• Tidak ada hasil yang ditemukan

1019 Huruf yang sama pada tabel menyatakan tidak berbeda pada uji one-way ANOVA pada taraf

HASIL Keragaman Kupu-kupu

1019 Huruf yang sama pada tabel menyatakan tidak berbeda pada uji one-way ANOVA pada taraf

kepercayaan 95%.

Gambar 2 Grafik jumlah spesies ( ) dan individu ( ) total di kawasan Telaga Warna selama 12 hari pengamatan. 0 20 40 60 80 100 120 140 160 08.00-08.30 08.31-09.00 09.01-09.30 09.31-10.00 10.01-10.30 10.31-11.00 13.00-13.30 13.31-14.00 14.01-14.30 14.31-15.00 15.01-15.30 15.31-16.00 Waktu Pengamatan Ju m la h

0 50 100 150 200 250 10 15 20 25 30 35 40 Suhu (0C) Jum la h 0 50 100 150 200 250 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 Kelembaban (%) Jum la h

Lokasi sekitar telaga memiliki keragaman kupu-kupu paling tinggi (H’ = 2,198 dan E = 0,734) dibandingkan tepi hutan (H’ = 2,062 dan E = 0,700), kebun teh (H’ = 1,939 dan E = 0,699), dan rumah (H’ = 1,865 dan E = 0,623) (Tabel 2).

Dari hasil perhitungan nilai kemiripan jenis, lokasi sekitar telaga dan sekitar rumah memiliki nilai kemiripan tertinggi (So = 0,475). Sedangkan kebun teh dan tepi hutan memiliki nilai kemiripan yang paling rendah (So = 0, 429) (Tabel 3).

Kondisi Lingkungan di Lokasi Pengamatan Pada saat pengamatan, suhu harian di sekitar telaga 18-35 °C dengan suhu rata-rata 22,15 °C, kebun teh 13-27 °C dengan suhu rata-rata 21,56 °C, tepi hutan 16-25 °C dengan suhu rata-rata 21,50 °C, dan sekitar rumah 16-27 °C dengan suhu rata-rata 21,03 °C. Rata-rata kelembaban di sekitar telaga 82,10%, kebun teh 73,54%, tepi hutan 76,40%, dan rumah 83,86%. Intensitas cahaya matahari di sekitar telaga 200-35500 lux, kebun teh 1100-40600 lux, tepi hutan 2000-38300 lux, rumah 1300-32600 lux.

Kelimpahan spesies dan individu kupu-kupu tertinggi ditemukan pada kisaran suhu 18-25 °C, kelembaban 72-91%, intensitas cahaya 3000-30000 lux (Gambar 3-5).

Tabel 2 Jumlah individu (N), jumlah spesies (S), indeks keragaman Shannon-Wiener (H’) dan sebaran keragaman Shannon (E) pada masing-masing lokasi Telaga Kebun Teh Tepi Hutan Rumah N 212 251 296 260 S 20 16 19 20 H’ 2,198 1,939 2,062 1,865 E 0,734 0,699 0,700 0,623

Tabel 3 Indeks similiaritas Sorensen (So) spesies kupu-kupu pada masing-masing lokasi pengamatan di kawasan Telaga Warna

Lokasi Telaga Kebun Teh Tepi Hutan Rumah Telaga - 0,444 0,436 0,475 Kebun Teh - 0,429 0,444 Tepi Hutan - 0,462 Rumah -

Gambar 3 Grafik hubungan suhu dengan kelimpahan spesies (□) dan individu (▲) kupu-kupu di kawasan Telaga Warna selama 12 hari pengamatan.

Gambar 4 Grafik hubungan kelembaban dengan kelimpahan spesies (□) dan individu (▲) kupu-kupu di kawasan Telaga Warna selama 12 hari pengamatan.

5

0 5 10 15 20 25 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 Intensitas Cahaya (lux)

Ju

m

la

h

Gambar 5 Grafik hubungan intensitas cahaya dengan kelimpahan spesies (□) dan individu (▲) kupu-kupu di kawasan Telaga Warna selama 12 hari pengamatan.

PEMBAHASAN

Dari 22 spesies yang ditemukan di empat lokasi di kawasan Telaga Warna (Lampiran 3), Delias belisama, Ypthima sp. dan D. crithoe merupakan spesies yang paling dominan. Kebun teh, tepi hutan dan sekitar rumah didominasi oleh D. belisama, sementara di sekitar telaga didominasi oleh Ypthima sp. Berbeda dengan ketiga spesies tersebut, Papilio paris hanya ditemukan di sekitar telaga sementara Euploea eunice hanya ditemukan pada tepi hutan.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan PPLH IPB-UKF (2006) didapat 27 spesies yang didominasi oleh Ypthima pandocus. Dari perbandingan spesies yang ditemukan, terdapat 11 spesies kupu-kupu yang tidak ditemukan pada penelitian PPLH IPB-UKF (2006) sebelumnya, dan 16 spesies kupu-kupu yang tidak ditemukan pada penelitian ini (Lampiran 6). Hal tersebut disebabkan karena perbedaan lokasi pengamatan serta perbedaan dalam lamanya pengambilan sampel.

Adanya spesies yang melimpah atau terbatas pada tiap lokasi pengamatan dapat disebabkan daya dukung lingkungan seperti tersedianya tumbuhan pakan bagi larva kupu-kupu spesies tersebut (Yamamoto et al. 2007) serta tersedianya tanaman berbunga yang disukai oleh kupu-kupu. Kupu-kupu menyukai bunga yang beraroma manis dan memiliki bentuk pipih atau dalam, menggantung pada dahan, serta banyak mengandung tepung sari (Sastrodiharjo et al. 2000).

Menurut Kalshoven (1981)tanaman pakan larva Delias belisama dan D. crithoe (Pieridae) adalah Loranthaceae. Tanaman pakan larva Ypthima sp. (Nymphalidae) meliputi tumbuhan dari anggota famili Arecaceae, Cyperaceae,

dan Poaceae. Larva Papilio paris (Papilionidae) menyukai Annonaceae, Lauraceae, Magnoliaceae, dan Rutaceae sebagai tanaman pakannya, sementara larva Euploea eunice (Nymphalidae) menyukai Ficus (Moraceae). Menurut Kurniawan (2000), struktur vegetasi yang beragam pada suatu lokasi dapat menyebabkan kelimpahan spesies kupu-kupu.

Jumlah spesies terbanyak (19 spesies) ditemukan pada pukul 09.31-10.00 namun kelimpahan terbanyak (144 individu) ditemukan pada pukul 13.00-13.30. Sementara jumlah spesies dan kelimpahan terendah (6 spesies, 31 individu) ditemukan pada pukul 15.31-16.00. Rendahnya jumlah spesies dan individu yang ditemukan pada pukul 15.31-16.00 kemungkinan disebabkan oleh rendahnya intensitas matahari dan telah berkurangnya sumber nektar sehingga frekuensi aktivitas kupu-kupu berkurang. Menurut Peggie & Amir (2006), umumnya kupu-kupu aktif pada hari yang cerah, hangat, dan tenang, sekitar jam 9 pagi sampai jam 3 siang.

Dari pengamatan sampel di keempat lokasi, telaga dan rumah memiliki jumlah spesies paling banyak yaitu 20 spesies. Sementara jumlah individu paling banyak berada di tepi hutan (296 individu). Faktor yang mendukung tingginya jumlah spesies di telaga dan rumah dapat disebabkan antara lain oleh adanya jenis dan struktur vegetasi tumbuhan pakan yang sangat beragam serta terdapat tanaman berbunga di sekitar dua kawasan tersebut. Kebun teh merupakan daerah monokultur dengan struktur vegetasi di sekitarnya yang seragam, sehingga jumlah spesies yang didapat di kebun teh rendah.

Dalam penghitungan indeks keragaman Shannon-Wiener (H’), komponen yang

0 5 10 15 20 25 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 Intensitas Cahaya (lux)

Ju

m

la

h

Gambar 5 Grafik hubungan intensitas cahaya dengan kelimpahan spesies (□) dan individu (▲) kupu-kupu di kawasan Telaga Warna selama 12 hari pengamatan.

PEMBAHASAN

Dari 22 spesies yang ditemukan di empat lokasi di kawasan Telaga Warna (Lampiran 3), Delias belisama, Ypthima sp. dan D. crithoe merupakan spesies yang paling dominan. Kebun teh, tepi hutan dan sekitar rumah didominasi oleh D. belisama, sementara di sekitar telaga didominasi oleh Ypthima sp. Berbeda dengan ketiga spesies tersebut, Papilio paris hanya ditemukan di sekitar telaga sementara Euploea eunice hanya ditemukan pada tepi hutan.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan PPLH IPB-UKF (2006) didapat 27 spesies yang didominasi oleh Ypthima pandocus. Dari perbandingan spesies yang ditemukan, terdapat 11 spesies kupu-kupu yang tidak ditemukan pada penelitian PPLH IPB-UKF (2006) sebelumnya, dan 16 spesies kupu-kupu yang tidak ditemukan pada penelitian ini (Lampiran 6). Hal tersebut disebabkan karena perbedaan lokasi pengamatan serta perbedaan dalam lamanya pengambilan sampel.

Adanya spesies yang melimpah atau terbatas pada tiap lokasi pengamatan dapat disebabkan daya dukung lingkungan seperti tersedianya tumbuhan pakan bagi larva kupu-kupu spesies tersebut (Yamamoto et al. 2007) serta tersedianya tanaman berbunga yang disukai oleh kupu-kupu. Kupu-kupu menyukai bunga yang beraroma manis dan memiliki bentuk pipih atau dalam, menggantung pada dahan, serta banyak mengandung tepung sari (Sastrodiharjo et al. 2000).

Menurut Kalshoven (1981)tanaman pakan larva Delias belisama dan D. crithoe (Pieridae) adalah Loranthaceae. Tanaman pakan larva Ypthima sp. (Nymphalidae) meliputi tumbuhan dari anggota famili Arecaceae, Cyperaceae,

dan Poaceae. Larva Papilio paris (Papilionidae) menyukai Annonaceae, Lauraceae, Magnoliaceae, dan Rutaceae sebagai tanaman pakannya, sementara larva Euploea eunice (Nymphalidae) menyukai Ficus (Moraceae). Menurut Kurniawan (2000), struktur vegetasi yang beragam pada suatu lokasi dapat menyebabkan kelimpahan spesies kupu-kupu.

Jumlah spesies terbanyak (19 spesies) ditemukan pada pukul 09.31-10.00 namun kelimpahan terbanyak (144 individu) ditemukan pada pukul 13.00-13.30. Sementara jumlah spesies dan kelimpahan terendah (6 spesies, 31 individu) ditemukan pada pukul 15.31-16.00. Rendahnya jumlah spesies dan individu yang ditemukan pada pukul 15.31-16.00 kemungkinan disebabkan oleh rendahnya intensitas matahari dan telah berkurangnya sumber nektar sehingga frekuensi aktivitas kupu-kupu berkurang. Menurut Peggie & Amir (2006), umumnya kupu-kupu aktif pada hari yang cerah, hangat, dan tenang, sekitar jam 9 pagi sampai jam 3 siang.

Dari pengamatan sampel di keempat lokasi, telaga dan rumah memiliki jumlah spesies paling banyak yaitu 20 spesies. Sementara jumlah individu paling banyak berada di tepi hutan (296 individu). Faktor yang mendukung tingginya jumlah spesies di telaga dan rumah dapat disebabkan antara lain oleh adanya jenis dan struktur vegetasi tumbuhan pakan yang sangat beragam serta terdapat tanaman berbunga di sekitar dua kawasan tersebut. Kebun teh merupakan daerah monokultur dengan struktur vegetasi di sekitarnya yang seragam, sehingga jumlah spesies yang didapat di kebun teh rendah.

Dalam penghitungan indeks keragaman Shannon-Wiener (H’), komponen yang

6

menentukan besar kecilnya nilai indeks adalah jumlah spesies (species richness), kelimpahan individu setiap spesies (abundance) dan jumlah total individu. Dengan jumlah spesies relatif sama, tetapi jumlah total individu lebih banyak, maka keragamannya lebih kecil. Hal ini terlihat pada perbedaan keragaman kupu-kupu antara telaga dengan rumah. Jumlah spesies pada kedua lokasi tersebut sama (20 spesies), tetapi jumlah individu di ekosistem telaga lebih sedikit dibandingkan lokasi sekitar rumah, sehingga keragaman di telaga lebih tinggi dari rumah.

Indeks keragaman Shannon-Wiener (H’) secara keseluruhan berkisar antara 1,865-2,198. Hasil perhitungan sebaran keragaman Shannon (E) pada masing-masing lokasi pengamatan berkisar antara 0,623-0,734. Keragaman kupu-kupu tertinggi terdapat di telaga (H’ = 2,198 dan E = 0,734) dan keragaman terendah di rumah (H’ = 1,865 dan E = 0,623). Sebaran keragaman tertinggi berada di sekitar telaga (0,734) yang berarti memiliki penyebaran jenis paling besar. Sementara sebaran keragaman yang terendah berada di sekitar rumah. Semakin kecil nilai E mengindikasikan bahwa penyebaran jenis tidak merata. Penyebaran jenis juga erat kaitannya dengan dominasi, dimana bila nilai E kecil mengindikasikan terjadi dominasi dari jenis-jenis tertentu. Spesies yang mendominasi di sekitar rumah adalah Delias belisama.

Dari hasil perhitungan nilai kemiripan jenis menunjukkan bahwa secara keseluruhan keempat lokasi pengamatan memiliki indeks kemiripan yang hampir sama (0,429-0,475). Nilai indeks kemiripan tertinggi terdapat pada lokasi sekitar telaga dan rumah. Hal ini dapat disebabkan karena terdapatnya beberapa jenis tumbuhan berbunga yang sama antar kedua lokasi tersebut.

Dari faktor fisik yang teramati, kelimpahan spesies dan individu kupu-kupu tertinggi ditemukan pada kisaran suhu 18-25 °C, kelembaban 72-91%, intensitas cahaya 3000-30000 lux. Pada kondisi tersebut kemungkinan merupakan kondisi yang optimum bagi kupu-kupu untuk melakukan aktivitas harian seperti foraging, mencari pasangan serta oviposisi. Menurut Boonvanno et al. (2000) suhu mempengaruhi pertumbuh-an tpertumbuh-anampertumbuh-an pakpertumbuh-an kupu-kupu dewasa sehingga berhubungan dengan jumlah spesies dan individu kupu-kupu.

Secara tidak langsung kelembaban mempengaruhi kualitas tanaman pakan sehingga berpengaruh terhadap penyebaran

kupu-kupu serta kemampuan bertahan hidup kupu-kupu dewasa maupun larva (Blau 1980, diacu dalam Hamer et al. 2003 ).

Keragaman kupu-kupu berhubungan dengan intensitas cahaya, dimana semakin tinggi intensitas cahaya, maka keragaman kupu-kupu akan tinggi (Sparrow et al. 1994, diacu dalam Hamer et al. 2003). Namun pada penelitian ini keragaman kupu-kupu tertinggi hanya ditemukan hingga kisaran 30000 lux.

SIMPULAN

Ditemukan 22 spesies dari 5 famili kupu-kupu di kawasan Telaga Warna Cisarua Bogor. Keragaman kupu-kupu di sekitar telaga, tepi hutan dan rumah lebih tinggi dibandingkan kebun teh. Jenis kupu-kupu yang paling dominan di empat lokasi pengamatan adalah Delias belisama, Ypthima sp., dan Delias crithoe. Jumlah spesies terbanyak (19 spesies) ditemukan pukul 09.31-10.00, namun jumlah individu terbanyak (144 individu) ditemukan pukul 13.00-13.30.Kelimpahan individu kupu-kupu tertinggi ditemukan pada kisaran suhu 18-25 °C, kelembaban 72-91%, intensitas cahaya 3000-30000 lux.

SARAN

Perlu dilakukan penelitian keragaman kupu-kupu pada bulan yang berbeda serta keberadaan tumbuhan inang dari spesies kupu-kupu sehingga dapat mengetahui status dari kawasan Telaga Warna.

Dokumen terkait