• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode Field research yaitu penulis terjun langsung ke lapangan guna mengadakan penelitian dalam penyusunan skripsi ini, yang mana dalam hal ini dapat dipakai beberapa metode sebagai berikut :

1. Metode observasi yaitu penulis berusaha untuk mendapatkan gambaran dengan jalan mengamati partisipasi komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar.

2. Metode interview yaitu penulis mengumpulkan data dengan jalan mewawancarai kepala sekolah, guru dan komite sekolah tentang bagaimana partisipasi komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar.

3. Metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mencatat segala data dokumentasi tersebut yang ada kaitannya dengan pembahasan skripsi ini.

4. Angket adalah daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data/ keterangan tertentu dari responden.

H. Teknik Analisa Data

Setelah penulis mengumpulkan data, selanjutnya penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan teknik sebagai berikut:

a. Induktif. Dalam teknik penulis mengolah data yang dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus kemudian disimpulkan pada hal-hal yang bersifat umum.

b. Deduktif. Dalam teknik ini penulis mengolah data mulai dari hal–hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

1. Profil Sekolah

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar adalah Mts swasta Fililial Bontotiro Bulukumba dan dinegerikan oleh pemerintah pada tahun 1994 yang beralamat di jalan pendidikan pakbatteang dengan luas tanah 18.650 m2. Adapun nama-nama Kepala Sekolah yang pernah menjabat di MTS Negeri Bontomatene, Yaitu :

1. Drs. Patta Djuma 2. Hj. Sitti Raodah, S. Ag 3. Muh. Hatta, S. Ag

Adapun visi dan misi Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu:

Visi: Terwujudnya siswa yang bertaqwa, berakhalak mulia, berilmu, berperilaku Mandiri, unggul dalam prestasi dan terampil serta kompetitif dalam penguasaan IPTEK dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat

Misi:

1. Meningkatkan pemahaman ,penghayatan ajaran agama Islam

2. Meningkatkan prestasi siswa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan infak.

3. Mengembangkan bakat dan minat siswa serta penguasaan siswa.

4. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam perencanaan /strategi dan program organisasi yang sesuai dengan karakteristik, visi, misi dan tujuan organisasi.

5. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

6. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membangun perilaku disiplin dan mempunyai rasa memiliki serta tanggung jawab terhadap lingkungan. (Profil Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Tahun 2014)

1. Keadaan Guru

Keberhasilan proses belajar mengajar pada suatu sekolah didukung oleh lima Yaitu siswa sebagai peserta didik, guru sebagai pendidik, tujuan, alat, dan lingkungan, ketiadaan salah satu faktor saja dari faktor tersebut maka tidak mungkin terjadi Proses belajar mengajar; dengan lima faktor tersebut, proses belajar mengajar dapat dilaksanakan walaupun kadang-kadang dengan hasil minimal pula. Hasil tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana penunjang yaitu faktor fasilitas /sarana dan Prasarana pendidikan. Suatu lembaga tentu menginginkan agar menghasilkan alumni yang bermutu, baik dari Segi kualitas lebih-lebih dari segi kualitas, salah satu kunci untuk mencapai tujuan itu adalah harus memiliki tenaga mengajar yang berkualitas termaksud kepribadian guru.

Kemampuan guru dalam menguasai materi serta metode mengajar sangatlah Penting untuk mewujudkan tercapainya tujuan dan untuk

mengetahui keadaan guru Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar, dapat dilihat pada tabel Berikut:

Tabel 3

Keadaan guru/Pegawai Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Anggaran 2013/2014 No Nama Status /Jabatan Bidang studi yang

diajarkan

11 Sri wahyuni PTT Bahasa Indonesia

12 Sitti hawa, S. Ag PNS Fiqh

13 Mahmud, S. Pd PNS Sejarah

14 Jauria, S. Ag PTT Aqidah akhlak

Sumber data : Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar 2013/2014

2. Keadaan siswa

Keadaan siswa yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah mengenai banyaknya sebagai informan. Untuk lebih jelasnya keadaan siswa keadaan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4

Keadaan Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Anggaran 2013/2014

NO Kelas Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan

1 VII 7 15 22

2 VIII 10 8 18

Jumlah 17 23 40

Sumber data : Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2013/2014

Tabel diatas menunjukkan bahwa siswa sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2013/2014 Sebanyak 40 siswa.

3. Keadaan sarana dan prasarana

Dalam kelangsungan proses belajar mengajar hanya tenaga pengajar dan siswa tetapi harus didukung pula oleh sarana dan prasarana misalnya fasilitas gedung sekolah dan alat-alat pengajaran yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar serta lingkungan yang dapat memberi sarana dan fasilitas ini, tetap menjadi bagian dari obyek penelitian dalam setiap kegiatan meneliti.

Keadaan sarana pendidikan dan fasilitas Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 5

Sarana dan Prasarana Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Anggaran 2013/2014 NO Sarana/ fasilitas

Sedang Berat

Sumber Data : Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana Pendidikan yang ada di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar sudah dapat menunjang proses belajar mengajar namun masih sangat diresahkan berbagai kekurangan seperti alat dan media pembelajaran maka guru diharapkan dapat lebih kreatif serta terus berusaha meningkatkan kwalitas kinerja sehingga mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar tetap meningkatkan pada setiap tahunnya.

B. Partisipasi Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

Kepala sekolah memiliki peran dan tanggungjawab yaitu menggerakkan segala sumber daya yang ada di lingkungan sekolah untuk didayagunakan secara maksimal demi tercapainya tujuan pendidikan yang efektif dan efisien.

Kepala sekolah merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat, sebagai kriteria keberhasilan sekolah diperlukan adanya kepemimpinan kepala sekolah yang berkualitas. Untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di tingkat satuan pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala sekolah yang handal dalam menjalankan fungsi dan peranannya.

Kepala sekolah dan komite sekolah berkewajiban untuk mengarahkan serta membimbing guru agar dapat meningkatkan profesinya serta kemampuan kinerjanya. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai pemimpin berkewajiban memberikan bantuan kepada guru-guru yang belum berpengalaman agar lebih mampu memikul tanggung jawab dalam sistem sekolah.

Tabel 6

peranan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat berperan 35 47 %

2 Berperan 30 40 %

3 Kurang berperan 10 13 %

Jumlah 75 100%

Sumber data : tabulasi angket No. 1

Tabel di atas menunjukkan dari 75 orang yang dijadikan responden 35 atau 47% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 30 orang atau 40% guru yang menyatakan kepala sekolah berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 10 atau 13% guru yang menyatakan kepala sekolah kurang berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dari tabel di atas sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Asdianto, S. Pd guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayarbahwa :

Peranan kepemimpinan kepala sekolah dan partisipasi komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar cukup berperan dalam meningkatkan kerjasama terhadap kualitas pembelajaran. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Oleh karena itu, maka perlu menjalin kemitraan dengan pihak sekolah dengan komite sekolah demi tercapainya kualitas pendidikan dalam dan kualitas pembelajaran. Untuk itu, diperlukan kemampuan manajerial kepala sekolah dengan model kepemimpinan mandiri yang demokratis, transparan, dan partisipatif sebagai refleksi dari kepemimpinan yang kuat, memiliki akuntabilitas, dan memberdayakan warga sekolah.

Tabel 7

Kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran selalu melibatkan komite sekolah

No Kategori jawaban Frekuensi Persentase %

Sumber data: Hasil angket no 2

Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 75 responden yang dijadikan sampel 50 orang atau 67% responden yang menyatakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran selalu melibatkan komite sekolah, 25 orang atau 33% responden yang menyatakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kadang-kadang melibatkan komite sekolah, dan tidak ada responden yang menyatakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tidak pernah melibatkan komite sekolah.

Dari hasil angket di atas dapat diketahui bahwa dengan penerapan manajemen berbasis sekolah selalu melibatkan komite sekolah dalam pengambilan keputusan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

Tabel 8

Tingkat keprofesionalan Kepala sekolah dan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat profesional 35 47 %

2 Profesional 25 33 %

3 Kurang profesional 15 20 %

Jumlah 75 100%

Sumber data : tabulasi angket No. 3

Tabel di atas menunjukkan dari 75 orang yang dijadikan responden 35 orang atau 47% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah sangat profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 25 orang atau 33% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 15 orang atau 20% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah kurang profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagaimana hasil wawancara penulis dengan Nur Asni, S. Pd guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene bahwa :

Kepala sekolah dan komite sekolah mengawasi proses pembelajaran, membuat perencanaan, menyusun struktur organisasi sekolah dan mencari dana untuk meningkatkan kualitas pendidikan ayar. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari hasil angket dan wawancara di atas bahwa kepala sekolah dan komite sekolah sudah dikategorikan profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar. Selain itu Kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran memberi motivasi kepada guru dalam proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 9

Kepala sekolah dan komite sekolah meningkatkan motivasi guru dalam mengajar

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat memotivasi 20 27 %

2 Memotivasi 40 53 %

3 Kurang memotivasi 15 20 %

Jumlah 75 100%

Sumber data : tabulasi angket No. 4

Tabel di atas menunjukkan dari 75 orang yang dijadikan responden 20 orang atau 27% menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah sangat memotivasi guru dalam mengajar, 40 orang atau 53% yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah memotivasi guru dalam mengajar, 15 orang atau 20% yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah kurang memotivasi guru dalam mengajar.

Kepemimpinan kepala sekolah dan komite sekolah harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kemampuan kepala sekolah dan komite sekolah dapat dianalisis dari aspek kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan berkomunikasi.

Oleh karena itu, hubungan kepala sekolah dan komite sekolah haruslah bersikap terbuka, sehingga memungkinkan guru mencari jalan, berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru,

antara keduanya juga memegang peranan sebagai partner yang baik tetapi dengan tugas yang sama yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa.

Wawancara dengan Andi Herlina, A. Ma guru Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar menjelaskan bahwa:

Peningkatan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sangat berdampak positif karena akibat supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru-guru semakin sadar melaksanakan tugas-tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. (Wawancara tanggal 3 Desember 2013 di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar) Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kinerja dalam mengajar, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan di kembangkan. Oleh karena itu potensi sumber daya guru perlu terus-menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Selain itu, pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas komite sekolah atau masyarakat.

Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, harus mendapat perhatian dan penanggung jawab sistem pendidikan. Peningkatan ini akan

lebih berhasil apabila di lakukan oleh guru dengan kemauan dan usaha mereka sendiri.

Peningkatan dan pembinaan kemampuan dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dan pengelolaan sekolah secara menyeluruh. Kegiatan pembinaan dan peningkatan kemampuan para guru dalam menyampaikan bahan-bahan pengajaran:

memahami prinsip, pendekatan orientasi dan konsep berpikir yang dianut untuk pengembangan kurikulum. Mengetahui bahwa kurikulum sebagai materi/bahan pengajaran merupakan suatu sistem/kesatuan yang terdiri dari berbagai unsur yang paling menunjang dalam pencapaian tujuan pengajaran yang terdiri atas: organisasi/administrasi kurikulum; materi/bahan pengajaran; sistem penyampaian pengajaran; alat/media pengajaran; dan evaluasi hasil belajar. Mempelajari dan mendalami pengajaran secara operasional. Mempelajari dan mendalami bahan-bahan pengajaran bagi penyusunan satuan-satuan bahan sebagai kebulatan konsep. pengertian, pemecahan masalah sebagai bahan bahasan yang akan dikembangkan melalui pendekatan, dan disampaikan kepada para siswa.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan kepala sekolah dan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu memberi pengawasan, penghargaan, bimbingan dan pemahaman serta

pelayanan terhadap guru dalam meningkatkan kinerjanya dalam proses pembelajaran agar prestasi belajar siswa meningkat.

C. Bentuk Partisipasi Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana saja, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah (sekolah), keluarga dan masyarakat. Hal Ini mengisyaratkan bahwa masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Partisipasi yang tinggi dari komite sekolah dan masyarakat dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya sejauhmana peran komite sekolah dapat diberdayakan dalam proses pendidikan di sekolah adalah indikator terhadap manajemen sekolah yang bersangkutan. Pemberdayaan komite sekolah dalam pendidikan ini merupakan sesuatu yang esensial bagi penyelenggaraan sekolah yang baik. Tingkat partisipasi komite sekolah dalam proses pendidikan di sekolah ini nampaknya memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar siswa di sekolah. Hal ini secara tegas dinyatakan bahwa siswa dapat belajar banyak

karena dirangsang oleh pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru dan akan berhasil dengan baik berkat usaha komite sekolah dalam memberikan dukungan yaitu:

1. Melakukan kerjasama dengan komite sekolah

Komite sekolah perlu melakukan persiapan sebelum terlibat dalam penyusunan rencana pendidikan di daerah maupun di sekolah. Komite sekolah perlu memiliki pemahaman mengenai alur pengembangan rencana pendidikan di daerah dan di sekolah sebelum terlibat membantu secara aktif dalam penyusunannya. Tujuannya agar komite sekolah dapat mengidentifikasi masalah pendidikan yang dihadapi, masyarakat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan untuk perbaikan pendidikan di sekolah dan komite sekolah perlu mengidentifikasi potensi yang ada di masyarakat dan bisa dimobilisasi sebagai bentuk partisipasi terhadap pengembangan sekolah.

Wawancara peneliti dengan Andi Jusriati, S. Pd guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa:

Usaha yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu meningkatkan hubungan yang harmonis antar sekolah dengan komite sekolah. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di Madrasah

Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Tingkat partisipasi komite sekolah dalam proses pendidikan di sekolah ini nampaknya memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar siswa di sekolah.

Sitti Rukaya, S. Pd guru sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene

Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa:

Bentuk kerjasama yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu menyatukan saran, pendapat dalam setiap

kegiatan yang akan dilakukan sebelum mengambil keputusan serta pencapaian tujuan sekolah yang sesuai dengan kinerja sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu kualitas akan menghasilkan produk untuk mendapat proses hasil yang bermutu, maka disinilah dibutuhkan partisipasi komite sekolah untuk memenuhi tuntutan masyarakat. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari wawancara di atas bahwa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekolah memerlukan model hubungan kerja sama antara sekolah dengan komite sekolah adapun model yang dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan masyarakat melalui komite sekolah dan membina kerjasama dengan pemerintah/masyarakat secara umum.

2. Partisipasi masyarakat

Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran komite sekolah merupakan awal dari munculnya perhatian dan dukungan. Oleh sebab itu masyarakat yang tidak mendapatkan penjelasan dan informasi dari sekolah tentang apa dan bagaimana mereka dapat membantu sekolah akan cenderung tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mereka harus melakukan sesuatu untuk membantu sekolah.

Wawancara peneliti dengan Sitti hawa, S. Ag guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa :

Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah ini nampaknya memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar siswa di sekolah. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Pengetahuan masyarakat tentang program merupakan awal dari munculnya perhatian dan dukungan. Oleh sebab itu orang tua/masyarakat yang tidak mendapatkan penjelasan dan informasi dari sekolah tentang apa dan bagaimana mereka dapat membantu sekolah akan cenderung tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mereka harus melakukan sesuatu untuk membantu sekolah.

Olehnya itu kepala sekolah harus terbuka dalam menetapkan kebijakan sekolah, walaupun masih terlihat belum sempurna dalam dukungan dan pelayanannya terhadap sekolah. Tetapi dapat dilihat bahwa personil sekolah semakin menyadari bahwa apa yang harus dilakukan merupakan upaya dalam memberi dukungannya sekolah.

Selain itu adapun bentuk kerjasama yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu partisipasi masyarakat dalam mendukung program sekolah sebagaimana wawancara peneliti dengan Nur Asni, S. Pd guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar:

Menghimpun masyarakat yang peduli dengan pendidikan melalui komite sekolah, memilih dan menentukan anggota komite sekolah yang memiliki pandangan yang luas tentang pendidikan, menjadikan komite sekolah sebagai tempat masyarakat berhimpun, memberikan masukan dan bantuan yang bersifat material atau apa saja yang memungkinkan efektifnya kualitas pembelajaran dalam mencapai tujuan dan setiap keputusan yang diambil manajemen sekolah dalam konteks pelibatan masyarakat, dilakukan secara bersama-sama dengan pengurus komite sekolah. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari hasil wawancara di atas bahwa keterlibatan masyarakat melalui komite sekolah cukup aktif, walaupun yang diberikan komite sekolah belumlah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah. Pengurus komite sekolah diharapkan memantau perkembangan sekolah dan terlibat dalam rapat-rapat pengambilan keputusan.

3. Meningkatkan koordinasi dengan pihak sekolah komite sekolah dan masyarakat

Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maka kepala sekolah harus berperan dalam meningkatkan koordinasi dengan komite sekolah dan masyarakat sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator.

Tujuannya adalah mendorong tumbuhnya komitmen, perhatian dan dukungan dari komite sekolah dan masyarakat. Sebagai penampung aspirasi, ide, dan tuntutan terhadap berbagai kebutuhan pendidikan, maka pihak sekolah perlu kerjasama dengan komite sekolah dan masyarakat untuk menggalang dana. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.

Hubungan kerjasama antara sekolah komite sekolah dengan masyarakat adalah suatu bentuk komunikasi yang tercipta dengan baik dengan masyarakat sekitar, yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja sekolah demi terlaksananya proses pendidikan secara efektif dan efisien, dengan begitu maka menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu mengembangkan berbagi potensi masyarakat setelah para siswa kembali hidup bermasyarakat.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan partisipasi komite sekolah terhadap kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar sudah cukup berperan. Olehnya itu pihak sekolah perlu meningkatkan hubungan komite sekolah, memaksimalkan dukungan dari masyarakat serta melakukan koordinasi untuk mendapat dukungan dari komite sekolah, orangtua siswa dan pemerintah.

D. Hubungan Kerja Sama antara Sekolah dengan Masyarakat di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana saja, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah

Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana saja, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah

Dokumen terkait