• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS KARAKTERISTIK PERGERAKAN PENDUDUK

4.4 Hubungan/Keterkaitan Rute dengan Karakteristik Lain

A. Pada Saat Pergi Bekerja

Berdasarkan hasil perhitungan crosstabs didapatkan bahwa nilai chi- square hitung (2hitung) adalah sebesar 205,432 sedangkan nilai chi-square tabel (2tabel) adalah sebesar 101,9. Hasil perhitungan ini menunjukan bahwa nilai chi- square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (205,432 > 101,9) sehingga Ho yang menyatakan tidak ada hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan kecamatan tempat bekerja ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

terdapat hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan kecamatan tempat bekerja.

Menurut hasil perhitungan crosstab memperlihatkan bahwa responden pelaku pergerakan yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Jakarta - Jl. Ahmad Yani dengan tujuan ke Kecamatan Sumur Bandung sebesar 14,1%, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Jakarta - Jl. Supratman dengan tujuan ke Kecamatan Bandung Wetan sebesar 16,2%, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Jakarta - Jl. Sukabumi dengan tujuan ke Kecamatan Bandung Wetan sebesar 5,1%, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Golf Raya - Jl. Arcamanik dengan tujuan ke Kecamatan Ujung Berung sebesar 2,0% dan yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Ibrahim Adjie (Trs.Kiaracondong) dengan tujuan ke Kecamatan lain yang berada di luar Kota Bandung sebesar 3,0%. Berdasarkan uji chi square bahwa nilai chi- square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (205,432 > 101,9). Artinya rute jalan yang dialui mempunyai hubungan dengan lokasi kecamatan tempat bekerja. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis crosstab bahwa rute jalan yang dilalui menentukan arah menuju tempat bekerja dan cepat atau tidaknya untuk mencapai lokasi kecamatan tempat bekerja.

B. Pada Saat Pulang Bekerja

Berdasarkan hasil perhitungan crosstabs didapatkan bahwa nilai chi- square hitung (2hitung) adalah sebesar 361,628 sedangkan nilai chi-square tabel (2tabel) adalah sebesar 101,9. Hasil perhitungan ini menunjukan bahwa nilai chi- square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (361,628> 101,9) sehingga Ho yang menyatakan tidak ada hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan kecamatan tempat bekerja ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecamatan tempat bekerja dengan rute jalan yang dilalui.

Menurut hasil perhitungan crosstab memperlihatkan bahwa responden pelaku pergerakan dari Kecamatan Sumur Bandung menuju tempat tinggal melalui rute Jl. Ahmad Yani - Jl. Ibrahim Adjie - Jl. Trs Jakarta sebesar 22,2%, dari Kecamatan Bandung Wetan menuju tempat tinggal melalui rute Jl. Ahmad Yani - Jl. Ibrahim Adjie - Jl. Trs Jakarta sebesar 26,3% dan dari Kecamatan

Coblong menuju tempat tinggal melalui rute Jl. Cimuncang - Jl. Sulaksana - Jl. Trs Jakarta sebesar 4,0%. Berdasarkan uji chi square bahwa nilai chi-square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (361,628 > 101,9). Artinya lokasi kecamatan tempat bekerja mempunyai hubungan dengan rute jalan yang dialui. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis crosstab bahwa rute jalan yang dilalui menentukan arah terdekat untuk menuju tempat tinggal dan cepat atau tidaknya untuk menuju tempat tinggal.

4.4.2 Hubungan Rute dengan Persepsi Kondisi Lalu-lintas A. Pada Saat Pergi Bekerja

Berdasarkan hasil perhitungan crosstabs didapatkan bahwa nilai chi- square hitung (2hitung) adalah sebesar 51,352 sedangkan nilai chi-square tabel (2tabel) adalah sebesar 18,3. Hasil perhitungan ini menunjukan bahwa nilai chi- square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (51,352 > 18,3) sehingga Ho yang menyatakan tidak ada hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan persepsi kondisi lalu-lintas ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan persepsi kondisi lalu- lintas.

Menurut hasil perhitungan crosstab memperlihatkan bahwa responden pelaku pergerakan yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Jakarta - Jl. Ahmad Yani berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas sedikit macet adalah sebesar 15,2 %, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Jakarta - Jl. Supratman berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas macet adalah sebesar 19,2 %, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Jakarta - Jl. Sukabumi berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas sedikit macet adalah sebesar 17,2 %, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Golf Raya - Jl. Arcamanik berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas tidak macet adalah sebesar 4,0 %, yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Ibrahim Adjie (Trs.Kiaracondong) berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas macet adalah sebesar 4,0 % dan yang melalui rute Jl. Trs. Jakarta - Jl. Sulaksana berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas macet adalah sebesar 2,0 %. Berdasarkan uji chi square bahwa nilai chi-square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (51,352 > 18,3). Artinya rute jalan yang dialui mempunyai hubungan dengan persepsi kondisi lalu-lintas. Hal

tersebut dapat dilihat dari hasil analisis crosstab bahwa rute jalan yang dilalui dapat menentukan kondisi jalan macet apa tidaknya untuk menuju ke lokasi kecamatan tempat bekerja.

B. Pada Saat Pulang Bekerja

Berdasarkan hasil perhitungan crosstabs didapatkan bahwa nilai chi- square hitung (2hitung) adalah sebesar 21,418 sedangkan nilai chi-square tabel (2tabel) adalah sebesar 18,3. Hasil perhitungan ini menunjukan bahwa nilai chi- square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (21,418 > 18,3) sehingga Ho yang menyatakan tidak ada hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan persepsi kondisi lalu-lintas ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rute jalan yang dilalui dengan persepsi kondisi lalu- lintas.

Menurut hasil perhitungan crosstab memperlihatkan bahwa responden pelaku pergerakan yang melalui rute Jl. Ahmad Yani - Jl. Ibrahim Adjie - Jl. Trs Jakarta berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas macet adalah sebesar 51,5 %, yang melalui rute Jl. Raya Ujungberung - Jl. Arcamanik - Jl. Golf Raya - Jl. Trs. Jakarta berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas sedikit macet adalah sebesar 1,01%, yang melalui rute Jl. Cimuncang - Jl. Sulaksana - Jl. Trs Jakarta berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas macet adalah sebesar 7,01 %, yang melalui rute Jl. Cisaranten - Jl. Parakan Saat berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas sedikit macet adalah sebesar 1,0 %, yang melalui rute Jl. Ibrahim Adjie (Trs.Kiaracondong) - Jl. Trs Jakarta berpendapat bahwa kondisi lalu-lintas macet adalah sebesar 6,1 % dan yang melalui rute Jl. Antapani - Jl. Trs. Jakarta berpendapat bahwa kondisi lalu- lintas tidak macet adalah sebesar 1,0 %. Berdasarkan uji chi square nilai chi- square hitung lebih besar dari nilai chi-square tabel (21,418 > 18,3). Artinya rute jalan yang dialui mempunyai hubungan dengan persepsi kondisi lalu-lintas. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis crosstab bahwa rute jalan yang dilalui dapat menentukan kondisi jalan macet apa tidaknya untuk menuju ke lokasi tempat tinggal responden.

4.5 Hubungan/Keterkaitan Waktu Bergerak dengan Karakteristik Lain