• Tidak ada hasil yang ditemukan

2009 2008

Rp Rp

PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk

US$ 8.179.000 tahun 2009 dan US$ 8,179,000 in 2009 and

US$ 8.806.000 tahun 2008 76.882.600.000 96.425.700.753 US$ 8,806,000 in 2008

PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk

Demand Loan Demand loan

US$ 228.000 tahun 2009 dan US$ 228.000 in 2009 and

US$ 5.430.000 tahun 2008 2.143.200.000 59.458.500.000 US$ 5,430,000 in 2008

Omnibus Trade facility Omnibus Trade facility

US$ 4.508.036 tahun 2009 dan US$ 4,508,036 in 2009 and

US$ 4.544.111 tahun 2008 42.375.539.340 49.758.020.005 US$ 4,544,111 in 2008

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

US$ 694.324 tahun 2009 6.526.648.420 - US$ 694,324 in 2009

ABN Amro, N.V. Jakarta ABN Amro, N.V. Jakarta

US$ 4.450.000 tahun 2008 - 48.727.500.000 US$ 4,450,000 in 2008

PT Bank Chinatrust Indonesia PT Bank Chinatrust Indonesia

US$ 2.000.000 tahun 2008 - 21.900.000.000 US$ 2,000,000 in 2008

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

Rp 4.000.000.000 dan Rp 4,000,000,000 and

US$ 1.000.000 tahun 2008 - 14.950.000.000 US$ 1,000,000 in 2008

Jumlah 127.927.987.760 291.219.720.758 Total

PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk

Perusahaan dan anak perusahaan memperoleh fasilitas-fasilitas kredit sebagai berikut:

The Company and its subsidiaries obtained credit facilities as follows:

a. Perusahaan a. The Company

Pada bulan Juli 2008, Perusahaan

memperoleh fasilitas demand loan dengan jumlah maksimum sebesar US$ 7.000.000. Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang, terakhir jatuh tempo pada tanggal 24 Mei 2010.

In July 2008, the Company obtained a demand loan credit facility with maximum credit limit of US$ 7,000,000. This facility has been extended several times, the latest is due on May 24, 2010.

Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga mengambang yang pada awalnya ditetapkan sebesar 8,5% per tahun dan dijamin dengan:

This facility bears floating interest rate initially set at 8.5% per annum and is collateralized by:

 Piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan (Catatan 5 dan 6) dengan nilai penjaminan sebesar US$ 8.400.000.

 Jaminan perusahaan dari MII.

 Trade accounts receivable and

inventories of the Company (Notes 5 and 6) with a value of US$ 8,400,000.

 Corporate guarantee of MII. Perjanjian pinjaman mewajibkan Perusahaan

untuk mempertahankan rasio keuangan Debt

to Equity Ratio maksimum 3,5 : 1.

The facility obliged the Company to maintain financial ratio of Debt to Equity Ratio maximum at 3.5 : 1.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, fasilitas ini telah digunakan sebesar US$ 4.404.000 dan US$ 2.240.000.

As of December 31, 2009 and 2008, US$ 4,404,000 and US$ 2,240,000 of the loan facility has been utilized.

b. MII b. MII Pada bulan Juni 2006, MII memperoleh

fasilitas demand loan dengan jumlah maksimum pinjaman US$ 5.000.000.

In June 2006, MII obtained a demand loan facility with a total maximum credit limit of US$ 5,000,000.

Fasilitas pinjaman ini telah beberapa kali diperpanjang, terakhir jatuh tempo pada tanggal 30 Mei 2010.

This facility has been extended several times, the latest is due on May 30, 2010 .

Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga mengambang yang pada awalnya ditetapkan sebesar 8,5% per tahun dan dijamin dengan: Piutang usaha dan persediaan (Catatan 5

dan 6) milik MII dengan nilai penjaminan 125% dari fasilitas kredit.

Jaminan perusahaan dari MEB.

Letter of comfort dari Perusahaan.

This facility bears floating interest rate initially set at 8.5% per annum and is collateralized by:

 Trade accounts receivable and

inventories of MII (Notes 5 and 6) with a value of 125% of credit facility.

 Corporate guarantee of MEB

 Letter of comfort of the Company.

Perjanjian pinjaman mewajibkan MII untuk mempertahankan rasio keuangan Debt to

Equity Ratio maksimum 3,5 : 1.

The facility obliged MII to maintain financial ratio of maximum Debt to Equity Ratio shall be 3.5 : 1.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 fasilitas ini telah digunakan masing-masing sebesar US$ 3.775.000 dan US$ 3.736.000.

As of December 31, 2009 and 2008,

US$ 3,775,000 and US$ 3,736,000,

respectively, of the loan facility has been utilized.

c. MEB c. MEB

Pada bulan April 2008, MEB memperoleh fasilitas pinjaman dengan maksimum pinjaman sebesar US$ 6.000.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 14 April 2009 dan tidak diperpanjang lagi. Fasilitas ini dikenakan bunga 7,5% per tahun.

In April 2008, MEB obtained a credit facility

with a maximum credit limit of

US$ 6,000,000. This facility was due on April 14, 2009, and was no longer extended. This loan facility bears interest rate per annum 7.5%.

Pada tanggal 31 Desember 2008, fasilitas ini

telah digunakan oleh MEB sebesar

US$ 1.030.000 dan telah dilunasi seluruhnya pada tanggal 19 Pebruari 2009.

As of December 31, 2008, US$ 1,030,000 of this loan facility has been utilized by MEB, which was paid fully on February 19, 2009.

Pada bulan Nopember 2006, MEB

memperoleh fasilitas pinjaman dengan maksimum pinjaman US$ 1.800.000. Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang, terakhir jatuh tempo pada tanggal 17 Mei 2010.

In November 2006, MEB obtained a credit facility with a maximum credit limit of US$ 1,800,000. This facility has been extended several times, the latest is due on May 17, 2010.

Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga 6,5% per tahun dan dijamin dengan:

a. Piutang usaha dan persediaan MEB (Catatan 5 dan 6) dengan nilai penjaminan 125% dari fasilitas kredit;

b. Letter of comfort dari Perusahaan; c. Jaminan perusahaan dari MII.

This facility bears interest rate of 6.5% per annum and is collateralized by:

a. Trade accounts receivable and

inventories of MEB (Notes 5 and 6) with a value of 125% of credit facility;

b. Letter of comfort of the Company; c. Corporate guarantee of MII.

Perjanjian pinjaman mewajibkan MEB untuk mempertahankan rasio keuangan Debt to

Equity Ratio maksimum 2,5 : 1.

The facility obliged MEB to maintain financial ratio of maximum Debt to Equity shall be 2.5:1.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, fasilitas ini telah digunakan oleh MEB masing-masing sebesar nihil dan US$ 1.800.000.

As of December 31, 2009 and 2008, nil and US$ 1,800,000, respectively, of this loan facility has been utilized by MEB.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk

Demand Loan Demand Loan

Pada bulan Juni 2007, Perusahaan bersama dengan MEB dan MII memperoleh fasilitas kredit

dengan maksimum pinjaman sebesar

US$ 6.500.000. Tingkat bunga mengambang SIBOR 1 bulan + 2,75% per tahun. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2008 dan telah diperpanjang beberapa kali dan terakhir pada tanggal 2 Nopember 2009. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2010 dengan tingkat bunga Bank’s cost of fund + 3,25% per tahun.

In June 2007, the Company, together with MEB and MII, obtained a credit facility with a maximum credit limit of US$ 6,500,000. The facility bears a floating interest rate per annum of 1 month SIBOR plus 2.75%. This facility was due on June 30, 2008 and has been extended several times, the latest was on November 2, 2009. This facility is due on August 31, 2010 with interest rate per annum of Bank’s cost of fund + 3.25%.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, fasilitas ini telah digunakan oleh Perusahaan dan

anak perusahaan masing-masing sebesar

US$ 228.000 dan US$ 5.430.000.

As of December 31, 2009 and 2008,

US$ 228,000 and US$ 5,430,000 of this loan facility, respectively, has been utilized by the Company and its subsidiaries.

Omnibus Trade Facility Omnibus Trade Facility

Pada bulan Juni 2007, Perusahaan bersama dengan MEB dan MII juga memperoleh Omnibus

Trade Facility dengan maksimum pinjaman sebesar

US$ 5.000.000. Tingkat bunga mengambang SIBOR 1 bulan + 2,75% per tahun.

In June 2007, the Company, together with MEB and MII, also obtained an Omnibus Trade Facility with a maximum credit limit of US$ 5,000,000. The facility bears floating interest rate per annum of 1 month SIBOR plus 2.75%.

Fasilitas ini telah ditingkatkan dengan maksimum pinjaman sebesar US$ 10.000.000 dengan tingkat bunga mengambang SIBOR 1 bulan + 3,5% per tahun.

The facility’s limit has been increased to a maximum of US$ 10,000,000, with floating interest rate of 1 month SIBOR plus 3.5% per annum.

Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang, terakhir jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2010 dengan tingkat bunga Bank’s cost of fund + 3,25% per tahun.

This facility has been extended several times, the latest is due on August 31, 2010 with interest rate per annum of Bank’s cost of fund + 3.25%.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, fasilitas ini telah digunakan oleh Perusahaan dan

anak perusahaan masing-masing sebesar

US$ 4.508.036 dan US$ 4.544.111. Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan:

As of December 31, 2009 and 2008,

US$ 4,508,036 and US$ 4,544,111, respectively, of this loan facility has been utilized by the Company and its subsidiaries.

The facilities above are secured by: a. Jaminan perusahaan dari MEB dan MII.

b. Piutang usaha Perusahaan, MEB dan MII dengan jumlah sebesar Rp 92.560.000.000 (Catatan 5).

c. Persediaan Perusahaan, MEB dan MII dengan jumlah sebesar Rp 40.470.000.000 (Catatan 6).

a. Corporate guarantee of MEB and MII. b. Trade accounts receivable of the Company,

MEB and MII with a total amount of Rp 92,560,000,000 (Note 5).

c. Inventories of the Company, MEB and MII with a total amount of Rp 40,470,000,000 (Note 6).

Perjanjian pinjaman mewajibkan Perusahaan

bersama dengan MEB dan MII untuk

mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

 Current ratio minimum 1,25:1.

 Rasio jumlah pinjaman yang terbeban bunga terhadap ekuitas maksimum 2:1 di tahun 2009 dan 2,2:1 di tahun 2008.

The facilities obliged the Company, including MEB and MII, to maintain certain financial ratios as follows:

 Minimum current ratio shall be 1.25:1.

 Maximum ratio of total interest bearing debt to total equities shall be 2:1 in 2009 and 2.2:1 in 2008.

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

a. MII a. MII

Berdasarkan Surat Penawaran Kredit tanggal 2 Juni 2009, MII memperoleh fasilitas Invoice

Financing dan Term Loan dual currency

(dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah) dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar US$ 14.000.000.

Based on Credit Offering Letter dated June 2, 2009, MII obtained Invoice Financing & Term Loan facilities in dual currency (in US Dollar currency and Rupiah currency) with a total maximum amount of US$ 14,000,000.

Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan pembelian mesin dan peralatan untuk proyek-proyek pemerintahan yang disetujui Bank.

This facilities used to finance purchase of machinery and equipment for government projects which had been approved by Bank. Fasilitas Invoice Financing jatuh tempo 2 Juni

2010 dengan tingkat bunga sebesar 8,5% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 14,5% per tahun untuk mata uang Rupiah. Fasilitas Term Loan jatuh tempo 2 Juni 2012 dengan tingkat bunga sebesar 8,75% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 14,75% per tahun untuk mata uang Rupiah.

Invoice Financing Facility is due on June 2, 2010 bears an interest rate of 8.5% per annum for US Dollar currency and 14.5% per annum for Rupiah currency. Term Loan facility is due on June 2, 2012 bear an interest rate of 8.75% per annum for US Dollar currency and 14.75% per annum for Rupiah currency.

Fasilitas ini dijamin dengan: a. Jaminan perusahaan dari MEB. b. Letter of comfort dari Perusahaan.

c. Seluruh mesin dan peralatan yang dibiayai senilai 125% dari nilai penarikan.

d. Piutang usaha yang terjadi dari transaksi tersebut sebesar 125% dari nilai penarikan.

These facilities are collateralized by: a. Corporate guarantee of MEB. b. Letter of comfort of the Company. c. All of machinery and equipment financed

with total amount of 125% from drawdown amount.

d. Trade accounts receivable from the transactions with total amount of 125% from drawdown amount.

Fasilitas ini mewajibkan MII untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:

a. Debt to Equity ratio maksimum 3,5:1. b. EBITDA to Interest ratio minimum 2,5:1

c. Current ratio minimum 1:1 d. DSCR minimum 1:1

This facility obliged MII to maintain certain financial ratios as follows:

a. Maximum Debt to Equity ratio shall be 3.5:1. b. Minimum EBITDA to interest ratio shall be

2.5:1

c. Minimum current ratio shall be 1:1 d. Minimum DSCR shall be 1:1 Pada tanggal 31 Desember 2009, fasilitas

invoice financing telah digunakan oleh MII

sebesar US$ 694.324 dan fasilitas term loan belum digunakan oleh MII.

As of December 31, 2009, US$ 694,324 of invoice financing facility has been utilized by MII and term loan facility was not utilized by MII.

b. MEB b. MEB

Pada bulan Juni 2009, MEB memperoleh: In June 2009, MEB obtained:

1) Fasilitas Commercial Invoice Financing

(CIF) dengan maksimum fasilitas sebesar US$ 4.000.000 atau dalam Rupiah yang setara dengan US$ 4.000.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2010 dengan tingkat bunga sebesar 8% per tahun untuk fasilitas dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan 14% per tahun untuk fasilitas dalam Rupiah.

1) Commercial Invoice Financing (CIF) facility with a maximum facility of US$ 4,000,000 or in Rupiah equivalent to US$ 4,000,000. This facility is due on June 30, 2010 and bearing an interest rate per annum of 8% for US Dollar currency and 14% for Rupiah.

2) Fasilitas Rekening Koran (OD) dengan

maksimum fasilitas sebesar

Rp 1.000.000.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2010 dengan tingkat bunga sebesar 14,25% per tahun.

2) Overdraft Facilities (OD) with a maximum facility of Rp 1,000,000,000. This facility is due on June 30, 2010 and bearing an interest rate per annum of 14.25%.

Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan:

 Jaminan perusahaan dari MII.

 Piutang usaha dan/atau persediaan (Catatan 5 dan 6) maksimum 125% dari fasilitas CIF dan fasilitas OD.

These facilities are collateralized by:

 Corporate guarantee of MII.

 Trade accounts receivable and/or inventories (Notes 5 and 6) with a maximum amount of 125% of CIF facilities and OD facilities.

Fasilitas-fasilitas tersebut mewajibkan MEB untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

 Debt to equity ratio maksimum 3,5 : 1

 EBITDA to interest ratio minimum 2,5 : 1

 Current ratio minimum 1 : 1

These facilities obliged MEB to maintain certain financial ratios as follows:

Maximum debt to equity ratio shall be 3.5 : 1

Minimum EBITDA to interest ratio shall be 2.5 : 1

Minimum current ratio shall be 1 : 1 Pada tanggal 31 Desember 2009, MEB tidak

menggunakan fasilitas ini.

As of December 31, 2009, this facility was not utilized by MEB.

ABN AMRO BANK, N.V. ABN AMRO BANK, N.V.

Pada bulan Mei 2008, Perusahaan bersama dengan MEB dan MII memperoleh fasilitas kredit

dengan maksimum pinjaman sebesar

US$ 8.000.000, jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2009, dikenakan bunga minimum cost of fund + 2,75% per tahun, dan dijamin dengan:

a. Cash deposit margin yang mencakup minimal 5% dari jumlah pinjaman.

b. Piutang usaha Perusahaan, MEB serta MII (Catatan 5) sebesar US$ 10.000.000 atau 125% dari jumlah terhutang ditambah bunga yang masih harus dibayar.

In May 2008, the Company, together with MEB and MII, obtained a credit facility with a maximum credit limit of US$ 8,000,000, was due on May 19, 2009, bears an interest rate of minimum cost of fund plus 2.75% per annum, and is collateralized by:

a. Cash deposit margin covering a minimum of 5% of total outstanding facility.

b. Trade accounts receivable of the Company, MEB and MII (Note 5) aggregating to US$ 10,000,000 or 125% of any total outstanding debt plus accrued interest.

Pada tanggal 31 Desember 2008 fasilitas ini telah digunakan sebesar US$ 4.450.000, tidak diperpanjang lagi dan telah dilunasi seluruhnya pada Maret 2009.

As of December 31, 2008, US$ 4,450,000 of this facility has been utilized, it was not extended and was fully paid in March 2009.

PT Bank Chinatrust Indonesia PT Bank Chinatrust Indonesia

a. Perusahaan a. The Company

Pada bulan Mei 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas demand loan dengan maksimum pinjaman sebesar US$ 2.000.000, jatuh tempo pada tanggal 17 Mei 2010 dengan tingkat bunga mengambang yang pada awalnya ditetapkan sebesar 9% per tahun.

Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan (Catatan 5 dan 6) dengan nilai

penjaminan masing-masing sebesar

US$ 1.000.000.

In May 2009, the Company obtained demand loan facility with a maximum credit limit of US$ 2,000,000, due on May 17, 2010, with floating interest rate initially set at 9% per annum.

This loan is collateralized by trade accounts receivable and inventories (Notes 5 and 6) with total amount of US$ 1,000,000 each.

Perjanjian pinjaman mewajibkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

 Rasio jumlah kewajiban bunga kepada lembaga keuangan dan bunga lain yang timbul akibat penerbitan surat hutang terhadap ekuitas maksimum 2:1.

 Interest coverage ratio minimum 1,5:1.

 Current ratio minimum 1:1.

 Perputaran persediaan maksimum 45 hari.

This facility obliged the Company to maintain certain financial ratios as follows:

 Maximum ratio of interest bearing debt from financial institution and other issued interest bearing debt instrument to total equity shall be 2:1.

 Minimum interest coverage ratio shall be 1.5:1.

 Minimum current ratio shall be 1:1.

 Maximum of inventories turnover is 45 days.

Pada tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan tidak menggunakan fasilitas ini.

As of December 31, 2009, this facility was not utilized by the Company .

b. MEB b. MEB

Pada tanggal 21 Juni 2005, MEB memperoleh fasilitas demand loan dengan maksimum pinjaman sebesar US$ 1.700.000 dengan tingkat bunga mengambang 7% per tahun. Fasilitas pinjaman ini telah ditingkatkan menjadi US$ 2.000.000. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir jatuh tempo pada tanggal 17 Mei 2010 dengan tingkat bunga mengambang yang pada awalnya ditetapkan sebesar 9% per tahun.

On June 21, 2005, MEB obtained a demand loan facility with a maximum credit limit of US$ 1,700,000 with floating interest rate initially set at 7% per annum. This facility has been increased to US$ 2,000,000.This facility has been extended several times, the latest is due on May 17, 2010, with floating rate initially set at 9% per annum.

Pinjaman ini dijamin dengan:

a. Piutang usaha dan persediaan (Catatan 5 dan 6) dengan nilai penjaminan masing-masing sebesar US$ 1.000.000.

b. Letter of comfort dari Perusahaan.

This loan is collateralized by:

a. Trade accounts receivable and inventories (Notes 5 and 6) with total amount of US$ 1,000,000 each.

b. Letter of comfort of the Company. Perjanjian pinjaman mewajibkan MEB untuk

mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

 Rasio jumlah kewajiban bunga kepada lembaga keuangan dan bunga lain yang timbul akibat penerbitan surat hutang terhadap ekuitas maksimum 2:1.

This facility obliged MEB to maintain certain financial ratios as follows:

 Maximum ratio of interest bearing debt from financial institution and other issued interest bearing debt instrument to total equity shall be 2:1.

 Interest coverage ratio minimum 1,5:1.

 Current ratio minimum 1:1.

 Perputaran persediaan maksimum 45 hari.

 Minimum interest coverage ratio shall be 1.5:1.

 Minimum current ratio shall be 1:1.

 Maximum of inventories turnover is 45 days.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, fasilitas ini telah digunakan masing-masing sebesar nihil dan US$ 2.000.000.

As of December 31, 2009 and 2008, nil and US$ 2,000,000, respectively, of this loan facility has been utilized.

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

MEB memperoleh pinjaman modal kerja dengan

jumlah maksimum pinjaman sebesar

US$ 1.000.000 dengan tingkat bunga 8% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan MEB dari produk Lenovo dan IBM (Catatan 5 dan 6) masing-masing sebesar US$ 1.000.000 dan US$ 400.000 serta Letter of

comfort dari Perusahaan.

MEB obtained a demand loan credit facility with a maximum credit limit of US$ 1,000,000 bearing an interest rate of 8% per annum. This facility is collateralized by trade accounts receivable and inventories of MEB from Lenovo and IBM product (Notes 5 and 6) amounting to US$ 1,000,000 and US$ 400,000, respectively, and Letter of comfort of the Company.

Fasilitas ini telah diperpanjang sampai 5 April 2009 dengan limit kredit US$ 1.000.000 dan Rp 20.000.000.000, dengan tingkat bunga mengambang yang pada awalnya ditetapkan sebesar 7,5% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan 11% untuk pinjaman dalam Rupiah. Fasilitas ini kemudian diperpanjang sampai 5 April 2010, dengan tingkat

bunga mengambang yang pada awalnya

ditetapkan sebesar 10% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan 15% per tahun untuk pinjaman dalam Rupiah.

This facility was extended until April 5, 2009, with

credit limits of US$ 1,000,000 and

Rp 20,000,000,000 and floating interest rate per annum initially set at 7.5% for loan in US Dollar and 11% for loan in Rupiah. This facility was further extended until April 5, 2010, with floating interest rate initially set at 10% per annum for loan in US Dollar and 15% per annum for loan in Rupiah.

Pinjaman ini dijamin dengan:

a. Piutang usaha dan persediaan MEB dari produk Lenovo dan IBM masing-masing sebesar US$ 1.240.000 dan US$ 3.110.000 (Catatan 5 dan 6).

b. Letter of comfort dari Perusahaan.

This facility is collateralized by:

a. Trade accounts receivable and

inventories of MEB from Lenovo and IBM products amounting to US$ 1,240,000 and US$ 3,110,000, respectively (Notes 5 and 6).

b. Letter of comfort of the Company. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 fasilitas

ini telah digunakan oleh MEB masing-masing

sebesar nihil dan US$ 1.000.000 dan

Rp 4.000.000.000.

As of December 31, 2009 and 2008, nil and

US$ 1,000,000 and Rp 4,000,000,000,

respectively, of this facility has been utilized by MEB.

Perjanjian pinjaman mewajibkan MEB untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

 Current ratio minimum 1,25:1.

 Rasio leverage maksimum 2,5:1.

This facility obliged MEB to maintain certain financial ratios as follows:

 Minimum current ratio shall be 1.25:1.

Dokumen terkait