• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penilitian

5.2.2. Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Arus Puncak Ekspirasi

Berdasarkan hasil uji Pearson yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapatkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Arus Puncak Ekspirasi (APE) memiliki hubungan yang lemah [koefisien korelasi Pearson (r) = -0,504]. Nilai ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) anak, maka semakin rendah nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE) anak tersebut. Hasil ini sejalan dengan hasil yang didapatkan pada penelitian Gundogdu Z, et al., dimana dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa dengan meningkatnya Indeks Massa Tubuh (IMT), maka Arus Puncak Ekspirasi (APE) semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor risiko yang penting dalam penurunan aliran udara dan fungsi paru pada anak-anak.33

Hal yang sama juga dikatakan oleh Goswami B, et al., bahwa obesitas merupakan faktor utama yang menyebabkan gangguan pernapasan, tidak hanya pada dewasa tetapi juga pada anak-anak.6

Pada penelitian ini ditemukan hubungan yang lemah antara Indeks Masa Tubuh dan Arus Puncak Ekspirasi. Hal ini dapat disebabkan oleh karena banyak faktor yang dapat menyebabkan penurunan fungsi paru, antara lain: jenis kelamin, luas permukaan tubuh, aktivitas fisik, postur, lingkungan, dan perbedaan jenis ras.6

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan mengenai hubungan antara indeks massa tubuh terhadap arus puncak ekspirasi pada anak, sebagai berikut:

1. Dalam hasil penelitian, disimpulkan insiden obesitas pada anak dengan usia rata-rata 13 tahun adalah 2,1%.

2. Arus puncak ekpirasi pada anak dengan indeks massa tubuh underweight memiliki nilai rata-rata sebesar (338,57±40,54) L/menit.

3. Arus puncak ekpirasi pada anak dengan indeks massa tubuh normal weight memiliki nilai rata-rata sebesar (330,37±53,81) L/menit.

4. Arus puncak ekpirasi pada anak dengan indeks massa tubuh overweight memiliki nilai rata-rata sebesar (266,67±25,03) L/menit.

5. Arus puncak ekpirasi pada anak dengan indeks massa tubuh obese memiliki nilai 240 L/menit.

6. Dari hasil analisis korelasi, berdasarkan uji Pearson yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapatkan bahwa Indeks Massa Tubuh dengan Arus Puncak Ekspirasi memiliki hubungan yang lemah [koefisien korelasi Pearson (r) = -0,504].

6.2. Saran

1. Pihak sekolah sebaiknya memberikan materi tambahan mengenai pengaruh buruk obesitas terhadap kesehatan untuk siswanya.

2. Orangtua sebaiknya mengajarkan anak untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, guna mengurai kejadian obesitas pada anak yang dapat membahayakan kesehatan anak.

3. Peneliti lain dapat meneliti lebih lanjut hubungan indeks massa tubuh terhadap arus puncak ekspirasi pada anak, misalnya dengan menggunakan metode case control dan dengan jumlah sampel yang lebih besar.

28

4. Peneliti lain dapat menggunakan cara yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil fungsi paru yang lebih aktual pada penelitian selanjutnya

2. Siregar FZ. Perbandingan arus puncak ekspirasi sebelum dan sesudah latihan fisik pada anak obesitas dan tidak obesitas [Tesis]. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2007. p: 3.

3. Manjareeka M, Mishra J, Nanda S, Mishra S, Mishra J. Assessment of peak expiratory flow rate in preadolescent children of sub-tribal communities in Odisha. Int J Clin Exp Physiol. 2014 Jun: 1(2):120-124.

4. Neuspiel DR. Peak flow rate measurement. Medscape; 2015. Available from:

http://emedicine.medscape.com/article/1413347-overview [diakses tanggal 13 April 2016].

5. American Lung Association. Lung health and diseases: Measuring Your Peak Flow Rate. Chicago: American Lung Association; 2016.

6. Goswami B, Roy AS, Dalui R, Bandyopadhyay A. Peak expiratory flow rate – a consistent marker of respiratory illness associated with childhood obesity.

Am journal sports sci med. 2014 Feb: 2(1):21-26

7. Sjarif DR, Gultom LC, Hendarto A, Lestari ED, Sidiartha GL, Mexitaia M.

Rekomendasi IDAI: Diagnosis, tata laksana dan pencegahan obesitas pada anak dan remaja. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia;

2014. p: 1-2.

8. Fryar CD, Carroll MD, Ogden CL. Prevalence of obesity among children and adolescents: United States, Trends 1963–1965 Through 2009–2010. 2012 Sept. Available from:

https://www.cdc.gov/nchs/data/hestat/obesity_child_09_10/obesity_child_09 _10.pdf [diakses tanggal 13 April 2016].

9. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementran Kesehatan RI.

Riskesdas 2013 dalam angka. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2013. p:

396 – 402.

10. Centers for Disease Control and Prevention. Body Mass Index (BMI):

Centers for Disease and Prevention; 2015

11. American Heart Association. BMI in Children. Dallas: American Heart Association; 2013.

12. World Health Organization. Body Mass Index – BMI. Denmark: World Health Organization Regional Office for Europe; 2016

13. Nelson WE. Pertumbuhan dan perkembangan. In: Behrman RE, Kilegman R, Arvib AM , editor. Nelson ilmu kesehatan anak. Wahab S, alih bahasa. Vol.1 15th Edition. Jakarta: EGC; 1996. p: 81.

14. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kurva pertembuhan CDC-2000 lengkap.

Jakarta Pusat: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.

15. Centers for Disease and Prevention. Use and Interpretation of the WHO and CDC Growth Charts for Children from Birth to 20 Years in the United States;

2013. Available from:

30

http://www.cdc.gov/nccdphp/dnpao/growthcharts/resources/growthchart.pdf [diakses tanggal 17 April 2016].

16. Centers for Disease and Prevention. Body Mass Index: Considerations for Practitioners; 2015. Available from:

http://www.cdc.gov/obesity/downloads/BMIforPactitioners.pdf [diakses tanggal 17 April 2016].

17. Guyton AC, Hall JE. Pulmonary ventilation. In: Schmitt W, editor. Textbook of medical physiology. 11st edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2006. p:

471.

18. Martini FH, Nath JL, Bartholomew EF. Fundamentals of anatomy and physiology. 9th edition. San Francisco: Pearson Education; 2012. p: 830.

19. Wanger J, Clausen JL, Coastes A, Pedersen OF, Brusasco V, Burgos F, et al.

Standardisation of the measurement of lung volumes. Eur Respir J. 2005:

26(3): 511-522.

20. Sherwood L. The respiratory system. In: Arbogast M, editor. Human physiology: from cells to systems. 7th edition. California: Brooks/Cole, Cengage Learning; 2010. p: 479 – 480.

21. Harahap F, Aryastuti E. Uji Fungsi Paru. Continuing Medical Education.

2012 Oct: 39(4):305-307.

22. West J.B. Pulmonary Pathophysiology: The Essentials, 6th Ed. USA:

Lippincott Williams & Wilkins. 2003. Terjemahan dr. Cindy H. Nasrani.

Patofisiologi Paru Esensial, Ed.6. Jakarta: EGC. p: 220-234.

23. Thompson EG. Lung disease and respiratory health center: lung function tests. WebMD; 2014. Available from: http://www.webmd.com/lung/lung-function-tests [diakses tanggal 18 April 2016].

24. Fahy B, Sockrider M, Lareau S. Patien Information Series: Pulmonary Function Tests. American Thoracic Society: 2014. Available from:

http://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/pulmonary-function-tests.pdf [diakses tanggal 18 April 2016].

25. Hansen JT, Koeppen BM. Netter’s Atlas of Human Physiology. 1st Edition.

Philadelphia: W.B. Saunders Company; 2002.

26. National Health Service. Peak Flow Test. United Kingdom: National Health Service; 2015. Available from:

http://www.nhs.uk/Conditions/peak-flow/Pages/Introduction.aspx [diakses tanggal 18 April 2016].

27. Guyton AC, Hall JE. Respiratory Insufficiency - pathophysiology, diagnosis, oxygen therapy. In: Schmitt W, editor. Textbook of Medical Physiology. 11st edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2006. p: 525.

28. Johns Hopkins Medicine. Peak Flow Measurement. Baltimore: Johns Hopkins Medicine. 2016. Available from:

http://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/test_procedures/pulmonary/pe ak_flow_measurement_92,p07755/ [diakses tanggal 20 April 2016].

29. National Health Service. Asthma – Diagnosis. United Kingdom: National Health Service; 2014. Available from:

http://www.nhs.uk/conditions/asthma/pages/diagnosis.aspx [diakses tanggal 20 April 2016].

30. Yanti F. Perbandingan arus puncak ekspirasi pada anak perokok pasif dan bukan perokok pasif [Tesis]. Medan: Program Magister Kedokteran Klinik-Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Universitas Sumatera Utara. 2010. p: 7 – 8.

31. Sharma M, Sharma RB, Choudhary R. Peak expiratory flow rates in children of western rajastham 7-14 years of age. Pak J Physiol. 2012: 8(1):45-48.

32. Clement Clarke International. Paediatric normal values. Harlow: Clement Clarke International; 2016. Available from:

http://www.clement-clarke.com/Portals/0/Paediatric%20NV.pdf [diakses tanggal 20 April 2016].

33. Gundogu Z, Eryilmaz N. Correlation between peak flow and body mass index in obes and non-obese children in Kocaeli, Turkey. Prim Care Respir J. 2011;

20(4): 403 – 406.

Lampiran 1

Dokumen terkait