• Tidak ada hasil yang ditemukan

IAS 1 paragraf 140 tentang penarikan IAS 1 (2003) karena hal tersebut tidak relevan

peraturan perundang-undangan tidak mengatur pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan untuk semua entitas, tetapi hanya untuk sebagian entitas

10. IAS 1 paragraf 140 tentang penarikan IAS 1 (2003) karena hal tersebut tidak relevan

DAFTAR ISI

Paragraf PENDAHULUAN ... 01-04 Ruang Lingkup ... 01-03 Definisi ... 04 ISI LAPORAN KEUANGAN INTERIM ... 05-25 Komponen Minimal Laporan Keuangan Interim ... 08-09 Format dan Isi Laporan Keuangan Interim ... 10-14 Catatan Penjelasan Tertentu ... 15-18 Pengungkapan Kepatuhan terhadap SAK ... 19 Periode Laporan Keuangan Interim yang Disyaratkan untuk Disajikan ... 20-22 Materialitas ... 23-25 PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN ... 26-27 PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ... 28-36 Pendapatan yang Diterima Secara Musiman, Siklusan, atau Tidak Teratur... 37-38 Biaya yang Terjadi Secara Tidak Beraturan Selama Tahun Keuangan ... 39 Penerapan Prinsip Pengakuan dan Pengukuran ... 40 Penggunaan Estimasi... 41-42 PENYAJIAN KEMBALI PERIODE INTERIM YANG TELAH DILAPORKAN

SEBELUMNYA ... 43-45 TANGGAL EFEKTIF ... 46 LAMPIRAN

A: Penjelasan mengenai periode yang disyaratkan untuk disajikan B: Contoh penerapan prinsip pengakuan dan pengukuran

Ikhtisar Ringkas

Secara umum perbedaan antara ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim dengan PSAK 3 (1994): Laporan Keuangan Interim adalah sebagai berikut:

Perihal ED PSAK 3 (2010) PSAK 3 (1994)

Ruang lingkup 1. Tidak menentukan entitas yang harus

menerapkan PSAK ini.

2. Entitas yang diwajibkan atau memilih untuk

menyajikan laporan keuangan interim harus mengikuti ketentuan dalam PSAK ini.

Perusahaan yang

diwajibkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.

Pandangan terkait laporan keuangan interim

Tidak dijelaskan. Laporan keuangan interim

merupakan bagian integral dengan laporan keuangan tahunan.

Isi laporan keuangan interim Laporan keuangan interim lengkap atau laporan

keuangan interim ringkas.

Tidak dijelaskan. Komponen minimal laporan

keuangan interim

Laporan posisi keuangan ringkas dan laporan laba rugi komprehensif ringkas.

Tidak dijelaskan. Format dan isi laporan

keuangan interim

1. Laporan keuangan interim lengkap mengikuti

PSAK 1.

2. Laporan keuangan interim ringkas minimal

mencakup judul dan subjudul dalam laporan keuangan tahunan dan catatan penjelasan.

Tidak dijelaskan.

Catatan penjelasan tertentu

dan kepatuhan terhadap

SAK

1. Penjelasan mengenai catatan penjelasan

tertentu dan informasi minimalnya.

2. Pengungkapan kepatuhan terhadap SAK.

Tidak dijelaskan.

Periode laporan keuangan interim komparatif

1. Laporan posisi keuangan per periode interim

dengan tahun buku sebelumnya.

2. Laporan laba rugi komprehensif, laporan

perubahan ekuitas, dan laporan arus kas

komparatif dengan periode interim

sebelumnya.

Tidak dijelaskan.

Perubahan estimasi

signifikan pada periode

interim terakhir

Perubahan estimasi signifikan yang diterjadi pada periode interim terakhir harus diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan.

Tidak dijelaskan.

Pendapatan musiman,

siklusan, dan tidak teratur

Pedapatan musiman, siklusan, dan tidak teratur dapat diantisipasi atau ditangguhkan.

Tidak dijelaskan.

Beban yang tidak beraturan Beban yang tidak beraturan dapat diantisipasi atau

ditangguhkan.

Perbedaan ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim dengan IAS 34 Interim Financial Reporting per 1 Januari 2009

ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim mengadopsi seluruh IAS 34 Interim Financial Reporting per 1 Januari 2009, kecuali:

(1) IAS 34 paragraf 1 yang menjadi ED PSAK 3 (revisi 2010) tentang ruang lingkup dengan menghilangkan anjuran untuk entitas yang menjual efeknya ke publik untuk menyajikan laporan keuangan interim. Hal ini sudah diatur oleh peraturan yang berlaku.

(2) IAS 34 paragraf 14 tentang interaksi antara laporan keuangan interim dengan laporan keuangan interim, tidak diadopsi. Hal ini disesuaikan dengan pengaturan laporan keuangan konsolidasian dalam PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.

(3) IAS 34 paragraf 46 yang menjadi ED PSAK 3 (revisi 2010) tentang tanggal efektif dengan menghilangkan penerapan dini. Pertimbangannya penerapan dini hanya dapat dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRSs diadopsi secara bersamaan menjadi SAK. Adopsi IFRSs menjadi SAK di Indonesia dilakukan secara bertahap.

(4) IAS 34 paragraf 47 dan 48 tentang tanggal efektif untuk dampak amandemen IFRSs, tidak diadopsi. Hal ini tidak relevan karena IFRSs yang diamandemen belum diadopsi sebelumnya.

(5) IAS 34 appendix B paragraf B31-B33 yang menjadi ED PSAK 3 lampiran B paragraf B31-B33 tentang pelaporan keuangan interim pada ekonomi hiperinflasi dengan menghilangkan rujukan ke PSAK, karena ekonomi hiperinflasi belum diatur dalam PSAK tersendiri.

DAFTAR ISI

Paragraf PENDAHULUAN ... 01-06 Ruang Lingkup ... 01 - 03 Definisi ... 04-06 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ... 07-08 RUANG LINGKUP LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ... 09-14 PROSEDUR KONSOLIDASI... 15-28 KEHILANGAN PENGENDALIAN ... 29-34 AKUNTANSI INVESTASI PADA ENTITAS ANAK, PENGENDALIAN BERSAMA

ENTITAS, DAN ENTITAS ASOSIASI DALAM LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI .... 35-39 PENGUNGKAPAN ... 40-41 TANGGAL EFEKTIF ... 42 KETENTUAN TRANSISI ... 43 PENARIKAN ... 44 PEDOMAN IMPLEMENTASI

Ikhtisar Ringkas

Secara umum perbedaan ED PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dengan PSAK 4 (revisi 1998): Laporan Keuangan Konsolidasi adalah sebagai berikut:

Perihal PSAK 4 (1998) PSAK 4 (2009)

Ruang lingkup Laporan keuangan konsolidasi 1. Laporan keuangan konsolidasi

2. Laporan keuangan tersendiri

Definisi Tidak ada definisi mengenai laporan keuangan tersendiri.

Terdapat definisi mengenai laporan keuangan tersendiri.

Entitas anak yang tidak

dikonsolidasikan

1. Entitas anak yang dimiliki untuk

dijual atau dialihkan dalam jangka pendek.

2. Entitas anak yang dibatasi oleh

restriksi jangka panjang.

Entitas anak yang menjadi subyek

pengendalian pemerintah, pengadilan,

administrator, dan regulator.

Penyajian laporan keuangan

konsolidasian

Pengendalian ada jika punya mempunyai lebih dari 50% hak suara.

Pengendalian ada jika punya mempunyai lebih dari 50% hak suara, kecuali dapat ditunjukkan dengan jelas tidak ada pengendalian.

Tidak ada pengaturan mengenai keberadaan hak suara potensial.

Keberadaan hak suara potensial diperhitungkan dalam menilai keberadaan pengendalian. Tidak ada penegasan mengenai hal

tersebut.

Terdapat penjelasan bahwa konsolidasi harus tetap dilakukan oleh modal ventura, reksadana, unit perwalian atau entitas sejenis.

Prosedur konsolidasi

Tanggal laporan keuangan entitas anak yang berbeda entitas induk:

1. Laporan keuangan entitas anak dapat digunakan jika beda tidak lebih 3 (tiga) bulan.

2. Diungkapkan peristiwa atau transaksi

material antar tanggal tersebut.

Tanggal laporan keuangan entitas anak yang berbeda entitas induk:

1. Entitas anak harus menyusun laporan keuangan dengan tanggal yang sama dengan entitas induk, kecuali tidak praktis.

2. Dilakukan penyesuaian untuk transaksi atau

peristiwa material antar perbedaan tanggal laporan keuangan tersebut (tidak lebih 3 (tiga) bulan).

Kepentingan non-pengendali (hak minoritas)

Hak minoritas disajikan tersendiri di antara kewajiban dan ekuitas.

Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas.

Hak minoritas disajikan tersendiri dalam laporan laba rugi.

Laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan kepentingan non- pengendali.

Saldo hak minoritas minimal sama dengan nol, kecuali ada kewajiban mengikat dan kemampuan.

Saldo kepentingan non-pengendali dapat negatif (defisit). Perubahan kepemilikan yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian

Tidak ada pengaturan mengenai hal tersebut.

Perubahan kepemilikan yang tidak

mengakibatkan hilangnya pengendalian

diperlakukan sebagai transaksi ekuitas.

Perbedaan antara harga pelepasan dengan nilai tercatat kepemilikan diakui dalam ekuitas.

Hilangnya pengendalian

Tidak ada pengaturan mengenai serangkaian transaksi yang mengakibatkan hilangnya pengendalian yang diperlakukan sebagai suatu transaksi tunggal.

Terdapat pengaturan mengenai serangkaian

transaksi yang mengakibatkan hilangnya

pengendalian yang diperlakukan sebagai suatu transaksi tunggal.

Laporan keuangan tersendiri

Laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan laporan keuangan konsolidasi.

Laporan keuangan tersendiri sebagai laporan keuangan entitas.

Investasi pada entitas anak dicatat dengan metode ekuitas.

Investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas dicatat dengan metode biaya (at cost) atau nilai wajar.

Perbedaan ED PSAK 4 (2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dengan IAS 27 (2009): Consolidated and Separate Financial Statements

ED PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 27 (2009): Consolidated and Separate Financial Statements, kecuali untuk beberapa paragraf berikut:

No IAS 27 ED PSAK 4 Keterangan

1. Paragraf 03 mengenai ruang lingkup