• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUTANG BANK (lanjutan) BANK LOANS (continued)

SUBSIDIARIES Penjualan PT Dwi Reksa Usaha Perkasa

13. HUTANG BANK (lanjutan) BANK LOANS (continued)

Club Deal (lanjutan) Club Deal (continued) Perjanjian Kredit tersebut terdiri dari tiga Tranche,

sebagai berikut:

• Tranche A sebesar USD 54.043.673 untuk pembiayaan ulang terhadap hutang sindikasi BNI yang diperoleh pada tahun 2004.

Penarikan fasilitas kredit ini telah dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2006. Pembayaran kembali pinjaman akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dalam 10 kali angsuran sejak Pebruari 2007 dan berakhir pada Agustus 2011. Pembayaran kembali pokok pinjaman yang pertama sebesar USD 5.000.000 telah dilakukan pada tanggal 28 Pebruari 2007.

This Loan Agreement consists of three Tranches, as follows:

• Tranche A amounted to USD 54,043,673, for the purpose of refinancing the BNI syndicated loan facility obtained in 2004. Withdrawal of this Tranche A had been done on 28 August 2006.

Repayments of the loan principal will be due every 6 (six) months in 10 times installments commencing from February 2007 until August 2011. The first repayment of the loan principal amounting to USD 5,000,000 has been settled on 28 February 2007.

• Tranche B sebesar USD 80.956.327 merupakan fasilitas bersyarat atas rencana pengeluaran-pengeluaran modal (“capital expenditures”) tertentu. Pada tanggal 30 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan penarikan sejumlah USD 27.180.814. Pembayaran kembali pokok pinjaman akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dalam 7 kali angsuran sejak Agustus 2008 dan berakhir pada Agustus 2011.

• Tranche C sebesar USD 15.000.000 merupakan fasilitas modal kerja. Perusahaan telah menggunakan fasilitas ini sebesar USD 8.500.000 pada tanggal 30 Juni 2007.

Pembayaran kembali pokok pinjaman akan dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2007.

• Tranche B amounted to USD 80,956,327 represents a conditional loan facility which has a direct relation to realisation of certain capital expenditures. As at 30 June 2007, the Company has withdrawn the loan amounted to USD 27,180,814. Repayments of the loan principal will be due every 6 (six) months in 7 times installments commencing from August 2008 until August 2011.

• Tranche C amounted to USD 15,000,000 represents working capital loan facility. As at 30 June 2007, the Company has withdrawn this loan facility amounted to USD 8,500,000. Repayment of the loan principal will be due on 16 August 2007.

Sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit, Perusahaan dikenakan bunga sebesar SIBOR ditambah 2,52% per tahun. Bunga tersebut dibayarkan setiap bulan sejak September 2006.

As stated in Loan Agreement, the loan bears interest at 2.52% above SIBOR rate per annum. The interest will be paid monthly since September 2006.

Hutang bank ini dijamin dengan tanah dan/atau benda tidak bergerak dan semua mesin yang terletak di atasnya serta tanah, bangunan, infrastruktur, mesin dan tanaman perkebunan yang akan dibeli dan dibangun, dan didanai oleh fasilitas Tranche B (Catatan 10 dan 11).

The bank loans are secured by land and/or non-moveable assets and all machineries that are placed on it, as well as land, buildings, infrastructures, machineries and plantation assets that are acquired and built, of which funded by the Tranche B facility (Notes 10 and 11).

13. HUTANG BANK (lanjutan) 13. BANK LOANS (continued)

Club Deal (lanjutan) Club Deal (continued) Perjanjian kredit tersebut memuat beberapa

pembatasan bagi Perusahaan untuk tidak melakukan hal-hal berikut:

The credit agreement imposed several restrictive covenants for the Company as follows:

• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin dan atau mengagunkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain, termasuk pihak hubungan istimewa, kecuali untuk kepentingan pinjaman plasma dan mengagunkan harta kekayaan Perusahaan dengan jumlah tidak melebihi USD 10.000.000.

• Engage as a guarantor and/or pledge the Company’s assets to other parties, including related parties, except for plasma loan purpose and pledge of the Company’s assets with total amount not exceeding USD 10,000,000.

• Melakukan investasi dan atau penambahan modal

pada Perusahaan atau pihak terkait. • Invest and/or add capital in the Company or its related parties.

• Membuka usaha baru yang tidak berhubungan dengan aktifitas kegiatan Perusahaan saat ini maupun melakukan ekspansi usaha.

• Open new business operations that are not related to the Company’s current course of business, as well as performing an expansion.

• Melakukan pengurangan atau penurunan modal

sahamnya. • Decrease or reduce share capital.

• Menjual atau melepas harta tidak bergerak atau harta kekayaan utama dalam menjalankan usahanya, dengan nilai di atas 10% dari pendapatan Perusahaan atau 20% dari ekuitas.

• Sell or dispose of fixed assets or main assets used in the operation, with total value above 10% of the Company’s revenue or 20% of the Company’s equity.

• Mengubah status kelembagaan, anggaran dasar, susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham utama, kecuali pelaksanaan konversi Surat Hutang Wajib Konversi.

• Change of the entity status, articles of association, composition of Board of Directors and Board of Commissioners, as well as major shareholders, except for conversion of Mandatory Convertible Notes.

• Memperoleh pinjaman uang atau kredit baru atau perjanjian leasing atau pembiayaan lainnya dengan pihak lain dengan jumlah yang melebihi USD 10.000.000.

• Obtain loans or new credit or leasing agreements or other financing from other parties with total amount above USD 10,000,000.

Perusahaan juga diharuskan untuk mempertahankan

beberapa rasio keuangan sebagai berikut: The Company is also required to maintain certain financial ratios as follows:

• Current ratio minimum 1 kali • Minimum current ratio of 1

• Debt to equity ratio maksimum 2,3 kali • Maximum debt to equity ratio of 2.3

• Interest service coverage ratio minimum 2 kali • Minimum interest service coverage ratio of 2

• Debt service coverage ratio minimum 1,25 kali • Minimum debt service coverage ratio of 1.25

• Debt to EBITDA ratio maksimum 3,5 kali • Maximum debt to EBITDA ratio of 3.5

13. HUTANG BANK (lanjutan) 13. BANK LOANS (continued)

PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Pada tanggal 31 Desember 2005, posisi hutang

sindikasi yang dikoordinasikan oleh BNI adalah sebesar USD 59.043.673.

As at 31 December 2005, the outstanding balance of the syndicated loan which was coordinated by BNI amounted to USD 59,043,673.

Perjanjian Kredit Sindikasi ini dikenakan bunga sebesar 8% - 9% per tahun. Jangka waktu kredit adalah lima tahun dan pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan setiap enam bulan sekali sampai 30 September 2009.

This Syndicated Loan Agreement bear interest rate of 8% - 9% per annum. The term of credit is five years and the repayment of loan principal will be due every six month until 30 September 2009.

Sesuai dengan Perjanjian Kredit Sindikasi, Perusahaan telah mengikatkan secara fiducia sejumlah 25% dari jumlah yang ada pada rekening Perusahaan di BNI, serta menjaminkan seluruh harta kekayaan Perusahaan yang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari.

Pembayaran kembali pokok pinjaman sebesar USD 5.000.000 dilakukan pada tanggal 28 Juni 2006.

In accordance with the Syndicated Loan Agreement, the Company has entered into a fiduciary agreement with BNI in respect of a total of 25% of the funds in the Company’s account with BNI, and pledged all moveable and unmoveable assets, and existing assets or assets that will be acquired.

The repayment of the loan principal of USD 5,000,000 has been settled on 28 June 2006.

Pada tanggal 27 Juli 2006, Perusahaan mengajukan permohonan pembayaran kembali pinjaman yang dipercepat dan telah disetujui oleh BNI pada tanggal 11 Agustus 2006.

On 27 July 2006, the Company proposed an accelerated repayment of the syndicated loan and was approved by BNI on

11 August 2006.

Pembayaran kembali pokok pinjaman sebesar USD 54.043.673 dilakukan dengan menggunakan fasilitas

“Club Deal” Tranche A pada tanggal 29 Agustus 2006. Sebagaimana di atur dalam Perjanjian Kredit Sindikasi, pembayaran kembali pinjaman dipercepat dikenakan penalti sebesar 1% dari posisi pokok pinjaman. Penalti sebesar USD 540.436,73 atau setara dengan Rp 4.902 telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian di tahun 2006.

The repayment of the loan principal of USD 54,043,673 has been done using “Club Deal” facility Tranche A on 29 August 2006. As stated in the Syndicated Loan Agreement, accelerated loan repayment are subject to 1% penalty of outstanding loan principal. Penalty amounted to USD 540,436.73 or equivalent to Rp 4,902 was charged to the consolidated statements of income in 2006.

Perjanjian kredit tersebut memuat beberapa pembatasan bagi Perusahaan untuk tidak melakukan hal-hal berikut:

The credit agreement imposed several restrictive covenants for the Company as follows:

• Melakukan investasi terhadap perusahaan baru. • Invest in new company

• Memberikan kredit kepada pihak manapun termasuk tetapi tidak terbatas kepada pemegang saham.

• Provide credit to any parties, including but not limited to shareholders

• Menjaminkan sebagian atau semua harta kekayaan atau pendapatan Perusahaan dalam bentuk dan dengan maksud apapun kepada pihak lain.

• Pledge part of or all of the Company’s assets or revenue in any form and any intention to other party

13. HUTANG BANK (lanjutan) 13. BANK LOANS (continued)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia Tbk (continued)

• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin hutang atau kewajiban lainnya terhadap pihak lain sehubungan dengan sesuatu hutang atau kewajiban lainnya dari pihak lain, Perusahaan afiliasi dan anak perusahaan, kecuali untuk plasma program.

• Engage as a guarantor or other liabilities to other parties in relation to loan or liabilities from other parties, affiliated companies, except for plasma program

• Melakukan merger, konsolidasi, akuisisi dan pembubaran perusahaan kecuali akuisisi atas PT Pan London Sumatra Plantation.

• Execute merger, consolidation, acquisition, and liquidation of the Company, except for acquisition of PT Pan London Sumatra Plantation

• Mengambil sewa guna usaha dari perusahaan leasing yang jumlahnya baik sebagian-sebagian atau secara kumulatif mencapai nilai minimal sebesar 5% (lima persen) dari total asset yang dimiliki Perusahaan.

• Arrange leasing from a leasing company with total amount, partly or cumulative, more than of 5% (five percent) of the Company’s total assets

• Melakukan perubahan pemegang saham mayoritas kepemilikan diatas 10% (sepuluh persen).

• Change in majority shareholders above 10% (ten percent)

• Memakai atau mempergunakan manajemen lama dibawah pimpinan pemegang saham lama (Founders) dalam mengelola dan mengurus perusahaan Debitur, sepanjang manajemen lama tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan Debitur.

• Engage previous management under the direction of Founders in operating the Company, as long as the previous management may cause loss in the Company

Perusahaan juga diharuskan untuk mempertahankan

beberapa rasio keuangan sebagai berikut: The Company is also required to maintain certain financial ratios as follows:

• Mempertahankan Debt Equity Ratio maksimal

sebesar 2,3 kali • Maximum debt to equity ratio of 2.3

• Current ratio minimum sebesar 1,35 kali • Minimum current ratio of 1.35

• Interest service coverage ratio minimal sebesar 2 kali • Minimum interest service coverage ratio of 2

• Debt service coverage ratio minimal sebesar 1,5 kali • Minimum debt service coverage ratio of 1.5 Pada tahun 2004 dan 2005, sebagian besar aktiva

Perusahaan telah dijadikan agunan untuk pinjaman sindikasi BNI. Pinjaman ini telah dilunasi di tahun 2006.

In 2004 and 2005, most of the Company’s assets have been pledged as collateral for BNI syndicated loan. The loan had been repaid in 2006.

PT Bank Ekspor Indonesia PT Bank Ekspor Indonesia Pada tanggal 5 Oktober 2006, PT Multi Agro

Kencana Prima (“MAKP”), anak perusahaan, telah memperoleh dua perjanjian pinjaman dengan PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) sejumlah Rp 20.000.

On 5 October 2006, PT Multi Agro Kencana Prima (“MAKP”), a subsidiary, has obtained two loan agreements with PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) amounting to Rp 20,000.

13. HUTANG BANK (lanjutan) 13. BANK LOANS (continued)

PT Bank Ekspor Indonesia (lanjutan) PT Bank Ekspor Indonesia (continued)

Perjanjian kredit yang diberikan terdiri atas:

• Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) sebesar Rp 12.000 dengan jangka waktu 1 (satu) tahun dan tingkat bunga 14,25% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2007, MAKP telah menarik fasilitas KMKE ini sebesar Rp 6.000.

This loan facilities consist of:

• Working Capital Credit for Export of Rp 12,000 with the repayment term of 1 (one) year and interest rate of 14.25% per annum. As at 30 June 2007, MAKP, has withdrawn this facility amounted to Rp 6,000.

• Kredit Investasi Ekspor sebesar Rp 8.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit sebelumnya dengan Bank Syariah Mandiri.

Fasilitas kredit ini berjangka waktu 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga 14,50% per tahun.

Pada tanggal 30 Juni 2007, MAKP telah menarik fasilitas ini sebesar Rp 6.794.

Pembayaran kembali akan dilakukan dalam 12 kali angsuran setiap 3 (tiga) bulan sejak Desember 2006 dan berakhir pada September 2009. Pembayaran pertama, kedua dan ketiga masing-masing sebesar Rp 500 telah dilakukan di Desember 2006, Maret dan Juni 2007.

• Export Investment Credit of Rp 8,000 used to refinance the previous loan to Bank Syariah Mandiri.

The term of this credit facility is 3 (three) years with the interest rate of 14.50% per annum. As at 30 June 2007, MAKP has withdrawn an amount of Rp 6,794. Repayment will be made in 12 installments which is due every 3 (three) month commencing from December 2006 until September 2009. The first, second and third repayments of Rp 500 each had been made in December 2006, March and June 2007 respectively.

Tingkat bunga akan ditinjau kembali setiap tiga bulan.

Bunga pinjaman dibayarkan setiap bulan. The interest rate will be reviewed every three month. Interest will be paid on monthly basis.

Hutang bank dijamin dengan piutang usaha,

persediaan, tanah dan aktiva tetap. Bank loan are secured with trade receivables, inventories, land and fixed assets.

Berdasarkan perjanjian tersebut, MAKP tidak

diperbolehkan untuk: Under the agreement, MAKP shall not permit to:

• Memperoleh pinjaman baru. • Obtain new loan.

• Meningkatkan diri sebagai penjamin dengan nama apapun atau menganggunkan harta kekayaan MAKP.

• Engage as guarantor or pledge MAKP’s assets.

• Mempergunakan fasilitas kredit Modal Kerja

Ekspor untuk pembiayaan modal kerja. • Use Export Working Capital’s credit facility to finance working capital.

13. HUTANG BANK (lanjutan) 13. BANK LOANS (continued)

PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas hutang dari Bank Syariah Mandiri diperoleh

MAKP untuk jangka waktu lima tahun sejak tanggal 8 Mei 2003 dengan tingkat marjin sebesar 19% - 20%

per tahun untuk enam bulan pertama. Tingkat marjin ditinjau setiap enam bulan. Pembayaran pokok pinjaman dan marjin diangsur setiap bulan. Pinjaman ini dijamin dengan seluruh Hak Guna Bangunan (“HGB”), persediaan barang jadi dan aktiva tetap MAKP.

Pada tanggal 6 Oktober 2006, MAKP telah melunasi seluruh pinjamannya.

The loan facility from Bank Syariah Mandiri was obtained by MAKP for the term of five years since 8 May 2003 with a margin of 19% - 20% per annum for the first semester. The margin rate was reviewed every six month. The loan and margin were repaid on a monthly basis. The loan is secured by all landrights (“HGB”), finished goods and fixed assets owned by MAKP.

On 6 October 2006, MAKP has fully settled the loan.

Berdasarkan perjanjian tersebut, MAKP tidak

diperbolehkan untuk: Under the agreement, MAKP shall not permit to:

• Memindahkan kedudukan/lokasi barang maupun barang jaminan dari kedudukan/lokasi barang itu semula atau sepatutnya berada, dan/atau mengalihkan hak atas barang atau barang jaminan yang bersangkutan kepada pihak lain.

• Move the location of collateral from their original location, and/or transfer the ownership of the collateral to other parties.

• Mengajukan permohonan kepada yang berwenang untuk menunjuk eksekutor, kurator, likuidator atau pengawas atas sebagian atau seluruh harta kekayaan MAKP.

• Request to authorised parties to appoint executor, curator, liquidator or supervisor for part of or all of MAKP’s assets.

• Mengeluarkan pernyataan berhutang dalam bentuk pinjaman, penyewaan atau garansi kepada pihak lain.

• Issue statement of indebtedness in form of loans, leases, or guarantees to other parties loan.

• Meminta dinyatakan pailit • File bankruptcy.

14. SURAT HUTANG WAJIB KONVERSI 14. MANDATORY CONVERTIBLE NOTES Pada tanggal 27 Mei 2004, Perusahaan mengadakan

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) dengan salah satu keputusannya yaitu penerbitan Surat Hutang Wajib Konversi sebagai hasil dari restrukturisasi hutang Perusahaan.

On 27 May 2004, the Company held an Extraordinary General Meeting of Shareholders (“EGM”) and with one of the decision was the issuance of Mandatory Convertible Notes as results of the Company’s debt restructuring.

Nilai Surat Hutang Wajib Konversi yang berasal dari restrukturisasi hutang adalah sebesar USD 104.500.627 yang terdiri dari:

The amount of the Mandatory Convertible Notes resulted from the debts restructuring amounted to USD 104,500,627 which consist of:

Dokumen terkait