1210 Bagian Kesatu
Hubungan Wewenang Pasal 15
1211. (1) Urusan pemerintahan yang dapat diserahkan
kepada Daerah dibagi antara Pemerintah, Provinsi, dan Kabupaten/Kota berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, efisiensi, dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkat pemerintahan sesuai dengan kepentingan, aspirasi, dan prakarsa masyarakat setempat berdasarkan peraturan perundangan-undangan.
Dalam penyelenggaraan otonomi daerah mutlak diatur tentang hubungan antara Pemerintah dengan daerah otonom. Hal ini didasarkan kepada pemikiran bahwa otonomi daerah bersumber dari penyerahan dan/atau pengakuan oleh Pemerintah. Mengingat pencapaian tujuan negara dibebankan pencapaiannya kepada Pemerintah maka sudah seharusnya Pemerintah Daerah yang merupakan subordinat dari Pemerintah Nasional senantiasa mengembangkan sinergisitas hubungan antar tingkat pemerintahan. lnilah urgensi perlunya pengaturan hubungan antar tingkat pemerintahan dan antar daerah:
1212. (2) Urusan pemerintahan yang diserahkan kepada
Daerah ada yang bersifat wajib dan pilihan.
1213. (3) Urusan pemerintahan yang diserahkan kepada
Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disertai dengan penyerahan sumber pendanaan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.
1214. (4) Urusan pemerintahan yang tidak diserahkan
adalah urusan pemerintahan dalam bidang hubungan luar negeri, yustisi, pertahanan,
Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di www.parlemen.net
www.parlemen.net
NO RUU DPR RI RUU PEMERINTAH KETERANGAN PEMERINTAH
keamanan, moneter, .fiskal nasional, agama, dan bagian tertentu urusan pemerintahan lainnya.
1215. (5) Bagian tertentu urusan pemerintahan yang
menjadi urusan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mencakup:
1216. a. pengaturan mengenai norma, standar dan
prosedur penyelenggaraan urusan Pemerintah dan kebijakan lain yang berskala nasional;
1217. b. pembinaan dan pengawasan atas
penyelenggaraan pemerintahan daerah;
1218. c. manajemen Pegawai Negeri Sipil yang
berskala nasional;
1219. d. urusan pemerintah yang bersifat:
1220. 1) penciptaan stabilitas nasional untuk
peningkatan kemakmuran dan perlindungan rakyat serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara;
1221. 2) lintas necara dan lintas Provinsi;
1222. 3) strategis yang berskala nasional;
1223. 4) pengakuan kewarganegaraan dan
keimigrasian;
1224. 5) penegakan peraturan
perundang-undangan dan kebijakan nasional serta sosialisasinya pada tingkat nasional dan internasional;
1225. 6) perlindungan Hak-hak Asasi Manusia;
Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di www.parlemen.net
www.parlemen.net
NO RUU DPR RI RUU PEMERINTAH KETERANGAN PEMERINTAH
dan adil bagi sernua warga negara;
1227. 8) penyediaan pelayanan umum yang
berupa dokumen negara yang seragam/sama bagi semua penduduk;
1228. 9) peningkatan efisiensi atas
terselenggaranya pelayanan masvarakat yang berskala nasional;
1229. 10) penciptaan iklim yang kondusif untuk
menjalin kerjasama antar provinsi dan antar negara dalam mengembangkan perekonomian nasional;
1230. 11) penggunaan/pengelolaan teknologi yang
memiliki resiko tinggi;
1231. 12) pengelolaan dan konservasi sumber daya
alam dan lingkungan hidup untuk kepentingan nasional;
1232. 13) penyebaran sumber daya manusia
profesional yang strategis secara nasional;
1233. 14) penyediaan kesempatan untuk
memperoleh pekerjaan yang berskala nasional dan internasional;
1234. 15) penyediaan tenaga kerja yang mempunyai
daya saing nasional dan internasional;
1235. 16) pelestarian aset nasional;
1236. 17) pengamanan pelaksanaan dan sosialisasi
perjanjian internasiona! atas nama negara;
Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di www.parlemen.net
www.parlemen.net
NO RUU DPR RI RUU PEMERINTAH KETERANGAN PEMERINTAH
1237. 18) penetapan dan pengamanan kebijakan
perdagangan luar negeri;
1238. 19) prasarana dan sarana nasional:
1239. 20) penetapan kriteria Pahlawan nasional;
1240. (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan
urusan pemerintahan yang tidak diserahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 16
1241. (1) Provinsi dalam menyelenggarakan urusan
pemerintahan yang diserahkan diberi wewenang oleh Pemerintah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dengan kriteria pembagian urusan pemerintahan sebagairnana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) dan (5) yang cakupannya berskala regional.
1242. (2) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) meiiputi urusan wajib dan urusan pilihan sesuai dengan kondisi dan karakter Daerah.
1243. (3) Urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) meliputi:
1244. a. pengendalian lingkungan hidup yang
berdampak regional;
1245. b. pengelolaan perkembangan dan administrasi
kependudukan yang berskala regional;
1246. c. penanganan wabah penyakit menular dan
Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di www.parlemen.net
www.parlemen.net
NO RUU DPR RI RUU PEMERINTAH KETERANGAN PEMERINTAH
1247. d. perencanaan struktur tata ruang wilayah
provinsi, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian ruang wilayah provinsi serta penatagunaan tanah dan penataan ruang lintas Kabupaten/Kota;
1248. e. perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan
pengendalian pembangunan dalam cakupan regional;
1249. f. pendidikan dan pelatihan bidang tertentu dan
alokasi sumber daya manusia potensial yang cakupannya regional;
1250. g. penyelenggaraan ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat di wilayah Provi nsi;
1251. h. penyediaan pelayanan sosial untuk
menanggulangi masalah-masalah sosial lintas kabupaten/kota;
1252. i. pelayanan bidang ketenagakerjaan untuk
menanggulangi masalah-masalah ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota;
1253. j. melaksanakan pelayanan dasar yang tidak
atau belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota yang tata cara pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
1254. k. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya
yang berskala regional yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan bila dilaksanakan oleh kabupaten/kota; dan
1255. l. penyelenggara, pelayanan dasar lainnya yang
Naskah ini telah diproses oleh Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia dan ditampilkan di www.parlemen.net
www.parlemen.net
NO RUU DPR RI RUU PEMERINTAH KETERANGAN PEMERINTAH
oleh Pemerintah.
1256. (4) Untuk pelaksanaan urusan wajib sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) mengacu pada standar pelayanan minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah.
1257. (5) Urusan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) adalah urusan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi, karakter dan potensi unggulan Daerah.
Pasal 17
1258. (1) Kabupaten dan Kota dalam menyelenggarakan
urusan pemerintahan yang diserahkan oleh Pemerintah diberi wewenang untuk mengatur dan mengurus semua urusan pemerintahan selain urusan pemerintahan yang diatur dalam Pasal 15 ayat (4) dan (5) serta Pasal 16, dengan kriteria pembagian urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.
1259. (2) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) meliputi urusan wajib dan urusan pilihan sesuai dengan kondisi dan karakter Daerah.
1260. (3) Urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) adalah pelayanan dasar yang berkaitan dengan:
1261. a. perlindungan hak-hak konstitusional warga
negara;
1262. b. perlindungan kepentingan nasional yang