BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.1. Gambaran Lokasi Penelitian
4.2.1 Analisa Univariat
4.2.1.1 Karakteristik Keluarga
Karakteristik responden yang dikumpulkan datanya pada penelitian ini adalah karakteristik keluarga (umur ibu, pengetahuan ibu balita, pendidikan ibu balita, pekerjaan ibu balita, pendapatan keluarga) yang diperoleh dari hasil wawancara melalui kuesioner yang sudah disusun sebelumnya, dimana ada 10 item pertanyaan.
Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Tentang Pengetahuan Ibu Balita di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara dapat dilihat pada table 4.1 berikut :
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden tentang Pengetahuan Ibu Balita di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017
No Pertanyaan Benar Salah
n % n %
1 Pernyataan dibawahi ini yang benar mengenai
makanan yang sehat adalah? 30 36.6 52 63.4
2 Makanan bergizi adalah? 26 31.7 56 68,3
3 Makanan yang banyak mengandung protein yaitu? 27 32.9 55 67,1 4 Makanan yang banyak mengandung zat
tenaga/karbohidrat adalah? 58 70.7 24 29.3
5 Makanan yang banyak mengandung zat pengatur
atau vitamin dan mineral adalah? 30 36.6 52 63,4
6 Apa manfaat dari makanan beragam? 29 35.4 53 64,6 7 Tahukah ibu apa keuntungan ASI? 27 32.9 55 67,1 8 Pemenuhan zat gizi bagi tubuh bermanfaat untuk? 25 30.5 57 69,5 9 Menu makanan balita sebaiknya diatur
berdasarkan? 48 58.5 34 41.5
10 Jika anak kekurangan gizi maka? 53 64.6 29 35.4
Persentase jawaban responden untuk variabel pola asuh makan per item pertanyaan 1 sampai 10 diperoleh persentase responden yang menjawab “Benar”
tertinggi pada pertanyaan “Makanan yang banyak mengandung zat tenaga/karbohidrat adalah?”, yaitu 70,7%, sedangkan persentase responden yang menjawab “Salah” tertinggi pada pertanyaan “Pemenuhan zat gizi bagi tubuh bermanfaat untuk?”, yaitu 69,5%.
Karakteristik responden merupakan indikator penilaian untuk variabel karakteristik keluarga. Hasil analisis univariat adalah memberikan gambaran distribusi frekuensi tentang karakteristik keluarga (umur ibu balita, pendidikan ibu balita, pengetahuan ibu balita, pekerjaan ibu balita dan penghasilan keluarga), pola asuh makan,
jenis penyakit dan status gizi balita.
Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 82 orang. Gambaran karakteristik responden berdasarkan umur ibu balita, pendidikan ibu balita, pengetahuan ibu balita, pekerjaan ibu balita dan penghasilan keluarga dapat dilihat pada tabel Distribusi frekuensi karakteristik keluarga di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara berikut
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Keluarga di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017
Karakteristik Keluarga Frekuensi (n=82)
Karakteristik responden berdasarkan umur ibu balita, sebagian besar berada dalam kategori 20-29 tahun dengan jumlah 39 orang (47,6%), dan paling sedikit pada
kategori < 20 tahun sebesar 16 orang (19,5%). Kemudian karakteristik responden berdasarkan pendidikan ibu, yang paling banyak pada tingkatan rendah sebanyak 43 orang (51,4%), paling sedikit pada tingkatan tinggi sebanyak 39 orang (47,6%).
Tingkat pengetahuan ibu dapat dinilai berdasarkan hasil jawaban responden pada lembar kuesioner, melalui 10 item pertanyaan. Dapat dilihat dari tabel yang menunjukkan bahwa pengetahuan ibu balita mayoritas tidak baik sebanyak 44 orang (53,7%). Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan gizi yang benar seorang ibu kepada balitanya. Kurangnya pengetahuan ibu disebabkan kurangnya informasi yang dapat diperolehnya karena kurang waktu dan kesempatan untuk mendapat informasi yang berkaitan masalah gizi.
Karakteristik responden selanjutnya adalah pekerjaan. Dari hasil wawancara yang dilakukan yang paling banyak adalah responden yang tidak bekerja sebanyak 51 orang (62,2%) dan yang bekerja sebanyak 31 orang (37,8%). Ketergantungan wanita bekerja yang sangat besar adalah pada penerimaan upah. Pendapatan yang menunjang akan memenuhi tumbuh kembang anak, karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun sekunder. Ibu yang bekerja baik diluar atau di rumah dengan menghasilkan produk yang dapat dijual akan menambah pendapatan keluarga. Dengan meningkatnya penambahan pendapatan keluarga maka akan memungkinkan meningkatkan daya beli bahan pangan untuk keluarga guna meningkatkan status gizi anggota keluarga khususnya balita. Pekerjaan ibu balita di Kecamatan Dewantara berhubungan dengan penambahan pendapatan keluarga dan ibu harus bekerja setengah hari (< 6 jam) di luar rumah.
Pendapatan keluarga adalah jumlah pendapatan tetap dan sampingan dari kepala keluarga, ibu, dan anggota keluarga lain dalam 1 bulan dibagi jumlah seluruh anggota keluarga yang dinyatakan dalam rupiah per kapita per bulan. Data pendapatan diperoleh dari pendapatan keluarga perbulan dibandingkan dengan standart UMP Aceh yang kemudian dikategorikan menjadi 2 yaitu : ≥ Rp.2.500.000 dan ≤ Rp.2.500.000. Pendapatan responden penelitian sebagian besar dalam kategori dibawah UMP Aceh (antara Rp 450.000–Rp 1.200.000 setiap bulan). Dari 82 responden terdapat 48 responden (58,5%) dengan pendapatan antara Rp 450.000–Rp 1.200.000, termasuk ke dalam kategori pendapatan keluarga di bawah UMP Aceh (≤ Rp.2.500.000). Selebihnya 34 responden (27,7%) dengan pendapatan antara Rp.2.500.000-Rp.3.500.000, termasuk ke dalam kategori pendapatan keluarga di atas UMP Aceh (≥ Rp.2.500.000).
4.2.1.2 Pola Asuh Makan
Pola asuh makan adalah suatu tindakan memberikan perhatian yang penuh serta kasih sayang pada anak balita dengan cara melihat pemberian makanan pada balita. Perhatian/dukungan ibu terhadap balita dalam praktek pemberian makanan diperoleh hasilnya melalui 10 item pertanyaan dari kuesioner yang dibagikan pada masing-masing responden. Distribusi frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan yang berkaitan dengan pola asuh makan balita pada usia 12 sampai 23 bulan dapat dilihat pada Tabel 4.3 sebagai berikut :
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Tentang Pola Asuh Makan Balita Pada Usia 12-23 Bulan di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Tahun 2017
No Pertanyaan Benar Salah
n % n %
1
Apakah saat bayi baru lahir, ibu memberi Air Susu Ibu yang pertama sekali keluar (kolostrum)?
12 26,67 33 73,33
2
Apakah ibu masih memberikan ASI kepada
balita? 31 68,89 14 30,11
3 Sejak umur berapa balita mulai diberikan makanan tambahan seperti bubur tepung atau bubur dicampur dengan pisang?
23 51,11 22 48,89
4 Apakah ibu memberikan makanan yang mengandung protein kepada balita seperti ikan/daging/ayam/telur/tempe/tahu dan sayur setiap hari?
25 55,56 20 44,44
5 Makanan yang disajikan terdiri dari nasi, lauk
pauk, sayur, buah dan makanan selingan? 28 62,22 17 37,78
6 Berapa porsi makanan yang ibu berikan
kepada anak setiap kali makan? 13 28,89 32 71,11
7 Apakah menu makanan yang diberikan selalu
bervariasi setiap hari? 26 57,78 19 42,22
8 Berapa kali balita diberi makan? 20 44,44 25 55,56 9 Berapa kali ibu memberikan makanan
selingan? 14 31,11 31 68,89
10 Bentuk makanan selingan apa yg ibu berikan? 13 28,89 32 71,11
Persentase jawaban responden untuk variabel pola asuh makan untuk usia balita 12 sampai 23 bulan per item pertanyaan 1 sampai 10 diperoleh persentase responden yang menjawab “Ya” tertinggi pada pertanyaan “Apakah ibu masih memberikan ASI kepada balita?”, yaitu 68,89%, sedangkan persentase responden yang menjawab “Tidak” tertinggi pada pertanyaan “Apakah saat bayi baru lahir, ibu memberi Air Susu Ibu yang pertama sekali keluar (kolostrum)?”, yaitu 73,33%.
Kemudian untuk usia balita 24 sampai 59 bulan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Tentang Pola Asuh Makan Balita Pada Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara
Tahun 2017
No Pertanyaan Benar Salah
n % n %
1 Apakah ibu sudah membiasakan balita makan
sendiri tanpa pendampingan? 18 48,64 19 51,35
2 Apakah ibu selalu melibatkan anak dalam
menyusun menu setiap hari? 20 54,06 17 45,94
3 Apakan makanan yang diberikan yang diberikan
selalu memenuhi 4 sehat 5 sempurna? 15 40,54 22 59,45
4 Jika anak tidak mau makan sayur apa tindakan
yang ibu lakukan? 24 64,86 13 35,14
5 Apakah menu makanan yang diberikan selalu
bervariasi setiap hari? 20 54,06 17 45,94
6 Apakah ibu membiasakan sarapan pagi pada
balita? 14 37,84 23 62,16
7 Berapa kali balita diberi makan? 10 27,08 27 72,92 8 Berapa kali ibu memberikan makanan selingan? 21 56,76 16 43,24 9 Bagaimana porsi makanan yang ibu berikan
kepada anak? 26 70,27 11 29,73
10 Apakah ibu memberikan susu formula kepada
anak setiap hari? 27 72,92 10 27,08
Pada item pertanyaan ke 1 sampai 10 untuk usia balita 24 sampai 59 bulan diperoleh persentase responden yang menjawab “Ya” tertinggi pada pertanyaan
“Apakah ibu memberikan susu formula kepada anak setiap hari?”, yaitu 72,92%.
Sedangkan persentase responden yang menjawab “Tidak” tertinggi pada pertanyaan
“Berapa kali balita diberi makan?”, yaitu 72,92%.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Pola Asuh Makan di Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017
Pola Asuh Makan Frekuensi %
Kurang baik 50 61,0
Baik 32 39,0
Total 82 100,0
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa pola asuh makan mayoritas kurang baik sebanyak 50 orang (61,0%). Hal ini disebabkan sebagian besar ibu salah dalam memilih makanan dan memberikan makanan yang tepat untuk anak balitanya.
Memilih makanan yang tepat seperti tepat karbohidrat dan proteinnya yang dapat membantu anak balitanya tumbuh kembang dengan baik sesuai usianya.