• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2. Hubungan Informasi Dengan Keputusan Investasi

Keputusan investasi memiliki keterkaitan yang erat dengan informasi

keuangan perusahaan. Hasil keputusan investasi sangat ditentukan oleh

informasi yang memiliki fungsi sebagai decision maker. Keputusan investasi

menjadi sangat vital, terutama dalam instrumen pasar modal. Hal ini

merupakan hal yang wajar, karena instrumen pasar modal yang

diperdagangkan bersifat abstrak.

Menurut Rosyadi dalam Alfiani (2009), sebelum seorang investor

memutuskan akan menginvestasikan dananya di pasar modal, ada kegiatan

terpenting yang perlu untuk dilakukan, yaitu penilaian yang cermat terhadap

emiten. Seorang investor harus percaya bahwa informasi yang diterimanya

adalah informasi yang benar, sistem perdagangan di bursa dapat dipercaya,

serta tidak ada pihak lain yang memanipulasi informasi dan perdagangan

commit to user

menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan

investasinya.

Laporan keuangan memberikan informasi yang berhubungan dengan

profitabilitas, risiko, aliran kas, yang seluruhnya akan mempengaruhi

harapan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan

tersebut.

Analisis laporan keuangan mencakup pengaplikasian berbagai alat

dan teknik analisis pada laporan keuangan dan data keuangan dalam rangka

untuk memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan-hubungan yang berarti dan

berguna dalam rangka pengambilan keputusan.

Bagi para investor yang akan melakukan analisis perusahaan,

informasi laporan yang dikeluarkan perusahaan merupakan salah satu jenis

informasi yang mudah didapatkan dibandingkan alternatif informasi yang

lainnya. Selain itu informasi laporan keuangan sudah cukup

menggambarkan kepada kita sejauh mana perkembangan kondisi perusahaan

selama ini dan apa saja yang telah dicapainya. Selain itu kita juga bisa

melihat prospectus perusahaan selama operasinya hanya dengan membaca

dan melihat laporan keuangan.

Koesno dalam Resmi (2002) mengatakan bahwa salah satu faktor

penting yang mempengaruhi pengharapan investor adalah kinerja keuangan

dari tahun ke tahun. Kinerja keuangan perusahaan dapat menjadi petunjuk

arah naik turunnya harga saham suatu perusahaan. Selain itu analisis

commit to user

pertimbangan oleh investor untuk mengetahui perbandingan antara nilai

intrinsik saham perusahaan dengan harga pasar saham perusahaan yang

bersangkutan, dan atas pertimbangan tersebut investor dapat mengambil

keputusan apakah membeli ataukah menjual saham perusahaan yang

bersangkutan.

B.Pasar Modal

1. Pengertian Pasar Modal

Secara umum, pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya

antara permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang,

umumnya lebih dari satu tahun (Samsul, 2006). Menurut Eakins (2006),

pasar modal adalah tempat dimana sekuritas atau surat berharga

diperdagangkan dengan jangka waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Pasar modal utama terdiri dari surat-surat berharga antara lain adalah

obligasi pemerintah, obligasi pasif, obligasi perusahaan, saham perusahaan,

dan hipotik.

Menurut Tandelilin (2001), pasar modal adalah pertemuan antara

pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana

dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Dengan demikian, pasar modal

juga bisa diartikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan sekuritas yang

umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan obligasi.

Sedangkan tempat terjadinya jual beli sekuritas disebut dengan Bursa Efek.

commit to user

(intermediaries). Fungsi ini menunjukkan peran penting pasar modal dalam

menunjang perekonomian karena pasar modal dapat menghubungkan pihak

yang membutuhkan dana dengan pihak yang kelebihan dana.

Menurut Sunariyah (2004), pasar modal didefinisikan sebagai tempat

pertemuan antara penawaran dan permintaan surat berharga. Di tempat

inilah para pelaku pasar yaitu individu-individu atau badan usaha yang

mempunyai kelebihan dana (surplus fund) melakukan investasi dalam surat

berharga yang ditawarkan oleh emiten. Sebaliknya, di tempat itu pula

perusahaan yang membutuhkan dana menawarkan surat berharga dengan

cara listing terlebih dahulu pada badan otoritas di pasar modal sebagai

emiten.

2. Jenis-Jenis Pasar Modal

Menurut Samsul (2006) pasar modal di Indonesia terbagi dalam

empat jenis, yaitu:

a. Pasar Perdana

Pasar perdana merupakan tempat atau sarana bagi perusahaan untuk

pertama kali menawarkan saham atau obligasi ke masyarakan umum.

Penawaran dalam pasar perdana ini disebut Initial Public Offering

(IPO). Pasar perdana terjadi pada saat perusahaan emiten menjual

sekuritasnya kepada investor umum untuk pertama kalinya.

b. Pasar Sekunder

Pasar sekunder merupakan tempat atau sarana transaksi jual-beli antar

commit to user

Setelah sekuritas emiten dijual di pasar perdana, selanjutnya sekuritas

emiten tersebut, bisa diperjualbelikan oleh dan antar investor dipasar

sekunder. Dengan adanya pasar sekunder, investor dapat melakukan

perdagangan sekuritas untuk mendapatkan keuntungan. Di pasar

sekunder terbentuklah harga pasar karena harga ditentukan oleh tawaran

jual dan tawaran beli dari pasar investor yang disebut order driven

market.

c. Pasar Ketiga

Pasar ketiga adalah sarana jual-beli efek antara market maker dan

investor. Harga saham atau sekuritas di pasar ketiga dibentuk oleh

market maker. Investor dapat memilih market maker (anggota bursa)

yang memberikan harga tertinggi karena satu jenis saham dapat

dipasarkan lebih dari satu market maker.

d. Pasar Keempat

Sarana transaksi jual-beli antara investor jual dan investor beli tanpa

perantara efek. Transaksi dilakukan secara tatap muka antara investor

beli dan investor jual untuk saham atas pembawa. Pasar keempat ini

hanya dilaksanakan oleh investor besar karena dapat menghemat biaya

transaksi daripada dilakukan di pasar sekunder.

3. Instrumen Pasar Modal

Menurut Tandelilin (2001), ada beberapa sekuritas yang umumnya

commit to user

a. Saham

Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan

yang menerbitkan saham. Dengan memiliki saham suatu perusahaan,

maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan dan kekayaan

perusahaan, setelah dikurangi dengan pembayaran semua kewajiban

perusahaan. Adapun jenis-jenis saham antara lain: saham preferen dan

saham biasa.

b. Obligasi

Obligasi merupakan sekuritas yang memberikan pendapatan dalam

jumlah tetap kepada pemiliknya. Pada saat membeli obligasi, investor

sudah dapat mengetahui dengan pasti berapa pembayaran bunga yang

akan diperolehnya secara periodik dan berapa pembayaran kembali nilai

par (par value) pada saat jatuh tempo. Meskipun demikian, obligasi

bukan tanpa risiko, karena bisa saja obligasi tersebut tidak terbayar

kembali akibat kegagalan penerbitnya dalam memenuhi kewajibannya.

Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan peringkat obligasi yang

menunjukkan tingkat risiko dan kualitas obligasi dilihat dari kinerja

perusahaan yang menerbitkannya.

c. Reksa Dana

Reksa dana (mutual fund) adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa

pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada perusahaan reksa dana,

commit to user

maupun di pasar uang. Perusahaan reksa dana akan menghimpun dana

dari investor untuk kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio

yang dibentuk oleh manajer investasi, yaitu pihak yang mempunyai

bidang usaha membentuk dan mengelola portofolio untuk para nasabah.

Dengan demikian investor dapat membentuk portofolio secara tidak

langsung melalui manajer investasi.

d. Insrumen Derivatif

Instrumen derivatif merupakan sekuritas yang nilainya merupakan

turunan dari sekuritas lain, sehingga nilai instrumen derivatif sangat

tergantung dari harga sekuritas lain yang ditetapkan sebagai patokan.

Ada beberapa jenis instrumen derivatif, antara lain: warrant, bukti right,

opsi dan futures.

Dokumen terkait