1. Filsafat
studi politik tak hanya mencakup pengelolaan masalah public, struktur, dan organisasi pemerintahan, dan kampanye pemilu serta periodic dan penuh semangat. Akan tetapi, juga menyangkut aspirasi, tujuan, keyakinan, dan nilai-nilai manusia. Studi politik berkaitan dengan teori dan praktik, keterampilan filsufis, dan teknis. Politik itu dinamis dan luas,
“tangan”-nya dapat dilihat dalam semua rekayasa manusia. Di balik lembaga dan proses-proses pemerintahan dan kekuasaan, terdapat tradisi, teori, dan filsafat yang menyediakan penelitian yang menyangkut realitas politik. Dari akademi Plato hingga munculnya universitas di era modern, studi filsafat politik , studi ide-ide yang ikut membentuk warisan sosial, mendapat sambutan hangat dan positif.
2. Sejarah
Sejak dahulu ilmu politik sangat erat dengan serjarah dan filsafat. Sejarah meruoakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. Perbedaan pandangan parah ahli sejarah dan sarjana ilmu politik ialah bahwa ahli jejarah selalu meneropong masa yang lampau dan iniliah yang menjadi tujuanya, sedangkan sarjana ilmu politik biasanya lebih melihat kedepan (futur oriented): bahan mentah yang disajikan oleh ahli sejarah, teristimewah sejarah kontemporer, oleh sarjana ilmu politik hanya di pakai untuk menemukan pola-pola ulangan (recurrent patrens) yang dapat membantu untuk menentukan suatu proyeksi masa depan.
Sarjana lmu politik tidak puas hanya hanya mencatat sejarah, tetapi ia akan selalu mencoba menemukan dalam sejarah pola- pola tingkah laku politik (patterns of politcal behavior) yang memungkinkan untuk dalam batas-batas tertentu, menyusun suatu pola perkembangan untuk masa depan dan memberikan gambaran bagai mana suatu keadaan dapat diharapkan akan berkembang dalam keadaan tertentu.
3. Ilmu Ekonomi
Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang di kenal sebagai ekonomi politik (political ecinomics), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara inggris dalam menghadapi saingan- sainganya seperti portugis,spanyol, prancis, dan jerman pada abad ke-18 dan ke-19. ilmu ekonomi moderen dewasa ini sudah menjadi salah satu cabang ilmu sosial yang memiliki teori, ruang lingkup serta metodologi yang relatif ketat dan terperinci. Pemikiran yang bertolak dari faktor kelangkaan (scarsty) menyebabkan ilmu ekonomi berkonsentrasi kuat terhadap kebijakan yamg rasional, khusunya penentuan hubungan antara tujuan dan cara mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu ilmu ekonomi juga dikenal sebagai ilmu sosial yang sangat planning-oriented.
4. Sosiologi
Sosiologi memiliki sifat umum, sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usaha memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. Dalam masyarakat apabila muncul golongn-golongn atau kelompok-kelompok baru yang memajukan kepentingan-kepentingan baru, maka nilai-nilai kebudayaan masyarakat secara keseluruhan akan menunjukan perubahan-perubahan pola dalam kehidupan politik. baik sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. Ilmu politik dan sosiologi sama dalam pandanganya bahwa negara dapat dianggap baik sebagai asosiasi (kalau melihat manusia) maupu sebagai sistem pengendalian (system of control).
5. Antropologi
Antropologi menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan sertaperan sebagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana.antropologi menunjukan betapa rumit dan sukarnya membina kehidupan yang bercorak nasional dari komunitas yang teradisional. Bertapa kebudayaan daerah, sistem warisan harta kekayaan, serta pola-pola kehidupan tradisional lainya mempunyai daya tahan yang kuat terhadap usaha-usaha pembinaan kehidupan corak nasional tersebut, betapa dalam beberapa situasi faktor-faktor sosial budaya disebut malahan menjadi lebih kuat dan lebih sadar melakukan perlawanan terhadap usaha-usaha nation building, apalagi jika ciri-ciri serta sifat-sifatnya tidak lebih dahulu di perhitungkan dengan seksama.
Bagi seorang sarjana ilmu politik, kesadaran akan kenyataan ini memungkinkanya untuk melaksanakanya beberapa penelitian khusus seperti besar kecilnya pengaruh pemikiran dan pergerakan politik di berbagai daerah yang berbeda suku, agama serta sistem kehidupan sosialnya (faktor- faktor perasaan ikatan primodial dalam kehidupan politik indonesia) sampai dimana pengertian dan kesadaran berbangsa indonesia terdesak atau dibatasi oleh pola- pola kesetiaan suku dan kebudayaan setempat, pengaruh komposisi golongan penduduk di suatu daerah atau kota tertentu terhadap corak dan gaya kehidupan politik di masing-masing tempat, sifat serta ciri-ciri khusus apa yang di miliki suatu suku bangsa tertentu yang memudahkanya untuk merubah dan menyesuaikan diri dengan tuntutan- tuntutan kehidupan moderen.
6. Psikologi
Ilmu psikologi sangat membantu analisis politik karena ilmu ini berusaha memahami wilayah kejiwaan manusia yang merupakan factor paling penting dalam melakukan tindakan- tindakan social. Aspek social perkembangan kejiwaan menjadi bidang kajian psikologi social. Kajian ini mengamati kegiatan manusia dari segi-segi eksternal (hubungan social, fisik, peristiwa-peristiwa, dan gerakan-gerakan massa) maupun dari segi internal (kesehatan fisik seseorang, semangat, dan emosi).
Degan menggunakan kedua analisis ini, ilmu politik dapat memberikan analisis yang lebih mendalam tentang makna dan peranan “orang-orang kuat” yang muncul dalam sejarah.
Melihat situasi kepribadian (personality) seseorang terhadap kekuatannya dalam situasi politik atau pimpinan organisasi politik maupun pimpinan negara adalah salah satu bidang ilmu politik. Ia mencakup penjelasan tentang bagaimana teknik brainwashing dalam orasi seorang tokoh dan propaganda atau doktrinasi politik akan membuat kita mengerti bagaimana seorang pemimpin yang berkharisma membangkitkan kesadaran massa rakyat dan mengakibatkan tindakan politik, serta efeknya terhadap politik yang ada. Salah satu penerapan paling penting dari ilmu psikologi individu adalah munculnya kajian politik personalitas (personality politics), yang berusaha mengkaji posisi dan peran seorang tokoh besar dengan dengan cara mempelajari bagaimana kejiwaannya dibentuk.
7. Ilmu Hukum
Ilmuhokumtentunyaadalahilmuyangmemberikansumbangan sangat besar bagi ilmu politik, mengingat ilmu politik awalnya melekat dalam ilmu hokum (tata negara) sebelum menjadi ilmu
yang mandiri dengan objek kajiannya yang terus berkembang.
Di awal-awal ilmu politik berkembang, kajian hukum dan ketatanegaraan sangat dominan dalam kajian politik. Pada perkembangannya, ilmu politik lambat laun telah memiliki ruang lingkup dan metode yang sangat berbeda dengan awal perkembangannya. Pentingnya pendekatan hukum adalah karena pada kenyataannya, wilayah politik yang paling resmi dan legal-formal selalu berkaitan dengan aturan yang berlaku dan sangat berkaitan dengan wilayah kajian filsafat hukum dan kenegaraan. Mengatur dan memaksakan undang-undang adalah kekuatan kekuasaan negara yang paling penting.
Mustahil memahami ilmu politik dalam pengertiannya yang resmi tanpa mengerti bagaimana aturan hukum suatu negara dan masyarakat. Ilmuwan hukum melihat negara sebagai organisasi hukum yang mengatur hak dan kewajiban manusia.
Fungsi negara adalah memelihara ketertiban, manusia dipandang sebagai objek dari system hukum. Sedangkan, ilmu politik lebih melihat manusia sebagai makhluk yang sangat dipengaruhi oleh berbagai kekuatan dan situasi social-politik yang ada. Ilmu politik juga melihat produk hukum sebagai hasil pertarungan kepentingan-kepentingan politik dari berbagai kelompok manusia yang proses pembuatan aturan hukum juga melibatkan proses politik yang dinamis. Jadi, jika ilmu hukum melihat negara hanya sebagai lembaga atau organisasi hukum, ilmu politik melihat negara sebagai system untuk mengontrol kekuasaan dan kepentingan yang berbeda.
Ilmu politik memandang negara sebagai sebuah asosiasi atau kelompok manusia yang bertindak untuk mencapai beberapa tujuan bersama. Negara memegang wewenang dan otoritas paling tinggi dan sah untuk menggunakan kekuatan fisik yang memaksa (coercive).