• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan antara knowledge management dan kinerja karyawan 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Hubungan antar variabel

1. Hubungan antara knowledge management dan kinerja karyawan 14

sistem yang baik pula. Sistem ini bukan hanya peraturan atau standar yang ada melainkan juga melibatkan pihak-pihak yang terkait langsung yaitu sumber daya manusianya. Salah satu sistem manajemen yang menawarkan suatu disiplin yang memperlakukan intelektual sebagai aset yang dikelolah adalah knowledge management (honeycutt,2002). Media penyebaran informasi melalui sarana internet yang digunakan untuk mendukung tiap kegiatan kerja didalam

perusahaan, yang di ukur dengan 3 variabel yaitu personal knowledge, job procedure,dan technology. Perusahaan perlu mengetahui sejauh mana knowledge management berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan.

Penerapan knowledge management diukur melalui personal knowledge, job procedure dan teknologi. Persenol knowlege indikatornya adalah experience job procedure indikatornya adalah pemahaman standar opration procedures dan teknologi indikatornya adalah penggunaan internet. Dalam penelitian ini penelitian ini penulis melihat adanya hubungan antara variabel personal knowledge dan job procedure

Pengertian job procedure secara terpisah adalah prosedur kerja adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Berdasarkan pernyataan anshori selaku pihak yang mencetuskan knowledge managemen, salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah standar opration procedure.

Standar opration procedure atau prosedur pelaksanaan dasar di buat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan standart oprational procedure maka tugas-tugas akan semakin mudah di kerjakan

Kinerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti yang dikemukakan oleh Henry Simamora yang dikutip oleh Mangkunegara (2006:14), mengatakan bahwa:

“Kinerja dipengaruhi oleh tiga factor yaitu:

1) Faktor individual; kemampuan dan keahlian, latar belakang, demografi.

2) Faktor Psikologis; presepsi, attitude, personality, pembelajaran, motivasi

3) Faktor Organisasi; sumberdaya, kepemimpinan, penghargaan, struktur,

Menurut A. Dale Timple yang dikutip oleh mangkunegara (2005:), factor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:

1) Faktor Internal

Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang baik di sebabkan karena mempunyai kemampuan tinggi dan orang itu tipe orang pekerja keras, sedangkan seseorang mempunyai kinerja buruk di sebabkan karena mempunyai kemampuan rendah dan orang-orang tersebut tidak memiliki upaya-upaya untuk memperbaiki kemampuannya.

2) Faktor eksternal

Yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang berasal dari lingkungannya, seperti prilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi

2. Hubungan faktor-faktor knowledge terhadap kinerja karyawan a. Personal knowledge terhadap kinerja

Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal,dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman karyawan yang di terima tentunya

berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat di prediksi.

Memperoleh pengetahuan atau kemempuan selama periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal-hal dari pada dengan belajar. Semakin seorang karyawan memiliki personal knowledge yang tinggi maka akan menghasilkan kinerja yang lebih baik.

b. Job procedure dengan kinerja karyawan

Job procedure adalah tanggung jawab tau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Standar oprasional procedure atau prosedure pelaksanaan dasar di buat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja, dimana tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan.standar adalah sebagai langkah awal untuk mendapatkan derajat suatu produk. Jika job procedure di jalankan sudah sesuai, maka kinerja karyawan akan semakin peningkatan

c. Technology dengan kinerja karyawan

Teknology yag paling muktahir yang di gunakan saat ini digunakan oleh perusahaan adalah internet. Semakin canggih teknologi yang di gunakan oleh perusahaan maka akan mempermudah pekerjaan yang akan berdampak pad kinerja karyawan.

D. KERANGKA PEMIKIRAN

Gambar 1. Kerangka pikir

Kerangka pikiran di atas menjelaskan bagaimana penelitian ini dilakukan.

Kerangka pemikiran di atas menunjukkan keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen-komponen tersebut antara lain:

1. Personal knowledge

Mengetahui pengetahuan yang tertanam di dalam hubungan antar karyawan.

Pt. Aneka Mitra Gas

Personal knowledge

Job procedure Pemahaman standar

oprasion

Technology

kinerja kakaryawan Analisis kondisi

perusahaan

2. Job procedure

Mengetahui pengetahuan akan pemahaman standar prosedur kerja 3. technology

mengetahui pemahaman akan internet.

4. kinerja karyawan

Mengetahui kinerja karyawan dan menilai hasil-hasil yang di peroleh dengan adanya knowledge management.

E. HIPOTESIS

Berdasarkan teori diatas penulis menyusun hipotesis sebagai berikut.

1. Personal knowledge,job procedure dan technology secara signifikan mempegeruhi kinerja karyawan

2. Diduga faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah job procedure.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan waktu penelitian

Untuk memperoleh data penelitian, maka penulis mengadakan penelitian pada PT.Aneka Mitra Gas yang terletak di jln.salodong no. 40 kel. Bulurokeng kec. Biringkanaya Makassar. Waktu penelitian di rencanakan selama 2 (dua) bulan.

B. Metode pengumpulan data

Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan : 1. Observasi

Observasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian.

2. Wawancara

Wawancara merupakan tanya jawab secara langsung kepada pimpinan perusahaan dan staf karyawan yang ada kaitannya dengan penelitian ini.

3. Kuesioner

Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan panduan kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini

menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup.

4. Metode Kepustakaan (Library Research)

Metode kepustakaan adalah mengumpulkan data dengan membaca buku-buku yang relevan untuk membantu di dalam menyelesaikan dan juga untuk melengkapi data yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

C. Jenis dan sumber data 1. Jenis data

Jenis data dalam penelitian ini adalah :

a. Data kualitatif yaitu data yang digunakan melalui keterangan-keterangan secara tertulis seperti : sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi dan pembagian tugasnya.

b. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh berupa angka-angka seperti data dari kuesioner.

2. Sumber Data

Sumber data yang di perlukan dalam penelitian ini terdiri dari

a. Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung oleh penulis melalui hasil pengamatan dan wawancara yang dianggap relevan dengan penulisan ini.

b. Data Sekunder, yaitu data-data yang diperoleh dengan mengumpulkan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan penulisan ini.

D. Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada Pt.

Aneka Mitra Gas dengan jumlah karyawan sebanyak 25 orang

Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang karyawan yang di ambil dari sebagian dari populasi

E. Defenisi oprasional variabel

1. Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya.

Indikator empiriknya:

a. Kualitas, pekerjaan yang di hasilkan serta kesempurnaan tugas b. Kuantitas, jumlah yang di hasilkan dinyatakan dalam istilah

seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang di selesaikan.

c. Ketepatan waktu, tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

d. Efektifitas,tingkat pengunaan sumber daya organisasi di maksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.

e. Kemandirian, suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan.

2. Personal knowledge pengetahuan yang di peroleh karyawan yang berupa pengalaman baik dari kejadian sehari-hari ataupun dari sumber lainnya. Indikator empirik :

a. Karyawan yang memiliki pengalaman cenderung bekerja lebih profesional dari pada karyawan yang belum memiliki pengalaman sama sekali

b. Pengalaman bukan hanya di peroleh dari diri sendiri tapi juga dari orang lain

c. Pengalaman yang di peroleh akan memperkaya pengetahuan d. Masalah yang di hadapi dapat di jadikan pelajaran berharga.

3. Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang harus di jalankan oleh karyawan sesuai oleh standar oprasional procedure yang ada dan sifatnya formal.

Indikator empiriknya:

a. SOP dapat menjamin terciptanya produk yang standar meskipun di kerjakan dengan orang yang berbeda.

b. Dengan adanya SOP pekerjaaan akan terarah dan terkoordinir.

c. SOP merupakan sarana komunikasi dalam mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

d. SOP dapat meningkatkat produktivitas dan mengifesiensikan waktu.

e. Seorang karyawan yang memiliki ide dari pengalaman yang di milikinya dan di ubah dalam bentuk SOP merupakan gagasan yang lebih baik.

4. Technologi adalah media penyebaran informasi melalui sarana internet yang di gunakan untuk mendukung tiap kegiatan kerja di dalam perusahaan. Indikator empirik:

a. Pemahaman internet sudah baik

b. Frekuensi penggunaan internet selama jam kerja.

c. Internet merupakan sarana yang sesuai untuk mendapat dan menyebarkan informasi

d. Fasilitas internet sangat membantu di dalam menyimpan dan mengirim data.

e. Fasilitas internet dapat meningkatkan efesiensi kerja baik dari segi waktu dan biaya

F. Metode analisis 1. statistik deskriptif

penelitian ini penulis melakukan perhitungan distribusi frekuensi dan mean ( nilai rata-rata) untuk memberikan gambaran atau deskripsi dari data di peroleh.

2. Statistik imperensial

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana pengaruh variabel knowledge management terhadap kinerja karyawan di Pt. Aneka Mitra Gas. Dimana dalam penelitian ini penulis menggunakan regresi berganda.

Y= bo+ b1.x1+ b2.x2+b3+e Dimana :

Y = Kinerja

X1= Personal knowledge X2= Job procedure X3= Technology bo= Konstanta

3. Pengujian hipotesis

Pembuktian hipotesis tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik, sebagai berikut :

a. Uji serempak ( Uji F) untuk pengujian hipotesis pertama

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel bebasnya secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat.

b. Uji Parsial (Uji t) untuk pengujian hipotesis kedua

Uji ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat bermakna atau tidak.

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Sebagian masyarakat indonesia dengan tingkat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak tanah,dimana penggunaanya begitu berpengaruh besar bagi kehidupan masyarakat khususnya menengah kebawah.

Dengan melihat penggunaan bahan bakar minyak khususnya minyak tanah yang begitu besar pada masyarakat, maka pemerintah berinisiatif mengambil kebijakan dengan cara mengalihkan penggunaan Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG). Kebijakan ini di ambil pemerintah dengan alasan, penggunaan minyak tanah secara terus-menerus akan membuat keuntungan sehingga mengakibatkan habisnya/punahnya kekayaan alam yang dimiliki oleh negeri ini.

Dengan adanya kebijakan tersebut maka pemerintah bekerjasama dengan PT.Pertamina (persero) untuk membuat dan menyiapkan tabung gas 3kg yang dapat dijangkau oleh kalangan masyarakat khususnya kalangan menengah bawah. Pada tahun 2008 pemerintah telah melakukan pembagian tabung gas 3 kg dan kompor secara gratis kepada masyarakat indonesia. Dengan adanya penggunaan tabung gas elpiji maka secara otomatis masyarakat akan membutuhkan ketersediaan.

Gas elpiji.PT.Aneka Mitra Gas adalah salah satu agen resmi elpiji 3 kg yang bekerjasama dengan PT. Pertamina (persero) dalam penyaluran tabung 3

26

kg . PT. Aneka Mitra Gas didirikan oleh bapak Rommy dengan nomor surat izin Walikota Makassar 503/022/SIUP-B/13/KPAP (Kantor Layanan Administrasi Perizinan) yang terletak pada jalan salodong no.40 kel.Bulurokeng Kec.Biringkanaya Makassar dan telah diresmikan pada bulan juni tahun 2009, dimana pengurusannya diatur oleh manager yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan sehari-hari dan dibantu oleh 3 staf, 1 kepala gudang, 1 sales, 8 supir dan 8 helper.

B. Struktur Organisasi

Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu hubungan antara bagian-bagian dalam organisasi dengan tujuan agar segala kegiatan dapat dibiarkan pada pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Untuk mencapai tujuannya, maka kegiatan perusahaan sebagai satu organisasi harus dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan pembagian tugasdan wewenang dalam suatu perusahaan dapat dilihat pada struktur organisasi suatu perusahaan.

Struktur organisasi adalah gambaran skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang ada dalam suatu organisasi dalam rangka menciptakan suatu tujuan. Dengan melihat struktur organisasi, kita dapat mengetahui susunan, wewenang dan tanggung jawab suatu hubungan yang ada antara personil yang bekerja di organisasi tersebut. Struktur organisasi perusahaan berbeda dari perusahaan yang satu dengan yang lainnya.

Adapun struktur organisasi yang digunakan oleh PT.Aneka Mitra Gas dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI

PT. ANEKA MITRA GAS AGEN RESMI ELPIJI 3 KG MAKASSAR

Berdasarkan gambar di atas, maka dapat di jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam PT. Aneka Mitra Gas sebagai berikut:

1. Direktur

a. Bertindak sebagai pemilik perusahaan 2. Manager

a. Mengkoordinir kegiatan penyaluran barang tabung gas elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan

b. Mengkoordinir tugas semua bagian/departemen

DIREKTUR ROMMY

Bag.Accounting Bag.Administrasi Bag.Kasir Bag.Gudang

Bag.Sopir

Bag.Helper

Bag.Sales MANAGER

M.SYAHRIR

3. Bag. Acounting a. Input pembeli

b. Membuat jurnal harian

c. Membuat laporan kas/bank harian

d. Membuat laporan keuangan bulanan (laba rugi, neraca dan arus kas)

e. Input pelunasan pembelian dan pelunasan penjualan tabung gas elpiji 3 kg.

f. Cek fisik kas dan stock opname akhir bulan 4. Bag. Administrasi

a. Input nilai insentif karyawan b. Input penjualan

c. Melakukan pengecekan data pengambilan isi tabungan gas elpiji 3 kg pada SPPBE

5. Bag. Kasir

a. Menghitung dan memeriksa penyetoran uang hasil penjualan isi tabungan gas elpiji 3 kg dari Helper/sopir

b. Bertanggung jawab atas keluar masuknya kas kecil c. Menghitung dan mencatat biaya-biaya oprasional d. Membuat laporan harian kas kecil

6. Bag. Gudang

a. Bertanggung jawab atas keamanan dan keluar masuknya barang dalam gudang

b. Melayani pembelian langsung pada gudang utama persediaan tabung gas elpiji 3 kg

c. Melakukan cek stok barang di gudang tiap hari/bulan 7. Bag. Sales

a. Mencari calon pelanggan pangkalan gas elpiji 3 kg

b. Melakukan control terhadap peningkatan penjualan di pangkalan 8. Bag. Sopir

a. Bertanggung jawab terhadap pengantaran/pendistribusian gas elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan yang telah melakukan pemesanan b. Melakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kg di SPPBE

9. Bag. Helper

a. Menurunkan dan menaikkan tabung gas elpiji 3 kg dari mobil kepangkalan atau sebaliknya

b. Menerima dan menghitung hasil penjualan gas elpiji dari pangkalan untuk di setor ke kasir.

C. Proses penyaluran

Proses penyaluran tabung gas elpiji ke pangkala-pangkalan melalui tahap-tahap sebagai berikut

1. Pengisian tabung gas elpiji 3 kg

Untuk tabung gas yang kosong akan dilakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kg yang kosong di SPPBE

2. Penyaluran tabung gas elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan

Setelah dilakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kg, maka dilakukanlah pengantaran/penyaluran ke pangkalan-pangkalan yang telah melakukan pemesanan 1 hari sebelumnya.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi identitas responden

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan PT Aneka Mitra Gas dimakassar dengan jumlah karyawan sebanyak 25 orang karyawan.

Kemudian dalam penentuan sampel, dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 20 examplar, dan semua responden telah mengisi kuesioner secara lengkap dan benar, sehingga dari 20 kuesioner tersebut selanjutnya dapat dilakukan pengolahan data lebih lanjut untuk meneliti mengenai pengaruh knowledge management terhadap kinerja karyawan pada PT Aneka Mitra Gas di makassar.

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas, akan di sajikan deskripsi responden penelitian yang di maksudkan untuk menggambarkan profil responden menurut umur responden, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan masa kerja. Untuk lebih jelasnya akan di sajikan deskripsi karakteristik responden dalam penelitian ini yang dapat di uraikan sebagai beriku:

1. Karakteristik Responden berdasarkan Umur

Adapun yang menjadi karakteristik responden berdasarkan umur pada saat penelitian berlangsung di bagi menjadi kategori yakni umur antara 20

32

25 tahun, 26 - 35 tahun, 36 - 45 tahun dan umur antar 45 – 55 tahun, persentase umur responden dapat di lihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.1

Deskripsi responden berdasarkan Umur

NO. Usia responden Frekuensi (orang) Presentase (%) 1

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Berdasarkan data tersebut diatas, menunjukkan bahwa usia responden yang terbesar dalam penelitian adalah antara 21 – 30 tahun yakni sebesar 45%, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata karyawan pada PT.

Aneka Mitra Gas Makassar adalah berusia antar 21 – 30 tahun dan di atas 31 tahun.

2. Karakteristik Responden berdasarkan jenis kelamin

Deskripsi profil responden berdasarkan jenis kelamin yaitu menguraikan atau menggambarkan jenis kelamin responden. Hal ini dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu : laki-laki dan perempuan.

Adapun deskripsi responden menurut jenis kelamin dapat di sajikan melalui tabel:

Tabel 5.2

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

No Jenis kelamin Frekuensi Presentase

1 Laki-laki 18 90%

2 Perempuan 2 10%

Jumlah responden 20 100%

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Berdasarkan tabel di atas maka deskripsi propil responden menurut jenis kelamin (gender).yang menunjukkan bahwa rata-rata jenis kelamin karyawan dan karyawati di PT. Aneka Mitra Gas mayoritas lebih banyak di dominasi laki-laki di bandingkan dengan perempuan.

3. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir

Deskripsi profil responden menurut jenjang pendidikan adalah menguraikan atau menggambarkan responden menurut jenjang pendidikan terakhir. Oleh karna itulah akan di sajikan deskripsi profil responden berdasarkan jenjang pendidikan terakhir yang dapat di lihat melalui tabel berikut:

Tabel 5.3

Karakteristik responden berdasarkan jenjang pendidikan No. Jenjang pendidikan Frekuensi (orang) Presentase (%) 1

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Dari tabel di atas dapat dilihat deskripsi profil responden rata – rata pendidikan terakhir responden yang terbesar dalam penelitian ini adalah SMA dengan jumlah responden sebanyak 17 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata karyawan dan karyawati yang bekerja di PT.Aneka Mitra Gas Makassar rata-rata lulusan SMA.

4. Karakteristik responden berdasarkan lamanya berkerja

Deskripsi profil responden menurut lamanya bekerja yaitu menguraikan atau menggambarkan identitas responden menurut lamanya bekerja. Oleh karna itu dapat di sajikan melalui tabel berikut:

Tabel 5.4

Karakteristik responden berdasarkan lamanya bekerja

No. Lamanya bekerja Frekuensi Presentase

1 2 3

1 – 5 tahun 6 – 10 tahun Di atas 10 tahun

13 7 _

65%

35%

Jumlah responden 20 100%

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Berdasarkan tabel diatas deskripsi profil responden menurut lamanya bekerja yang menunjukkan bahwa lamanya bekerja responden rata – rata antara 1 – 5 tahun.

B. Penentuan Range

survei ini menggunakan skala likert dengan skor tertinggi di tiap pertanyaannya 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden 20 orang maka:

skor tertinggi : 76 × 5 = 380 skor terendah : 76 × 1 = 76 sehingga range untuk hasil survei = 61 Range Skor

76 – 137 = Sangat tidak puas 137 – 198 = Tidak puas 198 – 259 = Cukup puas 259 – 320 = Puas

320 – 380 = Sangat puas C. Deskripsi variabel penelitian

PT.Aneka Mitra Gas Makassar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan maka salah satu upaya yang perlu di perhatikan adalah knowledge management. Untuk melihat sejauh mana ketertarikan pengaruh personal knowledge,job procedure dan technology dalam kaitannya dengan kinerja karyawan maka dilihat melalui tabel.

Dalam penelitian ini, terdiri dari 2 variabel yaitu knowledge management (X) dan kinerja karyawan (Y). Untuk variabel knowledge management terbagi

menjadi 3 indikator yaitu personal knowledge,job procedure dan technology dimana terdiri dari beberapa item pertanyaan yang akan di sajikan dalam jawaban responden sebagai berikut:

1. Variabel job procedure (X2)

Variabel job procedure di ukur menggunakan kuesioner dengan 4 (empat) indikator. Berikut adalah tabel frekuensi jawaban responden mengenai job procedure

Tabel 5.6

Deskripsi jawaban responden mengenai job procedure

Indikator

Sumber: Hasil pengolahan data primer 2015

Dari data yang telah di olah pada tabel 5.6 di atas, dapat di simpulkan bahwa tanggapan responden tentang job procedure di PT. Aneka Mitra Gas

Makassar bersifat positif dengan melihat pada rata – rata dari total skor pada pertanyaan indikator ini sebanyak 75.6 yang berada pada range skor keempat yaitu puas.

2. Kinerja karyawan (Y)

Variabel kinerja karyawan di ukur menggunakan kuesioner dengan 4 (empat) indikator. Berikut adalah tabel frekuensi jawaban responden mengenai kinerja karyawan :

Tabel 5.8

Deskripsi jawaban responden mengenai kinerja karyawan

Indikator

Sumber: Hasil pengolahan data primer 2015

Dari data yang telah di olah pada tabel 5.8 di atas, dapat di simpulkan bahwa tanggapan responden tentang kinerja karyawan di PT. Aneka Mitra

Gas Makassar bersifat positif dengan melihat pada rata – rata dari total skor pada pertanyaan indikator ini sebanyak 86.2 yang berada pada range skor keempat yaitu puas.

D..Uji pengabsahan

Uji pengabsahan data dilakukan melalui dua cara pengujian yakni uji validitas dan reliabilitas,yang dapat di uraikan sebagai berikut:

1. Pengujian validitas

Analisis data diawali dengan menggunakan uji validitas. Validitas suatu alat ukur adalah menunjukkan kesesuaian dari alat ukur tersebut yaitu item-item pernyataan dalam kuesioner, dengan apa yang ingin diukur. Oleh karena itu, semua item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada item pernyataan yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya, maka pendekatan yang digunakan adalah corrected item-total correlation.

Kemudian dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan maka perlu ditetapkan suatu batas nilai standar ukuran nilai korelasi, sehingga suatu instrumen penelitian dapat dikatakan valid apabila ada batas nilai minimal korelasi dan suatu instrumen penelitian dapat dikatakan sah (valid).. Untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil uji validitas yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

Tabel 5.9

Sumber : Data diolah dengan program SPSS 17

Dari hasil olahan data uji validitas dengan menggunakan SPSS 17 terlihat bahwa dari 18 item pernyataan yang di ajukan , nampak bahwa semua item pertanyaan dapat dikatakan valid atau handal, sebab memiliki nilai nilai correcteditem total correlation sudah di atas 0,30.

Dari hasil olahan data uji validitas dengan menggunakan SPSS 17 terlihat bahwa dari 18 item pernyataan yang di ajukan , nampak bahwa semua item pertanyaan dapat dikatakan valid atau handal, sebab memiliki nilai nilai correcteditem total correlation sudah di atas 0,30.

Dokumen terkait