C. Proses Sensorik Motorik
3. Hubungan Proses Sensorik Dengan Perilaku
Proses sensoris menyebabkan manusia mengenal alam di luar dirinya yang berguna untuk mengembangkan dirinya sebagai makhluk sosial. Akibat dari proses sensoris manusia dapat berperilaku dalam bentuk:
1). Fantasi
Pengertian fantasi adalah suatu daya jiwa untuk menciptakan sesuatu yang baru. Menurut terjadinya fantasi dapat dibagi dua yaitu fantasi yang disadari dan fantasi yang tidak disadari. Fantasi disadari dipimpin oleh akal dan kemauan (fantasi aktif), sedangkan fantasi tidak disadari tidak dipimpin oleh akal dan kemauan (fantasi pasif). Kegunaan dari fantasi adalah:
(a). Menciptakan sesuatu yang baru.
(b). Dapat bersimpati sesama manusia walaupun jauh.
(c). Dapat mengikuti perjalanan sejarah, walau masa lalu.
(d). Dapat menghilangkan duka ke dunia yang indah.
Sedangkan bahaya dari fantasi adalah:
(a). Akan sering menghadapi kesulitan hidup.
(b). Lebih sering berdusta, lebih-lebih pada anak-anak.
(c). Mudah tergelincir ke dunia yang berlebihan.
(d). Mudah sekali tergelincir ke dunia yang berlebihan.
2). Berpikir
Pengertian berpikir adalah gejala jiwa yang dapat menghubungkan pengetahuan yang dimiliki manusia. Berpikir merupakan proses Tanya jawab antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan apa yang baru dengan menggunakan akal. Hubungan dapat terjadi sebagai sebab akibat, hubungan tempat, hubungan perbandingan dan hubungan waktu. Proses yang dilalui dalam berpikir adalah:
(a). Pembentukan pengertian, artinya manusia menyisakan pengertian walau hanya sedikit.
(b). Pembentukan pengertian, artinya manusia menggabungkan beberapa pendapat.
(c). Pembentukan kesimpulan, artinya manusia membuat keputusan dari berbagai alternatif keputusan.
Perkembangan berpikir pada anak sesuai dengan tahap perkembangan dibagi menjadi:
(a). Taraf kongkrit, sesuatu dapat dipikirkan apabila berbentuk nyata.
(b). Taraf bagan, sesuatu dapat dipikirkan walau hanya berwujud bagan.
(c). Taraf abstrak, sudah dapat berpikir sesuai dengan apa yang dipikirkannya.
3). Perasaan
Pengertian perasaan adalah pernyataan jiwa yang dapat mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang atau tidak senang. Jadi sifat perasaan adalah pernyataan jiwa yang diwujudkan dalam bentuk senang-tidak senang, sedih-gembira dan lain-lain. Perasaan manusia dibagi menjadi 2 yaitu:
(a). Golongan eukoloi yaitu orang yang selalu merasa gembira dan optimis.
(b). Golongan diskoloi yaitu orang merasa tidak senang, murung dan posimis.
Intensitas perasaan dapat disimpulkan:
(a). Perasaan yang diikuti dengan pengamatan lebih kuat daripada yang diikuti oleh tanggapan.
(b). Perasaan yang menyertai pembau dan pengecap lebih kuat dari pada penglihat.
(c). Kekuatan perasaan dipengaruhi oleh jasmani dan rohani.
(d). Frekuensi mengalami peristiwa yang sama, perasaan akan makin berkurang.
Perasaan-perasaan yang menyertai kehidupan sehari-hari disebut warna afektif, sedang besar kecilnya warna afektif disebut emosi.
Simons, Morton, Greene, dan Gottlieb (1995) mengemukan teori Stimulus-Organisme-Respon (S-O-R) yang dapat menjadi salah satu dasar untuk menjelaskan hubungan proses sensoris dengan perilaku. Teori ini menjelaskan bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung dari kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. Proses perubahan perilaku pada hakekatnya sama dengan proses belajar, Hovland et. al., (cit. Notoatmodjo, 1997). Stimulus yang diberikan pada organisme dapat diterima atau ditolak. Bila stimulus diterima berarti stimulus yang diberikan efektif dan telah mendapatkan perhatian dari organisme dan mengerti terhadap stimulus, serta pada proses berikutnya berupa mengelola stimulus sehingga terjadi kesediaan untuk bertindak/berperilaku. Proses terjadinya perubahan perilaku dapat dilihat pada gambar 2 sebagai berikut.
Gambar 2. Teori S-O-R (Simons, et. al., 1995)
Skema atau konsep lain mengenai proses sensoris dapat digambarkan sebagai berikut :
S R O E P M/R (Stimulus) (Reseptor) (Otak/pusat saraf) (Efektof) (Perilaku) (Motoris/Respon)
Gambar 3 . Modifikasi proses sensoris Gerungan, (1977).
Stimulus Indra Otak Indra Motoris (response)
Gambar 4. Modifikasi proses sensoris Gerungan, (1977).
Mekanisme proses sensorik pada gambar 3 dan 4, dijelaskan bahwa proses sensoris dimulai dengan adanya stimulus atau rangsangan ( S ), kemudian dengan reseptor ( R ) berlangsung proses panca indra (baik mata, telinga, hidung, kulit, lidah) sesuai dengan datangnya stimulus, dan indra mana yang menerima terlebih dahulu dikirim ke pusat saraf atau otak ( O ), dilanjutkan dengan otak memerintahkan kepada indra maupun efektor ( E ) untuk membuat gerakan, baik lewat motorik (kaki, tangan atau gerakan yang lain) dan gerakan-gerakan dari alat indra atau disebut response dengan suatu aktivitas atau perilaku.
Stimulus -Perhatian
-Pengertian -Penerimaan
Reaksi tertutup
Reaksi terbuka
Proses sensorik menyebabkan manusia mengenal alam di luar dirinya yang berguna untuk mengembangkan dirinya sebagai makhluk sosial. Akibat dari proses sensorik manusia dapat berperilaku dalam bentuk :
1). Fantasi : yaitu daya jiwa untuk menciptakan sesuatu yang baru. Menurut terjadinya fantasi dibagi dua yaitu fantasi yang disadari dan tidak disadari.
Fantasi disadari dipimpin oleh akal dan kemauan (fantasi aktif), sedangkan fantasi tidak disadari tidak dipimpin oleh akal dan kemauan (fantasi pasif).
Kegunaan dari fantasi adalah : (a). Menciptakan sesuatu yang baru.
(b). Dapat bersimpati sesama manusia walaupun jauh.
(c). Dapat mengikuti perjalanan sejarah, walau masa lalu.
(d). Dapat menghilangkan duka ke dunia yang indah.
Sedangkan bahaya dari fantasi adalah : (a). Akan sering menghadapi kesulitan hidup.
(b). Lebih sering berdusta, lebih-lebih pada anak-anak.
(c). Mudah tergelincir ke dunia yang berlebihan.
(d). Mudah sekali tergelincir ke dunia yang berlebihan.
2). Berpikir : adalah gejala jiwa yang dapat menghubungkan pengetahuan yang dimiliki manusia. Berpikir merupakan proses tanya jawab antara pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dengan apa yang baru dengan menggunakan akal.
Hubungan dapat terjadi sebagai sebab akibat, hubungan tempat, hubungan perbandingan dan hubungan waktu.
Proses yang dimulai dalam berpikir adalah :
(a). Pembentukan pengertian, artinya manusia menyisakan pengertian walau hanya sedikit.
(b). Pembentukan pengertian, artinya manusia menggabungkan beberapa pendapat
(c). Pembentukan kesimpulan, artinya manusia membuat keputusan dari berbagai alternatif keputusan.
Perkembangan berpikir pada anak sesuai dengan tahap perkembangan dibagi menjadi :
(a). Taraf kongkrit, sesuatu dapat dipikirkan apabila berbentuk nyata.
(b). Taraf bagan, sesuatu dapat dipikirkan walau hanya berwujud bagan.
(c). Taraf abstrak, sudah dapat berpikir sesuai dengan apa yang dipikirkannya.
3). Perasaan : adalah pernyataan jiwa yang dapat mempertimbangkan dan mengukur sesuatu menurut rasa senang atau tidak senang. Jadi sifat perasaan adalah pernyataan jiwa yang diwujudkan dalam bentuk senang, tidak senang, sedih-gembira dan lain-lain.
Perasaan menusia dibagi menjadi dua yaitu :
(a). Golongan eukoloi yaitu orang yang selalu merasa gembira dan optimis.
(b). Golongan diskoloi yaitu orang merasa tidak senang, murung dan pesimis.
Intensitas perasaan dapat disimpulkan :
(a). Perasaan yang diikuti dengan pengamatan lebih kuat daripada yang diikuti oleh tanggapan.
(b). Perasaan yang menyertai pembau dan pengecap lebih kuat daripada penglihat.
(c). Kekuatan perasaan dipengaruhi oleh jasmani dan rohani.
(d). Frekuensi mengalami peristiwa yang sama, perasaan akan makin berkurang.
Perasaan-perasaan yang menyertai kehidupan sehari-hari disebut warna afektif, sedang besar kecilnya warna afektif disebut emosi.
D. Asuhan keperawatan (Askep) Klien Dengan Gangguan Proses Sensorik