• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUTANG BANK (lanjutan) BANK LOAN (continued)

Dalam dokumen Sampoerna Agro Tbk. (Halaman 55-59)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) (lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)

(continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

Seluruh pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan antara lain untuk memperoleh pinjaman atau memberikan pinjaman kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim, melakukan penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, memindahtangankan agunan atau harta yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan merger, pengambilalihan atau peleburan, mengajukan permohonan pailit dan melakukan pembayaran bunga atas pinjaman atau melunasi pinjaman kepada pemegang saham atau perusahan afiliasi. Pinjaman mengharuskan Perusahaan untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.

All of the loans contain certain restrictions on the Company such as, among others, obtain new loan or give borrowing unless in the ordinary course of business of the Company, participate in new investment, provide guarantee, transfer of collateral or the Company‟s assets which can have adverse effect to the Company‟s ability to fulfill its obligation to the Bank, conduct merger, acquisition or consolidation, file bankruptcy, and pay interest or repay the loan to shareholder or affiliate companies. The loan required the Company to fulfill certain financial ratio as mentioned in the loan agreement.

Sungai Rangit Sungai Rangit

Sungai Rangit mendapat fasilitas kredit dari Mandiri dengan rincian sebagai berikut:

Sungai Rangit obtained loan facilities from Mandiri, with the following details:

a. Fasilitas maksimal Rp215.000.000, digunakan untuk membayar hutang dari fasilitas kredit di PT Bank Central Asia Tbk, yang akan dilunasi dalam lima (5) tahun lima (5) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Pada tanggal 11 September 2009, Sungai Rangit telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman ini dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2014.

a. Facility at the maximum credit amount of Rp215,000,000, to be used to repay the investment credit from PT Bank Central Asia Tbk. The facility is repayable in five (5) years and five (5) months, starting from the loan agreement date. On September 11, 2009, Sungai Rangit has used all of loan facilities and will be due on December 23, 2014.

b. Fasilitas maksimal Rp85.000.000, digunakan untuk membiayai kebun dan pengeluaran modal serta kebutuhan lainnya, yang akan dilunasi dalam delapan (8) tahun enam (6) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Pada tanggal 30 Desember 2009 dan 28 April 2010, Sungai Rangit telah menggunakan fasilitas kredit ini dengan total sebesar Rp60.000.000. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2017.

b. Facility at the maximum credit amount of Rp85,000,000, to be used to expand the plantation activities and capital expenditure, which is repayable in eight (8) years and six (6) months, starting from the loan agreement date. On December 30, 2009 and April 28, 2010, Sungai Rangit has used this loan facility amounting to Rp60,000,000. This loan facility will be due on December 23, 2017.

(lanjutan) (continued)

Sungai Rangit (lanjutan) Sungai Rangit (continued)

Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10%-10,5% pada tahun 2011 dan 10,5%-11% pada tahun 2010.

The above facilities bear interest at 10%-10.5% in 2011 and 10.5%-11% in 2010.

Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik dan mesin milik Sungai Rangit (Catatan 8 dan 9).

The facilities are collateralized by landrights and buildings, including plantation, buildings and machineries of Sungai Rangit (Notes 8 and 9).

Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Sungai Rangit antara lain untuk memperoleh pinjaman atau memberikan pinjaman, melakukan penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, memindahtangankan agunan atau harta, mengubah Anggaran Dasar Perusahaan dan melakukan likuidasi, merger atau pengambilalihan, dan mengubah susunan pemegang saham perusahaan Sungai Rangit, mengajukan permohonan pailit dan melakukan pembayaran bunga atas pinjaman kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi. Pinjaman mengharuskan Sungai Rangit untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.

The loan contains certain restrictions on Sungai Rangit such as, among others, obtaining new loan or give borrowing, enter into new investment, provide guarantee, transfer of collateral or the

Company‟s assets, change the Articles of

Association, enter into a liquidation, merger or acquisition, change in the composition of Sungai Rangit‟s shareholders, file bankruptcy, and pay interest to shareholder or affiliate companies. The loan required Sungai Rangit to fulfill certain financial ratio as mentioned in the agreements.

PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) PT Bank DBS Indonesia (“DBS”)

Sampoerna Bio Fuels (“SBF”) Sampoerna Bio Fuels (“SBF”)

SBF mendapat fasilitas kredit dari DBS dengan rincian sebagai berikut:

SBF obtained loan facilities from DBS, with the following details:

a. Fasilitas pinjaman modal kerja maksimal Rp35.000.000, digunakan untuk membiayai modal kerja Anak perusahaan (National Sago Prima), yang akan dilunasi dalam satu (1) tahun sejak tanggal perjanjian.

a. Facility of working capital loan at the maximum of Rp35,000,000, to be used to finance the Subsidiary‟s (National Sago Prima) working capital requirement, which is repayable in one (1) year from the agreement date.

14. HUTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOAN (continued)

PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) (lanjutan) PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) (continued)

Sampoerna Bio Fuels (“SBF”) (lanjutan) Sampoerna Bio Fuels (“SBF”) (continued)

SBF mendapat fasilitas kredit dari DBS dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)

SBF obtained loan facilities from DBS, with the following details: (continued)

b. Fasilitas pinjaman investasi maksimal Rp115.000.000, digunakan untuk membiayai pengeluaran modal Anak perusahaan (National Sago Prima) untuk tahun 2010 sampai 2011 termasuk pembangunan infrastruktur, rehabilitasi dan penanaman kembali perkebunan sagu serta pengadaan kendaraan/peralatan dan pembangunan pabrik tepung sagu tahap pertama, yang akan dilunasi dalam delapan (8) tahun sejak penandatanganan perjanjian termasuk delapan belas (18) bulan masa tenggang.

b. Facility of investment loan at the maximum of Rp115,000,000, to be used to finance the Subsidiary‟s (National Sago Prima) capital expenditure requirement in 2010 until 2011 which includes the development of infrastuctures, rehabilitation and replanting of sago plantation, acquisition of vehicles/equipments and first stage of sago starch factory, which is repayable in eight (8) years from the signing date including eighteen (18) months of grace period.

Sampai dengan 30 September 2011, SBF telah menggunakan fasilias pinjaman ini sebesar Rp115.000.000. Fasilitas pinjaman ini akan berakhir pada tanggal 6 September 2018.

Until September 30, 2011, SBF has used the loan facility amounted to Rp115,000,000. This facility will be due on September 6, 2018.

Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,25%- 11% per tahun yang dapat ditinjau kembali secara periodik.

Pinjaman di atas dijamin dengan jaminan korporasi yang diberikan oleh Perusahaan, perjanjian gadai seluruh saham milik SBF dalam National Sago Prima (“NSP”), jaminan pengalihan hak atas rekening bank milik SBF dan NSP, jaminan kebendaan fidusia atas mesin-mesin milik NSP yang berkaitan dengan pabrik tepung sagu tahap pertama, persediaan serta atas tagihan/piutang milik NSP yang dibiayai oleh bank dan pengalihan hasil tagihan asuransi atas mesin-mesin dan barang dagangan/persediaan milik NSP yang dijaminkan kepada bank.

The above facilities bear interest at 10.25%-11% per annum which will be reviewed periodically.

The facilities are collateralized by corporate guarantee from Company, pledge of shares of SBF in National Sago Prima (“NSP”), assignment of current accounts of SBF and NSP in the bank, fiduciary assignment of NSP‟s machinery in relation to first stage of sago starch factory, inventory and receivables which financed by bank and assignment of insurance proceed of NSP‟s machinery and inventory pledged to the bank.

Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak SBF antara lain mengubah susunan pemegang saham, mengubah jenis serta bentuk usaha, memindahtangankan agunan atau harta, menerima pinjaman atau kredit baru, mengajukan permohonan pailit, bertindak sebagai penjamin, melakukan pembayaran pinjaman kepada pemegang saham, dan membayar dividen kepada pemegang saham sampai tahun 2013. Pinjaman mengharuskan SBF untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.

The loan contains certain restrictions on SBF such as, among others, change in the composition of SBF‟s shareholders, change in business, transfer of collateral or the SBF‟s assets, obtain of new lending, file bankruptcy, provide guarantee, pay loan to shareholder and pay dividends to shareholder until 2013. The loan required SBF to fulfill certain financial ratio as mentioned in the agreements.

(“BRI”) (“BRI”) Mutiara Bunda Jaya (“MBJ”) dan Telaga

Hikmah (“TH”) Mutiara Bunda Jaya Hikmah (“TH”) (“MBJ”) and Telaga

Pada tanggal 15 Juli 2011, Mutiara Bunda Jaya

(“MBJ”) dan Telaga Hikmah (“TH”), Anak

perusahaan, menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

(“BRI”).

b. On July 15, 2011, Mutiara Bunda Jaya (“MBJ”) and Telaga Hikmah (“TH”), Subsidiaries, signed a Loan Agreement with PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”).

MBJ dan TH mendapat fasilitas kredit investasi dari BRI masing-masing sebesar Rp 127.600.000 dan Rp 122.900.000, digunakan untuk refinancing dan pengembangan kebun kelapa sawit Inti, yang akan dilunasi dalam sepuluh (10) tahun sejak penandatanganan perjanjian termasuk enam (6) tahun masa tenggang.

MBJ and TH obtained investment loan facilities from BRI amounting Rp 127,600,000 and Rp 122,900,000, respectively, to be used for refinancing and oil palm Inti plantation expansion. The facility is repayable in ten (10) years starting from the signing loan agreement date including six (6) years of grace period.

Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,5% per tahun yang dapat ditinjau kembali secara periodik.

The above facilities bear interest at 10.5% per annum which will be reviewed periodically.

Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman, bangunan perumahan dan mesin masing-masing milik MBJ dan TH (Catatan 8 dan 9).

The facilities are collateralized by landrights including plantation, buildings and machineries of MBJ and TH (Notes 8 and 9).

Pinjaman di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak MBJ dan TH antara lain untuk mengajukan permohonan pailit, mengikatkan diri sebagai penjamin, memperoleh pinjaman investasi, mengubah Anggaran Dasar atau susunan pengurus atau pemegang saham, membayar bunga atau hutang pemegang saham dan menyewakan aset. Pinjaman mengharuskan MBJ dan TH untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit. Pinjaman juga membatasi hak MBJ dan TH, apabila tidak memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit, antara lain untuk melakukan investasi atau penyertaan modal kecuali di bidang usaha sejenis, membagi keuntungan atau cash dividen, melakukan merger dan/atau akuisisi kecuali di bidang usaha sejenis, memberikan piutang kepada pemegang saham di luar core business dan memberikan piutang diluar piutang usaha kepada perusahaan afiliasi.

Pada tanggal 30 September 2011, tidak terdapat fasilitas yang digunakan.

The loan contains certain restrictions an MBJ and TH such as, among others, file bankruptcy, provide guarantee, obtain new loan, change the Article of Association or management‟s composition or shareholders‟ composition, pay interest or principal to shareholders and lease assets. The loans required MBJ and TH to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreements. The loans also restrict MBJ and TH, provided certain financial ratios as mentioned in the loan agreements were not met, among others, enter into investment unless in the same business, pay cash dividend, merger and/or acqusition unless in the same business, provide loan to shareholders beyond core business and provide loan to affiliated company, except trade receivables.

As of September 30, 2011, there was no facility drawdown.

14. HUTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOAN (continued)

Dalam dokumen Sampoerna Agro Tbk. (Halaman 55-59)

Dokumen terkait