• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Partisipasi Komite Sekolah Terhadap Peningkatan

Kabupaten Kepulauan Selayar

Kepala sekolah memiliki peran dan tanggungjawab yaitu menggerakkan segala sumber daya yang ada di lingkungan sekolah untuk didayagunakan secara maksimal demi tercapainya tujuan pendidikan yang efektif dan efisien.

Kepala sekolah merupakan suatu peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Bahkan telah berkembang menjadi tuntutan yang meluas dari masyarakat, sebagai kriteria keberhasilan sekolah diperlukan adanya kepemimpinan kepala sekolah yang berkualitas. Untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di tingkat satuan pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala sekolah yang handal dalam menjalankan fungsi dan peranannya.

Kepala sekolah dan komite sekolah berkewajiban untuk mengarahkan serta membimbing guru agar dapat meningkatkan profesinya serta kemampuan kinerjanya. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai pemimpin berkewajiban memberikan bantuan kepada guru-guru yang belum berpengalaman agar lebih mampu memikul tanggung jawab dalam sistem sekolah.

Tabel 6

peranan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat berperan 35 47 %

2 Berperan 30 40 %

3 Kurang berperan 10 13 %

Jumlah 75 100%

Sumber data : tabulasi angket No. 1

Tabel di atas menunjukkan dari 75 orang yang dijadikan responden 35 atau 47% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah sangat berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 30 orang atau 40% guru yang menyatakan kepala sekolah berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 10 atau 13% guru yang menyatakan kepala sekolah kurang berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dari tabel di atas sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Asdianto, S. Pd guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayarbahwa :

Peranan kepemimpinan kepala sekolah dan partisipasi komite sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar cukup berperan dalam meningkatkan kerjasama terhadap kualitas pembelajaran. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Oleh karena itu, maka perlu menjalin kemitraan dengan pihak sekolah dengan komite sekolah demi tercapainya kualitas pendidikan dalam dan kualitas pembelajaran. Untuk itu, diperlukan kemampuan manajerial kepala sekolah dengan model kepemimpinan mandiri yang demokratis, transparan, dan partisipatif sebagai refleksi dari kepemimpinan yang kuat, memiliki akuntabilitas, dan memberdayakan warga sekolah.

Tabel 7

Kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran selalu melibatkan komite sekolah

No Kategori jawaban Frekuensi Persentase %

Sumber data: Hasil angket no 2

Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 75 responden yang dijadikan sampel 50 orang atau 67% responden yang menyatakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran selalu melibatkan komite sekolah, 25 orang atau 33% responden yang menyatakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kadang-kadang melibatkan komite sekolah, dan tidak ada responden yang menyatakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tidak pernah melibatkan komite sekolah.

Dari hasil angket di atas dapat diketahui bahwa dengan penerapan manajemen berbasis sekolah selalu melibatkan komite sekolah dalam pengambilan keputusan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar

Tabel 8

Tingkat keprofesionalan Kepala sekolah dan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat profesional 35 47 %

2 Profesional 25 33 %

3 Kurang profesional 15 20 %

Jumlah 75 100%

Sumber data : tabulasi angket No. 3

Tabel di atas menunjukkan dari 75 orang yang dijadikan responden 35 orang atau 47% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah sangat profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 25 orang atau 33% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, 15 orang atau 20% responden yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah kurang profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagaimana hasil wawancara penulis dengan Nur Asni, S. Pd guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene bahwa :

Kepala sekolah dan komite sekolah mengawasi proses pembelajaran, membuat perencanaan, menyusun struktur organisasi sekolah dan mencari dana untuk meningkatkan kualitas pendidikan ayar. (wawancara tanggal 3 Desember 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari hasil angket dan wawancara di atas bahwa kepala sekolah dan komite sekolah sudah dikategorikan profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar. Selain itu Kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran memberi motivasi kepada guru dalam proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 9

Kepala sekolah dan komite sekolah meningkatkan motivasi guru dalam mengajar

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat memotivasi 20 27 %

2 Memotivasi 40 53 %

3 Kurang memotivasi 15 20 %

Jumlah 75 100%

Sumber data : tabulasi angket No. 4

Tabel di atas menunjukkan dari 75 orang yang dijadikan responden 20 orang atau 27% menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah sangat memotivasi guru dalam mengajar, 40 orang atau 53% yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah memotivasi guru dalam mengajar, 15 orang atau 20% yang menyatakan kepala sekolah dan komite sekolah kurang memotivasi guru dalam mengajar.

Kepemimpinan kepala sekolah dan komite sekolah harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kemampuan kepala sekolah dan komite sekolah dapat dianalisis dari aspek kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan berkomunikasi.

Oleh karena itu, hubungan kepala sekolah dan komite sekolah haruslah bersikap terbuka, sehingga memungkinkan guru mencari jalan, berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru,

antara keduanya juga memegang peranan sebagai partner yang baik tetapi dengan tugas yang sama yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa.

Wawancara dengan Andi Herlina, A. Ma guru Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar menjelaskan bahwa:

Peningkatan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sangat berdampak positif karena akibat supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru-guru semakin sadar melaksanakan tugas-tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. (Wawancara tanggal 3 Desember 2013 di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar) Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kinerja dalam mengajar, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan di kembangkan. Oleh karena itu potensi sumber daya guru perlu terus-menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Selain itu, pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas komite sekolah atau masyarakat.

Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, harus mendapat perhatian dan penanggung jawab sistem pendidikan. Peningkatan ini akan

lebih berhasil apabila di lakukan oleh guru dengan kemauan dan usaha mereka sendiri.

Peningkatan dan pembinaan kemampuan dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dan pengelolaan sekolah secara menyeluruh. Kegiatan pembinaan dan peningkatan kemampuan para guru dalam menyampaikan bahan-bahan pengajaran:

memahami prinsip, pendekatan orientasi dan konsep berpikir yang dianut untuk pengembangan kurikulum. Mengetahui bahwa kurikulum sebagai materi/bahan pengajaran merupakan suatu sistem/kesatuan yang terdiri dari berbagai unsur yang paling menunjang dalam pencapaian tujuan pengajaran yang terdiri atas: organisasi/administrasi kurikulum; materi/bahan pengajaran; sistem penyampaian pengajaran; alat/media pengajaran; dan evaluasi hasil belajar. Mempelajari dan mendalami pengajaran secara operasional. Mempelajari dan mendalami bahan-bahan pengajaran bagi penyusunan satuan-satuan bahan sebagai kebulatan konsep. pengertian, pemecahan masalah sebagai bahan bahasan yang akan dikembangkan melalui pendekatan, dan disampaikan kepada para siswa.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan kepala sekolah dan komite sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di

Madrasah Tsanawiyah Negeri Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu memberi pengawasan, penghargaan, bimbingan dan pemahaman serta

pelayanan terhadap guru dalam meningkatkan kinerjanya dalam proses pembelajaran agar prestasi belajar siswa meningkat.

C. Bentuk Partisipasi Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Kualitas

Dokumen terkait