• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 10.2 Statistik Ekspor Kabupaten Kulon Progo, 2014-2015

Uraian 2014 2015

Total Nilai Eksport (US$) 15 078 454 17 561 324 a. Arang Briket

Penyumbang nilai ekspor terbesar di Kabupaten Kulon Progo selama tahun 2015 adalah wig dengan kontribusi 56 persen, meningkat dibandingkan tahun 2014 dengan nilai ekspor sebesar US$ 9 847 071.

1 Volume (Kg) 4 838 460 5 933 440

Penyumbang terbesar kedua adalah arang

2 Nilai Eksport (US$) 3 532 193 5 014 655

b. Kerajinan Agel briket, dengan nilai ekspor US$ 5 014 655,

1 Volume (Pcs) 138 294 138 690 2 Nilai Eksport (US$) 456 370 531 762

c. Teh Hijau/Hitam sebesar 28 persen, sedangkan penyumbang

1 Volume (Kg) 30 600 22 000 2 Nilai Eksport (US$) 21 675 15 583

d. Kerajinan Kayu dengan besaran nilai ekspornya US$ 1 888

1 Volume (Pcs) 5 025 445

2 Nilai Eksport (US$) 138 228 9 929 , , .

e. Wig 

1 Volume (Kg) 829 441 1 005 390 *** Tahukah Anda

2 Nilai Eksport (US$) 8 283 973 9 847 071

f. Gula Kristal Proses pembuatan gula semut (gula kristal)

1 Volume (Kg) 1 235 864 1 241 140 yang rendah kolesterol terdapat di daerah

2 Nilai Eksport (US$) 2 278 986 1 888 478 Kalirejo, Kokap sangati diminati wisatawan

Sumber : Disperindag dan ESDM Kabupaten KulonProgo *ada perbaikan data

asing dan merupakan daya tarik wisata untuk melihat langsung proses pembuatannya.

Tabel 10.3 Jumlah Sentra Industri, Jumlah Unit Usaha yang dibina oleh Disperindag ESDM

Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011-2015

Pada tahun 2015 pemerintah kabupaten telah melakukan pembinaan di 47 sentra

Tahun  Jumlah Sentra Industri  Jumlah Unit Usaha  Jumlah Tenaga Kerja

industri dengan jumlah unit usaha sebanyak 4.782 unit (mengalami penurunan dibanding

2011 81 2.091 4 957 2012 83 3.909 9 273 2013 70 5.206 10 979 2014 61 4 910 10 611

2015 47 4 782 9 750 Sumber : Disperindag ESDM Kabupaten Kulon Progo

 30

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016

 28 Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016

tahun 2014). Hal ini menyebabkan penyerapan tenaga kerja pada sentra industri mengalami penurunan menjadi 9.750 orang.

Kegiatan konstruksi merupakan kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan pembangunan, pemasangan dan perbaikan bangunan tempat tinggal, bangunan bukan tempat tinggal, pembangunan jalan, jembatan, instalasi jaringan listrik, air, dan jaringan komunikasi serta bangunan lainnya. Sektor konstruksi di suatu wilayah dilakukan oleh kontraktor umum maupun khusus. Perusahaan konstruksi di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2015 merupakan badan usaha yang bergerak di bidang konstruksi sipil dan arsitektural, dengan klasifikasi kecil. Secara umum perusahaan konstruksi tidak hanya berusaha pada satu bidang usaha konstruksi saja, tetapi dalam satu perusahaan bisa merangkap berbagai bidang dengan lebih dari satu klasifikasi usaha.

Konstruksi mempunyai peranan dalam pembangunan di suatu wilayah, dan menjadi salah satu sektor perekonomian dalam pembentukan nilai PDRB suatu wilayah. Nilai tambah sektor konstruksi Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2015 sebesar 651 milyar rupiah dengan sumbangan terhadap total PDRB Kabupaten Kulon Progo sebesar 8,51 persen, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang menyumbang sebesar 8,50 persen.

Tabel 11.1. Perkembangan Badan Usaha Konstruksi Klasifikasi G menurut Bidang

Usaha dan Klasifikasi

Kabupaten Kulon Progo, 2013-2015 Klasifikasi Kecil (K1) Bidang  2013 2014 2015 Arsitektural 204 208 208 Sipil 203 208 208 Listrik 2 1 1

Sumber : DPU Kabupaten Kulon Progo

*** Tahukah Anda

Pada tahun 2015, perusahaan konstruksi di Kabupaten Kulon Progo sebagian besar bergerak di bidang sipil dan arsitektural, dengan klasifikasi terbesar berada pada G2-G4 (klasifikasi kecil)

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016 30

http://kulo

*** Tahukah Anda

Obyek wisata yang menjadi tujuan wisatawan di Kulon Progo antara lain : Pantai Glagah dan Pantai Congot di Kecamatan Temon, Pantai Trisik di Kecamatan Galur,  Waduk Sermo di Kecamatan Kokap, Puncak Suroloyo di Kecamatan Samigaluh, dan Gua

Kiskendo di Kecamatan Girimulyo.  Wisata Kalibiru merupakan tempat wisata baru bagi masyarakat yang sangat reseprentatif 

Perkembangan kepariwisataan di suatu wilayah tidak terlepas dari unsur-unsur pendukungnya seperti fasilitas hotel/penginapan, rumah makan, serta promosi yang dilakukan oleh dinas/instansi terkait. Kulon Progo merupakan tempat tujuan wisata alternatif bagi masyarakat, walau belum dapat menarik pengunjung sebanyak tempat wisata di kabupaten/kota lain di wilayah DI Yogyakarta. Sejumlah obyek wisata di wilayah Kulon Progo yang menjadi destinasi para wisatawan seperti Pantai Glagah, Pantai Congot, Pantai Trisik, Waduk Sermo, Puncak Suroloyo, serta Gua Kiskendo.

Secara umum, wisatawan yang berkunjung ke Kulon Progo pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun 2013. Obyek wisata yang menjadi tempat tujuan wisatawan pada tahun 2014 di Kabupaten Kulon Progo adalah Pantai Glagah dan Waduk Sermo, dengan jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata tersebut, masing-masing sebesar 282639 pengunjung (68 persen) dan 38657 pengunjung (9 persen).

Pada tahun 2014, jumlah pengunjung yang dating menuju obyek wisata Gua Kiskenda dan Waduk Sermo meningkat tajam, masing-masing meningkat sebesar 279 persen dan 26 persen.

o ok b.bp

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Gua Kiskendo disebabkan adanya pegelaran wayang orang dengan tema Sugriwa-Subali. Selain itu obyek wisata baru Kalibiru yang tak jauh dari Waduk Sermo juga menjadi tempat tujuan baru bagi para

Tabel 12.1. Jumlah Pengunjung menurut Obyek Wisata di Kabupaten Kulon Progo

2014 - 2015 (Orang)

Obyek Wisata 2014 2015

wisatawan yang mengejar keindahan Pantai Glagah 282 639 334 894

panorama alam.

Pendapatan yang diperoleh obyek wisata

Pantai Congot 37 201 37 633 Pantai Trisik 18 802 13 911

berbanding lurus dengan jumlah wisatawan Waduk Sermo 38 657 81 460 yang berkunjung. Pada tahun 2015, secara Gua Kiskendo 10 943 15 710

umum pendapatan Kabupaten Kulon Progo Puncak Suroloyo 26 814 34 939 dari obyek wisata mengalami peningkatan Kulon Progo 415 056 518 547

sebesar 19,88 persen. Sumbangan terbesar masih disokong oleh obyek wisata Pantai Glagah yaitu sebesar 68,21 persen. Waduk Sermo memnyumbang pendapatan terbesar kedua setelah Pantai Glagah, sebesar 13,59 persen. Sedangkan Pantai Congot walaupun memberikan sumbangan yang cukup besar akan tetapi pendapatan dari Pantai Congot mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber : Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kab. Kulon Progo

Tabel 12.2 Pendapatan Menurut Obyek  Wisata, Kabupaten Kulon Progo,

2014-2015 (Juta Rupiah) Obyek Wisata 2014 2015 Pantai Glagah 1 051 791 1 196 234 Pantai Congot 136 453 133 131 Pantai Trisik 55 255 38 786 Waduk Sermo 119 926 238 403

Puncak Suroloyo mulai banyak dikenal oleh masyarakat. Pendapatan dari obyek

Puncak

Suroloyo 76 156 102 247

Puncak Suroloyo pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 5,83 persen. .

Gua Kiskendo 23 382 45 043

Kulon Progo 1 462 996 1 753 846

Sumber : Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016 32

32 Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016

Keberadaan hotel sebagai penunjang kegiatan pariwisata di Kabupaten Kulon Progo terpusat di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Temon dan Wates. Hal ini terkait dengan keberadaan objek wisata yang potensial yaitu Pantai Glagah dan Congot yang berlokasi di Kecamatan Temon. Kota Wates sebagai pusat kegiatan ekonomi di wilayah Kabupaten Kulon Progo sangat tepat  jika ditunjang dengan adanya fasilitas hotel yang secara tidak langsung akan sangat menunjang kelancaran kegiatan ekonomi. Selain Kecamatan Temon dan Wates, sejumlah penginapan dan homestay  juga mulai bermunculan di beberapa wilayah di Kulon Progo seperti di wilayah Kecamatan Kokap dan Samigaluh.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016 33

33 Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2016

Untuk menunjang kelancaran kegiatan ekonomi di suatu wilayah sangat diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Panjang jalan di Kabupaten Kulon Progo terdiri dari jalan negara sepanjang 28,57 km, jalan propinsi sepanjang 158,5 km, dan  jalan kabupaten sepanjang 647,8 km.

Menurut kondisi kerusakannya sebanyak 80,56 persen jalan di Kabupaten Kulon Progo dalam kondisi baik; 8,51 persen dalam kondisi sedang; 9,79 persen dalam kondisi rusak; dan 1,15 persen dalam kondisi rusak berat. Dibandingkan dengan kondisi pada tahun sebelumnya, kondisi jalan baik mengalami peningkatan dimana kondisi jalan baik pada tahun 2014 sebesar 75 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten terus berupaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung kelancaran kegiatan perekonomian.

Sarana penghubung seperti jalan raya dengan kondisi jalan yang baik selain membantu perpindahan penduduk, secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian suatu wilayah.

Sumber : Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kulon Progo

***Tahukah Anda

Pada tahun 2015, kondisi jalan Kabupaten Kulon Progo yang sudah

diaspal 79,45 persen,

dengan

Dokumen terkait