CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI/JUNE 2007 DAN/ AND 2006
AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 347,900 2c,4 128,752 Cash and cash equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Pihak ketiga Third parties
(setelah dikurangi penyisihan piutang tak (net of allowance for doubtful accounts
tertagih sebesar Rp 8.189 pada 30 Juni 2007 of Rp 8,189 as at 30 June 2007
dan Rp nihil pada 30 Juni 2006) 26,679 2d,5 55,075 and Rp nil as at 30 June 2006)
Piutang lain-lain: Other receivables:
Pihak ketiga 9,445 13,927 Third parties
Persediaan 180,104 2e,6 142,007 Inventories
Uang muka Advances
(setelah dikurangi penyisihan untuk (net of provision for recoverable amount
nilai terpulihkan atas uang muka untuk of advance payments for land
tanah sebesar Rp 44.000 pada 30 Juni 2007 of Rp 44,000 as at 30 June 2007
dan Rp nihil pada 30 Juni 2006) 121,040 7 22,891 and Rp nil as at 30 June 2006)
Pajak dibayar dimuka 24,678 2m,29a 6,160 Prepaid taxes
Biaya dibayar dimuka 4,565 3,562 Prepaid expenses
Jumlah Aktiva Lancar 714,411 372,374 Total Current Assets
AKTIVA TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang hubungan istimewa Amounts due from related parties
(setelah dikurangi penyisihan piutang tak (net of allowance for doubtful accounts
tertagih sebesar Rp nihil pada 30 Juni 2007 of Rp nil as at 30 June 2007
dan sebesar Rp 33.615 pada 30 Juni 2006) 8,957 2r,8,34 14,638 and Rp 33,615 as at 30 June 2006)
Piutang plasma Plasma receivables
(setelah dikurangi penyisihan (net of allowance for doubtful
piutang tak tertagih sebesar Rp nihil accounts of Rp nil as at
pada 30 Juni 2007 dan 2006) 77,436 2h,9 72,560 30 June 2007 and 2006)
Tanaman perkebunan: Plantation assets:
Tanaman telah menghasilkan Mature plantations
(setelah dikurangi akumulasi penyusutan (net of accumulated depreciation of
sebesar Rp 289.795 dan Rp 249.764 Rp 289,795 and Rp 249,764
pada 30 Juni 2007 dan 2006) 714,991 2f,10a 692,488 as at 30 June 2007 and 2006)
Tanaman belum menghasilkan 800,114 2f,10b 545,889 Immature plantations
Aktiva tetap (setelah dikurangi Fixed assets (net of
akumulasi penyusutan sebesar accumulated depreciation of
Rp 293.136 dan Rp 251.862 Rp 293,136 and Rp 251,862as at
pada 30 Juni 2007 dan 2006) 991,823 2g,2j,11 855,010 30 June 2007 and 2006)
Biaya tangguhan hak atas tanah Deferred charges for landrights
(setelah dikurangi akumulasi amortisasi (net of accumulated amortisation
sebesar Rp 26.990 dan Rp 22.472 of Rp 26,990 and Rp 22,472 as at
pada 30 Juni 2007 dan 2006) 113,399 2i,12 116,239 30 June 2007 and 2006)
Aktiva lain-lain 1,830 1,831 Other assets
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 2,708,550 2,298,655 Total Non-Current Assets
JUMLAH AKTIVA 3,422,961 2,671,029 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part of these
terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian consolidated financial statements
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Hutang usaha 25,877 15 52,699 Trade payables
Wesel bayar 135,240 16 - Notes Payable
Hutang lain-lain: Other payables:
Pihak ketiga 11,108 2,378 Third parties
Uang muka penjualan 32,936 17 38,883 Sales advances
Hutang pajak 77,177 2m,29b 60,294 Taxes payable
Biaya yang masih harus dibayar 181,148 18 152,812 Accrued expenses
Hutang dividen - 22 82,142 Dividend payable
Hutang bank 174,691 2k,13a 94,721 Bank loans
Surat hutang wajib konversi 405,093 14 405,093 Mandatory Convertible Notes
Jumlah kewajiban lancar 1,043,270 889,022 Total current liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON-CURRENT LIABILITIES
Hutang bank 589,325 2k,13b 415,519 Bank loans
Kewajiban pajak tangguhan 105,106 2m,29d 95,038 Deferred tax liabilities
Kewajiban imbalan kerja 172,368 2n,19 118,684 Provision for employment benefits
Jumlah kewajiban tidak lancar 866,799 629,241 Total non-current liabilties
EKUITAS EQUITY
Modal saham Share capital
Modal dasar 1.600.000.000 Authorised capital
saham biasa dengan nilai nominal 1,600,000,000 common shares with
Rp 500 (Rupiah penuh) per saham, par value of Rp 500 (full Rupiah) per share,
Modal ditempatkan dan disetor penuh: Issued and paid-up capital
1.095.229.293 saham biasa 1,095,229,293 ordinary shares
pada tahun 2007 dan 2006 547,615 2q,20 547,615 in 2007 and 2006
Tambahan modal disetor 617,648 2q,21 617,648 Additional paid-in capital
Saldo laba yang telah Appropriated
ditentukan penggunaannya 3,238 1,238 retained earnings
Saldo laba/(rugi) 344,391 (13,735) Accumulated income/(loss)
Jumlah ekuitas 1,512,892 1,152,766 Total equity
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 3,422,961 2,671,029 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part of these
terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian consolidated financial statements
2007
Catatan/
Notes 2006
Penjualan bersih 1,220,279 2l,23,31a 1,020,955 Net sales
Beban pokok penjualan 804,146 2l,24 802,758 Cost of goods sold
Laba kotor 416,133 218,197 Gross profit
Beban usaha Operating expenses
Beban penjualan 12,211 2l,25 10,721 Selling expenses
Beban umum dan administrasi 36,762 2l,25 35,154 General and administration expenses
Jumlah beban usaha 48,973 45,875 Total operating expenses
Laba usaha 367,160 31b 172,322 Operating income
Pendapatan/(beban) lain-lain Other income/(expenses)
(Kerugian)/keuntungan selisih kurs - bersih (2,682) 2p 20,981 (Loss)/gain on foreign exchange - net
Keuntungan penjualan aktiva tetap - bersih 572 2f,2g,10,11 2,051 Gain on sale of fixed assets - net
Pendapatan bunga 3,094 26 1,974 Interest income
Penyisihan untuk nilai terpulihkan Provision for recoverable amount
ata uang muka untuk tanah (44,000) 2j,7 - of advance payments for land
Beban bunga dan keuangan (33,159) 27 (35,564) Interest and finance charges
Beban piutang tidak tertagih (14,599) 2d,5 - Bad debt expenses
Penyisihan penurunan nilai persediaan (134) 2e,6 - Allowance for stock obsolences
Lain-lain - bersih 2,345 28 2,091 Others - net
Jumlah pendapatan/(beban) lain-lain - bersih (88,563) (8,467) Total other income/(expenses) - net Laba sebelum pajak penghasilan 278,597 163,855 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan 111,605 2m,29c 53,884 Income tax expenses
Laba bersih 166,992 109,971 Net income
Laba bersih per saham dasar Basic earnings per share
(Rupiah penuh) 122 2o,30 81 (full Rupiah)
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part of these
terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian consolidated financial statements
Saldo laba
Tambahan yang telah
modal ditentukan
Modal disetor/ penggunaannya/
saham/ Additional Appropriated Saldo rugi/
Share paid-in retained Accumulated Jumlah/
capital capital earnings losses Total
Saldo Balance at
1 Januari 2006 547,615 617,648 1,238 (41,564) 1,124,937 1 January 2006
Pembagian Distribution of
dividen kas - - - (82,142) (82,142) dividend cash
Laba bersih periode Net loss for
enam bulan yang six months period
berakhir 30 Juni 2006 - - - 109,971 109,971 ended June 30, 2006
Saldo Balance at
30 Juni 2006 547,615 617,648 1,238 (13,735) 1,152,766 31 June 2006 Penyisihan cadangan wajib - - 2,000 (2,000) - Appropriation for statutory reserve
Laba bersih periode Net income for
enam bulan yang six months period
berakhir 31 Desember 2006 - - - 193,134 193,134 ended December 31, 2006
Saldo Balance at
31 Desember 2006 547,615 617,648 3,238 177,399 1,345,900 31 December 2006
Laba bersih periode Net income for
enam bulan yang six months period
berakhir 30 Juni 2007 - - - 166,992 166,992 ended June 30, 2007
Saldo Balance at
30 Juni 2007 547,615 617,648 3,238 344,391 1,512,892 30 June 2007
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part of these
terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian consolidated financial statements
2007 2006
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operation activities
Penerimaan dari pelanggan 1,193,406 1,033,828 Receipts from customers
Pembayaran kas kepada: Payments to:
- Pemasok (515,928) (537,143) Suppliers -
- Karyawan dan buruh (316,068) (287,744) Employees and labourers -
Kas yang dihasilkan dari operasi 361,410 208,941 Cashflows provided from operating activities
Penghasilan bunga 3,105 4,230 Interest income
Pembayaran pajak penghasilan badan (101,278) (51,779) Payments of corporate tax
Pembayaran lain-lain (116,172) (75,773) Other payments
Pembayaran untuk biaya tangguhan hak atas tanah (1,097) (1,254) Payments for deferred charges for landrights
Penerimaan lain-lain 8,701 12,877 Other receipts
Arus kas bersih yang diperoleh dari Net cash flows provided from
aktivitas operasi 154,669 97,242 operating activities
Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activities
Hasil penjualan aktiva tetap Proceeds from sale of fixed assets
dan tanaman perkebunan 1,350 2,302 and plantation assets
Pembelian aktiva tetap (128,960) (48,355) Purchase of fixed assets
Akuisisi aktiva tetap (29,762) - Acquisition of fixed assets
Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in
untuk aktivitas investasi (157,372) (46,053) investing activities
Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flows from financing activities
Penerimaan dari pinjaman bank 168,013 - Received from bank loan
Pembayaran pokok pinjaman bank (46,450) (47,033) Payment of bank loan principal
Pembayaran bunga pinjaman bank (30,636) (27,696) Payment of bank loan interest
Penerimaan dari pihak yang Receipts from related
mempunyai hubungan istimewa 2,703 - parties
Pembayaran dividend (81) - Payment of dividend
Arus kas bersih yang diperoleh dari/ Net cash flows provided from/
(digunakan untuk) aktivitas pendanaan 93,549 (74,729) (used in) financing activities
Kenaikan bersih Net increase in cash
kas dan setara kas 90,846 (23,540) and cash equivalent
Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents at
awal periode 257,054 152,292 the beginning of the period
Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents at
akhir periode 347,900 128,752 the end of the period
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak The accompanying notes form an integral part of these
terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian consolidated financial statements
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta notaris Raden Kadiman No. 93 tanggal 18 Desember 1962 yang diubah dengan akta No. 20 tanggal 9 September 1963. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A5/121/20 tanggal 14 September 1963 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 1963, Tambahan No. 531.
1. GENERAL
Incorporation of the Company
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (the “Company”) was established based on notarial deed No. 93 of Raden Kadiman dated 18 December 1962 and amended by notarial deed No. 20 dated 9 September 1963. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in decision letter No. J.A5/121/20 dated 14 September 1963 and was published in State Gazette No. 81 dated 8 October 1963, Supplement No. 531.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir adalah berdasarkan akta notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH., Msi. No.13 tanggal 1 Desember 2004 mengenai Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.D.4 dan Peraturan Pemerintah No. 15 tanggal 25 Pebruari 1999 tentang bentuk-bentuk tagihan tertentu yang dapat dikompensasikan sebagai setoran saham. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-29841 HT.01.04.TH. 2004 tanggal 9 Desember 2004 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 32 tanggal 21 April 2005, Tambahan No. 331.
The Company’s articles of association have been amended several times with the most recent amendment by notarial deed No.13 of Dr. Irawan Soerodjo, SH., Msi. dated 1 December 2004 concerning an Increase of Issued and Paid Up Capital without Pre-emptive Rights based on Bapepam Regulation No. IX.D.4. and the Government Regulation No. 15 dated 25 February 1999 concerning Debt to Equity Swaps. This amendment was approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its decision letter No. C-29841 HT.01.04.TH. 2004 dated 9 December 2004 and published in State Gazette No. 32 dated 21 April 2005, Supplement No. 331.
Perusahaan bergerak di bidang industri perkebunan dengan menanam dan memelihara tanaman kelapa sawit, karet, kakao, kelapa serta teh dan kopi, mengolah hasil perkebunan tersebut dan menjual hasilnya di dalam maupun di luar negeri, dengan proporsi pemasaran lokal dan ekspor sebesar 71% dan 29% (2006: 70% dan 30%).
The Company is engaged in the plantation business by planting and developing palm oil, rubber, cocoa, coconut, tea and coffee, cultivating such plantations and selling the products in both the domestic and international markets. The proportion of local and export of 71% and 29% respectively (2006: 70% and 30%).
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor- kantor cabang operasional berlokasi di Medan, Palembang, Makassar, Surabaya dan Samarinda.
The Company is domiciled in Jakarta with operational branch offices located in Medan, Palembang, Makassar, Surabaya dan Samarinda.
Perusahaan pada saat ini sedang mengusahakan perkebunan yang telah menghasilkan dan belum menghasilkan seluas masing-masing 67.975 hektar (2006: 67.722 hektar) dan 17.720 hektar (2006: 12.663 hektar) di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Produk utama adalah minyak kelapa sawit dan karet, serta sebagian kecil kakao, teh, kopi dan bibit.
The Company currently operates mature and immature plantations with total area of 67,975 hectares (2006:
67,722 hectares) and 17,720 hectares (2006: 12,663 hectares) respectively, in North Sumatera, South Sumatera, Java, East Kalimantan, North Sulawesi and South Sulawesi. The main products are palm oil and rubber, with smaller quantities of cocoa, tea, coffee and seeds.
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Pendirian Perusahaan (lanjutan)
Disamping mengelola perkebunannya sendiri, Perusahaan juga mengelola perkebunan di atas tanah yang dimiliki petani kecil setempat (perkebunan plasma) sesuai dengan pola perkebunan “inti plasma”
yang dipilih pada saat Perusahaan melakukan ekspansi perkebunan di Sumatera Selatan dan sebagian kecil di Sulawesi dan Kalimantan pada tahun 1994.
Pengelolaan perkebunan plasma ini akan diserahterimakan kepada petani plasma pada saat perkebunan plasma siap menghasilkan.
Sampai dengan tanggal 30 Juni 2007, luas areal perkebunan plasma yang telah diserahterimakan adalah 35.778 hektar (2006: 35.972 hektar) dan yang masih dalam pengembangan adalah seluas 475 hektar (2006:
873 hektar).
Incorporation of the Company (continued)
In addition to the development of its own plantations, the Company is developing plantations on behalf of local smallholders (plasma plantations) in line with the “inti plasma” plantation scheme selected when the Company expanded its plantations in South Sumatera and to a smaller extent in Sulawesi and Kalimantan in 1994.
Management of these plasma plantations will be handed over to the plasma farmers when the plantations are mature.
Up to 30 June 2007, the total area of plasma plantations that have been handed over are 35,778 hectares (2006: 35,972 hectares) and the total area still under development are 475 hectares (2006: 873 hectares).
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 7 Juni 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) melalui suratnya No. S- 912/PM/1996 untuk melakukan penawaran umum saham perdana atas 38.800.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 5 Juli 1996 saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.
Public Offering of Company’s Shares
On 7 June 1996, the Company obtained Notice of Effectivity of Share Registration No. S-912/PM/ 1996 from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) for its initial public offering of 38,800,000 shares.
On 5 July 1996, these shares were listed on the Jakarta Stock Exchange.
Pada tanggal 16 Juni 1997 Perusahaan mengeluarkan saham bonus sebanyak 283.274.421 saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham hasil penawaran umum saham perdana. Pada tanggal 24 Juli 1997 saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
On 16 June 1997, the Company issued 283,274,421 bonus shares from the capitalisation of additional paid-in capital from the initial public offering. On 24 July 1997, these shares were listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.
Restrukturisasi Hutang
Pada tanggal 28 April 2004, proses restrukturisasi hutang Perusahaan telah diselesaikan berdasarkan Perjanjian Utama Restrukturisasi (“MRA” – Master Restructuring Agreement) dengan para kreditur Perusahaan dan selanjutnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) Perusahaan yang diadakan pada tanggal 27 Mei 2004 telah menyetujui:
Debts Restructuring
On 28 April 2004, the Company’s debt restructuring process had been settled based on the Master Restructuring Agreement (“MRA”) with the Company’s creditors and the Extraordinary General Shareholders’ Meeting (“EGM”) of the Company held on 27 May 2004 had approved:
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Restrukturisasi Hutang (lanjutan)
- Konversi hutang Perusahaan sebesar USD 48.876.345,41 menjadi 280.096.500 saham biasa yang akan dikeluarkan kepada First Durango International, Ltd., Mauritius, melalui Penambahan Modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih dahulu.
Debts Restructuring (continued)
- Conversion of the Company debts of USD 48,876,345.41 into 280,096,500 shares which will be issued to First Durango International, Ltd., Mauritius, through Capital Increase without Pre-emptive Rights.
- Penerbitan Surat Hutang Wajib Konversi (Mandatory Convertible Notes) untuk 598.863.500 saham atas hutang Perusahaan sebesar USD 104.500.627 kepada para kreditur, yang terdiri dari USD 83.660.341 kepada Deutsche Bank AG, London dan USD 20.840.286 kepada PT Namalatu Cakrawala Securities.
Pada tanggal 18 Juni 2004, seluruh saham hasil konversi hutang tersebut sejumlah 280.096.500 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
- Issuance of Mandatory Convertible Notes of 598,863,500 shares to convert creditors debts amounted to USD 104,500,627, consist of USD 83,660,341 for Deutsche Bank AG, London and USD 20,840,286 for PT Namalatu Cakrawala Securities.
On 18 June 2004, the shares resulted from the debts convertion of 280,096,500 shares had been registered to the Jakarta and Surabaya Stock Exchange.
Pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006, Surat Hutang Wajib Konversi yang telah dikonversikan menjadi saham biasa adalah sejumlah 329.519.500 saham (Catatan 15 dan 21).
On 30 June 2007 and 2006 the Mandatory Convertible Notes which had been converted to shares were 329,519,500 shares (Notes 15 and 21).
Pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006, seluruh saham Perusahaan sejumlah 1.095.229.293 lembar telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
As at 30 June 2007 and 2006, all of the Company’s 1,095,229,293 shares have been listed in the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.
Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan Pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006, susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Board of Commissioners, Board of Directors and Employees
As at 30 June 2007 and 2006, the composition of the Company’s Board of Commissioners and Board of Directors was as follows:
2007 2006
Presiden Komisaris Susanto Suwarto Mark Howard Carnegie President Commissioner Komisaris Fofo Sariaatmadja Eddy Kusnadi Sariaatmadja Commissioner Komisaris Mark Howard Carnegie Joefly Joesoef Bahroeny Commissioner Komisaris - Jay Geoffrey Wacher Commissioner Komisaris Independen Rachmat Soebiapradja Rachmat Soebiapradja Independent Commissioner Komisaris Independen Tengku Alwin Aziz Tengku Alwin Aziz Independent Commissioner Presiden Direktur Eddy Kusnadi Sariaatmadja Glenn Muhammad Surya
Yusuf President Director Direktur Arsyad Lahabu Arsyad Lahabu Director Direktur Jay Geoffrey Wacher Bibin Busono Director Direktur Bryan John Dyer Bryan John Dyer Director Direktur Zafril Ansgar Hamzah Zafril Ansgar Hamzah Director Direktur Joefly Joesoef Bahroeny - Director
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan
(lanjutan) Board of Commissioners, Board of Directors and
Employees (continued) Jumlah rata-rata karyawan tetap dan buruh perkebunan
Perusahaan untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2007 dan 2006 adalah masing-masing sebanyak 12.780 dan 13.001.
The Company had an average total number of permanent employees and labourers of 12,780 and 13,001 for the year ended 30 June 2007 and 2006, respectively.
Kepemilikan pada Anak-anak Perusahaan Perusahaan mempunyai kepemilikan secara langsung pada anak-anak perusahaan berikut:
Ownership in Subsidiaries
The Company has direct ownership in the following subsidiaries:
Tahun beroperasi Komersial /
Year commercial
Nama Perusahaan / Domisili / Kegiatan Usaha / operations
Company's name Domicile Business activity 2007 2006 commenced 2007 2006 PT Dwi Reksa Usaha Palembang Perdagangan dan - 95% - - 1,765 Perkasa (DRUP) perkebunan kelapa sawit/
trading and palm oil plantation
Lonsum Finance BV Belanda / Pembiayaan Perusahaan/ - 100% 1997 - 1,086 (LBV) Netherlands Financial services
PT Multi Agro Kencana Palembang Perkebunan , pengolahan 80% 80% 2002 59,278 47,773
Prima (MAKP) dan pemasaran/
Plantation, processing and trading
Lonsum Singapore Pte.Ltd Singapore Perdagangan dan 100% 100% 2004 5,426 3,567
(LSP) pemasaran/
Trading and marketing
Sumatra Investment Singapore Perdagangan dan 100% - - - - Corporation Pte Ltd (SIC) pemasaran/
Trading and marketing
Percentage of ownership
Persentase kepemilikan/ Jumlah aktiva/
Total assets
Pada tanggal 18 Nopember 2003, Perusahaan mendirikan anak perusahaan baru di Singapura dengan nama Lonsum Singapore Pte., Ltd. (“LSP”) berdasarkan Singapore Companies Act (Cap 50) dan telah didaftarkan pada Registry of Companies and Businesses di Singapura dengan modal dasar sebesar S$ 100.000.
Tujuan utama pendirian LSP adalah untuk memberikan jasa pemasaran dan promosi atas produk- produk perkebunan Perusahaan di luar negeri (Catatan 34).
On 18 November 2003, the Company has incorporated a new subsidiary in Singapore namely, Lonsum Singapore Pte., Ltd. (“LSP”) based on the Singapore Companies Act (Cap 50) and has been registered to the Registry of Companies and Businesses in Singapore with an authorised capital of S$
100,000. The main purpose of LSP incorporation is to provide marketing and promotion services of the Company’s plantation products in overseas (Note 34).
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Kepemilikan pada Anak-anak Perusahaan
(lanjutan) Ownership in Subsidiaries (continued)
Pada tanggal 30 Desember 2004, pemegang saham LBV telah menandatangani keputusan likuidasi Lonsum Finance B.V. Likuidasi ini telah disetujui oleh Chamber of Commerce for Amsterdam, Belanda pada tanggal 11 Desember 2006 (Catatan 3).
As at 30 December 2004, the shareholders of LBV had signed the resolution of Lonsum Finance B.V. liquidation.
The liquidation had been approved by Chamber of Commerce for Amsterdam, the Netherlands on 11 December 2006 (Note 3).
Pada tanggal 17 Oktober 2006, Perusahaan telah menjual seluruh saham PT Dwi Reksa Usaha Perkasa (“DRUP”) (Catatan 3).
On 17 October 2006, the Company had sold all shares of PT Dwi Reksa Usaha Perkasa (“DRUP”) (Note 3).
Pada tanggal 15 March 2007, Perusahaan mendirikan anak perusahaan baru di Singapura, dengan nama Sumatra Investment Corporation Pte., Ltd. (”SIC”) berdasarkan Singapore Companies Act (CAP 50) dan telah didaftarkan kepada Registry of Companies and Businesses di Singapura dengan modal dasar sebesar S$1. Tujuan utama pendirian SIC adalah untuk memberikan jasa perdagangan dan untuk penelitian pengembangan produk-produk perkebunan. Selanjutnya, Perusahaan telah mentransfer kepemilikan saham pada SIC kepada LSP efektif tanggal 1 Mei 2007.
On 15 March 2007, the Company established a new subsidiary in Singapore, namely Sumatra Investment Corporation Pte., Ltd. (“SIC”) based on the Singapore companies Act (CAP 50) and was registered with the Registry of Companies and Businesses in Singapore with an authorised capital of S$1. The main purpose of SIC incorporation is to provide trading services and also research and development of the natural science product. Subsequently, the Company had transferred its ownership in SIC to LSP effective on 1 May 2007.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Laporan keuangan konsolidasian PT PP London Sumatra Indonesia Tbk dan anak perusahaan disusun oleh Dewan Direksi dan diselesaikan pada tanggal 23 Juli 2007.
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian PT PP London Sumatra Indonesia Tbk dan anak perusahaan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan Surat Edaran Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. SE-02/PM/2002 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik”, lampiran 13 tanggal 27 Desember 2002.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
The consolidated financial statements of PT PP London Sumatra Indonesia Tbk and subsidiaries were prepared by the Board of Directors and completed on 23 July 2007.
Presented below are the significant accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements of PT PP London Sumatra Indonesia Tbk and subsidiaries which are in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia and Circular Letter from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board No. SE-02/PM/2002 regarding “Presentation and Disclosure Guidance of the Issuers’ and Public Companies’ Financial Statements”, attachment 13 dated 27 December 2002.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan harga perolehan.
a. Basis of preparation of the consolidated financial statements
The consolidated financial statements have been prepared under the historical cost.
Laporan keuangan konsolidasian juga disusun berdasarkan konsep akrual kecuali untuk laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated financial statements have also been prepared on the basis of the accruals concept except for the statements of cash flows. The consolidated statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi nilai aktiva dan kewajiban dilaporkan, dan pengungkapan atas aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian, serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires the use of estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Although these estimates are based on management's best knowledge of current event and actions, actual results ultimately may differ from those estimates.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat.
Figures in the consolidated financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah unless otherwise stated.
b. Prinsip-prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang berada di dalam dan di luar negeri dimana Perusahaan mempunyai penyertaan saham dengan hak suara lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung dan/atau memiliki kemampuan untuk mengendalikan perusahaan- perusahaan tersebut.
Seluruh transaksi dan saldo yang material antara perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.
b. Principles of consolidation
The consolidated financial statements include the accounts of the Company and domestic and foreign controlled subsidiaries in which the Company directly or indirectly has ownership of more than 50% of voting rights and/or has the ability to exercise control.
All material transactions and balances between consolidated companies have been eliminated in the consolidated financial statements.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)
Bila pengendalian atas entitas diperoleh dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian sejak tanggal pengendalian diperoleh. Bila pengendalian berakhir dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode di mana pengendalian masih berlangsung.
b. Principles of consolidation (continued)
Where control of an entity is obtained during a financial year, its results are included in the consolidated statements of income from the date on which control commences.
Where control ceases during a financial year, its results are included in the consolidated financial statements for the part of the period during which control existed.
Aktiva dan kewajiban anak perusahaan yang berkedudukan di luar Indonesia, dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada akhir tahun yang bersangkutan. Pendapatan dan beban dijabarkan dengan kurs pada tanggal transaksi atau kurs rata-rata selama tahun yang bersangkutan jika pendapatan dan beban diperoleh atau terjadi secara merata sepanjang periode itu.
Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah ditetapkan secara konsisten oleh anak perusahaan, kecuali dinyatakan secara khusus.
The assets and liabilities of foreign subsidiaries based outside Indonesia are translated into Rupiah using the middle rates as published by Bank Indonesia as at year end. Revenue and expenses have been translated using the rate on the date of the transaction or an average rate when revenue and expenses are earned and incurred evenly throughout the year.
The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the subsidiaries unless otherwise stated.
c. Kas dan setara kas c. Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan, dan investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang, untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian. Cerukan disajikan sebagai bagian dari kewajiban lancar dalam neraca konsolidasian.
Cash and cash equivalents includes cash on hand, deposits held on call with banks and other short-term highly liquid investments with original maturities of three months or less, for the purpose of the consolidated statements of cash flow. Bank overdrafts are shown within borrowings in current liabilities on the consolidated balance sheet.
d. Piutang usaha
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah neto setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tidak tertagih, yang diestimasi berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang.
Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.
d. Trade receivables
Trade receivables are recorded net of an allowance for doubtful accounts, based on a review of the collectibility of outstanding amounts. Accounts are written-off as bad debts during the period in which they are determined to be not collectible.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
e. Persediaan
Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
Harga perolehan produk dalam proses dan produk jadi terdiri dari semua biaya yang terjadi di kebun dan alokasi biaya tak langsung menggunakan luas hektar sebagai dasar alokasi.
Harga perolehan bahan penunjang dan suku cadang terdiri dari harga pembelian ditambah dengan biaya angkut dan asuransi. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan biaya penjualan.
e. Inventories
Inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Cost of product in process and finished goods comprises all costs incurred at the estates and an allocation of indirect costs using hectares as the basis of allocation.
Cost of supporting materials and spare parts comprises purchase cost of such materials and spare parts plus any freight cost and insurance. Cost is determined by the weighted average method. Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less the estimated costs of completion and selling expenses.
Penyisihan untuk persediaan usang dan lambat bergerak ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
Provision for obsolete and slow moving inventory is determined on the basis of estimated future usage or sale of individual inventory items.
f. Tanaman perkebunan f. Plantation assets Tanaman perkebunan dapat dibedakan menjadi
tanaman belum menghasilkan dan tanaman telah menghasilkan.
Plantation assets are classified as immature plantations and mature plantations.
Biaya-biaya pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan alokasi biaya tidak langsung berdasarkan luas hektar dikapitalisasi ke tanaman belum menghasilkan. Biaya-biaya tersebut termasuk kapitalisasi biaya pinjaman dan rugi selisih kurs yang timbul dari pinjaman yang digunakan untuk mendanai tanaman belum menghasilkan selama periode-periode tertentu.
Expenses for nurseries, field preparation, planting, upkeep and cultivating and an allocation of indirect costs using hectares as the basis of allocation are capitalised to immature plantations. These expenses include borrowing costs and foreign exchange losses on borrowings obtained to fund the immature plantations for certain periods.
Tanaman belum menghasilkan direklasifikasi ke tanaman menghasilkan pada saat tanaman menghasilkan dan mulai disusutkan sejak saat pemindahan. Tanaman kelapa sawit dianggap dapat menghasilkan bila sudah berumur tiga sampai dengan empat tahun, sedangkan untuk tanaman karet sekitar lima sampai dengan enam tahun. Jangka waktu tanaman dapat menghasilkan ditentukan oleh pertumbuhan vegetatif dan berdasarkan taksiran manajemen.
Immature plantations are reclassified to mature plantations on maturity and depreciated from the date of transfer. Palm oil plantations are considered mature in three to four years after planting, while rubber plantations are considered mature in five to six years after planting.
Actual time of maturity is dependent upon vegetative growth and is assessed by management.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Tanaman perkebunan (lanjutan) f. Plantation assets (continued)
Tanaman telah menghasilkan dicatat sebesar biaya perolehan saat reklasifikasi dilakukan dan disusutkan sesuai dengan metode garis lurus dengan taksiran masa ekonomis selama 20 – 25 tahun.
The mature plantations are stated at cost from the date of transfer and depreciated using the straight line method over the expected useful lives of 20 – 25 years.
g. Aktiva tetap
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Aktiva tetap diakui sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan.
Harga perolehan historis mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung dengan perolehan aktiva tetap.
g. Fixed assets
Land is stated at cost and is not depreciated.
Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation.
Historical cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition of the items.
Penyusutan aktiva tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya sebagai berikut:
Depreciation on fixed assets are calculated on the straight-line method over their estimated useful lives as follows:
Tahun/Years
Bangunan 20 – 25 Buildings
Mesin dan peralatan 10 – 20 Machinery and equipment
Kendaraan dan alat-alat berat 5 Motor vehicles and heavy equipment Mebel dan perlengkapan kantor 7 – 10 Furniture, fixtures and office equipment
Apabila aktiva tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian, dan keuntungan dan kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.
When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are eliminated from the consolidated financial statements, and the resulting gains and losses on the disposal of fixed assets are recognised in the consolidated statement of income.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan
pabrik, serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aktiva dalam penyelesaian. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aktiva tetap pada saat proses konstruksi atau pemasangan selesai dan aktiva tersebut siap digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama.
The accumulated costs of the construction of buildings and plant and the installation of machinery are capitalised as construction in progress. These costs are reclassified to fixed asset accounts when the construction or installation is complete and available for use. Depreciation is charged from such date.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
g. Aktiva tetap (lanjutan) g. Fixed assets (continued)
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian selama periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.
Biaya-biaya renovasi besar dicatat sebagai bagian dari nilai tercatat aktiva yang bersangkutan apabila kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomi masa depan dari aktiva tersebut yang melebihi standar kinerja yang diperkirakan sebelumnya. Renovasi-renovasi besar ini akan disusutkan selama sisa masa manfaat aktiva yang bersangkutan.
Repairs and maintenance are charged to the consolidated statement of income during the financial period in which they are incurred. The cost of major renovations is included in the carrying amount of the asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed standard of performance of the existing asset will flow to the Group. Major renovations are depreciated over the remaining useful life of the related asset.
h. Piutang plasma h. Plasma receivables Piutang plasma merupakan biaya-biaya yang
dikeluarkan untuk pengembangan perkebunan plasma yang meliputi pengeluaran yang dibiayai oleh bank dan yang sementara dibiayai sendiri oleh Perusahaan menunggu pendanaan dari bank.
Plasma Receivable represents costs incurred for plasma plantation development which includes costs for plasma plantations funded by banks and temporary self funding by the Company awaiting bank funding.
Piutang plasma juga termasuk pinjaman talangan kredit, pinjaman pupuk serta sarana produksi pertanian lainnya kepada petani. Biaya-biaya ini akan ditagihkan kembali ke petani plasma. Akun ini disajikan dalam jumlah neto setelah dikurangi pembiayaan yang diterima dari bank dan jumlah yang disetujui yang telah diterima dari petani plasma dan penyisihan piutang tak tertagih.
Plasma receivables also include advances to plasma farmers on topping up of loan installments to banks, advances on fertilizers and other agriculture supplies.
These costs will be reimbursed by plasma farmers. This account is presented net of funding received from the banks, agreed amounts collected from the plasma farmers and an allowance for doubtful accounts.
Penyisihan piutang tak tertagih dihitung dari kelebihan jumlah biaya pengembangan atas pembiayaan bank dan jumlah yang disetujui petani plasma. Piutang dan penyisihan piutang tak tertagih ini dihapuskan pada saat perkebunan plasma diserahterimakan ke petani plasma.
An allowance for doubtful accounts is made based on the excess of accumulated development costs over bank funding or amounts agreed by the plasma farmers. The receivables and allowance for doubtful accounts are written off when the related plasma plantations are handed over to plasma farmers.
Kelebihan pembiayaan bank atas jumlah biaya pengembangan diakui sebagai pendapatan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
Any excess of bank funding over the accumulated development costs is recognised as income in the current year’s consolidated statement of income.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
i. Biaya tangguhan
Biaya tangguhan terutama terdiri dari biaya pengurusan legal hak atas tanah dan biaya tangguhan lainnya.
Jumlah biaya hukum yang material yang berkaitan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus sepanjang periode hak atas tanah.
i. Deferred charges
Deferred charges represent legal costs associated with the acquisition of landrights and other deferred charges.
Material amounts of legal costs associated with the acquisition of landrights are deferred and amortised using the straight-line method over the legal term of the landrights.
j. Penurunan nilai aktiva
Setiap tanggal neraca, Grup menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aktiva.
j. Impairment of asset value
At the balance sheet date, the Group review whether there is any indication of asset impairment or not.
Aktiva tetap ditelaah untuk mengetahui apakah
telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai atau apakah telah terjadi perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aktiva dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah yang lebih tinggi diantara harga jual neto dan nilai pakai aktiva.
Dalam rangka menguji penuruanan nilai, aktiva dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.
Fixed assets are reviewed for impairment losses whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. An impairment loss is recognised for the amount by which the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, which is the higher of an asset’s net selling price and value in use. For the purpose of assessing impairment, assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows.
k. Biaya tangguhan atas hutang bank
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan pinjaman bank seperti biaya provisi dan biaya arranger ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode pinjaman. Biaya tangguhan tersebut dikurangkan dari nilai pinjaman dalam rangka menentukan nilai pinjaman bersih.
k. Deferred charges for bank loans
Costs associated with bank loan such as provision fee and arranger fee are deferred and amortised using the straight- line method over the period of bank loan. These costs are deducted from bank loan balance to determine the net loan balance.
l. Pendapatan dan beban
Penjualan bersih adalah pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk setelah dikurangi retur, pajak ekspor dan pajak pertambahan nilai.
l. Revenue and expenses
Net sales represents revenue earned from the sale of the Company’s products, net of returns, export tax and value added tax.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
l. Pendapatan dan beban (lanjutan) l. Revenue and expenses (continued)
Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (FOB Shipping Point).
Revenue from local sales is recognised when goods are delivered to customers, while revenue from export sales is recognised upon shipment of the goods to customers (FOB shipping point).
Beban diakui berdasarkan metode akrual. Expenses are recognised on an accrual basis.
m. Perpajakan m. Taxation
Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan jumlah penuh, dengan menggunakan metode kewajiban. Pajak penghasilan tangguhan timbul akibat perbedaan temporer yang ada antara aktiva dan kewajiban atas dasar pajak dengan nilai tercatat aktiva dan kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasian. Tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku digunakan dalam menentukan pajak penghasilan tangguhan.
Deferred income tax is provided in full, using the liability method, on temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts in the consolidated financial statements. Currently enacted or substantially enacted tax rates are used in the determination of deferred income tax.
Aktiva pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aktiva pajak tangguhan tersebut.
Deferred tax assets are recognised to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the temporary differences can be utilised.
Amandemen terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan, atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan.
Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against, when the results of the appeal are determined.
n. Imbalan kerja karyawan n. Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek Short-term benefits Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat
terhutang kepada karyawan. Short-term employee benefits are recognised when they accrue to the employees.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
Imbalan pensiun Pension benefits
Sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”), Grup disyaratkan untuk memberikan imbalan pensiun sekurang- kurangnya sama dengan imbalan pensiun yang diatur dalam UU 13/2003. UU 13/2003 menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun.
In accordance with Labor Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”), the Group is required to provide pension benefits, with minimum benefits as stipulated in Law 13/2003. The Law 13/2003 sets out the formula for determining the minimum amount of benefits.
Kewajiban imbalan pensiun merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca dikurangi dengan penyesuaian atas keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang tidak diakui. Kewajiban imbalan pasti dihitung sekali setahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi jangka panjang yang berkualitas tinggi dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan.
The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at the balance sheet date less the adjustments for unrecognised actuarial gains or losses and past service costs. The defined benefit obligation is calculated annually by an independent actuary using the projected unit credit method. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of high- quality long-term bonds that are denominated in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms of maturity similar to the related pension liability.
Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi- asumsi aktuarial yang jumlahnya melebihi jumlah yang lebih besar dari 10% dari nilai wajar aktiva program atau 10% dari nilai kini imbalan pasti, dibebankan atau dikreditkan ke laporan laba rugi konsolidasian selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan tersebut.
Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions in excess of the greater of 10% of the fair value of plan assets or 10% of the present value of the defined benefit obligations are charged or credited to consolidated statements of income over the employees’ expected average remaining working lives.
Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi konsolidasian, kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut tergantung pada karyawan yang masih tetap bekerja selama periode waktu tertentu (periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu akan diamortisasi secara garis lurus sepanjang periode vesting.
Past service costs are recognised immediately in the consolidated statements of income, unless the changes to the pension plan are conditional on the employees remaining in service for a specified period of time (the vesting period). In this case, the past-service costs are amortised on a straight- line basis over the vesting period.