METODOLOGI PENELITIAN
1. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Hasil Smash Normal
Hipotesis yang pertama menyatakan bahwa: ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil smash normal dalam permainan bola voli pada siswa putera kelas II SMA Negeri di Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi korelasi tersebut dapat dilihat pada output SPSS berikut ini.
Tabel 5
Koefisien Korelasi antara Kekuatan Otot Tungkai dengan Hasil Smash Normal
Berdasarkan hasil analisis tersebut di atas diperoleh koefisien korelasi
antara kekuatan otot tungkai dengan hasil smash normal sebesar 0,441. Uji
keberatian koefisien korelasi tersebut dilakukan dengan cara mengonsultasi
harga rhitung dengan r product moment. Pada α = 5% dengan N = 126 diperoleh rtabel = 0,176. Karena koefisien korelasi tersebut lebih besar dari
rtabel, berarti koefisien korelasi tersebut signifikan sehingga Ha berbunyi ada
hubungan positif antara kekuatan otot tungkai dengan hasil Smash normal
dalam permainan bola voli pada siswa putera kelas II SMA Negeri di
Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005 diterima.
Bentuk hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil smash
normal dapat digambarkan dengan persamaan regresi yang diperoleh.
Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS
Tabel 6
Koefisien Regresi Kekuatan Otot Tungkai dengan Hasil Smash Normal
Berdasarkan tabel 6 di atas maka persamaan regresi antara kekuatan
otot tungkai dengan hasil smash normal adalah Y = 27,928 + 0,441Xˆ 1.
Melalui persamaan tersebut, dimana koefisien regresi yang diperoleh adalah
bertanda positif maka bentuk hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan
hasil Smash normal adalah hubungan postif. Hal ini berarti bahwa setiap
terjadi kenaikan kekuatan otot tungkai sebesar 1 point, akan diikuti pula
kenaikan hasil smash normal sebesar 0,441 point pada konstanta 27,928.
Dengan kata lain untuk memperoleh hasil smash normal yang optimum,
dibutuhkan kekuatan otot tungkai yang tinggi, begitu juga dengan sebaliknya.
2. Hubungan Kekuatan Otot Punggung dengan Hasil Smash Normal
Hipotesis yang kedua berbunyi: ada hubungan antara kekuatan otot
punggung dengan hasil smash normal dalam permainan bola voli pada siswa
putera kelas II SMA Negeri di Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran
2004/2005. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi korelasi
tersebut dapat dilihat pada output SPSS berikut ini.
Tabel 7
Koefisien Korelasi antara Kekuatan Otot Punggung dengan Hasil Smash Normal
Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh koefisien korelasi antara
kekuatan otot punggung dengan hasil smash normal sebesar 0,492. Uji
keberatian koefisien korelasi tersebut dilakukan dengan cara mengonsultasi
harga rhitung dengan r product moment. Pada α = 5% dengan N = 126 diperoleh rtabel = 0,176. Karena koefisien korelasi tersebut lebih besar dari
rtabel, berarti koefisien korelasi tersebut signifikan sehingga Ha berbunyi ada
hubungan antara kekuatan otot punggung dengan hasil smash normal dalam
permainan bola voli pada siswa putera kelas II SMA Negeri di Kabupaten
Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005 diterima.
Bentuk hubungan antara kekuatan otot punggung dengan hasil smash
normal dapat digambarkan dengan persamaan regresi yang diperoleh.
Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS
diperoleh persamaan regresi seperti tersaji pada tabel 7 berikut ini :
Tabel 8
Koefisien Regresi Kekuatan Otot Punggung dengan Hasil Smash Normal
Berdasarkan tabel 8 di atas maka persamaan regresi antara kekuatan
otot punggung dengan hasil smash normal adalah Yˆ = 25,383 + 0,492X2.
bertanda positif maka bentuk hubungan antara kekuatan otot punggung
dengan hasil smash normal adalah hubungan yang postif. Hal ini berarti
bahwa setiap terjadi kenaikan kekuatan otot punggung sebesar 1 point, akan
diikuti pula kenaikan hasil smash normal sebesar 0,492 point pada konstanta
27,928. Dengan kata lain untuk memperoleh hasil smash normal yang
optimum, dibutuhkan kekuatan otot punggung yang tinggi, begitu juga dengan
sebaliknya.
3. Hubungan Kekuatan Otot Lengan dengan Hasil Smash Normal
Hipotesis yang ketiga berbunyi: ada hubungan antara kekuatan otot
lengan dengan hasil smash normal dalam permainan bola voli pada siswa
putera kelas II SMA Negeri di Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran
2004/2005. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi korelasi
tersebut dapat dilihat pada output SPSS berikut ini.
Tabel 9
Koefisien Korelasi antara Kekuatan Otot Lengan dengan Hasil Smash Normal
Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh koefisien korelasi antara
kekuatan otot lengan dengan hasil smash normal sebesar 0,542. Uji keberatian
koefisien korelasi tersebut dilakukan dengan cara mengonsultasi harga rhitung
dengan r product moment. Pada α = 5% dengan N = 126 diperoleh rtabel = 0,176. Karena koefisien korelasi tersebut lebih besar dari rtabel, berarti
koefisien korelasi tersebut signifikan sehingga Ha berbunyi ada hubungan
antara kekuatan otot lengan dengan hasil smash normal dalam permainan bola
voli pada siswa putera kelas II SMA Negeri di Kabupaten Pekalongan Tahun
Ajaran 2004/2005 diterima.
Bentuk hubungan antara kekuatan otot lengan dengan hasil smash
normal dapat digambarkan dengan persamaan regresi yang diperoleh.
Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS
diperoleh persamaan regresi seperti tersaji pada tabel 9 berikut ini :
Tabel 9.
Koefisien Regresi Kekuatan Otot Lengan dengan Hasil Smash Normal
Berdasarkan tabel 9 di atas maka persamaan regresi antara kekuatan
otot punggung dengan hasil smash normal adalah Yˆ = 22,924 + 0,542X3.
Melalui persamaan tersebut, dimana koefisien regresi yang diperoleh adalah
bertanda positif maka bentuk hubungan antara kekuatan otot lengan dengan
hasil smash normal adalah hubungan yang postif. Hal ini berarti bahwa setiap
terjadi kenaikan kekuatan otot lengan sebesar 1 point, akan diikuti pula
kenaikan hasil smash normal sebesar 0,542 point pada konstanta 22,924.
Dengan kata lain untuk memperoleh hasil smash normal yang optimum,