• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ANEKA MITRA GAS MAKASSAR HARDYANTI ASTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ANEKA MITRA GAS MAKASSAR HARDYANTI ASTRI"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

HARDYANTI ASTRI 105720326311

MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR 2015

(2)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

HARDYANTI ASRI 105720326311

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2015

(3)

iii PT.Aneka Mitra Gas Makassar

Nama : Hardyanti Astri

Nim : 10572 03263 11

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Jurusan : Manajemen

Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar

Menyatakan bahwa skripsi ini telah di ujikan pada hari sabtu 11 juli 2015 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas muhammadiyah Makassar.

Makassar,11 juli 2015

Menyetujui : Pembimbing I

Hj.Ruliaty SE.MM

Pembimbing II

Ismail Rasulong,SE.,MM

Mengetahui : Dekan Fakultas Ekonomi

Dr. H. Mahmud Nuhung, M.A.

NBM. 497794

Ketua Jurusan Manajemen

Moh. Aris Pasigai, SE, MM NBM. 1093485

(4)
(5)

iii

Makassar No: 73 TAHUN 1436/2015 M dan telah dipertahankan di depan penguji, hari sabtu tanggal 11 Juli tahun 2015, sebagai salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Makassar,11 juli 2015 Panitia Ujian:

1. Pengawas Umum : Dr. H. Irwan Akib, M.Pd

(Rektor Unismuh Makassar) ( ...)

2. Ketua : Dr. H. Mahmud Nuhung, MA

(Dekan Fak. Ekonomi Dan Bisnis) (………...)

3. Sekretaris : Drs. H. Sultan Sarda, MM

(PD I Fak. Ekonomi Dan Bisnis ) (………...)

4. Penguji : a. Dr. H. Abd Rahman Rahim, SE.MM (………...)

b. Drs. H. Sultan Sarda, MM (………..)

c. Hj.Ruliaty SE.MM (………...)

d. Ismail Badollahi, SE, M.Si.Ak.CA (…………...)

(6)

iv

Kupersembahkan skripsi ini untuk kedua orang tua,saudara-saudariku serta keluarga dan teman-teman tercinta yang selalu memberikan doanya dan semangat

untuk menyelesaikan karya ini.

jadilah seperti karang dilautan yang kuat dihantam ombak dan kerjakanlah hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan

orang lain, karena hidup hanyalah sekali.ingat hanya pada allah apapun dan dimanapun kita berada kepada dialah

tempat meminta dan memohon.

(7)
(8)

Segala puji dan syukur penulis panjat kehadirat Allah SWT. Sebab atas rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “pengaruh knowledge management terhadap kinerja karyawan pada PT.Aneka Mitra gas Makassar” sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari berbagai hambatan dan tantangan, namun berkat dorongan, bantuan, bimbingan, arahan dan doa dari berbagai pihak, terutama senantiasa tercurah dari kedua orang tua penulis, Ayahanda Hasbang dan Ibunda Satriani sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas pula dari bantuan dan dukungan berbagai pihak yang sangat ,membantu penulis. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada.

1. Bapak. Dr. H. Irwan Akib, Mpd, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Bapak Dr. H Mahmud Nuhung, MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universita Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Moh. Aris Pasigai SE,MM selaku ketua jurusan manajemen Universitas Makassar.

4. Bapak Drs.H.Muhiding Daweng. selaku penasehat Akademik yang telah memberikan bimbingan, pengarahan dan nasehat selama masa perkuliahan di Universitas Muhamadiyah Makassar

(9)

dan pengetahuan sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan skripsi ini;

7. Bapak Muh.syahrir menejer PT.Aneka Mitra Gas Makassar yang telah memberikan izin penelitian.

8. Karyawan-karyawan di PT.Aneka Mitra Gas Makassar atas partisipasinya sebagai responden.

9. Saudara-saudariku Agil dan Nanda serta para sepupuku tini dan Nurul yang telah memberiakan motivasinya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

10. Teman-teman di kelas manajemen 6. teman-teman jurusan manajemen angkatan 2011, teman-teman KKP. atas doa dan dukungannya selama penyusunan skripsi ini.

11. Seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis sangat mengharapkan saran dan kritik untuk menyempurnakan skripsi ini agar lebih baik lagi

Selanjutnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

Makassar, 30 juni 2015

Hardyanti Astri

(10)

Penelitian ini dilakukan pada PT.Aneka Mitra gas Makassar dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh knowledge management terhadap kinerja karyawan pada PT.Aneka Mitra Gas Makassar dengan menggunakan SPSS 17. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT.Aneka Mitra Gas Makassar sebanyak 20 orang. Data dianalisi menggunakan regresi berganda.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa secara bersama-sama mengenai pengaruh knowledge managment (personal knowledge,job procedure dan technology) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan di PT.Aneka Mitra Gas Makassar. Variabel personal knowledge,job procedure dan technology koefisien regresi bernilai positif menandakan hubungan searah, dengan kata lain personal knowledge,job procedure dan technology akan meningkatkan kinerja karyawan PT.Aneka Mitra Gas Makassar adalah sebesar (r

=0, 349) dan koefisien determinasi atau angka R square adalah sebesar 0.043.

(11)

ix

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

MOTTO ... v

PRAKATA ... vi

ABSTRAK... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan masalah ... 6

C. Tujuan penelitian ... 6

D. Manfaat penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

A. Knowledge management ... 8

B. Kinerja ... 12

1. Pengertian kinerja ... 12

C. Hubungan antar variabel ... 14

1. Hubungan antara knowledge management dan kinerja karyawan 14 2. Hubungan faktor-faktor knowledge terhadap kinerja karyawan 16 D. Kerangka pikir ... 18

E. Hipotetis ... 19

(12)

ix

D. Populasi dan sampel ... 22

E. Defenisi oprasional variabel... 22

F. Metode analisis... 24

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN... 26

A. Sejarah singkat perusahaan ... 26

B. Struktur organisasi... 27

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN... 32

A. Deskripsi identitas responden ... 32

B. Penentuan range... 37

C. Deskripsi variabel penelitian... 37

D. Uji pengabsahan ... 42

1. Pengujian validitas ... 42

2. Pengujian reliabilitas... 44

E. Analisis pengaruh personal knowledge, job procedure,technology dan kinerja karyawan ...46

F. Uji model...49

G. Pembahasan hasil penelitian...52

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ...55

A. Simpulan ...55

B. Saran ...56

DAFTAR PUSTAKA ... 57

LAMPIRAN ... 58

(13)

ix

(14)

ix

Tabel 2. Deskripsi Responden berdasakan Jenis Kelamin ... 34

Tabel 3. Deskripsi Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 35

Tabel 4. Deskripsi Responden berdasarkan Lama Kerja ... 36

Tabel 5. Deskripsi Responden terhadap Personal Knowledge ... 38

Tabel 6. Deskripsi Responden terhadap Job Procedure ... 39

Tabel 7. Deskripsi Responden terhadap Technology ... 40

Tabel 8. Deskripsi Responden terhadap Kinerja Karyawan... 41

Tabel 9. Hasil Pengujian Validitas atas Knowledge management ... 43

Tabel 10. Hasil Uji Reliabilitas Knowledge management... 45

Tabel 11 Hasil Olahan Data Regresi mengenai Knowledge Management tehadap Kinerja Karyawan Linier Berganda dengan SPSS 17 ... 47

Tabel 12. Koefisien korelasi Knowledge Management terhadap kinerja karyawan ... 48

Tabel 13. Uji Simultan (F) ... 49

Tabel 14 Uji Parsial (T) ... 50

(15)

ix

Gambar 2.1. Kerangka Pikir ... 18

(16)

ix

Lampiran 1. Biodata...

Lampiran 2. Kuesioner...

Lampiran 3. Tabulasi Jawaban Responden ...

Lampiran 4. Hasil Statistik SPSS Versi 17...

(17)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang penting dalam pencapaiaan tujuan. Umumnya pimpinan perusahaan mengharapkan kinerja yang baik dari masing-masing karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan. perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar dalam proses pembangunan perusahaan bahkan nasional, oleh karena itu kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Tekanan persaingan dalam dunia bisnis menuntut perusahaan untuk memikirkan bagaimana cara perusahaan beradaptasi dengan lingkungan yang senantiasa berubah. perusahaan beradaptasi dengan lingkungannya dalam artian perusahaan harus melakukan restrukturisasi dalam organisasinya yang sesuai dengan lingkungan administratif perusahaan. Bentuk adaptasi lainnya adalah dalam hal manajemen SDM, seperti pengembangan karir, pelatihan dan perencanaan pembagian keuntungan yang fleksibel. seiring dengan berubahnya komposisi dari tenaga kerja, berubah pula nilai-nilai kolektif, tujuan dan kebutuhan SDM. Perusahaan harus memonitor perubahan kebutuhan tersebut jika mereka ingin mempertahankan tenaga kerja yang produktif.

1

(18)

Salah satu alternatif perusahaan dalam memenuhi kebutuhan sebagai pendukung finansial juga pada knowledge (pengetahuan) dimana faktor ini sebagai pendukung dalam pengembangan perusahaan. Dewasa ini banyak organisasi yang menyadari pentingnya mengelolah dan memanfaatkan yang ada dalam diri mereka, sehingga bisa menjadi keuntungan bagi perusahaannya. Oleh karna itu dalam penerapan knowledge manajement (KM) merupakan suatu kebutuhan pada perusahaan. Tetapi disamping itu pengetahuan didalam organisasi itu sendiri tidak di transfrom secara maksimal, sehingga masih bersifat individu.

Sehingga terjadi kesalahpahaman antara karyawan yang satu dengan yang lainnya. Lambatnya dalam menangani karyawan baru salah satu faktor hambatan dalam menghadapi aktivitas-aktivitas perusahaan, karena pengetahuan karyawan yang dikeluarkan atau di pindahkan dari perusahaan tidak dapat diwariskan kepada penggantinya

Maimunah et al dalam Indriani (2008) berpandangan bahwa knowledge manajement merupakan aktivitas merencanakan, mengumpulkan dan mengorganisir, memimpin dan mengendalikan data dan informasih yang telah dimiliki oleh sebuah perusahaan yang kemudian di gabungkan dengan berbagai pemikiran dan analisa dari berbagai macam sumber yang kompeten.

Kesuksesan dan kinerja perusahaan bisa dilihat dari kinerja yang telah dicapai oleh karyawannya, oleh sebab itu perusahaan menuntut agar para karyawannya mampu menampilkan kinerja yang optimal karena baik buruknya kinerja yang dicapai oleh karyawan akan berpengaruh pada kinerja dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan (Yuniningsih, 2002)

(19)

Terdapat 2 (dua) tipe pengetahuan, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge, tacit knowledge (personal knowledge) adalah sesuatu yang tersimpan dalam otak manusia, sedangkan explicit knowledge (job procedure dan technologi) adalah sesuatu yang terdapat dalam dokument atau tempat penyimpanan lain selain di otak manusia

Lebih lanjut kinerja karyawan akan mencapai hasil yang lebih maksimal apabila didukung dengan knowledge yang dimiliki. Setiap karyawan diharapkan dapat terus menggali pengetahuannya dan tidak hanya bergantung atau terpaku pada sistem yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa setiap karyawan mempunyai peran di dalam meningkatkan perusahaannya. Seperti yang dikatakan oleh Fatwan (2006), faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis saat ini bukan lagi era informasi, tetapi sudah beralih ke era pengetahuan.

Keberhasilan kinerja organisasi diukur dengan peningkatan kinerja instansi tersebut. Peningkatan kinerja tidak dapat terwujud apabila tidak ada pengelolaan manajemen yang baik, yang dapat mendorong upaya instansi untuk meningkatkan kinerja. Knowledge management atau manajemen pengetahuan merupakan alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai pada organisasi sektor publik (Chong et al., 2011).

Pengetahuan adalah sumber daya organisasi penting untuk setiap perusahaan, terlepas dari lokasi, ukuran (kecil, menengah, maupun organisasi besar) dan jenisnya (publik atau swasta). Untuk dapat berhasil dan bertahan hidup dalam ekonomi berbasis pengetahuan (k-economy), penerapan knowledge

(20)

management telah diakui sebagai instrument yang penting untuk mencapai tujuan khusus dari suatu organisasi dan bahkan suatu Negara sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi serta keunggulan kompetitif (Salleh et al., 2011). Knowledge Management adalah suatu langkah untuk menangkap, mengorganisasikan dan penyimpanan pengetahuan dan pengalaman dari setiap individu pekerja atau group pekerja didalam sebuah organisasi dan membuat knowledge tersedia untuk pekerja lainnya di dalam organisasi (Suryadi, 2007).

knowledge management sebagai suatu proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge yang kemudian dibagikan kepada anggota dalam sebuah organisasi. Lebih lanjut, uriarte menjelaskan bahwa knowledge managemet merupakan proses suatu organisasi menciptakan nilai yang bersumber dari aset organisasi yang berbasis pada pengetahuan dan intelektual.

Ada 3 faktor yang mempengaruhi knowledge management yaitu personal knowledge,job procedure dan technolog.

1. Personal knowledge

Pengetahuan manusia bermula pada saat orang mendapatkan ide dimana kesan tersebut muncul dari perasaan dan sistem kerja pikiran atau dengan kata lain ide itu di bentuk dengan bantuan dari memori dan imajinasi yang menambah, membagi,mengungkapkan perasaan sebenarnya

2. Job procedure atau standart oprasional procedure

Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan tugas.

(21)

3. Technologi

Technologi adalah salah satu elemen pokok yang terdapat pada knowledge management yang di kenal sebagai media yang mempermudah penyebaran explicit knowledge.

Permasalahan mengenai kinerja merupakan permasalahan yang akan selalu dihadapi oleh pihak manajemen perusahaan, karena itu manajemen perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan tersebut akan membuat manajemen perusahaan dapat mengambil berbagai kebijakan yang diperlukan, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawannya agar sesuai dengan harapan perusahaan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan, perusahaan memerlukan perencanaan sistem yang dalam menunjang oprasional perusahaan.

Sehingga pekerja di tuntut untuk memahami pekerjaan sesuai bidang masing- masing. Mengingat sangat pentingnya pengetahuan management bagi perusahaan.

Diharapkan dengan adanya pengetahuan management didalam perusahaan yang baik dan efektif akan berdampak pada kinerja perusahaan kedepannya untuk memperoleh sumber daya yang berkualitas di PT. Aneka Mitra Gas

Berdasakan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Pegawai Pada Pt. Aneka Mitra Gas”

(22)

B. Rumusan masalah

Permasalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah terdapat pengaruh personal knowledge, job procedure,dan technology terhadap kinerja karyawan ?

2. Faktor apakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap karyawan pada PT. Aneka Mitra Gas ?

C. Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh personal knowledge, job procedure dan technology terhadap kinerja karyawan

2. Mengetahui pengaruh yang paling dominan di antara 3 faktor .

D. Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang penulis harapkan dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat ilmiah

a. Bagi pihak perusahan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana pengaruh knowledge management terhadap peningkatan kinerja karyawan, agar perusahaan dapat menentukan kebijakan yang akan di ambil dalam memberdayakan sumber daya manusia.

b. Bagi akademis, dapat memberikan sumbangan pengetahuan dan menambah referensi.

(23)

c. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi peneli selanjutnya serta dapat di manfaatkan oleh kalangan akademis sebagai referensi dalam bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya knowledge management.

2. Manfaat praktis

a. sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana Ekonomi pada Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil tugas akhir ini diharapkan bermanfaat sebagai sumber bacaan dan referensi bagi pembaca yang ingi mengetahui tentang knowledge management serta mempelajari lebih dalam tentang pengaruhnya terhadap kinerja karyawan.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berguna bagi pihak lain yang bersangkutan dengan penelitian selanjutnya dan dapat berdampak baik.

(24)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Knowledge management

Menurut Hendrik (2004) pengetahuan merupakan data dan informasi yang di gabungkan dalam kemampuan, intuisi, pengalaman, gagasan, serta informasi dari sumber yang kompeten. Terdapat 2 (dua) tipe pengetahuan, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge, tacit knowledge adalah sesuatu yang tersimpan dalam otak manusia, sedangkan explicit knowledge adalah sesuatu yang terdapat dalam dokument atau tempat penyimpanan lain selain di otak manusia (Uriarte, 2008).

Secara sederhana, Uriarte (2008) mendefenisikan knowledge management sebagai suatu proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge yang kemudian dibagikan kepada anggota dalam sebuah organisasi. Lebih lanjut, uriarte menjelaskan bahwa knowledge managemet merupakan proses suatu organisasi menciptakan nilai yang bersumber dari aset organisasi yang berbasis pada pengetahuan dan intelektual.

Jenis penerapan knowledge management ada dua yaitu:

1. Tacit knowledge

Pada dasar tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk di formulasikan dan di komunikasikan (Carrillo etal, 2004). Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge

8

(25)

di kategorikan sebagai personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang di peroleh dari individu perorangan.

Pengalaman yang di peroleh tiap karyawan tentunya berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat di prediksi. Defenisi experience yang di ambil dari kamus bahasa inggris adalah the prosess of gaining knowledge or skill over a period of time through seeing and doing things rather than through studiying. yang artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemempuan selama periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal-hal dari pada dengan belajar.(Bahm) 2. Explicit knowledge

Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk di komunikasikan dan di bagi Penerapan explicit knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang di peroleh dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang di dokumentasikan, sehingga setiap karyawan dapat mempelajari secara independent. Explicit knowledge dalam penelitian ini adalah job procedure dan technology.

Berdasarkan uraian diatas ada 3 faktor yang mempengaruhi knowledge management yaitu:

1. Personal knowledge

Personal knowledge merupakan pengetahuan manusia bermula pada saat orang mendapatkan ide dimana kesan tersebut muncul dari perasaan dan sistem kerja pikiran atau dengan kata lain ide di bentuk dengan bantuan

(26)

dari memori dan imajinasi yang menambah, membagi, mengungkapkan persaan sebenarnya.

2. Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal.berdasarkan pernyataan anshory selaku pihak yang mencetuskan knowledge management, salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah standar opration procedur atau prosedur pelaksanaan dasar di buat untuk mempertahankan kualitas dari hasil kerja, dimana-mana tugas akan semakin mudah dikerjakan dan tamu akan terbiasa dengan sistem pelayanan yang ada.

3. Teknologi merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada knowledge management, dikenal sebagai mediah yang mempermudah penyebaran explicit knowledge. Salah satu teknologi paling mutakhir yang saat ini di gunakan oleh banyak perusahaan untuk proses penyebaran knowledge adalah internet, dimana hal ini di dasarkan pada kebutuhan untuk mengakses knowledge dan melakukan kolaborasi, komunikasi serta sharing knowledge secara “online” internet.

Standar oprasional procedure atau prosedure pelaksanaan dasar di buat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan Standar oprasional procedure maka tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan, juga pelanggan akan terbiasa dengan sistem pelayanan yang ada. Standar oprasional procedure dalam pelaksanaanya sangat fleksibel. Karyawan dapat memberikan masukan berdasarkan pengetahuan yang ada.

(27)

Definisi lain di ungkapkan oleh Jennex (2007:), knowledge management adalah praktik dari penerapan pengetahuan secara selektif dari pengalaman keputusan sebelumnya untuk aktivitas pengambilan keputusan saat ini dan masa depan dengan maksud untuk meningkatkan organizational Effectiveness (OE).

Tujuan knowledge management adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki pengoprasian perusahaan dalam meraih keuntungan kompetitif dan meningkatkan laba. Konsep knowledge management pada sebuah perusahaan juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja dengan cara menumbuhkan budaya berbagai pengetahuan, dimana pengetahuan merupakan asset yang dapat dikelolah sehingga dapat dikomunikasikan dan digunakan secara bersamaan (Priambada et al, 2010). Disamping itu, penerapan knowledge managemet juga dapat memberikan manfaat nyata bagi kinerja perusahaan (Kokasih dan Budiana,2007)

Jika perusahaan mampu memanfaatkan knowledge yang dimilikinya dengan baik, maka perusahaan tersebut akan memiliki kompetitive advebtage yang akan mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Ramzy,2009).

Sedangkan model collison dan parcell menunjukkan kesuksesan knowledge management dalam berinteraksi diantara 3 element pokok yaitu:

1. People

Yang berarti knowledge management berasal dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk membentuk knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada knowledge.

(28)

2. Processes

Yang terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan dan menyebarkan knowledge keseluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan prosedur dan proses tertentu. Ketiga elemen tersebut saling melengkapi antara satu sama lain, karena knowledge management adalah wilayah ketiga elemen tersebut.

3. Technology

Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat di andalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.

B. Kinerja

1. Pengertian kinerja

Kinerja berasal dari pengertian performance. Ada pula yang memberikan pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Pengertian kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi. Kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau sekelompok karyawan telah mempunyai kreteria atau standar keberhasilan tolak ukur yang ditetapkan oleh organisasi (Moehoeriono, 2009).

Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance

(29)

(prestasi kerja dan prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Menurut Supriyanto (2010 :) dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi dapat melakukan usaha-usaha dari sumbernya yang berkualitas. Usaha ini dapat berupa pengembangan, perbaikan sistem kerja, sebagai kelanjutan penilaian terhadap prestasi kerja karyawan yang telah dicapainya dengan kemampuan yang telah dimilikinya pada kondisi tertentu. Dengan demikian kinerja merupakan hasil keterkaitan antara usaha, kemampuan, dan persepsi tugas yang telah dibebankan.

Menurut Anwar Prabu (2008:) kinerja adalah kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pengertian lain mengenai kinerja diungkapkan oleh Veithzal Rivai (2008:) adalah tingkat hasil keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kreteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Kinerja seorang tenaga kerja atau karyawan dalam suatu organisasi atau intitusi kerja, dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari dalam karyawan itu sendiri maupun faktor lingkungan atau organisasi kerja itu sendiri (Moeheriono, 2009).

Simamora (2006 ) mendefinisikan kinerja pegawai (Employee performance) sebagai tingkat di mana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Penilaian kinerja (performance assesment) adalah proses yang mengukur kinerja pegawai. Penilaian kinerja pada umumnya mencakup baik aspek kualitatif maupun kuantitatif dari pelaksanaan pekerjaan.

(30)

Hasibuan (2008 :) mengemukakan bahwa kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang di bebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Kinerja adalah merupakan gabungan dari tiga faktor penting, yaitu kemampuan dan minat seorang pegawai, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas, serta peran dan tingkat motivasi seorang pegawai, dan semakin tinggi ketiga faktor di atas, maka akan semakin besar pula kinerja dari pegawai yang bersangkutan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan perwujudan kerja yang dilakukan oleh karyawan dan biasanya dipakai sebagai dasar penilaian terhadap karyawan atau organisasi. Mengingat atau tidaknya kinerja tergantung kepada kemampuan kerja yang diwujudkan apakah sesuai atau tidak dengan tugas yang diberikan dan waktu yang telah ditetapkan.

C. Hubungan antar variabel

1. Hubungan antara knowledge management dan kinerja karyawan Untuk menghasilkan kinerja yang baik, maka perusahaan membutuhkan sistem yang baik pula. Sistem ini bukan hanya peraturan atau standar yang ada melainkan juga melibatkan pihak-pihak yang terkait langsung yaitu sumber daya manusianya. Salah satu sistem manajemen yang menawarkan suatu disiplin yang memperlakukan intelektual sebagai aset yang dikelolah adalah knowledge management (honeycutt,2002). Media penyebaran informasi melalui sarana internet yang digunakan untuk mendukung tiap kegiatan kerja didalam

(31)

perusahaan, yang di ukur dengan 3 variabel yaitu personal knowledge, job procedure,dan technology. Perusahaan perlu mengetahui sejauh mana knowledge management berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan.

Penerapan knowledge management diukur melalui personal knowledge, job procedure dan teknologi. Persenol knowlege indikatornya adalah experience job procedure indikatornya adalah pemahaman standar opration procedures dan teknologi indikatornya adalah penggunaan internet. Dalam penelitian ini penelitian ini penulis melihat adanya hubungan antara variabel personal knowledge dan job procedure

Pengertian job procedure secara terpisah adalah prosedur kerja adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Berdasarkan pernyataan anshori selaku pihak yang mencetuskan knowledge managemen, salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah standar opration procedure.

Standar opration procedure atau prosedur pelaksanaan dasar di buat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan standart oprational procedure maka tugas-tugas akan semakin mudah di kerjakan

Kinerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti yang dikemukakan oleh Henry Simamora yang dikutip oleh Mangkunegara (2006:14), mengatakan bahwa:

“Kinerja dipengaruhi oleh tiga factor yaitu:

1) Faktor individual; kemampuan dan keahlian, latar belakang, demografi.

(32)

2) Faktor Psikologis; presepsi, attitude, personality, pembelajaran, motivasi

3) Faktor Organisasi; sumberdaya, kepemimpinan, penghargaan, struktur,

Menurut A. Dale Timple yang dikutip oleh mangkunegara (2005:), factor- faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:

1) Faktor Internal

Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang baik di sebabkan karena mempunyai kemampuan tinggi dan orang itu tipe orang pekerja keras, sedangkan seseorang mempunyai kinerja buruk di sebabkan karena mempunyai kemampuan rendah dan orang-orang tersebut tidak memiliki upaya-upaya untuk memperbaiki kemampuannya.

2) Faktor eksternal

Yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang berasal dari lingkungannya, seperti prilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi

2. Hubungan faktor-faktor knowledge terhadap kinerja karyawan a. Personal knowledge terhadap kinerja

Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal,dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman karyawan yang di terima tentunya

(33)

berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat di prediksi.

Memperoleh pengetahuan atau kemempuan selama periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal-hal dari pada dengan belajar. Semakin seorang karyawan memiliki personal knowledge yang tinggi maka akan menghasilkan kinerja yang lebih baik.

b. Job procedure dengan kinerja karyawan

Job procedure adalah tanggung jawab tau tugas yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Standar oprasional procedure atau prosedure pelaksanaan dasar di buat untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja, dimana tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan.standar adalah sebagai langkah awal untuk mendapatkan derajat suatu produk. Jika job procedure di jalankan sudah sesuai, maka kinerja karyawan akan semakin peningkatan

c. Technology dengan kinerja karyawan

Teknology yag paling muktahir yang di gunakan saat ini digunakan oleh perusahaan adalah internet. Semakin canggih teknologi yang di gunakan oleh perusahaan maka akan mempermudah pekerjaan yang akan berdampak pad kinerja karyawan.

(34)

D. KERANGKA PEMIKIRAN

Gambar 1. Kerangka pikir

Kerangka pikiran di atas menjelaskan bagaimana penelitian ini dilakukan.

Kerangka pemikiran di atas menunjukkan keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya. Komponen-komponen tersebut antara lain:

1. Personal knowledge

Mengetahui pengetahuan yang tertanam di dalam hubungan antar karyawan.

Pt. Aneka Mitra Gas

Personal knowledge

Job procedure Pemahaman standar

oprasion

Technology

kinerja kakaryawan Analisis kondisi

perusahaan

(35)

2. Job procedure

Mengetahui pengetahuan akan pemahaman standar prosedur kerja 3. technology

mengetahui pemahaman akan internet.

4. kinerja karyawan

Mengetahui kinerja karyawan dan menilai hasil-hasil yang di peroleh dengan adanya knowledge management.

E. HIPOTESIS

Berdasarkan teori diatas penulis menyusun hipotesis sebagai berikut.

1. Personal knowledge,job procedure dan technology secara signifikan mempegeruhi kinerja karyawan

2. Diduga faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah job procedure.

(36)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan waktu penelitian

Untuk memperoleh data penelitian, maka penulis mengadakan penelitian pada PT.Aneka Mitra Gas yang terletak di jln.salodong no. 40 kel. Bulurokeng kec. Biringkanaya Makassar. Waktu penelitian di rencanakan selama 2 (dua) bulan.

B. Metode pengumpulan data

Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan : 1. Observasi

Observasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian.

2. Wawancara

Wawancara merupakan tanya jawab secara langsung kepada pimpinan perusahaan dan staf karyawan yang ada kaitannya dengan penelitian ini.

3. Kuesioner

Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan panduan kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini

(37)

menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup.

4. Metode Kepustakaan (Library Research)

Metode kepustakaan adalah mengumpulkan data dengan membaca buku-buku yang relevan untuk membantu di dalam menyelesaikan dan juga untuk melengkapi data yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

C. Jenis dan sumber data 1. Jenis data

Jenis data dalam penelitian ini adalah :

a. Data kualitatif yaitu data yang digunakan melalui keterangan- keterangan secara tertulis seperti : sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi dan pembagian tugasnya.

b. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh berupa angka-angka seperti data dari kuesioner.

2. Sumber Data

Sumber data yang di perlukan dalam penelitian ini terdiri dari

a. Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung oleh penulis melalui hasil pengamatan dan wawancara yang dianggap relevan dengan penulisan ini.

b. Data Sekunder, yaitu data-data yang diperoleh dengan mengumpulkan informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan penulisan ini.

(38)

D. Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada Pt.

Aneka Mitra Gas dengan jumlah karyawan sebanyak 25 orang

Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang karyawan yang di ambil dari sebagian dari populasi

E. Defenisi oprasional variabel

1. Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya.

Indikator empiriknya:

a. Kualitas, pekerjaan yang di hasilkan serta kesempurnaan tugas b. Kuantitas, jumlah yang di hasilkan dinyatakan dalam istilah

seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang di selesaikan.

c. Ketepatan waktu, tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

d. Efektifitas,tingkat pengunaan sumber daya organisasi di maksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.

(39)

e. Kemandirian, suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan.

2. Personal knowledge pengetahuan yang di peroleh karyawan yang berupa pengalaman baik dari kejadian sehari-hari ataupun dari sumber lainnya. Indikator empirik :

a. Karyawan yang memiliki pengalaman cenderung bekerja lebih profesional dari pada karyawan yang belum memiliki pengalaman sama sekali

b. Pengalaman bukan hanya di peroleh dari diri sendiri tapi juga dari orang lain

c. Pengalaman yang di peroleh akan memperkaya pengetahuan d. Masalah yang di hadapi dapat di jadikan pelajaran berharga.

3. Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang harus di jalankan oleh karyawan sesuai oleh standar oprasional procedure yang ada dan sifatnya formal.

Indikator empiriknya:

a. SOP dapat menjamin terciptanya produk yang standar meskipun di kerjakan dengan orang yang berbeda.

b. Dengan adanya SOP pekerjaaan akan terarah dan terkoordinir.

c. SOP merupakan sarana komunikasi dalam mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

(40)

d. SOP dapat meningkatkat produktivitas dan mengifesiensikan waktu.

e. Seorang karyawan yang memiliki ide dari pengalaman yang di milikinya dan di ubah dalam bentuk SOP merupakan gagasan yang lebih baik.

4. Technologi adalah media penyebaran informasi melalui sarana internet yang di gunakan untuk mendukung tiap kegiatan kerja di dalam perusahaan. Indikator empirik:

a. Pemahaman internet sudah baik

b. Frekuensi penggunaan internet selama jam kerja.

c. Internet merupakan sarana yang sesuai untuk mendapat dan menyebarkan informasi

d. Fasilitas internet sangat membantu di dalam menyimpan dan mengirim data.

e. Fasilitas internet dapat meningkatkan efesiensi kerja baik dari segi waktu dan biaya

F. Metode analisis 1. statistik deskriptif

penelitian ini penulis melakukan perhitungan distribusi frekuensi dan mean ( nilai rata-rata) untuk memberikan gambaran atau deskripsi dari data di peroleh.

(41)

2. Statistik imperensial

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana pengaruh variabel knowledge management terhadap kinerja karyawan di Pt. Aneka Mitra Gas. Dimana dalam penelitian ini penulis menggunakan regresi berganda.

Y= bo+ b1.x1+ b2.x2+b3+e Dimana :

Y = Kinerja

X1= Personal knowledge X2= Job procedure X3= Technology bo= Konstanta

3. Pengujian hipotesis

Pembuktian hipotesis tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik, sebagai berikut :

a. Uji serempak ( Uji F) untuk pengujian hipotesis pertama

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel bebasnya secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat.

b. Uji Parsial (Uji t) untuk pengujian hipotesis kedua

Uji ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat bermakna atau tidak.

(42)

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Sebagian masyarakat indonesia dengan tingkat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak tanah,dimana penggunaanya begitu berpengaruh besar bagi kehidupan masyarakat khususnya menengah kebawah.

Dengan melihat penggunaan bahan bakar minyak khususnya minyak tanah yang begitu besar pada masyarakat, maka pemerintah berinisiatif mengambil kebijakan dengan cara mengalihkan penggunaan Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG). Kebijakan ini di ambil pemerintah dengan alasan, penggunaan minyak tanah secara terus-menerus akan membuat keuntungan sehingga mengakibatkan habisnya/punahnya kekayaan alam yang dimiliki oleh negeri ini.

Dengan adanya kebijakan tersebut maka pemerintah bekerjasama dengan PT.Pertamina (persero) untuk membuat dan menyiapkan tabung gas 3kg yang dapat dijangkau oleh kalangan masyarakat khususnya kalangan menengah bawah. Pada tahun 2008 pemerintah telah melakukan pembagian tabung gas 3 kg dan kompor secara gratis kepada masyarakat indonesia. Dengan adanya penggunaan tabung gas elpiji maka secara otomatis masyarakat akan membutuhkan ketersediaan.

Gas elpiji.PT.Aneka Mitra Gas adalah salah satu agen resmi elpiji 3 kg yang bekerjasama dengan PT. Pertamina (persero) dalam penyaluran tabung 3

26

(43)

kg . PT. Aneka Mitra Gas didirikan oleh bapak Rommy dengan nomor surat izin Walikota Makassar 503/022/SIUP-B/13/KPAP (Kantor Layanan Administrasi Perizinan) yang terletak pada jalan salodong no.40 kel.Bulurokeng Kec.Biringkanaya Makassar dan telah diresmikan pada bulan juni tahun 2009, dimana pengurusannya diatur oleh manager yang bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan sehari-hari dan dibantu oleh 3 staf, 1 kepala gudang, 1 sales, 8 supir dan 8 helper.

B. Struktur Organisasi

Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu hubungan antara bagian-bagian dalam organisasi dengan tujuan agar segala kegiatan dapat dibiarkan pada pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Untuk mencapai tujuannya, maka kegiatan perusahaan sebagai satu organisasi harus dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan pembagian tugasdan wewenang dalam suatu perusahaan dapat dilihat pada struktur organisasi suatu perusahaan.

Struktur organisasi adalah gambaran skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang ada dalam suatu organisasi dalam rangka menciptakan suatu tujuan. Dengan melihat struktur organisasi, kita dapat mengetahui susunan, wewenang dan tanggung jawab suatu hubungan yang ada antara personil yang bekerja di organisasi tersebut. Struktur organisasi perusahaan berbeda dari perusahaan yang satu dengan yang lainnya.

(44)

Adapun struktur organisasi yang digunakan oleh PT.Aneka Mitra Gas dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI

PT. ANEKA MITRA GAS AGEN RESMI ELPIJI 3 KG MAKASSAR

Berdasarkan gambar di atas, maka dapat di jelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam PT. Aneka Mitra Gas sebagai berikut:

1. Direktur

a. Bertindak sebagai pemilik perusahaan 2. Manager

a. Mengkoordinir kegiatan penyaluran barang tabung gas elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan

b. Mengkoordinir tugas semua bagian/departemen

DIREKTUR ROMMY

Bag.Accounting Bag.Administrasi Bag.Kasir Bag.Gudang

Bag.Sopir

Bag.Helper

Bag.Sales MANAGER

M.SYAHRIR

(45)

3. Bag. Acounting a. Input pembeli

b. Membuat jurnal harian

c. Membuat laporan kas/bank harian

d. Membuat laporan keuangan bulanan (laba rugi, neraca dan arus kas)

e. Input pelunasan pembelian dan pelunasan penjualan tabung gas elpiji 3 kg.

f. Cek fisik kas dan stock opname akhir bulan 4. Bag. Administrasi

a. Input nilai insentif karyawan b. Input penjualan

c. Melakukan pengecekan data pengambilan isi tabungan gas elpiji 3 kg pada SPPBE

5. Bag. Kasir

a. Menghitung dan memeriksa penyetoran uang hasil penjualan isi tabungan gas elpiji 3 kg dari Helper/sopir

b. Bertanggung jawab atas keluar masuknya kas kecil c. Menghitung dan mencatat biaya-biaya oprasional d. Membuat laporan harian kas kecil

6. Bag. Gudang

a. Bertanggung jawab atas keamanan dan keluar masuknya barang dalam gudang

(46)

b. Melayani pembelian langsung pada gudang utama persediaan tabung gas elpiji 3 kg

c. Melakukan cek stok barang di gudang tiap hari/bulan 7. Bag. Sales

a. Mencari calon pelanggan pangkalan gas elpiji 3 kg

b. Melakukan control terhadap peningkatan penjualan di pangkalan 8. Bag. Sopir

a. Bertanggung jawab terhadap pengantaran/pendistribusian gas elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan yang telah melakukan pemesanan b. Melakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kg di SPPBE

9. Bag. Helper

a. Menurunkan dan menaikkan tabung gas elpiji 3 kg dari mobil kepangkalan atau sebaliknya

b. Menerima dan menghitung hasil penjualan gas elpiji dari pangkalan untuk di setor ke kasir.

C. Proses penyaluran

Proses penyaluran tabung gas elpiji ke pangkala-pangkalan melalui tahap- tahap sebagai berikut

1. Pengisian tabung gas elpiji 3 kg

Untuk tabung gas yang kosong akan dilakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kg yang kosong di SPPBE

2. Penyaluran tabung gas elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan

(47)

Setelah dilakukan pengisian tabung gas elpiji 3 kg, maka dilakukanlah pengantaran/penyaluran ke pangkalan-pangkalan yang telah melakukan pemesanan 1 hari sebelumnya.

(48)

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi identitas responden

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja pada perusahaan PT Aneka Mitra Gas dimakassar dengan jumlah karyawan sebanyak 25 orang karyawan.

Kemudian dalam penentuan sampel, dilakukan penyebaran kuesioner sebanyak 20 examplar, dan semua responden telah mengisi kuesioner secara lengkap dan benar, sehingga dari 20 kuesioner tersebut selanjutnya dapat dilakukan pengolahan data lebih lanjut untuk meneliti mengenai pengaruh knowledge management terhadap kinerja karyawan pada PT Aneka Mitra Gas di makassar.

Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas, akan di sajikan deskripsi responden penelitian yang di maksudkan untuk menggambarkan profil responden menurut umur responden, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan masa kerja. Untuk lebih jelasnya akan di sajikan deskripsi karakteristik responden dalam penelitian ini yang dapat di uraikan sebagai beriku:

1. Karakteristik Responden berdasarkan Umur

Adapun yang menjadi karakteristik responden berdasarkan umur pada saat penelitian berlangsung di bagi menjadi kategori yakni umur antara 20

32

(49)

25 tahun, 26 - 35 tahun, 36 - 45 tahun dan umur antar 45 – 55 tahun, persentase umur responden dapat di lihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.1

Deskripsi responden berdasarkan Umur

NO. Usia responden Frekuensi (orang) Presentase (%) 1

2 3 4

21 – 30 tahun 31 – 40 tahun 41 – 50 tahun Diatas 50 tahun

9 7 3 1

45 % 35%

15%

5%

Jumlah responden 20 100%

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Berdasarkan data tersebut diatas, menunjukkan bahwa usia responden yang terbesar dalam penelitian adalah antara 21 – 30 tahun yakni sebesar 45%, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata karyawan pada PT.

Aneka Mitra Gas Makassar adalah berusia antar 21 – 30 tahun dan di atas 31 tahun.

2. Karakteristik Responden berdasarkan jenis kelamin

Deskripsi profil responden berdasarkan jenis kelamin yaitu menguraikan atau menggambarkan jenis kelamin responden. Hal ini dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu : laki-laki dan perempuan.

Adapun deskripsi responden menurut jenis kelamin dapat di sajikan melalui tabel:

(50)

Tabel 5.2

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

No Jenis kelamin Frekuensi Presentase

1 Laki-laki 18 90%

2 Perempuan 2 10%

Jumlah responden 20 100%

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Berdasarkan tabel di atas maka deskripsi propil responden menurut jenis kelamin (gender).yang menunjukkan bahwa rata-rata jenis kelamin karyawan dan karyawati di PT. Aneka Mitra Gas mayoritas lebih banyak di dominasi laki-laki di bandingkan dengan perempuan.

3. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir

Deskripsi profil responden menurut jenjang pendidikan adalah menguraikan atau menggambarkan responden menurut jenjang pendidikan terakhir. Oleh karna itulah akan di sajikan deskripsi profil responden berdasarkan jenjang pendidikan terakhir yang dapat di lihat melalui tabel berikut:

(51)

Tabel 5.3

Karakteristik responden berdasarkan jenjang pendidikan No. Jenjang pendidikan Frekuensi (orang) Presentase (%) 1

2 3 4

SMA

Akademi (D3) S1

Pasca sarjana

17 _ 3 _

85%

15%

Jumlah responden 20 100%

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Dari tabel di atas dapat dilihat deskripsi profil responden rata – rata pendidikan terakhir responden yang terbesar dalam penelitian ini adalah SMA dengan jumlah responden sebanyak 17 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata karyawan dan karyawati yang bekerja di PT.Aneka Mitra Gas Makassar rata-rata lulusan SMA.

4. Karakteristik responden berdasarkan lamanya berkerja

Deskripsi profil responden menurut lamanya bekerja yaitu menguraikan atau menggambarkan identitas responden menurut lamanya bekerja. Oleh karna itu dapat di sajikan melalui tabel berikut:

(52)

Tabel 5.4

Karakteristik responden berdasarkan lamanya bekerja

No. Lamanya bekerja Frekuensi Presentase

1 2 3

1 – 5 tahun 6 – 10 tahun Di atas 10 tahun

13 7 _

65%

35%

Jumlah responden 20 100%

Sumber : PT.Aneka Mitra Gas

Berdasarkan tabel diatas deskripsi profil responden menurut lamanya bekerja yang menunjukkan bahwa lamanya bekerja responden rata – rata antara 1 – 5 tahun.

(53)

B. Penentuan Range

survei ini menggunakan skala likert dengan skor tertinggi di tiap pertanyaannya 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden 20 orang maka:

skor tertinggi : 76 × 5 = 380 skor terendah : 76 × 1 = 76 sehingga range untuk hasil survei = 61 Range Skor

76 – 137 = Sangat tidak puas 137 – 198 = Tidak puas 198 – 259 = Cukup puas 259 – 320 = Puas

320 – 380 = Sangat puas C. Deskripsi variabel penelitian

PT.Aneka Mitra Gas Makassar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan maka salah satu upaya yang perlu di perhatikan adalah knowledge management. Untuk melihat sejauh mana ketertarikan pengaruh personal knowledge,job procedure dan technology dalam kaitannya dengan kinerja karyawan maka dilihat melalui tabel.

Dalam penelitian ini, terdiri dari 2 variabel yaitu knowledge management (X) dan kinerja karyawan (Y). Untuk variabel knowledge management terbagi

(54)

menjadi 3 indikator yaitu personal knowledge,job procedure dan technology dimana terdiri dari beberapa item pertanyaan yang akan di sajikan dalam jawaban responden sebagai berikut:

1. Variabel job procedure (X2)

Variabel job procedure di ukur menggunakan kuesioner dengan 4 (empat) indikator. Berikut adalah tabel frekuensi jawaban responden mengenai job procedure

Tabel 5.6

Deskripsi jawaban responden mengenai job procedure

Indikator

Alternatif Jawaban responden

SS S CS TS STS Skor

X2.1 % % % 3

15%

1

5% 307

X2.2 3

15%

14 70%

3

15% - - 301

X2.3 5

25%

8 40%

4 20%

2 10%

1

5% 290

X2.4 6

30%

7 35%

3 15%

3 15%

1

5% 307

X2.5 3

15%

11 55%

2 10%

4

20% - 316

Mean Variabel

Sumber: Hasil pengolahan data primer 2015

Dari data yang telah di olah pada tabel 5.6 di atas, dapat di simpulkan bahwa tanggapan responden tentang job procedure di PT. Aneka Mitra Gas

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menguji pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Teknik

Dari pembahasan umum tentang gaya kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi dan kinerja karyawan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan diterapkannya gaya

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan tacit knowledge terhadap kinerja karyawan pada PT. Indo Acidatama Kebakkramat. Kesimpulan dalam

Berdasarkan hasil observasi di PT Mitra Beton Perkasa Kudus, permasalahan yang terjadi pada perusahaan tersebut adalah penurunan kinerja karyawan terhadap disiplin

Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Hasura Mitra Gemilang Berdasarkan olahan hasil statistik, uji t variabel pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Sarana Sulsel Ventura Cabang Makassar. Penelitian ini

iii PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT MITRA ARTHA DELAPAN BANDAR LAMPUNG ABSTRAK Oleh ANDRE BRAMANTIO Kinerja karyawan penting dalam

Tujuan Penelitian Tujuannya adalah, 1 Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan PT Mitra Mulia Makmur, 2 Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja