• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DATA

3. Hubungan Prosedur Pemberian Izin dengan Pemberian Izin Penebangan Kayu di Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan

Untuk membuktikan kebenaran hipotesa alternatif dan mengetahui adanya Hubungan antara Prosedur Pemberian Izin dengan Pemberian Izin Penebangan Kayu (IPK) maka digunakan analisa kuantitatif dengan menggunakan Teknik Korelasi Spearman Rank. a. Teknik Korelasi Spearman Rank

Untuk mengetahui hubungan antara Prosedur Pemberian Izin (X) dengan Pemberian Izin (Y) di Kantor Dinas Kehutanan, maka penulis menggunakan rumus Korelasi Spearman Rank (Sugiyono 2005 : 305).

ρ = 1- 6 ∑ bi N( N

2

2

Dimana : ρ = Koefisien Korelasi Spearman -N )

bi = Beda antara variabel x dan y N = Jumlah responden

Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil : Diketahui : bi2 ρ = = 40573,5

( )

(

90 90

)

90 5 , 40573 6 1 2 − − ρ = 720900 243441 1− ρ = 1- 0,337 ρ = 0,663

Dengan hasil perhitungan diperoleh adanya hubungan yang positif antara variabel bebas dan terikat dimana korelasi antara keduanya tergolong Tinggi yaitu sebesar 0,663. Dengan

adanya hubungan yang positif ini berarti terdapat hubungan Prosedur Pemberian Izin dengan Pemberian Izin.

Setelah diketahui besar dari Koefisien Korelasi Spearman maka perlu diuji hipotesisnya sehingga dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan signifikan dengan memakai rumus sebagai berikut : t = r 2 1 2 r N t = 0,663 2 ) 663 , 0 ( 1 2 90 − = 0,663 561 , 0 88 = 0,663 156,862 = 0,663 x 12,524 t = 7,807

Selanjutnya koefisien korelasi Spearman dibandingkan dengan koefisien t tabel. Pada tabel koefisien korelasi Spearman dengan taraf signifikan 5% untuk n= 90. diperoleh t tabel 1,99 (lihat lampiran) dengan ketentuan bila t-hitung lebih besar dari t-tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan analisis tersebut dapat diketahui apakah hipotesa alternatif yang diajukan dapat diterima atau tidak, dan ternyata hitung (7,807) lebih besar dari t-tabel (1,99) dengan demikian dapat disimpulkan hipotesa alternatif dalam penelitian ini dapat diterima.

B. ANALISA DATA

Setelah diuji secara empiris maka hipotesa yang diajukan dapat diterima dan tidak menyimpang dari kerangka teori. Hal ini berarti bahwa Penerapan Prosedur mempunyai hubungan positif terhadap Pemberian Izin Penebangan Kayu (IPK) di Dinas Kehutanan.

Penilaian ini didasarkan pada distribusi frekuensi rekapitulasi jawaban responden untuk variabel Penerapan Prosedur pada tabel 26, menunjukkan bahwa ada 81 responden (90 %) memberikan jawaban yang termasuk dalam kategori tinggi dan 9 responden (10 %) memberikan jawaban yang termasuk dalam kategori sedang.

Berdasarkan data yang diperoleh, para pegawai di Kantor Dinas Kehutanan Sumatera Utara sudah baik dalam Penerapan prosedur penebangan kayu di Dinas Kehutanan. Hal ini tentunya didukung oleh indikator-indikator yang dimiliki oleh Penerapan Prosedur yang menunjukkan kategori Tinggi. Indikator tersebut dapat kita lihat pada tabel 8 mengenai prosedur yang diberikan oleh Pemerintah Dinas Kehutanan sudah sangat mudah, karena mudah didapat baik secara langsung maupun melalui dari media internet, dan lain-lain. Sehingga dalam proses keluarnya izin penebangan kayu (IPK) semakin mudah sesuai dengan tabel 6, tetapi harus sesuai dengan prosedur yang ada dan berkas yang minta harus lengkap maka proses pemberian izin semakin cepat dan mudah.

Walaupun pemberian prosedur dapat diakses dan didapat dengan mudah, tidak tetapi pelayanan yang diberikan pegawai Dinas Kehutanan semakin buruk, maka lebih baik karena pelayanan yang diberikan cukup baik. Dan dalam memberikan penjelasan mengenai prosedur penebangan kayu baik, dapat dilihat pada tabel 15 bahwa responden menyatakan adanya penjelasan yang diberikan kepada para pemohon izin dan pada tabel 20 juga

responden menyatakan bahwa pegawai Dinas kehutanan memiliki keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada pemohon izin.

Dalam proses pemberian izin juga ada waktu yang ditentukan oleh Dinas Kehutanan berapa lama waktu dalam pengurusan izin penebangan kayu tersebut, dapat dilihat pada tabel 12, responden menyatakan bahwa Dinas Kehutanan menentukan waktu dalam penyelesaian izin selama 14 hari kerja. Tetapi tetap saja ada kendala dalam permohonan izin dapat dilihat pada tabel 9, baik dari berkas yang kurang lengkap dan tidak memenuhi syarat-syarat yang diinginkan dalam pengurusan izin. Hal-hal seperti itu akan menghambat proses pengurusan izin juga dalam kendala survey yang akan dilakukan oleh pegawai Dinas Kehutanan dalam salah satu syarat pengurusan izin penebangan kayu yaitu survey daerah yang dimohon, terdapat pada tabel 10 responden menyatakan bahwa ada kendala pada survey dilapangan yang dilakukan pegawai Dinas Kehutanan dalam salah satu yang menyebabkan kendala lahan yang dimohonkan adalah daerah kawasan hutan yang tidak boleh dilakukan penebangan dan daerah yang dimohonkan tidak sesuai dengan prosedur karena berada pada daerah dilarang.

Untuk mendukung terlaksananya pengurusan izin dengan cepat dan mudah maka harus tersedianya sarana dan prasarana untuk mendukung proses pengurusan izin, terdapat pada tabel 11 responden menyatakan bahwa ada penyediaan sarana dan prasana yang disediakan oleh para pemohon izin dalam pengurusan izin maka semua biaya ditanggung oleh para pemohon dalam perjalanan dinas pegawai Dinas Kehutanan. Biaya survey ditentukan oleh pemerintah pusat yang sudah ditentukan oleh Pemerintah pusat bukan dari Dinas Kehutanan. Dan dalam proses pengurusan izin tidak ada biaya yang ditentukan oleh Dinas Kehutanan ataupun yang dipatokkan di dalam prosedur.

Kemudian dari data yang diperoleh pada tabel 16 dan 17 yang berisikan indokator untuk mengukur kebijakan dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pegawai Dinas Kehutanan, dapat kita lihat bahwa mayoritas responden berpendapat bahwa pegawai Dinas Kehutanan melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat kehutanan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan dalam pengambilan keputusan sangat baik, karena setiap pengambilan keputusan didiskusikan dengan berbagai pihak.

Indikator selanjutnya untuk mengukur pengendalian dan pegawasan pimpinan dalam proses pengurusan izin, pada tabel 18 dan 21 responden menyatakan bahwa adanya pengawasan dari pimpinan di daerah yang dimohon izin penebangan kayu di daerah Kabupaten Dinas Kehutanan, dan dilakukan pengawasan langsung juga dari Dinas Kehutanan Provinsi untuk langsung melakukan pengawasan lahan yang dimohonkan izin penebangan kayu.

Dari hasil pengamatan, pada tabel 24 dan 25, responden menyatakan bahwa ada biaya dalam pengurusan izin tetapi biaya itu berupa bank garansi yang seperti deposito yang menjadi salah satu syarat dalam pengurusan izin yang diberikan kepada Menteri Kehutanan melalui Bank, biaya tersebut yang telah ditetapkan dengan jelas dalam prosedur.

Berdasarkan analisa data dengan menggunakan korelasi spearman rank antara Penerapan Prosedur dengan Pemberian Izin di dapat hasil 0,663 sedangkan nilai t hitung dengan taraf signifikan 5 % untuk N = 90 diperoleh t tabel 1,99 tenyata t-hitung (7,807) lebih besar dari nilai r-tabel (1,99). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara Penerapan Prosedur terhadap Pemberian Izin di Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.

Maka dapat disimpulkan bahwa hasil analisa data yang menyatakan bahwa Penerapan Prosedur di Kantor Dinas Kehutanan termasuk kategori tinggi (90 %) yang artinya bahwa Penerapan Prosedur mempunyai hubungan yang positif terhadap pemberian izin khususnya memberikan izin penebangan kayu di provinsi sumatera utara.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait