HUMAN PAPILOMAVIRUS (HPV)
HPV masuk dalam famili Papovaviridae. Papovaviridae terdiri dari dua genus yaitu, Papillomavirus dan Polyomavirus. HPV dapat menyebabkan kutil dan beberapa genotipnya dapat menyebabkan kanker, misalnya karsinoma serviks.
Morfologi
HPV merupakan virus kecil dengan diameter 55 nm, memiliki genom DNA untai-ganda yang bulat, dan mengandung 5-8 pasangan kilobasa. HPV berbentuk simetri ikosahedral dan tidak memiliki envelop. HPV memiliki dua protein struktural yang membentuk 72 kapsomer. Kira-kira terdapat 80 tipe HPV yang sudah diidentifikasi, dan menyebabkan penyakit hanya di kulit dan membran mukosa, oleh karena itu dibedakan menjadi HPV kutaneus dan HPV mukosal. Virus dalam grup yang sama akan menyebabkan tipe kutil yang sama.
Replikasi
Replikasi DNA HPV berlangsung di dalam nukleus sel inang. Dimulai dengan masuknya HPV ke lapisan basal sel pada kulit. Setelah virus masuk dan mengalami uncoating, kemudian virus mengalami proses transkripsi, replikasi DNA, dan pembentukan virus baru di dalam nukleus. Early gene dari virus akan menstimulasi pertumbuhan sel dan menyebabkan replikasi genom virus dengan menggunakan DNA polimerase sel inang ketika membelah. Virus yang merangsang pertumbuhan menyebabkan stratum basal dan stratum spinosum menebal. Ketika sel basal berdiferensiasi, faktor nuklear spesifik pada lapisan kulit dan mukosa yang berbeda akan menyebabkan transkripsi gen virus. Late gene mengkode protein struktural yang diperlihatkan hanya pada diferensiasi terminal lapisan atas dan merusak keratin kemudian virus dilepaskan bersama dengan sel mati dari lapisan atas. Papilomavirus hanya dapat bermultiplikasi pada epitel skuamosa berlapis dan tidak dapat tumbuh dalam kultur sel, sedang polyomavirus dapat dikultur.
Patogenesis
HPV bereplikasi pada epitel skuamosa kulit (kutil) dan membran mukosa (papiloma genital, oral dan konjungtiva) dan menginduksi proliferasi epitel. Tipe HPV tergantung jaringan spesifiknya dan menyebabkan manifestasi penyakit yang berbeda. Kutil berkembang sebagai hasil stimulasi virus terhadap pertumbuhan sel dan penebalan stratum basal serta lapisan prickle (stratum spinosum). Koilosit sebagai karakteristik infeksi HPV memperbesar keratinosit dengan halo yang jernih disekeliling inti yang berkerut. Butuh waktu sekitar 3-4 bulan bagi kutil untuk berkembangbiak. Infeksi virus biasanya hilang spontan, tetapi sering terjadi rekurensi.
HPV ada yang bersifat potensial onkogenik dan pernah ditemukan pada tumor jinak dan ganas, terutama papiloma mukosa. HPV 16 dan HPV 18 dapat menyebabkan karsinoma serviks dan displasia.
Mekanisme papiloma menghilang belum diketahui. Tetapi yang jelas imunitas seluler mempunyai peran penting, oleh karena pada penderita imunokompromis lebih sering terjadi rekurensi dengan manifestasi infeksi HPV dan papovavirus lain yang lebih berat.
Manifestasi Klinis
Sedikitnya 80 tipe HPV sudah diidentifikasi dan kesemua tipe tersebut hanya menginfeksi kulit dan membran mukosa, dengan gambaran lesi berupa kutil. Biasanya kutil ini jinak, namun dapat menjadi ganas tergantung tipe HPV, dan lokasi dari lesi.
Tabel 2. Penyakit yang ditimbulkan oleh HPV
Lesi Lokasi Tipe HPV
Lesi jinak
Veruka vulgaris
Veruka telapak kaki dan telapak tangan
Veruka butchers’ Veruka plana
Veruka genital (kondiloma akuminata)
Papiloma laring Juvenil
Lesi ganas atau berpotensial ganas
Veruka plana Bowenoid papulosis
Pre-malignan dan malignan intraepitel neoplasia
Karsinoma
Papiloma / karsinoma
Epidermodysplasia verruciformis
Kulit, lokasi bervariasi Tangan, kaki
Kedua tangan
Kulit, lokasi bervariasi Serviks, vulva, penis
Laring Kulit Vulva, penis Serviks, penis Serviks, penis Laring
Kulit, lokasi bervariasi 2,4 1,2,4 7 3 6,11 6,11 10 16 6,11,16,18,31,39-45,51-56 16,18 16 5,8,9,10,12,14,15,17,19-29
Gambar 8. Veruka plantar
Veruka vulgaris
Kutil ini memiliki karakteristik permukaan kulit kasar, berbenjol-benjol dengan diameter beberapa milimeter dan dalam jumlah yang banyak, terutama di tangan, lutut dan kaki. Biasanya tidak menimbulkan gangguan, hanya menimbulkan keluhan secara kosmetik saja. Namun kutil pada telapak kaki dapat menimbulkan rasa sakit, karena tertekan oleh beban tubuh, dan memerlukan terapi dengan segera.
Veruka plana
Kutil jenis ini lebih tumpul dan halus, Biasanya dijumpai pada anak-anak.
Veruka butchers’
Kutil ini disebabkan oleh HPV tipe 7, kutil ini berhubungan dengan pekerjaan pemotong daging.
Veruka genital / Kondiloma akuminata
Kondiloma akuminata termasuk salah satu penyakit yang ditularkan melalui kontak seksual, dan sering terjadi bersamaan dengan gonore atau infeksi klamidia. Kondiloma akuminata dapat terjadi pada pria dan wanita. Insiden tertinggi pada dewasa muda.
Kondiloma akuminata pada pria, biasanya dijumpai pada daerah penis (di sekeliling gland penis dan preputium), di dalam uretra/meatus uretra, di sekeliling anus dan di dalam rektum, terutama pada kaum homoseksual atau seksual peranal. Pada keadaan yang jarang kondiloma akuminata dapat berlanjut menjadi squamous cell carcinoma.
Pada wanita sering dijumpai pada vulva, vagina, serviks, disekeliling anus dan di perineum.
Bowenoid papulosis
Sindrom yang bermanifestasi berupa papul yang multipel pada penis atau vulva. Biasanya dijumpai pada dewasa muda. Walaupun bersifat jinak, namun dapat berlanjut menjadi ganas.
Pre-malignant intraepitelial displasia.
Histologi berupa gambaran epitel yang ireguler pada penis atau vulva, vagina , serviks.
Diagnosis Laboratorium
Kutil dapat dikenali dari karakteristik histologinya, yaitu hiperplasi sel prickle dan hiperkeratosis. Infeksi HPV dapat dideteksi dengan papanicolau smears dengan ditemukannya koilositosis (sitoplasma bervakuola) sel epitel skuamosa. DNA molecular probes dan PCR merupakan cara terbaik untuk menegakkan diagnosis infeksi HPV melalui pemeriksaan spesimen jaringan.
Gambar 9. HPV di bawah mikroskop elektron.
Pengobatan
Kutil dapat hilang spontan tetapi butuh waktu beberapa bulan sampai tahunan. Kutil diobati karena rasa sakit yang ditimbulkannya, alasan kosmetik dan mencegah penyebaran ke bagian lain di tubuh atau penyebaran ke orang lain. Kutil dapat diobati
dengan cryoterapi, elektrokauter atau dengan podophyllin meskipun rekurensi sering terjadi. Penyuntikan interferon dinilai bermanfaat. Penggunaan kondom dapat mencegah transmisi HPV secara seksual.
Epidemiologi
Beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan kejadian infeksi HPV genital, sehingga meningkatkan prevalensi karsinoma serviks dan penis. Infeksi HPV pada veruka telapak kaki dan butchers’ disebabkan karena rusaknya permukaan kulit.
KESIMPULAN
• Beberapa virus penyebab infeksi pada kulit adalah Poxvirus, Rubella virus, Morbili virus, Virus Varisela-Zoster, Virus Herpes Simpleks dan Human Papiloma virus.
• Kesemua virus tersebut menyebabkan manifestasi ruam kulit berupa makula, papula, vesikula, pustula dan kutil.
• Penularan penyakit melalui droplet pernapasan, kontak langsung dan hubungan seksual.
• Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan langsung partikel virus menggunakan mikroskop elektron dari bahan lesi, kultur sel dan serologi.
• Umumnya dapat sembuh sendiri, namun ada pula yang memerlukan pengobatan.
• Pencegahan umumnya dengan mencegah kontak dengan penderita dan vaksinasi.