiran yang berlebihan tentang keselamatan seseorang. Oleh karena itu,
house keeping yang baik secara langsung merupakan kegiatan pencegahan kecelakaan
dengan cara menghilangkan potensi-potensi bahaya yang ada di suatu tempat kerja. Kondisi ini yang harus diupayakan oleh setiap penanggungjawab dan anggota dari suatu unit kerja agar kenyamanan dan kegairahan kerja dapat tercipta sehingga tingkat pro-duktivitasnya tinggi.
9.2 Prinsip-prinsip House Keeping
House keeping merupakan pemeliharaan suatu tempat kerja agar bersih, rapi, indah dan
merupakan bagian dari usaha pencegahan kecelakaan dan kebakaran. Oleh karena itu, wawasan tentang house keeping harus dimiliki oleh setiap warga di dalam suatu tempat kerja. Penguasaan wawasan masih belum cukup bila tanpa diikuti penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. Setiap karyawan perlu membiasakan diri dengan prilaku yang baik ini.
Pentingnya housekeeping yang baik pada suatu perusahaan telah menjadi faktor utama dalam operasi yang efisien, perkembangan moral dan hubungan masyarakat yang baik. 9.2.1 Kebersihan
Setiap perusahaan harus memiliki pro gram housekeeping yang terencana dengan baik. Hal ini dapat diinisiasi dengan kampanye kebersihan, dan ada nya tindak lanjut harian agar penyebab dan akibat dari kondisi yang tidak bersih dihilangkan. Sistem dari pembersihan harian, inspeksi regular dan supervisi langsung harus dila kukan dan berdasarkan pada:
a. Bangunan dan Halaman
Lantai, tanah, dinding atap, jendela, tangga, landaian, jalan yang dilalui, gang, cahaya dan reflektor.
b. Mesin, peralatan dan perkakas
Truk, truk pengangkat, elevator, konveyor, perkakas tangan. c. Pembuangan limbah, dan lain- lain.
- Membuang limbah buangan dengan kontainer yang tepat dan terpisah. - Menyediakan kontainer sampah pada lokasi strategis
- Menyediakan kontainer logam tertutup bagi material yang mudah terbakar. - Menyediakan waktu dan interval regular bagi pengumpulan sam pah dan
limbah.
9.2.2 Penataan yang rapi
Pengaturan yang rapi untuk menghasilkan efisiensi dan keamanan yang tinggi meru-pakan keharusan bagi perusahaan yang ingin sukses dalam ekonomi saat ini. Hal ini dimulai dari perencanaan, tetapi operasi dari hari ke hari membutuhkan supervisor yang waspada, termasuk waspada terhadap adanya potensial “bottle neck”, yang dipengaruhi oleh mesin- mesin yang rusak, serta perubahan yang perlu dilakukan saat produk baru mulai diproduksi.
Proses dan operasi
Tata letak yang original merupakan tanggung jawab manajemen. Sedangkan pengaturan dari bahan baku, produk akhir dan limbah buangan adalah tanggung jawab mandor. Situasi yang ideal adalah kondisi yang rendah hambatannya, penundaan rendah dan rendahnya tindakan yang tidak perlu.
Penyimpanan produk dan barang suplai
Ruang yang cukup bagi material, peralatan portabel, perkakas dan produk sangat dibutuhkan. Penentuan lokasi yang sesuai bagi penyimpanan item ini (sebagai “tem pat istirahat” saat kondisi normal dan darurat) harus dilakukan tanpa mengganggu proses dalam kondisi normal.
Gang atau jalan orang
Ruang bagi gang harus tersedia bagi pergerakan dari personel, produk dan material, serta keperluan pergerakan dalam keadaan darurat. Ruang ini harus tetap tersedia, dan tidak digunakan sebagai penyimpanan darurat, “bottle neck” atau “over flow”.
Penumpukan barang harus dilakukan di dalam area penyimpanan yang telah ditentukan untuk penyimpanan dan ditandai. House keeping yang baik ditandai dengan tiadanya/rendahnya kecelakaan, produksi lebih baik (efisiensi meningkat), dan karya-wan tidak sering keluar masuk (karena ketidaknyamanan). Sebaliknya house keeping yang jelek akan menurunkan kualitas kerja, moral karyawan menjadi rendah dan potensi bahaya kebakaran akan meningkat akibat dari banyaknya kecela kaan dan ketidak-nyamanan lingkungan.
9.3 Indikator-indikator House Keeping yang Jelek
Banyak orang terantuk barang-barang/ benda yang berserakan di atas lantai dan si tengah tempat jalan orang, tergelincir akibat minyak, air, grease, atau cairan lainnya yang berceceran di atas lantai, berjalan di atas bahan-bahan atau peralatan yang berserakan, benda-benda yang tidak terikat kuat di atas tempat kerja, dan lain- lain akan meningkatkan potensi bahaya kecelakaan. Ini semua menunjuk kan rendahnya
housekeeping.
Indikator-indikator rendahnya housekeeping antara lain adalah: Obyek-obyek atau bahan-bahan berserakan di atas lantai. Peralatan tidak pada tempatnya
Sistem pembuangan sampah yang lemah.
Dinding, jendela, langit-langit, penerangan yang kotor. 9.4 Pelaksanaan House Keeping
Berikut ini adalah contoh-contoh pelaksanaan house keeping.
1) Sampah dan bahan-bahan yang tidak terpakai tidak hanya akan mengganggu keindahan lingkungan, namun bisa membahayakan baik bagi kesehatan maupun keselamatan kerja. Sampah-sampah dapat menjadi sarang bakteri, dan bila terkumpul banyak akan merupakan bahaya kebakaran. Oleh karena itu, bila Anda menjumpai sampah atau bahan-bahan yang tidak terpakai berserakan segeralah membuangnya ke tong-tong sampah yang telah disediakan. Namun jangan sekali-kali membakar sampah di dalam tong-tong sampah di tempat kerja, melainkan harus dikumpulkan pada tempat pembuangan sampah yang sudah ditentukan.
2) Setelah selesai mengerjakan suatu pekerjaan, kembalikanlah semua ba han yang berlebihan atau limbahnya seperti potongan-potongan besi, skrap, potongan pipa, baut-baut, dan sebagainya ke tempat penyimpanannya. Begitu juga dengan perkakas yang telah dipakai, kembalikan ke tempatnya atau ke gudang perkakas setelah dibersihkan seperlunya. Bila hal ini tidak dilakukan, potongan-potongan besi, perkakas, dan lain sebagainya bisa menyebabkan kita tergelincir, atau celaka.
3) Cairan-cairan yang tumpah bisa mengakibatkan lantai licin dan membuat orang tergelincir. Apalagi kalau cairan-cairan dari minyak tidak hanya menyebabkan tergelincir namun juga kebakaran. Oleh karena itu, segera bersihkanlah tumpahan cairan dan kain-kain yang bercampur minyak ditaruh ke dalam tong-tong sampah yang terbuat dari besi.
4) Kabel-kabel listrik, selang air, selang udara, dan tali-tali yang digunakan hendaklah diatur sedemikian rupa sehingga tidak semrawut dan malang melintang di jalan-jalan dan gang- gang yang sering dilalui oleh karyawan untuk menghindari kecelakaan.
5) Bila ada paku-paku yang menonjol di atas balok ataupun lainnya di tempat kerja anda hendaknya dicabut, kalau tidak dibengkokkan.
6) Penyusunan alat-alat dan bahan-bahan kerja di atas tempat kerja harus rapi, teratur dan aman agar tidak membahayakan orang-orang yang bekerja di bawahnya.
7) Penumpukan pipa-pipa, balok-balok kayu, dan lain- lain hendaknya mengikuti aturan-aturan, seperti ketinggian, pengikatan, atau cara penyusunannya mengikuti batasan-batasan tertentu.
8) Semua lobang baik kecil maupun besar yang ada di jalan tempat kerja harus segera ditutup. Jika belum bisa ditutup harus diberi pagar untuk mencegah terperosoknya orang-orang yang menggunakan jalan itu.
9) Parit-parit dan oil catcher harus terpelihara dengan baik, usahakan agar peng-alirannya lancar. Oleh karena itu, parit harus bersih dari sampah dan lumpur.
10) Kamar ganti pakaian harus dijaga agar tetap bersih. Pakaian kotor, sisa-sisa makanan dan botol-botol minuman jangan sampai menumpuk.
11) WC/toilet, tempat cuci tangan dan pancuran-pancuran air minum harus dijaga agar tetap bersih dan memenuhi syarat-syarat kesehatan