HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL TERHADAP PERILAKU
PEMBELI IKAN HIAS
6.1 Faktor Internal yang Berhubungan dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias Faktor internal adalah hal yang mendorong para pembeli untuk melakukan pembelian yang didasarkan atas subyektivitas pembeli terhadap keadaan yang ada. Faktor internal juga berpengaruh terhadap keputusan pembeli sebelum melakukan pembelian. Terdapat empat variabel yang diukur dalam melihat faktor internal yang dimiliki oleh pembeli, yaitu (a) Usia, (b) Pendapatan, (c) Frekuensi Membeli, dan (d) Motivasi Pembeli. Hubungan faktor internal dengan perilaku pembeli ikan hias akan dijelaskan pada Tabel 4.
Tabel 5. Hasil Uji Korelasi Hubungan Faktor Internal dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias, di Cibinong Raiser 2011
Faktor internal Perilaku pembeli
Pengetahuan Sikap Tindakan
Usia 0.360* 0.101 0.220 Pendapatan 0.267 0.063 0.107 Frekuensi Membeli 0.360* 0.314* 0.368* Motivasi Pembeli 0.403** 0.358* 0.332* Keterangan: *significant **highly significant
Dari tabel 5 hipotesis I, peneliti menduga adanya hubungan antara faktor internal dengan perilaku pembeli ikan hias. Hasil analisis data antara variabel faktor internal dengan perilaku pembeli menunjukkan bahwa hipotesis tersebut tidak diterima sepenuhnya. Artinya, tidak keseluruhan variabel dapat menunjukkan adanya hubungan. Faktor internal seperti pendapatan tidak berhubungan dengan perilaku pembeli ikan hias. Sedangkan faktor internal seperti frekuensi membeli dan motivasi pembeli menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku pembeli ikan hias. Sementara faktor internal seperti usia, hanya
berhubungan dengan salah satu variabel dari perilaku pembeli yaitu pengetahuan, dan sisanya yaitu sikap serta tindakan tidak berhubungan.
6.1.1 Hubungan Usia Pembeli dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias
Berdasarkan hasil Tabel 5, nilai koefisien korelasi perilaku pembeli ikan hias yaitu variabel pengetahuan menunjukkan hubungan yang sangat erat atau tinggi terhadap faktor usia. Uji hubungan ini dilakukan untuk mengetahui apakah golongan usia turut mempengaruhi perilaku seseorang untuk membeli ikan hias. Untuk usia dibagi menjadi tiga kategori yaitu dewasa awal (18-30 tahun), dewasa pertengahan (31-50 tahun), dan dewasa tua (>50 tahun).
Berdasarkan pada data yang telah diperoleh, diketahui bahwa semakin dewasa usia dari responden maka pengetahuan mereka tentang ikan hias juga tinggi. Usia terkait dengan pengalaman seseorang sehingga mereka memperoleh informasi yang berhubungan dengan pengetahuan terhadap ikan hias.
Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Sumarwan (2002) bahwa pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimilki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa, serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Semakin tinggi usia seseorang maka pengetahuan dan pengalaman tentang produk dan jasa akan semakin tinggi pula.
Meski demikian, usia tidak mempengaruhi sikap dan tindakan seseorang dalam melakukan pembelian. Hal ini terkait dengan faktor kebutuhan mereka terhadap ikan hias yang sama. Perbedaan usia yang dimiliki responden ini menunjukkan bahwa ikan hias diminati oleh segala lapisan usia dan tidak terbatas pada usia-usia tertentu untuk membeli ikan hias. Kebutuhan terhadap ikan hias karena tuntutan hobi dari pembeli menjadi salah satu faktor yang menyebabkan usia tidak memiliki hubungan korelasi antara sikap dan tindakan seseorang.
6.1.2 Hubungan Pendapatan dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias
Berdasarakan Tabel 5, terlihat nilai koefisien perilaku pembeli ikan hias menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pendapatan seseorang dengan perilaku pembeli ikan hias.
Pendapatan yang dimiliki seorang pembeli tidak berhubungan kuat atau langsung terhadap perilaku pembeli. Semakin tinggi atau rendah pendapatan seorang pembeli tidak berpengaruh terhadap perilaku pembeli yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku pembeli muncul karena adanya dorongan kebutuhan untuk melakukan pembelian yang tidak didasari oleh seberapa besar pendapatan yang dia miliki.
Hal ini disebabkan pendapatan tidak memicu kesan positif atau negatif kepada Pusat Pengembangan dan Pemasaran Ikan Hias Cibinong Raiser, sehingga pengambilan keputusan tidak memiliki kesan buruk yang dapat mempengaruhi perilaku pembeli yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Kecintaan responden terhadap ikan hias dan motivasi yang kuat untuk membeli ikan hias menyebabkan responden mengenyampingkan faktor pendapatan. Semakin kuat motivasi yang dimiliki oleh responden maka besar keinginan yang dimilikinya untuk menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli ikan hias.
6.1.3 Hubungan Frekuensi Membeli dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias Nilai koefisien yang ditunjukkan pada Tabel 5, menunjukkan korelasi hubungan yang tinggi antara perilaku pembeli dengan frekuensi membeli ikan hias. Semakin tinggi frekuensi membeli yang dilakukan oleh pengunjung akan mendorong semakin tingginya perilaku pembeli. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi frekuensi membeli, berarti semakin tinggi pula kebutuhan pembeli akan ikan hias. Nilai koefisien korelasi perilaku pembeli menunjukkan hubungan yang sangat erat atau tinggi antara frekuensi membeli dengan terbentuknya perilaku pembeli.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa semakin tinggi frekuensi membeli ikan hias berpengaruh terhadap tingginya pengetahuan pembeli akan produk yang ada di Pusat Pengembangan Dan Pemasaran Ikan Hias Cibinong
Raiser. Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa frekuensi membeli yang tinggi membuat pengetahuan pembeli terhadap ikan hias juga tinggi.
Berdasarkan hasil uji antara frekuensi membeli responden dengan sikap yang muncul dari pembeli menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat atau tinggi antara keduanya. Semakin tinggi frekuensi membeli menunjukkan semakin tinggi pula rasa suka atau kepuasan pembeli terhadap ikan hias yang ada. Hal ini berkaitan dengan semakin sering pembeli berkunjung maka akan terbentuk dan memunculkan pola pikir positif yang berpengaruh pada perilaku pembeli itu sendiri, sehingga respon yang timbul pun mempengaruhi sikap pembeli.
6.1.4 Hubungan Motivasi Pembeli dengan Perilaku Pembeli Ikan Hias
Berdasarkan hasil uji antara motivasi pembeli dengan perilaku pembeli ikan hias pada Tabel 5, didapatkan bahwa nilai koefisien korelasi ini menunjukkan hubungan yang sangat erat atau tinggi antara motivasi pembeli dengan terbentuknya perilaku pembeli ikan hias. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki pembeli, maka perilaku pembeli berdasarkan keadaan objektif semakin besar terbentuk. Hal tersebut dikarenakan, motivasi pembeli yang terbentuk berdasarkan kebutuhan pembeli terhadap ikan hias dan juga tersedianya kebutuhan ikan hias yang dicari ataupun yang diinginkan terdapat di Pusat Pengembangan Dan Pemasaran Ikan Hias Cibinong Raiser.
Berdasarkan hasil uji antara motivasi pembeli dengan pengetahuan yang dimiliki pembeli, diperoleh hasil bahwa nilai koefisien korelasi ini menunjukkan hubungan yang sangat erat atau tinggi antara motivasi pembeli dengan tinggi rendahnya pengetahuan pembeli terhadap ikan hias yang tersedia. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki, maka pengetahuan yang dimiliki pembeli juga semakin tinggi. Hal ini dikarenakan, motivasi yang dimiliki pembeli untuk membeli ikan hias didasari akan kebutuhan serta hobi yang tinggi untuk membeli, sehingga pembeli dituntut untuk memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup sebelum melakukan pembelian.
Nilai koefisien korelasi antara motivasi pembeli dengan perilaku pembeli menunjukkan hubungan yang sangat baik atau suka dengan terbentuknya sikap. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki pembeli, maka sikap yang dimiliki pembeli
juga semakin baik atau suka. Hal tersebut dikarenakan, pembeli yang memiliki motivasi yang tinggi terlebih dahulu telah menentukan dan memutuskan apa yang akan dibeli dan dicari terkait dengan pengetahuan dan informasi yang dimiliki sebelum datang ke Pusat Pengembangan dan Pemasarn Ikan Hias Cibinong Raiser. Selain itu ketersediaan dan variasi ikan hias yang ada berpengaruh terhadap sikap pembeli. Semakin tinggi ketersediaan dan variasi ikan hias yang ada, maka sikap yang ditunjukkan pun semakin baik atau suka.
Berdasarkan Tabel 5, nilai koefisien korelasi motivasi pembeli menunjukkan hubungan yang sangat erat atau tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara motivasi pembeli dengan terbentuknya tindakan pembeli. Motivasi yang tinggi menghasilkan hubungan yang positif terhadap tindakan pembeli, sehingga semakin tinggi motivasi yang muncul maka tindakan untuk melakukan pembelian ikan hias akan semakin tinggi. . Hal ini dikarenakan, pembeli yang datang ke Pusat Pengembangan dan Pemasaran Ikan Hias Cibinong Raiser didasari pada keberadaan stok ikan yang diinginkan oleh pembeli, serta tersedianya ikan dan juga harga ditawarkan memuaskan.