BAB III PERSPEKTIF TENTANG PEMBELAJARANBAHASA ARAB 21
B. Hubungan Hierarki Pendekatan, Strategi, Metode,
Pemaknaan dan penggunaan istilah pendekatan, strategi, metode, teknik dan model dalam pembelajaran bahasa seringkali menjadi tumpang tindih dan masih debatable hingga saat ini. Untuk mendekatkan pemahaman tersebut penulis memvisualisasikan 2 (dua) posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut.
Pertama, posisi hierarki keseluruhan istilah di atas sebagaimana yang dikembangkan banyak pakar sekarang ini seperti terdapat pada bagan 1 berikut.
Bagan. 1 Hierarki Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model
Bagan 1 di atas menjelaskan hierarki istilah pendekatan, strategi, metode, teknik dan model dalam pembelajaran. Pendekatan sebagai asumsi dasar pembelajaran melahirkan strategi pembelajaran. Pendekatan dan strategi dimaksud bersifat aksiomatis filosofis. Selanjutnya dari strategi yang ditetapkan dapat digunakan beberapa metode pembelajaran. Metode kemudian dapat dijarbakan dalam beberapa teknik pembelajaran. Metode dan teknik bersifat operasional empirik. Keseluruhan rangkaian desain dan aplikasi pembelajaran itulah yang kemudian disebut dengan model pembelajaran.
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, pengajar dapat menetapkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajaran. Misalnya, pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan humanistik (karena suatu asumsi tertentu). Dari pendekatan tersebut dimunculkan strategi
Model Pembelajaran
PERSPEKTIF TENTANG PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
B. Hubungan Hierarki Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model
Pemaknaan dan penggunaan istilah pendekatan, strategi, metode, teknik dan model dalam pembelajaran bahasa seringkali menjadi tumpang tindih dan masih debatable hingga saat ini. Untuk mendekatkan pemahaman tersebut penulis memvisualisasikan 2 (dua) posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut.
Pertama, posisi hierarki keseluruhan istilah di atas sebagaimana yang dikembangkan banyak pakar sekarang ini seperti terdapat pada bagan 1 berikut.
Bagan. 1 Hierarki Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model
Bagan 1 di atas menjelaskan hierarki istilah pendekatan, strategi, metode, teknik dan model dalam pembelajaran. Pendekatan sebagai asumsi dasar pembelajaran melahirkan strategi pembelajaran. Pendekatan dan strategi dimaksud bersifat aksiomatis filosofis. Selanjutnya dari strategi yang ditetapkan dapat digunakan beberapa metode pembelajaran. Metode kemudian dapat dijarbakan dalam beberapa teknik pembelajaran. Metode dan teknik bersifat operasional empirik. Keseluruhan rangkaian desain dan aplikasi pembelajaran itulah yang kemudian disebut dengan model pembelajaran.
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, pengajar dapat menetapkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajaran. Misalnya, pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan humanistik (karena suatu asumsi tertentu). Dari pendekatan tersebut dimunculkan strategi
Model Pembelajaran
Aksiomatis Filosofis
pembelajaran berbasis masalah, kemudian dibuat prosedur dengan menggunakan beberapa metode yang sesuai (misalnya metode langsung). Dalam praktik pembelajaran, pengajar dapat menjabarkan metode langsung dengan menggunakan beberapa teknik pembelajaran (misalnya debat aktif, resume kelompok) agar pembelajaran menjadi menyenangkan. Rangkaian desain mulai dari pendekatan hingga penggunaan teknik pembelajaran merefleksikan model pembelajaran pelatihan inquiry (inquiry training).
Kedua, posisi hierarki yang merujuk pada pendapat Edward M. Anthony sebagaimana paparan berikut.
1. Approach yang dalam bahasa Arab disebut madkhal adalah seperangkat
asumsi berkenaan dengan hakikat bahasa dan hakikat belajar mengajar bahasa. Approach bersifat aksiomatis (filosofis). Ia berorientasi pada pendirian, filsafat dan keyakinan yaitu sesuatu yang diyakini tetapi tidak mesti dapat dibuktikan. Misalnya asumsi dari aural-oral approach yang menyatakan bahwa bahasa adalah apa yang kita dengar dan ucapkan, sedangkan tulisan hanyalah representasi dari ujaran. Asumsi ini bila dihubungkan dengan pembelajaran bahasa, maka aspek menyimak dan berbicara harus diajarkan terlebih dahulu sebelum kemahiran membaca dan menulis.
2. Method, yang dalam bahasa Arab biasa disebut tharîqah adalah rencana
menyeluruh yang berkenaan dengan penyajian materi bahasa secara teratur dan tidak bertentangan satu bagian dengan bagian yang lainnya. Kesemuanya berdasarkan atas approach yang telah ditentukan. Method bersifat prosedural, sehingga dalam satu approach bisa saja terdapat beberapa method.
3. Tehnique, yang dalam bahasa Arab disebut uslûb atau yang familiar di
Indonesia disebut strategi adalah kegiatan spesifik yang sesungguhnya terjadi dalam kelas dan merupakan implementasi dari daripada metode.
Tehnique bersifat operasional dan sangat bergantung pada kreativitas
seorang pengajar dalam meramu materi yang diajarkan.
Hubungan ketiga istilah sebagaimana dikemukakan di atas dapat digambarkan pada bagan berikut.
METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Bagan 2. Hubungan Hierarkis Approach, Method dan Tehnique
Strategi dalam pengertian di atas adalah implementasi dari metode yang didasarkan pada pendekatan yang dibuat. Dalam konteks pembelajaran bahasa, pemaknaan ketiga istilah di atas memiliki hubungan yang hirarkis, di mana satu pendekatan bisa menghadirkan satu atau beberapa metode dan dari satu metode pembelajaran bisa diimplementasikan ke dalam beberapa strategi.
Kegiatan pembelajaran selalu melibatkan tiga variabel pembelajaran, yakni variabel kondisi, variabel hasil dan variabel metode/strategi. Terdapat dua teori berbeda yakni, teori belajar yang sifatnya deskriptif dan teori pembelajaran yang preskriptif dalam menempatkan masing-masing variabel tersebut. Teori belajar (deskriptif) yang berorientasi pada proses belajar
menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentu-kan hasil belajar, atau bagaimana seseorang belajar. Sedangmenentu-kan teori pembelajaran (preskriptif) menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar dengan mengoptimalkan variabel metode/strategi, atau upaya mengontrol dan mengoptimalkan variabel-variabel yang dispesifikasikan dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar.
Teori pembelajaran preskriptif menempatkan variabel kondisi dan variabel hasil sebagai sesuatu yang given (tidak bisa diubah dan harus diterima apa adanya) dan menjadi variabel bebas, sedangkan variabel metode/strategi menjadi variabel terikat.Sedangkan teori belajar deskriptif menempatkan variabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai given dan menjadi variabel bebas, kemudian menempatkan variabel hasil sebagai variabel terikat. 18
18 Sugiarso, Strategi Pembelajaran Kognitivistik, Kajian Teoritik dan Temuan Empirik (Ponorogo: Reksa Budaya,
PERSPEKTIF TENTANG PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Bagan 3. Variabel Pembelajaran dalam perspektif teori pembelajaran preskriptif
Bagan 4. Variabel Pembelajaran dalam perspektif teori belajar deskriptif
Bagan 3 (teori pembelajaran preskriptif) mempresentasikan dua kelompok variabel, yaitu variabel bebas yang terdiri dari variabel hasil dan
kondisi serta variabel terikat yaitu variabel metode. Selanjutnya Bagan 4 (teori
belajar deskriptif) mempresentasikan bahwa variabel metode dan kondisi sebagai variabel bebas dan variabel hasil sebagai variabel terikat.