• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

4.6. Hubungan Antara Parameter

4.6.1.Hubungan antara Logam Berat pada Sedimen dan Air

Dari hasil nilai uji korelasi terhadap sedimen dan air mempunyai nilai korelasi negatif yaitu sebesar -0,727 dengan nilai koefisien korelasinya (r) = 0,73. Ada hubungan yang erat antara peningkatan konsentrasi akumulasi logam berat pada air akan diikuti dengan penurunan konsentrasi logam berat pada sedimen. Hal ini disebabkan karena logam berat tidak bisa didegradasi di alam secara total dan sifatnya akumulasi. Sehingga perpindahan akumulasi logam berat pada setiap kompartemen bisa terjadi. Persamaan regresinya adalah y = 0,07084-0,002146x dan total regresi korelasi disajikan pada Lampiran 3.

67

4.6.2.Hubungan Logam Berat pada Sedimen dengan Insang Ikan

Pada awal penelitian regresi korelasi antara kandungan logam berat pada sediemen dan insang ikan patin bernilai positif (0,627), koefisien korelasinya (r) sebesar 0,63 dengan persamaan regresinya adalah y = -0,264+0,1296x. Berarti tidak ada hubungan yang erat dengan penambahan kandungan logam berat pada sedimen dan akumulasinya pada ikan patin. Karena diduga sumber logam berat yang masuk ke dalam ikan bukan saja dari sedimen tetapi dari rantai makanan seperti plankton.

Hubungan antara kandungan logam berat yang ada pada sedimen dengan akumulasinya pada insang ikan patin pada akhir penelitian regresi korelasinya bernilai positif sebesar 0,616 dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,62. Persamaan regresinya adalah y = -0,174+0,1422x. Secara regresi korelasi antara sedimen dan insang ikan patin baik pada awal penelitian maupun akhir penelitian tidak ada hubungan yang erat. Ini menandakan bahwa jika adanya penambahan akumulasi logam berat pada sedimen tidak mempengaruhi akumulasi pada isang ikan patin yang dipelihara.

Secara total kandungan logam berat pada insang ikan patin yang dipelihara pada akuarium yang tidak diberikan sedimen dari Waduk Cirata berkorelasi erat (0,610) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,61. Persamaan regresinya adalah y = -0,129+0,1377x. Ini berarti penambahan akumulasi logam berat pada sedimen di Waduk Cirata tidak signifikan meningkatkan jumlah konsentrasi akumulasi logam berat pada insang ikan patin yang dipelihara dan tidak diberi sedimen dari waduk Cirata. Karena sifat dari logam berat yaitu akumulasi sehingga lama untuk bisa terjadi depurasi.

Hubungan regresi korelasi antara sedimen dan akumulasi pada insang patin yang dipelihara pada akuarium yang diberi sedimen tidak ada hubungan yang erat (0,616) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,62. Persamaan regresinya adalah y = -0,219+0,1634x. Ini memberikan gambaran bahwa kandungan logam berat pada sedimen Waduk Cirata secara signifikan tidak memberikan pengaruh pada akumulasi logam berat pada insang ikan patin yang dipelihara. Secara lengkap perhitungan regresi korelasi antara sedimen dan insang ikan patin disajikan pada Lampiran 4.

4.6.3.Hubungan Logam Berat pada Sedimen dan Hati Ikan

Hubungan regresi korelasi konsentrasi logam berat pada sedimen dan hati ikan patin pada awal penelitian bernilai positif sebesar 0,620. Nilai koefisen korelasinya (r) sebesar 0,62, persamaan regresinya adalah y = -0,103 + 0,07321x, ini mengambarkan tidak ada hubungan yang erat antara sedimen dan akumulasi logam berat pada hati ikan patin pada awal penelitian. Sehingga jika ada peningkatan akumulasi logam berat pada sedimen tidak diikuti dengan peningkatan konsentrasi logam berat pada hati ikan patin yang dipelihara.

Regresi korelasi akumulasi logam berat pada sedimen dan ikan yang dipelihara di Waduk Cirata pada akhir penelitian bernilai positif sebesar 0,626 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,63, persamaan regresinya adalah y=-0,636+0,3121x. Nilai ini masih dalam kisaran yang tidak mempunyai hubungan yang erat antara konsentrasi logam berat dalam sedimen dengan akumulasi pada hati ikan patin yang dipelihara. Sehingga jika terjadi peningkatan konsentrasi logam pada sediman tidak meningkatkan jumlah akumulasi pada hati ikan patin yang dipelihara.

Hubungan korelasi sedimen dan akumulasi logam pada hati ikan patin yang dipelihara di akuarium tanpa diberi sedimen dari Waduk Cirata bernilai positif (0,622) dengan koefisien korelasinya sebesar (r) 0,62. Persamaan regresinya adalah y = -0,580+0,3329x. Disini terlihat tidak ada hubungan yang erat, walaupun ada sumber logam yang dimasukan pada media pemeliharaan. Hal ini lebih kepada sifat dari logam yang terakumulasi sehingga lebih banyak terakumulasi pada hati ikan patin yang pada awalnya sudah terakumulasi oleh logam berat.

Pemberian sedimen pada pemeliharaan ikan patin di akuarium mempunyai hubungan yang tidak erat akumulasi logam beratnya dengan sedimen yang ada di perairan Waduk Cirata. Hubungan regresi korelasinya bernilai positif (0,618) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,62, persamaan regresinya adalah y=-0,368+0,2450x. Ini berarti bahwa peningkatan konsentrasi logam dalam sedimen secara tidak nyata memberikan nilai akumulasi pada hati ikan patin yang cukup signifikan (Lampiran 5).

69

4.6.4.Hubungan Logam Berat pada Sedimen dan Daging

Hubungan korelasi antara sedimen dengan akumulasi logam berat pada daging bernilai positif sebesar 0,530. Koefisien korelasinya (r) sebesar 0,53 dengan persamaan regresi y = -0,0407+0,008195x, ini menggambarkan antara sedimen dan konsentrasi logam berat pada daging ikan patin tidak mempunyai hubungan yang erat. Sehingga jika ada peningkatan pada sedimen tidak berakibat pada peningkatan akumulasi pada daging ikan patin.

Nilai regresi korelasi antara sedimen dan daginga ikan patin yang dipelihara di Waduk Cirata pada akhir penelitian juga bernilai positif sebesar 0,612. Nilai koefisien korelasinya (r) sebesar 0,61 dengan persamaan regresinya adalah y = -0,111+0,1240x, yang memberikan gambaran bahwa hubungan antara sedimen dan akumulasi logam berat pada daging di akhir penelitian tidak signifikan, serta lebih tinggi jika dibandingkan dengan regresi korelasi pada awal penelitian. Ini memberikan indikasi yang kuat peningkatan logam berat pada sedimen tidak akan meningkatkan konsentrasi logam berat tersebut pada daging ikan patin yang dipelihara.

Hubungan korelasi antara konsentrasi logam berat pada sedimen dengan konsentrasi logam berat pada daging ikan yang dipelihara di akuarium tanpa diberi sedimen bernilai positif (0,605). Nilai koefisien korelasinya (r) sebesar 0,60 dengan persamaan regresi y = -0,051+0,08330x, ini berarti hanya 60% konsentrasi logam berat pada sedimen memberikan pengaruh pada konsentrasi logam berat pada daging ikan patin yang dipelihara di akuarium.

Regresi korelasi antara kandungan logam berat pada sedimen dengan konsentrasi logam berat pada daging ikan patin yang dipelihara di akuarium dengan diberi sedimen dari Waduk Cirata bernilai positif (0,613). Ini memberikan indikasi yang kuat tidak ada hubungan yang erat dengan adanya peningkatan konsentrasi logam berat pada sedimen akan meningkatkan pula konsentrasi logam berat pada daging ikan patin yang dipelihara di akuarium. Koefisien korelasinya sebesar 0,61 dengan persamaan regresi y = -0,181+0,1596x, artinya hanya 61% pariasi konsentrasi logam berat pada sedimen mempengaruhi pada konsentrasi logam berat pada daging ikan patin yang dipelihara di akuarium dengan diberi

sedimen dari Waduk Cirata. Lebih lengkapnya perhitungan regresi korelasi antara sedimen dan daging ikan patin dsajikan pada Lampiran 6.

4.6.5.Hubungan Logam Berat pada Air dan Insang Ikan

Pada awal penelitian regresi korelasi antara kandungan logam berat pada air dan insang ikan patin bernilai negatif (-0,339) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,34. Persamaan regresinya adalah y = 2,579-23,77x. Ini artinya ada hubungan yang erat dengan peningkatan konsentrasi logam pada insang ikan akan diikuti dengan penurunan jumlah konsentrasi logam berat pada air sebesar 34%. Karena diduga logam berat yang ada dalam air akan mudah masuk ke dalam ikan secara langsung masuk dan jika terjadi depurasi dari insang akan kembali lagi ke air, sehingga konsentrasi pada air akan meningkat.

Hubungan antara kandungan logam berat yang ada pada air dengan akumulasinya pada insang ikan patin pada akhir penelitian regresi korelasinya bernilai negatif sebesar -0,314 dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,99. Persamaan regresinya adalah y = 2,886-24,53x. Secara regresi korelasi antara air dan insang ikan patin baik pada awal penelitian maupun akhir penelitian ada hubungan yang erat. Ini menandakan bahwa jika adanya penambahan akumulasi logam berat pada insang ikan patin akan diikuti dengan penurunan konsentrasi logam berat pada air dengan pariasi sebesar 99%.

Secara total kandungan logam berat pada insang ikan yang dipelihara pada akuarium yang tidak diberikan sedimen dari Waduk Cirata berkorelasi erat (-0,307) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,97. Persamaan regresinya adalah y = 2,824-23,49x. Ini berarti penambahan akumulasi logam berat pada insang ikan patin akan diikuti dengan penurunan jumlah konsentrasi akumulasi logam berat pada perairan Waduk Cirata.

Hubungan regresi korelasi antara air dan akumulasi pada insang patin yang dipelihara pada akuarium yang diberi sedimen sangat erat (-0,314) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,99. Persamaan regresinya adalah y = 3,298-28,23x. Ini memberikan gambaran bahwa kandungan logam berat pada air Waduk Cirat akan berkurang secara signifikan apabila peningkatan akumulasi logam berat

71

pada insang ikan patin semakin meningkat. Secara lengkap perhitungan regresi korelasi antara sedimen dan insang ikan patin disajikan pada Lampiran 7.

4.6.6.Hubungan Logam Berat pada Air dan Hati Ikan

Pada awal penelitian regresi korelasi antara kandungan logam berat pada air dan hati ikan patin bernilai negatif (-0,323) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,32. Persamaan regresinya adalah y = 1,483-12,92x. Ini artinya ada hubungan yang erat dengan peningkatan konsentrasi logam pada hati ikan patin akan diikuti dengan penurunan jumlah konsentrasi logam berat pada air sebesar 32%. Karena diduga logam berat yang ada dalam air akan mudah masuk ke dalam ikan secara langsung dan jika terjadi depurasi dari insang akan kembali lagi ke air, sehingga konsentrasi pada air akan meningkat.

Hubungan antara kandungan logam berat yang ada pada air dengan akumulasinya pada hati ikan patin pada akhir penelitian regresi korelasinya bernilai negatif sebesar -0,337 dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,34. Persamaan regresinya adalah y = 6,197-56,9x. Secara regresi korelasi antara air dan hati ikan patin baik pada awal penelitian maupun akhir penelitian ada hubungan yang erat. Ini menandakan bahwa jika adanya penambahan akumulasi logam berat pada hati ikan patin akan diikuti dengan penurunan konsentrasi logam berat pada air dengan pariasi sebesar 34%.

Secara total kandungan logam berat pada hati ikan yang dipelihara pada akuarium yang tidak diberikan sedimen dari Waduk Cirata berkorelasi erat (-0,327) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,33. Persamaan regresinya adalah y = 6,654-59,3x. Ini berarti penambahan akumulasi logam berat pada hati ikan patin akan diikuti dengan penurunan jumlah konsentrasi akumulasi logam berat pada perairan Waduk Cirata sebesar 33%.

Hubungan regresi korelasi antara air dan akumulasi pada insang patin yang dipelihara pada akuarium yang diberi sedimen sangat erat (-0,322) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,32. Persamaan regresinya adalah y = 4,942-43,24x. Ini memberikan gambaran bahwa kandungan logam berat pada air Waduk Cirat akan berkurang secara signifikan apabila peningkatan akumulasi logam berat

pada hati ikan patin semakin meningkat. Secara lengkap perhitungan regresi korelasi antara sedimen dan insang ikan patin disajikan pada Lampiran 8.

4.6.7.Hubungan Logam Berat pada Air dengan Daging Ikan

Pada awal penelitian regresi korelasi antara kandungan logam berat pada air dan daging ikan patin bernilai negatif (-0,174) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,55. Persamaan regresinya adalah y = 0,1973-0,910x. Ini artinya ada hubungan yang erat dengan peningkatan konsentrasi logam pada daging ikan akan diikuti dengan penurunan jumlah konsentrasi logam berat pada air sebesar 55%. Karena diduga logam berat yang ada dalam air akan mudah masuk ke dalam ikan secara langsung dan jika terjadi depurasi dari daging akan kembali lagi ke air, sehingga konsentrasi pada air akan meningkat.

Hubungan antara kandungan logam berat yang ada pada air dengan akumulasinya pada daging ikan patin pada akhir penelitian regresi korelasinya bernilai negatif sebesar -0,302 dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,95 Persamaan regresinya adalah y = 2,530-20,71x. Secara regresi korelasi antara air dan daging ikan patin baik pada awal penelitian maupun akhir penelitian ada hubungan yang erat. Ini menandakan bahwa jika adanya penambahan akumulasi logam berat pada daging ikan patin akan diikuti dengan penurunan konsentrasi logam berat pada air dengan pariasi sebesar 95%.

Secara total kandungan logam berat pada hati ikan yang dipelihara pada akuarium yang tidak diberikan sedimen dari Waduk Cirata berkorelasi erat (-0,290) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,92. Persamaan regresinya adalah y = 1,708-13,51x. Ini berarti penambahan akumulasi logam berat pada daging ikan patin akan diikuti dengan penurunan jumlah konsentrasi akumulasi logam berat pada perairan Waduk Cirata sebesar 92%.

Hubungan regresi korelasi antara air dan akumulasi pada insang patin yang dipelihara pada akuarium yang diberi sedimen sangat erat (-0,309) dengan koefisien korelasinya (r) sebesar 0,98. Persamaan regresinya adalah y = 3,243-27,26x. Ini memberikan gambaran bahwa kandungan logam berat pada air Waduk Cirata akan berkurang secara signifikan apabila peningkatan akumulasi logam berat pada daging ikan patin semakin meningkat. Secara lengkap perhitungan regresi korelasi antara sedimen dan insang ikan patin disajikan pada Lampiran 9.

 

 

 

BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN 

Dokumen terkait