• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

VI. I. Gambaran Umum Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin Mawaddah

VI.6. Hubungan Antar Variabel

VI.6.5 Hubungan Kebiasaan Makan Dengan kekambuhan Penyakit Gastritis

Kebiasaan makan dikelompokkan manjadi dua kelompok yaitu kebiasaan makan kurang baik dan baik. Hasil penelitian didapatkan responden yang

mengalami kekambuhan sebagian besar (77,1%) mempunyai kebiasaan makan yang kurang baik sedangkan yang tidak mengalami kekambuhan sebagian besar (90%) mempunyai kebiasaan makan baik. Hubungan kebiasaan makan dengan kekambuhan penyakit gastritis dapat di lihat pada tabel VI.13 di bawah ini.

Tabel VI.15 Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Kekambuhan Penyakit Gasritis Pada Penderita Gastritis Di Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin Mawaddah Tahun 2005 Kambuh Kebiasaan Makan Ya Tidak Total Kurang Baik 54 (77,1%) 16 (22,9%) 2 (10%) 8 (90%) 56 (62,2%) 34 (37,8%) Total 70 (100%) 20 (100%) 90 (100%)

Berdasarkan uji Chi square dengan α 0,05 di dapatkan hasil nilai p= 0,000. Maka nilai tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kekambuhan gastritis pada penderita yang mempunyai kebiasaan makan kurang dengan yang mempunyai kebiasaan makan baik, ini berarti adanya hubungan antara kebiasaan makan dengan kekambuhan gastritis.

Hasil OR yang didapatkan sebesar 30,375 yang berarti bahwa penderita gastritis yang mempunyai kebiasaan makan kurang mempunyai risiko terjadinya kekambuhan 30,375 kali dibandingkan dengan penderita gastritis yang mempunyai kebiasaan makan baik.

VI.6.5.1 Hubungan Keteraturan Makan Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis

Keteraturan makan dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu teratur dan tidak teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami

kekambuhan sebagian besar (74,3%) mempunyai kebiasaan makan yang tidak teratur dan responden yang tidak mengalami kekambuhan sebagian besar (80%) mempunyai kebiasaan makan yang teratur. Hubungan keteraturan makan dengan kekambuhan penyakit gastritis seperti pada tabel VI.16 di bawah ini.

Tabel VI.16 Hubungan Keteraturan Makan Responden Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis Pada Penderita Gastritis Di Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin Mawaddah Tahun 2005

Kambuh Keteraturan Makan Ya Tidak Total Tidak teratur Teratur 52 (74,3%) 18 (25,7%) 4 (20%) 16 (80%) 56(62,2%) 34 (37,8%) Total 70 (100%) 20 (100%) 90 (100%)

Hasil uji Chi square dengan α 0,05 di dapatkan p= 0,000 yang berarti ada perbedaan kekambuhan gastritis pada penderita yang yang mempunyai kebiasaan makan teratur dengan yang tidak mempunyai kebiasaan makan teratur, ini menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan makan teratur dengan kekambuhan gastritis.

Hasil OR yang di dapatkan sebesar 11,556 ini berarti bahwa orang yang mempunyai kebiasaan makan tidak teratur mempunyai risiko terjadinya kekambuhan 11,556 kali di bandingkan dengan penderita gastritis yang mempunyai kebiasaan makan yang teratur.

VI.6.5.2 Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Pedas Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis

Kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu mengkonsumsi makana pedas dan tidak mengkonsumsi makana

pedas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami kekambuhan sebagian besar (85,7%) mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas, dan yang tidak mengalami kekambuhan sebagian besar (85%) pada kelompok yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas. Hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas dengan kekambuhan penyakit gastritis seperti pada tabel VI.17 di bawah ini.

Tabel VI.17 Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Pedas Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis Pada Penderita Gastritis Di Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin Mawaddah Tahun 2005

Kambuh Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Pedas Ya Tidak Total Ya Tidak 60 (85,7 %) 10 (14,3%) 3 (15 %) 17 (85%) 63 (70%) 27 (30%) Total 70 (100%) 20 (100%) 90 (100%)

Hasil uji Chi square dengan α 0,05, di dapatkan niilai p= 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kekambuhan gastritis pada penderita yang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas dengan yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas, ini menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas dengan kekambuhan penyakit gastritis.

Hasil OR yang didapatkan sebesar 34 , ini berarti bahwa orang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas mempunyai risiko terjadinya kekambuhan 34 kali lebih dibandingkan dengan penderita gastritis yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas.

VI.6.5.3 Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Asam Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis

Kebiasaan mengkonsumsi makanan asam dikategorikan menjadi dua

kelompok yaitu mengkonsumsi makanan asam dan tidak mengkonsumsi makanan asam. Hasil penelitian didapatkan responden yang mengalami kekambuhan sebagian besar (71,4%) mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan asam dan responden yang tidak mengalami kekambuhan sebagian besar (75%) tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan asam. Hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan asam dengan kekambuhan penyakit gastritis seperti pada tabel VI.18 di bawah ini.

Tabel VI.18 Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Yang rasanya Asam Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis Pada Penderita Gastritis Di Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin Mawaddah Tahun 2005

Kambuh Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Asam Ya Tidak Total Ya Tidak 50 (71,4%) 20 (28,6%) 5 (25%) 15 (75%) 55 (61,1%) 35 (38,9%) Total 70 (100%) 20 (100%) 90 (100%)

Hasil uji Chi square dengan α 0,05 di peroleh nilai p= 0,000 yang berarti bahwa ada perbedaan kekambuhan gastritis pada penderita yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan asam dengan yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan asam, ini menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan asam dengan kekambuhan gastritis.

Berdasarkan hasil OR yang didapatkan sebesar 7,5 , ini berarti bahwa orang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan yang rasanya asam mempunyai risiko terjadinya kekambuhan 7,5 kali di bandingkan dengan

penderita gastritis yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan yang rasanya asam.

VI.6.5.4 Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Dalam Keadaan Panas Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis

Kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas dan tidak mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas. Dalam penelitian didapatkan responden yang mengalami kekambuhan sebagian besar (72,9%) mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas dan responden yang tidak mengalami kekambuhan sbagian besar (75%) tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas. Hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas dengan kekambuhan penyakit gastritis seperti pada tabel VI.19 di bawah ini.

Tabel VI.19 Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan dalam Keadaan Panas Dengan Kekambuhan Penyakit Gastritis Pada Penderita Gastritis Di Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin Mawaddah Tahun 2005

Kambuh Kebiasaan

Mengkonsumsi Makanan

Dalam Keadaan Panas Ya Tidak

Total Ya Tidak 51 (72,9 %) 19 (27,1%) 5 (25%) 15 (75%) 56 (62,2%) 34 (37,8%) Total 70 (100%) 20 (100%) 90 (100%)

Hasil uji Chi square dengan α 0,05 di dapatkan nilai p= 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kekambuhan gastritis pada penderita yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas

dengan yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas, ini berarti adanya hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas dengan kekambuhan gastritis.

Berdasarkan hasil OR yang didapatkan sebesar 8,053 , ini berarti bahwa orang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas mempunyai risiko terjadinya kekambuhan 8,053 kali dibandingkan dengan penderita gastritis yang tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan dalam keadaan panas.

Dokumen terkait