BAB IV RAGAM METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
F. Metode Eklektik (Thorîqah al-Intiqâiyyah)
Metode Eklektik atau yang dalam bahasa Arab biasa disebut Thorîqah
METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
gabungan. Gabungan dalam konteks ini bukan berarti menggabungkan seluruh metode dalam pembelajaran sekaligus, tetapi lebih bersifat “tambal sulam” untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada dalam suatu metode. Penggabungan dilakukan atas dasar kebutuhan demi mencapai hasil pembelajaran bahasa secara optimal.
Aplikasi metode elektik dapat dilakukan dengan cara menyajikan bahan pelajaran bahasa (Arab) di depan kelas dengan melalui bermacam-macam kombinasi beberapa metode, misalnya metode langsung (thorîqah mubâsyirah) dan metode gramatika-terjemah (thorîqah al-qawâid wa al-tarjamah) atau bahkan metode membaca (thorîqah al-qirâ’ah) yang sekaligus diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran. Prinsip dasarnya adalah memanfaatkan kelebihan metode tertentu untuk menunjang dan mengatasi kekurangan metode tertentu.
1. Latar Belakang
Metode elektik ini lahir berawal dari ketidakpuasan terhadap metode lain atau metode sebelumnya, tapi pada waktu yang sama metode itu terjebak dalam kelemahan yang dahulu menjadi penyebab lahirnya metode yang dikritiknya. Metode-metode datang silih berganti dengan kekuatan dan kelemahan yang silih berganti pula.
Pada sisi lain pengajaran bahasa asing pasti menghadapi kondisi objektif yang berbeda-beda antara satu negeri dengan negeri lainnya, antara satu lembaga dengan lembaga yang lain, antara satu kurun waktu dengan kurun waktu yang lain. Kondisi objektif itu meliputi tujuan pengajaran, keadaan guru, keadaan pelajar, keadaan sarana prasarana dan lain sebagainya. Berdasarkan kenyataan ini, muncul metode elektik yang mengandung arti pemilihan dan penggabungan. Dalam bahasa Arab metode ini disebut dengan beberapa istilah, yaitu Thorîqah al-Mazdûjah, Thorîqah al-Taufikiyyah, Thorîqah
al-Mukhtârah, Thorîqah al-Intiqâiyyah.17
Munculnya metode eklektik ini merupakan kreativitas para pengajar bahasa untuk mengefektifkan proses belajar mengajar bahasa asing. Metode ini juga memberi kebebasan kepada mereka untuk menciptakan variasi metode.18
2. Konsep Dasar
Sebagaimana metode-metode lainnya, metode eklektik juga memiliki dasar pijakan dan asumsi-asumsi sebagai berikut:
a. Setiap metode pembelajaran bahasa memiliki kelebihan yang dapat dimanfaatkan dalam pengajaran bahasa asing.
b. Tidak ada metode yang sempurna dan tidak ada metode yang salah, tetapi semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing-17 Ahmad Fuad Efendy, Metodologi Pengajaran..., hlm. 71.
RAGAM METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
masing. Dari metode tersebut, kelebihan itu bisa dimanfaatkan untuk mengefektifkan pembelajaran.
c. Setiap metode memiliki latar belakang, karakteristik, dasar fikiran dan peruntukan yang berbeda, bahkan bisa menjadi suatu metode yang muncul karena menolak metode sebelumnya. Jika metode-metode tersebut digabungkan maka akan menjadi sebuah kolaborasi yang saling menyempurnakan.
d. Lahirnya metode tidak harus dilihat sebagai penolakan terhadap metode lama, melainkan sebagai penyempurnaan.
e. Tidak ada suatu metode pembelajaran yang sesuai dengan semua tujuan, semua pelajar, semua guru dan semua program pembelajaran bahasa asing.
f. Hal terpenting dalam pembelajaran adalah memberi perhatian kepada para pelajar dan kebutuhanya, bukan memenuhi suatu metode.
g. Setiap guru mempunyai kebebasan untuk menggunakan langkah-langkah atau teknik-teknik dalam menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan para pelajarnya dan sesuai dengan kemampuanya.
Al-Araby dalam Effendi dalam penjelasannya mengutarakan bahwa metode eklektik bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan guru secara memadai terhadap berbagai macam metode, sehingga dapat mengambil sisi-sisi kekuatan suatu metode secara tepat, menyesuaikan dengan kebutuhan program pembelajaran dan menerapkannya secara proporsional. Sebaliknya, metode ini bisa menjadi metode “seadanya” atau metode “semau guru” apabila pemilihannya hanya berdasarkan selera guru
atau pertimbangan kemudahan.19
3. Karakteristik
Metode eklektik sebagai penggabungan berbagai metode dalam suatu pembelajaran bahasa setidaknya memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Pembelajaran menggunakan minimal dua metode pembelajaran bahasa atau lebih.
b. Tujuan pembelajaran diarahkan pada pencapaian kemampuan empat kemahiran berbahasa sekaligus, bukan parsial.
c. Kemahiran berbahasa diajarkan dengan urutan berbicara, membaca dan menulis.
d. Kegiatan belajar di kelas berupa latihan oral (oral practice), membaca keras (reading aloud) dan tanya jawab.
e. Dalam metode ini juga terdapat latihan menerjemahkan, pelajaran gramatika secara deduktif.
METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
4. Langkah-langkah Penyajian
Langkah-langkah penyajian metode eklektik sangat fleksibel dan variatif, tergantung metode apa saja yang akan dikolaborasikan. Berikut contoh langkah-langkah metode elektik (gabungan metode langsung,
gramatika-terjemah dan metode membaca).20
a. Pendahuluan, sebagaimana metode-metode lain.
b. Memberikan materi berupa dialog-dialog pendek yang rilek, dengan tema kegiatan sehari-hari secara berulang-ulang. Materi ini mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan-gerakan, isyarat-isyarat, dramatisasi-dramatisasi atau gambar-gambar.
c. Para pelajar diarahkan untuk disiplin menyimak dialog-dialog tersebut, lalu menirukan diaog-dialog yang disajikan sampai lancar. d. Para pelajar dibimbing menerapkan dialog-dialog itu dengan
teman-teman secara bergiliran.
e. Setelah lancar menerapkan dialog-dialog yang telah dipelajari, maka diberi teks bacaan yang temanya berkaitan dengan dialog-dialog tadi. Selanjutnya guru memberi contoh cara membaca yang baik dan benar, diikuti oleh para pelajar secara berulang-ulang.
f. Jika terdapat kosa kata yang sulit, guru memakainya, mula-mula dengan isyarat, atau gerakan, atau gambar, atau lainya. Jika tidak mungkin dengan ini semua, guru menerjemahkan ke dalam bahasa populer.
g. Guru mengenalkan beberapa struktur yang penting dalam teks bacaan, lalu membahas secukupnya.
h. Guru menyuruh para pelajar menelaah bacaan, dan mendiskusikan isinya.
i. Sebagai penutup, jika diperlukan, evaluasi akhir berupa pertanyaan-pertanyaan tentang isi bacaan yang telah dibahas. Pelaksanaan bisa saja individual atau kelompok, sesuai dengan situasi dan kondisi. Jika memungkinkan karena waktu maka misalnya, guru dapat menyajikannya berupa tugas yang harus dikerjakan di rumah masing-masing.
5. Kelebihan dan Kekurangan
Telah disinggung sebelumnya bahwa tidak ada metode yang terbaik ataupun yang terburuk. Metode apapun yang digunakan dalam pembelajarana bahasa akan selalu ditemui masalah-masalah yang harus diatasi. Di antara kelebihan metode eklektik adalah:
a. Metode ini kegiatanya lebih bervariasi dan bisa lebih menarik bagi pelajar dalam mempelajari bahasa asing.
b. Dapat mengakomodasi keragaman minat dan kegemaran pelajar dalam pembelajaran bahasa asing.
RAGAM METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
c. Menambah wawasan pengajar dan pelajar tentang alternatif metode pembelajaran bahasa.
Adapun di antara kekurangannya adalah:
a. Diperlukan pengajar yang handal dan menguasi banyak metode pembelajaran.
b. Tugas pengajar menjadi lebih berat karena harus mempersiapkan skema pembelajaran yang lebih kompleks.
c. Alokasi waktu relatif harus lebih banyak bila pembelajaran tidak direncanakan dengan baik, karena harus menggunakan banyak variasi metode.
Kemampuan reseptif adalah kemampuan untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap kejadian lingkungan sekitar, mengerti maksud mimik dan nada suara dan akhirnya mengerti kata-kata. Kemampuan ini adalah untuk memahami bahasa lisan yang didengar dan dibaca. Kemampuan reseptif bersifat infut atau masukan. Kemampuan reseptif dalam konteks pembelajaran bahasa "termasuk bahasa Arab"masuk dalam ranah keterampilan menyimak (mahârah al-istimâ’) dan keterampilan membaca (mahârah al-qirâ’ah).
Pada bab ini diuraikan tentang makna dan urgensi pembelajaran menyimak (mahârah al-istimâ)’, tujuan keterampilan menyimak dan beberapa strategi alternatif pembelajaran mahârah al-istimâ’. Pembahasan lainnya juga akan diuraikan tentang makna dan urgensi pembelajaran mahârah al-qirâ’ah, tujuan mahârah al-qirâ’ah dan beberapa strategi alternatif pembelajaran
mahârah al-qirâ’ah.