• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.4 Konfusianisme Jepang

2.4.2 Hubungan Manusia dengan Alam

Menurut Tucker (2013:23-24) tindakan berdasarkan kebutuhan alam memelihara dan secara terus-menerus dengan sendirinya dan untuk kebutuhan ekonomi menggunakan sumber daya alam membutuhkan komitmen sebagai etika ekologis dalam Konfusianisme. Manusia memiliki pengetahuan untuk

melindungi dan membuat sesuatu menggunakan sumber daya alam mula-mula dari kebijakan pertanian pada masa Cina Kuno. Berdasarkan pada sejarah, Kaisar Yu pada umurnya yang ke 21 sadar bahwa ekologi membutuhkan perlindungan.

Dia member perintah bahwa : “di musim semi menebang pohon dilarang di hutan sehingga pohon dan rerumputan semak-semak bisa tumbuh, di musim panas dilarang untuk menangkap ikan menggunakan jarring di sungai dan kolam sehingga ikan dan kura-kura bisa tumbuh.”. kemudian pada masa pemerintahan Kaisar Wen dari dinasti Zhou membantah apa yang di perintahkan oleh Raja Wu yaitu “kapak tidak boleh digunakan di hutan gunung agar pohon dan semak-semak bisa tumbuh , jarring tidak boleh di gunakan di sungai ataupun di kolam agar pada saat tersebut ikan dan kura-kura bisa berkembang. Dilain kesempatan ikan dan kura-kura pergi ke dasar kolam, burung-burung dan binatang buas pergi dan hidup dalam hutan dan semak-semak, sendirian dan kesulitan.”. King Wen mengatakan ini adalah indikasi kesuksesan yang bisa diambil dari sumberdaya alam dan melindungi lingkungan yang lebih konsen terhadap persoalan kebangkitan dan kejatuhan Negara.

Xunzi memusatkan perhatian pada tanggung jawab manusia terhadap alam yaitu:

“Respond to it with peace and order, and good fortune will result. Respond to it with disorder, and disaster will follow. If the foundations of living (i.e., agriculture and sericulture) are strengthened and are economically used, then Nature cannot bring impoverishment. But if the foundations of living are neglected and used extravagantly, then Nature cannot make the country rich.”

Kalimat diatas memiliki arti untuk menanggapi perdamaian dan perintah, dan keberuntungan yang baik akan menghasilkan. Menanggapi dengan tanpa perintah, dan bencana akan mengikuti. Jika mengikuti pondasi hidup (contohnya seperti pertanian dan budaya yang selaras)menggunakan kekuatan dan ekonomi, dari pada membawa perbaikan. Tetapi jika pondasi hidup diabaikan dan digunakan secara berlebihan, dari pada alam tidak membuat Negara menjadi kaya.

Karena itu Konfusianisme menerangkan bahwa untuk menjadi manusia harus mengontrol dan membatasi keinginan mereka, jadi sumber daya alam bisa digunakan secara rasional dan sesuai keperluan, kemudian memproduksi kembali serta mengkonsumsi agar tetap seimbang. Konfusius sendiri bersikap tegas menentang penyalahgunaan sumber daya. Ia menganjurkan bahwa aturan tersebut berpengaruh terhadap pengeluaran ekonomi yang memiliki efek terhadap sumber daya alam dan menggunakan para buruh tani untuk kemunduran dari musim tahun.

Mensius termasuk di dalamnya Konfusius berpikir tentang hal tersebut. Dia menanyakan peraturan mengenai mengontrol dan membatasi keinginan memiliki bahan mentah atau benda yang berasal dari sumber daya alam dan memberikan perhatian kepada pengembangan produksi. Dia mengatakan: “ Pengolahan yang baik dan memberikan pajak yang murah akan membuat orang-orang menjadi lebih kaya”. Ia juga mengatakan “Jika suatu lahan diolah pada waktu tersebut, padi tidak akan bisa dimakan dan ikan tidak akan tertangkap dengan menggunakan jaring, ikan dan kura-kura tidak akan di beri makan, jika semak-semak dan pohon di potong pada waktu yang tepat, pohon tidak akan bisa di gunakan”. Xunxi mengatakan bahwa: “ ketika sungai dan kolam dalam,” dia mengatakan “ ikan dan kura-kura akan kembali, ketika hutan di gunung dan semak-semak tumbuh

subur,burung dan binatang buas akan kembali”. Keduanya yaitu Xunzi dan Mencius memiliki ide untuk menjadikan kebaikan untuk semua orang dan semua hal, yang mana telah tergambarkan dari ajaran konfusianisme yang penting dalam semua segi kehidupan. Pemikiran Konfusianisme member pengertian bahwa hanya cara ini yang bisa membuat sengalanya tetap ada dan berbagai macam sesuai dengan hukum alam, ketika kemanusiaan bisa memiliki hidup yang memiliki cukup sumber daya alam untuk kehidupan bermasyarakat. Contoh kecil peraturan dalam masyarakat yang aktif dan produktif harus memiliki keuntungan dalam mengembangkan sumber daya untuk pengembangan sumber daya harus memiliki sumber daya manusia yang baik.

Konfusianisme berpandangan bahwa manusia memiliki peranan penting dari alam dan mereka harus berkontribusi dan beraksi sesuai dengan hukum yang berhubungan dengan perlindungan alam. Pada kenyataannya pada masa sekarang, tentu saja membuktikan sebaliknya manusia dengan keji telah melakukan eksploitasi sumber daya alam dan menimbulkan dampak besar pada kerusakan sumber daya alam, pada kesimpulannya manusia harus memiliki sumber mengenai moral. Konfusianisme memiliki kepercayaan bahwa kesatuan alam langit dan manusia harus memiliki moral. Konfusianisme berprinsip pada kontribusi nilai-nilai dalam kehidupan. Inti dati pelajaran etika Konfusanisme adalah ren atau kebajikan. Konfusius mengambil ajaran pada penerapan kebajikan pada banyak hal ideal dalam kehidupan. Ia berkeinginan bahwa semua hal yang ada di alam menjadi pondasi benda-benda yang mana orang-arang akan hidup bersamanya, oleh karena itu manusia harus berprilaku bersahabat dengan alam.

Dia juga berpikir bahwa hidup dengan baik menetapkan untuk berhubungan

dengan kecintaan terhadap alam dan dan menganggap mereka seperti teman sendiri, melindunginya dengan kasih sayang melakukan penebangan pada pohon dan membunuh binatang pada waktu yang benar-benar mendesak. Oleh karena itu,cinta dan kasih sayang terhadap manusia harus memberikan perlindungan dan merespon sumber daya alam. Alam telah di memberikan seluruh kekuatan pada kewajiban bekasih sayang dalam konfusianisme yaitu kita harus menjadi orang yang berkasih sayang tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada alam.

Ini karena manusia berhubungan dengan surga dan bumi, merupakan bentuk dari tiga serangkai.

Diambil dari pandangan Konfusianisme bahwa berdasarkan krisis ekologikal berasal dari krisis spiritual dalam kemanusiaan, solusi dari krisis ekologikal benar-benar berhenti dengan meregenerasi kemanusiaan. Ini adalah hal yang harus di perhitungkan pada perasaan moral, hanya untuk yang telah mempersiapkan observasi terhadap regulasi perlindungan sumber daya alam, memikul tanggung jawab, dan kewajiban terhadap alam. Konfusius mengidentifikasi berbagai macam karakter orang yang bermoral mulia. Teori mengenai persatuan antara surga dan manusia menjadi bermasyarakat sesuai dengan zamannya cara baru berpikir mengenai jawaban dari hubungan antara dunia, manusia dan alam. Hubungan ini harus menjadi kesatuan dan harmonis.

Pada akhir analisa untuk melindungi alam dan sumber daya lainnya adalah untuk melindungi manusia itu sendiri. Ide terpusat pada persatuan antara manusia, surga dan menjangkau kasih sayang dan cinta terhadap alam, tetapi juga memberikan kasih sayang pada manusia generasi berikutnya melalui jaminan alam terpelihara

dari kepentingan generasi terdahulu yang mengusahakan keuntungan pada generasi yang belum lahir.

Etika ekologikal Konfusianisme bisa langsung dipahami oleh orang-orang dan mengendalikan hubungan antara seseorang dan lainnya, satu generasi ke generasi lainnya, individu dan masyarakat, orang-orang dan alam, bagian menarik dan ketertarikan pada keseluruhan, ketertarikan pada waktu yang singkat dan pada waktu yang lama. Pertengahan dalam dua abad memberikan kecocokan alasan untuk menghentikan dan berpikir ulang secara terus-menerus mendasari bagaimana mempertahankan harmonisasi antara peradaban manusia dan alam.

Waktu sangat di butuhkan untuk menyadari harmonisasiekologikal berdasarkan etika Konfusianisme ini sebagai abad penghijauan.

Dokumen terkait