• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rincian hutang jangka pendek adalah sebagai berikut:

1999 (Disajikan Kembali 2000 - lihat Catatan 3) Rupiah Anak Perusahaan Pihak Ketiga

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Pinjaman modal kerja Rp 136.839.895.079 Rp 123.749.533.310 PT Bank Sanwa Indonesia, Jakarta

Pinjaman “Revolving” 124.400.000.000 40.000.000.000 The Bank of Tokyo-Mitsubishi, Ltd.,

Jakarta

Pinjaman “Revolving” 106.500.000.000 106.500.000.000 Pinjaman modal kerja (b) - 2.126.829.465 PT Bank Daiwa Perdania, Jakarta

Pinjaman “Revolving” 50.000.000.000 PT Bank Fuji Internasional Indonesia,

Jakarta

Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) *

Pinjaman “Revolving” (a) 8.000.000.000 8.000.000.000 Cerukan (a) 2.433.928.532 6.406.953.345 PT Bank Multicor

Pinjaman modal kerja 4.000.000.000 The Sanwa Bank Ltd., Singapura - 34.400.000.000 Pinjaman modal kerja (b)

PT Bank Eksekutif Wesel bayar - 2.500.000.000 (Berlanjut) 1999 (Disajikan Kembali 2000 - lihat Catatan 3) Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Asian Properties Ltd., Mauritius

Wesel bayar (e) Rp 6.715.980.000 Rp First Indoco Ltd., Hongkong

Wesel bayar (e) - 13.461.984.000

Jumlah 458.889.803.611 337.145.300.120 Dollar AS Perusahaan Pihak Ketiga

Marubeni Corporation, Jepang (c)

Pinjaman berjangka (AS$ 55 juta pada tahun 2000 dan AS$ 90 juta pada

tahun 1999) 527.725.000.000 639.000.000.000 Societe Generale, Indonesia (f)

Pinjaman modal kerja (AS$ 2 juta pada

tahun 2000 dan 1999) 19.190.000.000 14.200.000.000 Anak Perusahaan

Pihak Ketiga

The Tokai Bank, Ltd., Singapura Pinjaman “Revolving” (AS$ 10 juta pada tahun

2000 dan AS$ 20 juta pada tahun 1999) 95.950.000.000 142.000.000.000 PT Summit Sinar Mas Finance (d)

Pinjaman pembiayaan konsumen (AS$ 8,21 juta pada tahun 2000 dan

AS$ 8,22 juta pada tahun 1999 78.770.152.500 58.362.000.000 Skandinaviska Enskilda Banken,

Singapura

Pinjaman “Revolving”

(AS$ 0,56 juta pada tahun 2000 dan

AS$ 1 juta pada tahun 1999) 5.373.200.000 7.100.000.000 The Fuji Bank, Ltd., Singapura (b)

Pinjaman “Revolving”

(AS$ 1,95 juta pada tahun 1999) - 13.853.662.000 The Tokai Bank, Ltd., Singapura (b)

Pinjaman “Revolving”

(AS$ 1,95 juta pada tahun 1999) - 13.853.662.000 The Mitsubishi Trust and Banking

Corporation, Ltd., Singapura (b) Pinjaman “Revolving”

(AS$ 1,56 juta pada tahun 1999) - 11.082.929.600 The Bank of Tokyo-Mitsubishi, Ltd.,

Singapura (b)

Pinjaman “Revolving”

(AS$ 1,56 juta pada tahun 1999) - 11.082.929.600

1999 (Disajikan Kembali 2000 - lihat Catatan 3)

The Daiwa Bank, Ltd., Singapura (b) Pinjaman “Revolving”

(AS$ 0,98 juta pada tahun 1999) Rp - Rp 6.926.816.800

Jumlah 727.008.352.500 917.462.000.000 Yen Jepang Perusahaan Pihak Ketiga

Marubeni Corporation, Jepang (c)

Pinjaman berjangka (JPY 2.175 juta

pada tahun 2000) 181.771.275.000 -

Dollar Singapura

Anak Perusahaan Pihak Ketiga

PT Bank Internasional Indonesia Tbk Pinjaman berjangka (SGD 5,95 juta pada tahun 2000 and SGD 7,33 juta pada

tahun 1999) 32.938.856.712 31.246.064.088

Jumlah Rp 1.400.608.287.823 Rp 1.285.853.364.208

* Pada tahun 1999, pinjaman ini diambil alih oleh BPPN dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Pinjaman dalam mata uang Rupiah dibebani suku bunga tahunan berkisar antara 11,41% sampai 48,00% pada tahun 2000 dan antara 13,50% sampai 50,00% p mata uang asing dibebani suku bunga tahunan berkisar antara 6,22% sampai 8,88% pada tahun 2000 dan antara 5,97% sampai 11,63% pada tahun 1999.

Semua pinjaman dijamin dengan jaminan sebagai berikut, kecuali untuk pinjaman dari The Bank of Tokyo-Mitsubishi, Ltd., Singapura dan The Daiwa Bank, L perusahaan, adalah tanpa jaminan (“clean loan”):

- piutang usaha, pengalihan persediaan secara fidusia dan aktiva tetap (lihat Catatan 6, 8 dan 11); - polis asuransi dan surat promes ;

- piutang sewa guna usaha dan kendaraan yang dibiayai secara fidusia (lihat Catatan 9); dan - jaminan pribadi dan perusahaan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Berdasarkan persyaratan-persyaratan dalam perjanjian pinjaman tertentu, Perusahaan dan anak perusahaan yang bersangkutan diharuskan untuk memperole bank, sehubungan dengan, antara lain, pembagian laba bersih dan pengumuman atau pembayaran dividen (sepanjang batasan tersebut tidak melanggar ketentua penggabungan usaha, perolehan fasilitas kredit dan/atau pinjaman dari pihak lain, kecuali untuk kegiatan usaha, penjualan atau penerbitan saham kepada pihak investasi ke anak perusahaan/pihak yang mempunyai hubungan istimewa/investasi lainnya, pembayaran pinjaman pemegang saham, pemberian jaminan, dan p komposisi dewan direktur.

Kejadian penting restrukturisasi hutang selama tahun 2000 dan 1999 adalah sebagai berikut:

(a) Pada bulan Desember 2000, PT National Motor Company (NMC) menandatangani nota kesepakatan dengan BPPN mengenai restrukturisasi pinjaman NM

(b) Pada bulan Agustus 2000, IMMF melakukan pembayaran atas hutang bank sejumlah AS$ 5.050.302 dan Rp 24.083.415.901 kepada The Bank of Tokyo-Mitsubishi, Ltd., Jakarta,

The Sanwa Bank Ltd., Singapura, The Fuji Bank, Ltd., Singapura, The Tokai Bank, Ltd., Singapura, The Mitsubishi Trust and Banking Corporation, Ltd., Sing Singapura dan The Daiwa Bank, Ltd., Singapura. Sisa saldo dari hutang bank sejumlah AS$ 2.949.698 dan Rp 12.443.413.564 atau dalam Rupiah setara denga Rp 36.894.751.984 telah dibayar oleh Perusahaan dan Marubeni Corporation (MC), pemegang saham, sebagai penjamin. Selanjutnya, MC dan Perusahaan setu sehubungan dengan pembayaran oleh mereka atas hutang tersebut (lihat Catatan 29.f.1). Sampai dengan tanggal laporan auditor, persetujuan dari Dewan Komi tersebut belum diperoleh.

(c) Berdasarkan perjanjian hutang berjangka pada tanggal 6 Mei 1998, yang telah diperbaharui pada tanggal 17 Juli 1998, Perusahaan memperoleh fasilitas h AS$ 100.000.000 (Pinjaman Marubeni). Pinjaman ini digunakan untuk pembayaran kembali hutang obligasi konversi yang diterbitkan oleh PT Indomobil Inve usaha dengan PT Indomulti Inti Industri Tbk). Hutang ini dikenakan suku bunga sebesar LIBOR (London Inter-Bank Offered Rate) + 4,5%.

Jadwal pembayaran hutang tersebut adalah sebagai berikut:

Tanggal Jumlah

14 Januari 2000 15.000.000 17 Juli 2000 20.000.000 17 Januari 2001 25.000.000 17 Juli 2001 30.000.000 Jumlah AS$ 100.000.000

Pada tahun 2000 dan 1999, Perusahaan tidak dapat memenuhi beberapa kewajiban yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman dengan Marubeni Corporation, pokok dan bunga pinjaman yang terhutang. Sehingga sisa hutang ini direklasifikasikan sebagai hutang jangka pendek pada tanggal neraca. Selanjutnya selama pinjaman dan bunga sejumlah AS$ 21.984.354,34 dan

JPY 1.873.114.247 telah diselesaikan oleh Keluarga Salim. Keluarga Salim kemudian mengalihkan haknya atas piutang tersebut seperti yang dinyatakan dalam Sejahtera Langgeng (IMGSL), pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Untuk selanjutnya, pinjaman tersebut diambil alih oleh IMGSL, sehingga pada tang menandatangani Perjanjian Pengakuan Hutang dengan IMGSL yang memerlukan persetujuan pemegang saham. Pinjaman dari IMGSL, yang diklasifikasikan s dikenakan bunga dan disajikan sebagai bagian dari “Hutang Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa” dalam laporan neraca konsolidasi.

Pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Anthoni Salim, saham Group Salim pada perusahaan publik tertentu yang dimiliki oleh sejumlah perusa dimiliki oleh PT Tritunggal Inti Permata, pemegang saham (lihat Catatan 22).

Perjanjian pinjaman dengan Marubeni tersebut menyebutkan batasan-batasan dan kondisi, antara lain, mensyaratkan Perusahaan untuk memperoleh persetujuan menjaminkan semua atau sebagian aktiva, menjual atau menyewakan aktiva, menyetujui atau menerima ikatan di luar komitmen usaha pada umumnya, mengub melakukan pembayaran pokok dan atau bunga atas hutang pemegang saham, mengumumkan atau membayar dividen, menandatangani perjanjian penjaminan, anggaran dasar dan perubahan pemilikan pada anak perusahaan tertentu.

(d) PT Unicor Prima Motor sedang dalam proses negosiasi restrukturisasi hutangnya dengan PT Summit Sinar Mas Finance (lihat Catatan 29.d.1).

(e) Pada tahun 1999, wesel tagih yang dikeluarkan oleh PT Swadharma Indotama Finance kepada PT Bank Central Asia Tbk diambil alih oleh First Indoco L oleh Asian Properties Ltd., Mauritius pada tahun 2000. Wesel ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Desember 2001.

(f) Pada tahun 2000 dan 1999, Perusahaan gagal melakukan pembayaran hutangnya kepada Societe Generale, Indonesia. Sampai dengan tanggal laporan aud pembayaran tersebut dari bank. Sekarang ini, manajemen sedang melakukan perundingan dengan pemberi pinjaman untuk restrukturisasi pinjaman tersebut aga menguntungkan Perusahaan.

Pada bulan Januari 2001, PT Rodamas Makmur Motor dan PT Indotruck Utama telah berhasil melakukan restrukturisasi atas pinjaman yang diperoleh dari PT Skandinaviska Enskilda Banken, Singapura (lihat Catatan 34.a dan 34.b).

Dokumen terkait