• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN TERHADAP TAYANGAN IKLAN TELEVISI Semakin maraknya tayangan iklan televisi tentunya akan menimbulkan

1) Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kejelasan Informas

Tingkat pendidikan terbukti berhubungan nyata (p=0.012<0.05) positif dengan penilaian terhadap tayangan iklan dari segi kejelasan informasi pada

]‟tingkat keeratan hubungan rendah tetapi pasti (γs=0.280). Hasil ini

menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula penilaian terhadap tayangan iklan televisi dari segi kejelasan informasi. Hal ini dikarenakan responden yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih mudah memahami kejelasan informasi yang disampaikan tayangan iklan televisi dibandingkan dengan responden yang berpendidikan rendah. 2) Hubungan Jenis Pekerjaan dengan Kejelasan Informasi

Jenis pekerjaan berhubungan nyata (p=0.022<0.05) psoitif dengan penilaian terhadap tayangan iklan dari segi kejelasan informasi pada tingkat keeratan hubungan rendah tetapi pasti (C=0.328). Artinya status pekerjaan menentukan penilaian akan kejelasan informasi yang disampaikan iklan. Responden yang memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga memiliki penilaian yang tinggi akan kejelasan informasi tayangan iklan. Hal ini salah satunya dikarenakan mereka lebih sering menonton televisi, sehingga iklan televisi yang sering diulang akan membuat mereka lebih mudah memahami informasi yang disampaikan tayangan iklan.

Meskipun tidak nyata secara statistik, tetapi beberapa korelasi menunjukkan hubungan yang rendah tetapi pasti (C=0.2-0.4), diantaranya tingkat pendidikan

status pekerjaan dengan kesesuaian (C=0.209), status pekerjaan dengan terpercaya (C=0.204), dan status pekerjaan dengan manfaat produk (C=0.220). Hasil pengujian tidak adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penilaian tayangan iklan televisi diantara responden yang berbeda karakteristik. Secara umum mereka memiliki penilaian tayangan iklan televisi yang relatif sama. Hasil pengujuan adanya hubungan nyata ini membuktikan bahwa karakteristik responden berhubungan nyata dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi. Hipotesis pertama yang berbunyi “terdapat hubungan nyata antara

karakteristik responden dengan penilaian terhadap tayangan iklan” dapat diterima

untuk tingkat pendidikan dan status pekerjaan dengan penilaian tayangan iklan dari segi kejelasan informasi.

Tabel 15 Koefisien korelasi antara karakteristik khalayak dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi di Desa Sukamaju tahun 2014

Karakteristik khalayak

Koefisien

Korelasi1)1Daya Penilaian terhadap tayangan Iklan televisi tarik

Kejelasan

informasi Kesesuaian Terpercaya

Manfaat produk Jenis kelamin χ 2 0.921 0.440 6.144* 2.133 0.107 Usia γs 0.079 -0.111 0.15 0.088 -0.144 Tingkat pendidikan γs 0.176 0.240 0.025 -0.010 0.020 Tingkat pendapatan γs -0.029 0.061 -0.097 -0.067 -0.089 Jenis pekerjaan χ 2 1.947 9.281* 0.141 3.394 4.590 ket: 1)γ

s= koefisien Rank Spearman χ2= koefisien Chi Square * berhubungan nyata (p<0,05)

Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa karakteristik responden berhubungan dengan penilaian terhadap tayangan iklan, meskipun hanya satu variabel yang berhubungan, yaitu status pekerjaan dengan penilaian terhadap kejelasan informasi. Status pekerjaan berhubungan nyata (p=0.026<0.05) positif terhadap penilaian tayangan iklan televisi dari segi kejelasan informasi dengan tingkat keeratan hubungan (γs= 0.434) yang cukup berarti. Perbedaan status pekerjaan menentukan penilaian terhadap kejelasan informasi. Namun, sebagian besar karakteristik responden tidak berhubungan dengan penilaian terhadap tayangan iklan. Hal tersebut terlihat dari hasil p>0.05. Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan status pekerjaan tidak menunjukkan hubungan nyata. Namun sebagian besar variabel tidak berhubungan menunjukkan tingkat keeratan rendah tetapi pasti (γs=0.2-0.4), yaitu jenis kelamin dan status pekerjaan dengan penilaian daya tarik, jenis kelamin dan status pekerjaan dengan penilaian kejelasan informasi, jenis kelamin dengan penilaian kesesuaian, jenis kelamin dan status pekerjaan dengan penilaian terpercaya, dan status pekerjaan dengan manfaat produk. Hasil pengujian tidak adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penilaian tayangan iklan televisi diantara responden yang berbeda karakteristik. Secara umum mereka memiliki penilaian tayangan iklan televisi yang relatif sama.

Hasil pengujian adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa karakteristik responden berhubungan nyata dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi.

Hipotesis yang berbunyi ”terdapat hubungan nyata antara karakteristik responden dengan penilaian terhadap tayangan iklan” dapat diterima untuk jenis kelamin dengan penilaian terhadap kesesuaian iklan, dan status pekerjaan dan kejelasan informasi

Tabel 16 Koefisien korelasi antara karakteristik khalayak dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi di Desa Cibodas tahun 2014

Karakteristik Koefisien

Korelasi1) Penilaian terhadap tayangan Iklan televisi

Khalayak Daya

tarik

Kejelasan

informasi Kesesuaian Terpercaya

Manfaat produk Jenis kelamin χ2 7.619 2.500 1.667 3.135 0.533 Usia γs -0.109 0.000 0.102 0.056 0.115 Tingkat pendidikan γs -0.192 -0.022 0.094 -0.250 -0.011 Tingkat pendapatan γs -0.252 -0.236 -0.171 -0.217 -0.061 Jenis pekerjaan χ2 7.316 3.920 8.939* 6.258 3.152 ket: 1)γ

s= koefisien Rank Spearman * berhubungan nyata (p<0.05)

Hasil Tabel 16 menunjukkan bahwa karakteristik responden berhubungan dengan penilaian terhadap tayangan iklan, meskipun hanya satu variabel yang berhubungan yaitu status pekerjaan dengan penilaian kesesuaian. Status pekerjaan berhubungan nyata (p=0.030<0.05) positif (γs=0.427) dengan penilaian kesesuaian tayangan iklan televisi pada tingkat keeratan hubungan cukup berarti. Tetapi sebagian besar variabel tidak berhubungan, dari hasil p>0.05. Jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan status pekerjaan tidak menunjukkan hubungan nyata. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penilaian tayangan iklan diantara responden yang berbeda karakteristik. Namun beberapa korelasi menunjukkan tingkat keeratan rendah tetapi pasti (γs=0.2-0.4), yaitu jenis kelamin dan status pekerjaan dengan penilaian daya tarik, jenis kelamin dan status pekerjaan dengan penilaian kejelasan informasi, jenis kelamin dengan penilaian kesesuaian, jenis kelamin dan status pekerjaan dengan penilaian terpercaya, dan status pekerjaan dengan manfaat produk. Hasil pengujian tidak adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penilaian tayangan iklan televisi diantara responden yang berbeda karakteristik. Secara umum mereka memiliki penilaian tayangan iklan televisi yang relatif sama.

Hasil pengujian adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa karakteristik responden berhubungan nyata dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi.

Hipotesis yang berbunyi”terdapat hubungan nyata antara karakteristik responden

dengan penilaian terhadap tayangan iklan” dapat diterima untuk status pekerjaan

Hubungan Karakteristik Lingkungan Sosial dengan Penilaian terhadap Tayangan Iklan Televisi

Hasil pengujian menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan sosial responden tidak terbukti berhubungan nyata dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi (tabel 17).

Tabel 17 Koefisien korelasi antara karakteristik lingkungan sosial responden dengan keseluruhan penilaian terhadap tayangan iklan televisi tahun 2014

Karakteristik lingkungan sosial

Penilaian terhadap tayangan Iklan televisi

Sukamaju Cibodas Seluruh responden

Interaksi keluarga 0.290 0.302 0.290

Interaksi teman 0.059 0.174 0.109

Tabel 17 menunjukkan bahwa variabel karakteristik lingkungan sosial responden tidak berhubungan nyata dengan penilaian terhadap tayangan iklan. Meskipun secara tidak berhubungan nyata secara statistik tetapi ada satu variabel korelasi yang menunjukkan hubungan rendah tetapi pasti (γs=0.290), yaitu interaksi keluarga dengan penilaian terhadap tayangan iklan. Hasil pengujian tidak adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan penilaian tayangan iklan televisi diantara responden yang berbeda karakteristik lingkungan sosial. Hal ini dikarenakan penilaian mereka terhadap tayangan iklan memang berdasarkan penilaian dari individu masing-masing bukan karena hasil interaksi dari teman atau keluarga tentang tayangan iklan. Hipotesis yang berbunyi

“terdapat hubungan nyata antara kerakteristik lingkungan sosial responden dengan

penilaian terhadap tayangan iklan” ditolak.

Hubungan Keterdedahan Iklan Televisi dengan Penilaian terhadap Tayangan Iklan

Hasil pengujian hubungan antara keterdedahan tayangan iklan televisi dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi pada Tabel 18 terbukti berhubungan nyata yang ditunjukkan oleh keterdedahan iklan dengan aspek daya tarik, kejelasan informasi, kesesuaian, dan terpercaya.

Tabel 18 Koefisien korelasi antara keterdedahan iklan televisi dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi tahun 2014

Keterdedahan iklan

Penilaian Terhadap Tayangan Iklan Daya

tarik

Kejelasan informasi

Kesesuaian Terpercaya Manfaat

Produk Seluruh responden Sukamaju Cibodas 0.165 0.535* -0.020 0.245* 0.408* 0.1500 0.1600 0.354* -0.1830 0.000** 0.503* -0.2360 0.205 0.236 0.211 ket:

Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa keterdedahan terhadap tayangan iklan televisi berhubungan dengan penilaian terhadap tayangan iklan. Variabel keterdedahan iklan televisi berhubungan nyata (p=0.028<0.05) positif dengan penilaian terhadap tayangan iklan televisi (γs=0.245) pada tingkat keeratan hubungan rendah tetapi pasti. Artinya semakin tinggi tingkat keterdedahan terhadap tayangan iklan semakin tinggi pula penilaian akan kejelasan informasi yang disampaikan iklan televisi. Hal ini dikarenakan semakin sering responden melihat tayangan iklan televisi, mereka akan semakin mudah memahami dan menangkap informasi yang disampaikan iklan televisi.

Meskipun secara statistik tidak berhubungan nyata tetapi ada satu variabel yang menunjukkan hubungan rendah tetapi pasti (γs= 0.205), yaitu keterdedahan iklan dengan manfaat produk. Hasil pengujian tidak adanya hubungan nyata menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan penilaian tayangan iklan televisi diantara responden yang berbeda keterdedahan iklannya.

Hasil uji korelasi pada responden di Desa Sukamaju menunjukkan bahwa keterdedahan terhadap tayangan iklan televisi berhubungan dengan penilaian terhadap tayangan iklan. Variabel-variabel yang berhubungan dapat diuraikan sebagai berikut:

Dokumen terkait