HUBUNGAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP PERILAKU
PEMBELI IKAN HIAS
7.1 Faktor Eksternal yang Berhubungan dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias Sebelum melakukan proses pembelian, terdapat faktor eksternal yang berhubungan dengan perilaku pembeli. Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri responden yang memilki hubungan serta mendorong pembeli untuk melakukan pembelian yang didasarkan atas obyektivitas pembeli. Faktor eksternal disini terkait komunikasi pemasaran yang dilakukan Pusat Pengembangan Dan Pemasaran Ikan Hias Cibinong Raiser. Terdapat dua variabel yang terdapat dalam faktor eksternal yaitu keberagaman jenis bauran promosi dan frekuensi komunikasi pemasaran.
Tabel 6. Hasil Uji Korelasi Hubungan Faktor Eksternal dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias, di Cibinong Raiser 2011
Faktor eksternal Perilaku pembeli
pengetahuan Sikap tindakan Keberagaman jenis bauran promosi -0.331* 0.059 -0.155 Frekuensi Komunikasi Pemasaran -0.119 0.348* 0.422** Keterangan: *significant **highly significant
Dari tabel 6 hipotesis II, peneliti menduga adanya hubungan antara faktor eksternal dengan perilaku pembeli ikan hias. Hasil analisis data antara variabel faktor eksternal dengan perilaku pembeli menunjukkan bahwa hipotesis tersebut diterima atau terdapat hubungan antara keduanya. Namun, hubungan yang terdapat pada faktor eksternal dan perilaku pembeli tidak sepenuhnya diterima. Faktor eksternal seperti keberagaman jenis bauran promosi, hanya berhubungan dengan salah satu variabel dari perilaku pembeli yaitu pengetahuan, dan sisanya
seperti sikap serta tindakan tidak berhubungan. Sedangkan faktor eksternal seperti frekuensi komunikasi pemasaran, hanya dengan pengetahuan tidak terdapat hubungan, akan tetapi variabel sikap dan serta tindakan terdapat hubungan yang kuat.
7.1.1 Hubungan Keberagaman Jenis Bauran Promosi dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias
Berdasarkan Tabel 6, terlihat nilai koefisien korelasi antara keberagaman jenis bauran promosi dengan perilaku pembeli memiliki hubungan yang tidak kuat. Diketahui bahwa tidak keseluruhan variabel dapat menunjukkan adanya hubungan yang kuat. Hal ini dibuktikan dari tiga variabel yang terdapat pada perilaku pembeli hanya pengetahuan yang memiliki hubungan yang kuat dengan keberagaman jenis bauran promosi. Hal ini sesuai dengan hipotesis dua yang menduga adanya hubungan faktor eksternal dengan perilaku pembeli.
Berdasarkan hasil uji antar keberagaman jenis bauran promosi dengan pengetahuan diperoleh bahwa terdapat hubungan yang kuat antara keduanya. Semakin beragam jenis bauran komunikasi promosi yang dilakukan maka semakin tinggi pula pengetahuan pembeli yang datang. Komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Cibinong Raiser sangat berguna bagi pembeli yang akan datang untuk menambah informasi seputar ikan hias. Semakin beragam bauran promosi yang dilakukan maka semakin banyak informasi yang diterima pembeli, sehingga pengetahuan yang dimiliki pembeli semakin bertambah. Banyak dari pembeli yang datang ke Cibinong Raiser karena melihat informasi yang disampaikan melalui komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Cibinong Raiser. Hal ini menyebabkan pembeli mengetahui informasi dan pengetauan pembeli seputar ikan hias yang terdapat di sana, kebanyakan bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Cibinong Raiser adalah media cetak, seperti spanduk, poster, lieflet, banner, serta majalah. Selain itu, komunikasi pemasaran melalui mulut ke mulut juga memiliki efek yang baik dalam penyampaian informasi tentang ikan hias yang terdapat di Cibinong Raiser. Sementara itu, media internet dan elektronik masih sangat jarang dimanfaatkan oleh pihak Cibinong Raiser karena masih terkait masalah keterbatasan dana dan kurangnya sumberdaya yang bisa menggunakannya.
Selanjutnya, untuk hubungan variabel keberagaman jenis bauran promosi dengan sikap dan tindakan tidak memiliki hubungan yang kuat dan tinggi. Hal ini berhubungan dengan sub bab hubungan motivasi dengan perilaku pembeli, yang menunjukkan bahwa motivasi pembeli sebelum datang ke Cibinong Raiser menentukan sikap dan tindakan. keberagaman jenis bauran promosi memberikan variasi bagi pembeli untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak dan beragam, sehingga dapat menambah pengetahuan bagi pembeli. Pada saat pembeli berada di Cibinong Raiser, pembeli lebih mengutamakan kualitas dan ketersediaan ikan hias, dimana hal ini sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dari pembeli. Karena pembeli lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhannya pada saat datang ke Cibinong Raiser.
7.1.2 Hubungan Frekuensi Komunikasi Pemasaran Dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias
Frekuensi komunikasi pemasaran terkait dengan seberapa sering usaha Cibinong Raiser dalam menyampaikan informasi tentang ikan hias yang ada, melalui komunikasi pemasaran yang dilakukan ke khalayak. Cibinong Raiser yang berfungsi sebagai fasilitator bagi penjual dan pengusaha ikan hias, untuk memasarkan dan memberikan informasi pada khalayak memiliki tanggung jawab untuk mengkomunikasikan kepada khalayak tentang apa yang harus disampaikan, yaitu informasi tentang ikan hias yang ada.
Berdasarkan tabel 6, terlihat nilai koefisien korelasi antara frekuensi komunikasi pemasaran dengan perilaku pembeli memiliki hubungan. Hal ini sesuai dengan hipotesis dua yang mengatakan bahwa terdapat hubungan faktor eksternal terhadap perilaku pembeli. Diketahui bahwa tidak keseluruhan variabel dapat menunjukkan adanya hubungan yang kuat. Hal ini dibuktikan dari tiga variabel yang terdapat pada perilaku pembeli hanya sikap dan tindakan yang memiliki hubungan yang kuat dengan frekuensi komunikasi pemasaran, namun variabel pengetahuan tidak menunjukkan adanya hubungan yang kuat.
Berdasarakan hasil uji antara frekuensi komunikasi pemasaran dengan pengetahuan diperoleh bahwa terdapat hubungan yang kuat antara keduanya. Semakin tinggi frekuensi komunikasi pemasaran yang dilakukan maka semakin tinggi pula pnegetahuan pembeli yang datang. Semakin sering pembeli menerima
informasi maka semakin tinggi informasi yang dapat diserap oleh pembeli. Hal ini menimbulkan pembeli mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan sebelum datang ke Cibinong Raiser, dan tujuan dari komunikasi yang dilakukan Cibinong Raiser pun tersampaikan.
Berdasaarkan hasil uji antara frekuensi komunikasi pemasaran dengan sikap diperoleh bahwa terdapat hubungan yang kuat antara keduanya. Semakin tinggi frekuensi komunikasi pemasaran yang dilakukan makan semakin tinggi pula tingkat ketertarikan pembeli untuk datang ke Cibinong Raiser. semakin sering pembeli menerima informasi tentang Cibinong Raiser maka semakin tinggi ketertarika pembeli untuk datang. Informasi yang disampaikan secara rutin menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi pada calon pembeli terhadap kebenaran informasi yang disampaikan, sehingga pada akhirnya membuat calon pembeli datang ke Cibinong Raiser.
Selanjutnya untuk hubungan variabel frekuensi komunikasi pemasaran dengan tindakan tidak memiliki hubungan yang kuat. Hal ini terkait dengan keputusan akhir berada ditangan pembeli. Selain itu, terdapat faktor lain yang mempengaruhi sikap pembeli itu sendiri, yaitu kesesuaian dan ketersediaan ikan hias yang terdapat di Cibinong Raiser. Pembeli yang datang memiliki motivasi untuk membeli ikan hias, dan ketika terdapat ketidak sesuaian dengan harapan yang dimiliki pembeli maka hal yang terjadi adalah pembatalan pembelian ikan hias oleh pembeli.