BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.1. Gambaran Lokasi Penelitian
4.2.2 HasilAnalisisBivariat
4.2.2.2 Hubungan PolaAsuh Makan dengan Status Gizi
Hasil analisis bivariat akan menunjukkan saling berhubungan diantara pola asuh makan dengan status gizi balita. Dapat dilihat pada tabel 4.8 sebagai berikut :
Tabel 4.8 Tabulasi Silang Hubungan Pola Asuh Makan dengan Status Gizi Balita Berdasarkan BB/U di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Tahun 2017
Pola Asuh Makan
Status Gizi Balita
Berdasarkan BB/U Total
p RP
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa dari 50 orang ibu balita yang memiliki pola asuh makan yang kurang baik terdapat 36 orang (72,0%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 14 orang (28,0%) balita yang mengalami status gizi baik.
Sedangkan dari 32 orang ibu balita yang memiliki pola asuh makan yang baik terdapat 13 orang (40,6%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 19 orang (59,4%) yang mengalami status gizi baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,009
artinya bahwa ada hubungan pola asuh makan dengan status gizi balita berdasarkan BB/U. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai RP = 1,807 artinya balita yang memiliki pola asuh makan tidak baik mempunyai peluang terjadi 1 kali lebih besar mengalami status gizi kurang dibanding dengan balita yang memiliki pola asuh makan yang sudah baik.
4.2.2.3 Hubungan Jenis Penyakit dengan Status Gizi Balita Berdasarkan BB/U Hasil analisis bivariat akan menunjukkan saling berhubungan diantara jenis penyakit dengan status gizi balita. Dapat dilihat pada tabel 4.9 sebagai berikut :
Tabel 4.9 Tabulasi Silang Hubungan Jenis Penyakit dengan Status Gizi Balita Berdasarkan BB/U di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Tahun 2017
Jenis Penyakit
Status Gizi Balita
Berdasarkan BB/U Total
p RP
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa dari 47 orang balita yang memiliki penyakit infeksi terdapat 34 orang (72,3%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 13 orang (27,7%) yang mengalami status gizi baik. Sedangkan dari 35 orang balita yang memiliki penyakit non infeksi terdapat 15 orang (42,9%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 20 orang (57,1%) yang mengalami status gizi baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,014 artinya bahwa ada hubungan penyakit infeksi dengan status gizi balita berdasarkan BB/U. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai RP
= 1,619 artinya balita yang memiliki penyakit infeksi mempunyai peluang terjadi 1
kali lebih besar mengalami status gizi kurang dibanding dengan balita yang memiliki penyakit non infeksi.
4.2.2.4 Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Status Gizi Balita Berdasarkan TB/U
Hasil analisis bivariat akan menunjukkan saling berhubungan diantara karakteristik keluarga dengan status gizi balita (TB/U). Dapat dilihat pada Tabel 4.10 sebagai berikut :
Tabel 4.10 Tabulasi Silang Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Status Gizi Balita Berdasarkan TB/U di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Tahun 2017
Karakteristik Keluarga
Status Gizi Balita
Berdasarkan TB/U Total
Tabel 4.10 menunjukkan bahwa hubungan umur dengan status gizi balita (TB/U) didapatkan dari 27 orang ibu balita yang berumur 30-40 tahun terdapat 12 orang (44,4%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 15 orang (55,6%) yang mengalami status gizi baik, dari 39 orang ibu balita yang berumur 20-29 tahun terdapat 15 orang (38,6%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 24 orang (61,5%) yang mengalami status gizi baik. Sedangkan dari 16 orang ibu balita yang berumur <20 tahun terdapat 11 orang (68,8%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 5 orang (31,2%) yang mengalami status gizi baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,120 artinya bahwa tidak ada hubungan umur ibu balita dengan status gizi balita.
Hubungan pendidikan ibu balita dengan status gizi balita berdasarkan TB/U menunjukkan bahwa dari 43 orang ibu balita yang berpendidikan rendah terdapat 23 orang (53,5%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 20 orang (46,5%) balita yang mengalami status gizi baik. Sedangkan dari 39 orang ibu balita yang berpendidikan tinggi terdapat 15 orang (38,5%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 24 orang (61,5%) yang mengalami status gizi baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,254 artinya bahwa tidak ada hubungan pendidikan ibu balita dengan status gizi balita.
Hubungan pengetahuan ibu balita dengan status gizi balita berdasarkan TB/U menunjukkan bahwa dari 44 orang ibu balita yang berpengetahuan tidak baik terdapat 26 orang (59,1%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 18 orang (40,9%) yang mengalami status gizi baik. Sedangkan dari 38 orang ibu balita yang
berpengetahuan baik terdapat 12 orang (31,6%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 26 orang (68,4%) yang mengalami status gizi baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,023 artinya bahwa ada hubungan pengetahuan ibu balita dengan status gizi balita berdasarkan TB/U. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai RP = 2,171 artinya balita yang memiliki ibu yang berpengetahuan gizi tidak baik mempunyai peluang terjadi 2 kali lebih besar mengalami status gizi kurang dibanding dengan balita yang memiliki ibu yang berpengetahuan gizi baik.
Hubungan pekerjaan dengan status gizi balita berdasarkan TB/U menunjukkan bahwa dari 51 orang ibu balita yang tidak bekerja terdapat 31 orang (60,8%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 20 orang (39,2%) yang mengalami status gizi baik. Sedangkan dari 31 orang ibu balita yang bekerja terdapat 7 orang (22,6%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 24 (77,4%) yang mengalami status gizi baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,002 artinya bahwa ada hubungan pekerjaan ibu balita dengan status gizi balita berdasarkan TB/U. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai RP = 3,622 artinya balita yang memiliki ibu yang tidak bekerja mempunyai peluang terjadi 3 kali lebih besar mengalami status gizi kurang dibanding dengan balita yang memiliki ibu yang bekerja.
Hubungan pendapatan dengan status gizi balita berdasarkan TB/U menunjukkan bahwa dari 48 orang ibu balita yang memiliki pendapatan
≤Rp.2.500.000 terdapat 31 orang (64,6%) balita yang mengalami status gizi kurang dan 17 orang (35,4%) yang mengalami status gizi baik. Sedangkan dari 34 orang ibu balita yang memiliki pendapatan >Rp.2.500.000 terdapat 7 orang (20,6%) balita yang
mengalami status gizi kurang dan 27 orang (79,4%) yang mengalami status gizi baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = <0,001 (0,000) artinya bahwa ada hubungan pendapatan ibu balita dengan status gizi balita berdasarkan TB/U. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai RP = 3,975 artinya balita yang memiliki orang tua berpendapatan
<Rp.2.500.000 mempunyai peluang terjadi 3 kali lebih besar mengalami status gizi kurang dibanding dengan balita yang memiliki orang tua berpendapatan
>Rp.2.500.000.
4.2.2.5 Hubungan Pola Asuh Makan dengan Status Gizi Balita Berdasarkan