Merekatkan Ukhuwah Islamiyah
1. Ibadah Haji
a. Ketentuan Haji dalam Islam
1) Pengertian dan Dalil Haji
Secara bahasa haji berasal dari kata al-H|ajj yang artinya “menyengaja sesuatu”. Sedangkan menurut syara, haji berarti menyengaja mengunjungi Baitullah di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang telah diatur ketentuan dan tata caranya dalam syariat Islam.
Adapun hukum melaksanakan ibadah haji adalah wajib bagi orang Islam yang mampu. Kewajiban ini hanya sekali dalam seumur hidupnya.
Allah Swt. Berfirman:
ِلل َو ۗاًن ِمّٰ ِ ا ٰ ناَ ك ٗهَ َل َخ َد ن َم َو ۚ َم ْي ِها َرْبِإ ُماق َّم ٌتاَنَِ ّيَب ٌتٰيٰا ِهْيِف
َللا ّٰ ن ِإَّ ف َرَ فَك ْن َم َو ۗ اَ ليِب َس ِهْيً َل ِا َعا َطَت ْسا ِن َم ِتْيَبْلا ُّج ِح ِساَّنلا ىَلَع
﴾۹۷﴿ َنْي ِمل ٰعَ لا ِنْ َع ٌّي ِن َغ
Kelas IX SMP
141
Artinya: Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam
Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (Q.S. Ali
‘Imrān/3: 97)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa melaksanakan haji hukumnya wajib bagi yang mampu dan sekali dalam seumur hidupnya. Seseorang dikatakan mampu apabila: (1) secara material memiliki cukup biaya dan bekal dirinya maupun untuk keluarga yang ditinggal, (2) mampu secara fisik selama melaksanakan ibadah haji, (3) tersedianya transportasi yang aman menuju ke Makkah. Bagi umat Islam yang mampu, namun tidak melaksanakan haji, maka akan mendapat dosa karena telah meninggalkan kewajibannya.
2) Cara Pelaksanaan Haji
Di samping wajib melaksanakan ibadah haji, jemaah haji juga harus melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Oleh karena itu para jemaah haji pada saat di tanah suci melaksanakan ibadah haji dan ibadah umrah. Adapun tata cara melaksanakan kedua ibadah itu ada tiga macam cara, yaitu:
a) Ifrad yaitu dengan melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu kemudian melakukan ibadah umrah. Cara pelaksanaan ifrad adalah (1) ihram dari mi<qa<t untuk haji dan melakukan seluruh pekerjaan haji pada bulan Zulhijah; (2) ihram lagi dari mi<qa<t untuk umrah serta melakukan seluruh pekerjaan umrah.
b) Tamattu'’ yaitu dengan melaksanakan umrah dahulu kemudian mengerjakan haji. Cara pelaksanaan Tamattu' adalah (1) ihram dari mi<qa<t untuk umrah (dilakukan setelah masuk bulan haji), (2) melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan umrah (3) ihram lagi untuk haji, (4) melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Orang yang melaksanakan haji dengan Tamattu' wajib membayar hadyu atau dam (denda).
c) Qiran yaitu mengerjakan haji sekaligus ibadah umrah. Cara pelaksanaan
qiran adalah (1) ihram dari mi<qa<t untuk haji dan umrah sekaligus;
(2) melakukan semua pekerjaan haji. Dengan cara ini berarti seluruh pekerjaan umrahnya sudah tercakup dalam pekerjaan haji.
3) Syarat Haji
Bagi seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain:
a) Islam; b) Balig;
c) berakal sehat;
d) merdeka, bukan budak, bukan hamba sahaya yang terikat oleh tuannya; dan
e) istita'ah (mampu) melaksanakan ibadah haji. 4) Waktu Pelaksanan Haji
Pelaksanaan haji dimulai sejak awal bulan Syawal sampai sebelum terbit fajar pada malam tanggal 9 Zulhijah untuk melakukan amalan-amalan sunah haji, dan kemudian melakukan rukun haji pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijjah setiap tahunnya.
5) Rukun Haji
Rukun haji adalah serangkaian kegiatan yang harus dikerjakan, apabila salah satunya tidak dikerjakan maka hajinya menjadi tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan dam. Mayoritas ulama sepakat bahwa rukun haji adalah sebagai berikut:
a) Ihram
Ihram adalah berniat untuk memulai mengerjakan haji dengan memakai pakaian putih dan tidak berjahit. Kain tersebut diletakkan di bawah ketiak kanan dan dua ujungnya di pundak sebelah kiri.
Makna yang terkandung dari pemakaian pakaian putih ini adalah kesetaraan dan kesederhanaan. Semua umat di hadapan
Kelas IX SMP
143
Allah Swt. itu sama, yang membedakannya hanyalah ketakwaannya. Dengan pakaian putih juga merupakan simbol latihan meninggal dunia sehingga manusia lebih siap menghadapi kematian.
Niat dilakukan dengan ikhlas di dalam hati, jika diucapkan maka bunyi niatnya sebagai berikut:
ا ًّج َح اللهم َك ْيَّبلَ
Artinya: Kupenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji
Setelah niat ini maka seseorang yang berhaji tidak boleh melakukan rafas (melakukan hal-hal yang mengarah kepada syahwat) berbuat fasik (berrbuat maksiat) dan jida>l (berbantah-bantahan) selama mengerjakan ibadah haji.
b) Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah adalah berhenti di Padang Arafah dari tergelincirnya matahari (waktu duhur) tanggal 9 Zulhijah sampai dengan terbenam matahari, baik dalam keadaan suci maupun tidak suci. Sunah yang dkerjakan selama wukuf antara lain:
(1) melakukan salat duhur dan Asar dengan dijama qasar takdim; (2) mendengarkan khotbah Arafah;
(3) memperbanyak zikir, doa atau membaca al-Qur'an; dan (4) masuk area Arafah sebelum waktu duhur.
Makna yang terkandung dari wukuf ini adalah berhenti dari perbuatan maksiat, dan memperbanyak zikir, doa atau membaca al-Qur'an seperti yang dilakukan ketika wukuf. Ketika berkumpul di Padang Arafah, umat manusia akan merenung betapa kecilnya dia di hadapan Allah Swt. Di tempat ini juga jamah haji akan mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah (ula<, wusta< dan 'aqabah), yang mengandung makna membuang jauh-jauh segala keburukan yang ada dalam dirinya sehingga menjadi seseorang yang bersih hatinya.
c) Tawaf
Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan posisi Ka'bah di sebelah kiri. Tawaf dimulai dan diakhiri di tempat yang sejajar dengan hajar aswad. Tawaf yang termasuk ke dalam rukun haji ini adalah tawaf ifadah (tawaf wajib).
Tawaf ada beberapa macam, yaitu:
(1) tawaf qudum, dilakukan ketika sampai Makkah;
(2) tawaf ifadah, sebagai rukun haji, dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah;
(3) tawaf sunah, dilakukan kapan saja; dan
(4) tawaf wada<’, dilakukan ketika jemaah akan meninggalkan kota Makkah.
Adapun syarat tawaf adalah sebagai berikut: (1) menutup aurat;
(2) suci dari hadas dan najis;
(3) Ka'bah hendaklah berada di sebelah kiri orang yang tawaf; (4) tawaf dimulai dari hajar aswad;
(5) tawaf dilaksanakan sebanyak tujuh kali; dan (6) tawaf dilaksanakan di dalam Masjidil Haram.
Sunah-sunah dalam tawaf adalah:
(1) menghadap hajar aswad ketika memulai tawaf;
Gambar 6.2
(2) berjalan kaki, dan bagi laki-laki lebih baik berlari kecil pada tiga putaran pertama;
(3) menyentuh atau mencium H\ajar
aswad;
(4) menyentuh rukun yamani;
(5) memperbanyak zikir dan doa; dan 6. setelah selesai, melakukan salat
Kelas IX SMP
145
Tawaf dengan mengelilingi Ka'bah ini mengandung makna bahwakehidupan ini berputar. Manusia berasal dari tidak ada, menjadi ada dan kemudian akan tidak ada lagi yakni kematian.
d) Sa`i
Sa’i adalah kegiatan berjalan antara bukit Safa dan Marwah
sebanyak 7 kali dengan ketentuan: (1) dilakukan setelah tawaf;
(2) dilakukan dalam keadaan suci dan menutup aurat;
(3) seluruh rangkaian dilakukan lengkap sebanyak 7 kali tidak ada yang tersisa;
(4) dimulai dari bukit Safa dan diakhiri di bukit Marwah. Perjalanan dari Safa ke Marwah dianggap satu kali;
(5) berdoa di bukit Safa dan Marwah; dan
(6) bagi laki-laki, disunahkan berlari-lari kecil di antara dua lampu hijau.
Sa`i dengan berlari-lari kecil di mas`a (tempat sa`i), yakni antara
bukit Safa dan bukit Marwah ini mengandung makna bahwa kehidupan ini harus dijalani dengan penuh semangat, seperti semangatnya Siti Hajar dan Ismail mencari air.
e) Tahalul
Tahalul adalah kegiatan mencukur rambut kepala sekurang-kurangnya 3 helai, bagi laki-laki lebih utama apabila mencukur seluruh rambut di kepala. Tahalul ada 2 macam, yaitu:
(1) tahalul pertama dilaksanakan setelah ihram, wukuf di Arafah dan melempar jumrah 'aqabah; dan
(2) tahalul kedua dilaksanakan sesudah mengerjakan seluruh rang-kaian haji, termasuk tawaf ifadah dan sa’i.
Makna yang terkandung dari tahalul ini diharapkan manusia bisa membuang sifat sombong dan angkuh, yang disimbolkan dengan rambut kepala yang sering dibanggakan.
f) Tertib
Tertib artinya harus berurutan dimulai niat (ihram, wukuf, tawaf,
sa`i dan tahalul).
8) Wajib haji
Wajib haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh jemaah haji. Ketika ditinggalkan salah satu atau sebagian wajib haji, maka ibadah hajinya tetap sah, namun demikian dia harus membayar dam (denda). Wajib haji tersebut adalah sebagai berikut:
a) Berihram (berniat) dari miqat yang telah ditentukan
b) Mabit (bermalam) di Muzdalifah, suatu daerah yang berada antar Arafah dan Mina.
c) Melontar jumrah 'aqabah pada Hari Raya Haji. d) Mabit (bermalam) di Mina
e) Melempar tiga jumrah, yaitu jumrah ‘ula, wusta, dan 'aqabah f) Tawaf Wada’
g) Meninggalkan larangan-larangan haji 9) Larangan Haji dan Umrah
Larangan haji dan umrah bagi laki-laki adalah sebagai berikut: a) memakai pakaian yang berjahit baik jahitan biasa, sulaman, maupun
diikatkan kedua ujungnya; dan
b) menutup kepala, kecuali sesuatu hal dibolehkan. Akan tetapi harus membayar dam.
Larangan haji dan umrah bagi perempuan adalah sebagai berikut: a) memakai penutup muka; dan
Kelas IX SMP
147
keadaan mendesak ia boleh menutupnya akan tetapi harus membayar fidyah.
Larangan haji dan umrah bagi laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut:
a) memakai wangi-wangian baik yang dipakainya pada badan maupun pada pakaian;
b) menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain termasuk memakai minyak rambut;
c) memotong kuku;
d) mengakadkan nikah yaitu menikahkan, menikah maupun menjadi wali nikah;
e) melakukan hubungan bagi suami istri; dan
f) berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan. 10) Dam (Denda)
Jemaah haji yang meninggalkan wajib haji atau melakukan perbuatan yang dilarang pada saat ihram maka harus membayar dam. Macam-macam dam sebagai berikut:
Jenis Pelanggaran Ketentuan Dam (Denda)
a) Tidak mengerjakan haji ifrad (yang dikerjakan adalah haji
tamattu' atau qiran)
b) Tidak melaksanakan salah satu wajib haji
Menyembelih 1 ekor kambing. Jika tidak mampu, berpuasa sepuluh hari (3 hari di Makkah, 7 hari di negeri asal).
Melakukan salah satu dari bebera-pa larangan haji berikut;
a) memakai pakaian yang berjahit dan atau penutup kepala (bagi laki-laki)
b) memakai penutup muka dan atau penutup kedua telapak tangan (bagi perempuan) c) memakai wangi-wangian d) memotong rambut atau bulu
badan yang lain e) memotong kuku.
f) menikahkan, menikah atau menjadi wali nikah
Damnya boleh memilih di antara
3 hal berikut:
a) menyembelih seekor kambing
b) puasa tiga hari
c) memberi makan 6 orang miskin
Melakukan hubungan suami istri ketika melaksanakan kegiatan haji atau umrah
Bentuk damnya adalah;
a) menyembelih seekor unta. Kalau tidak mampu seekor sapi, kalau tidak mampu juga tujuh ekor kambing.
b) pelaksanaan penyembelihan
dam ini harus di Makkah.
c) berpuasa selama 3 hari selama melaksanakan ibadah haji, dan 7 hari di tanah air a) merusak, memburu dan
mem-bunuh binatang buruan
b) memotong pohon-pohon atau mencabut rerumputan di tanah haram
Damnya boleh memilih hal
berikut:
a) menyembelih binatang yang ia buru
b) memberi makanan kepada fakir miskin seharga dengan binatang itu
Kelas IX SMP
149
11) Sunah Haji
a) Melaksanakan haji ifrad
b) Membaca talbiyah selama ihram sampai melontar jumrah 'aqabah pada Hari Raya Idul Adha.
c) Berdoa setelah membaca talbiyah. d) Membaca zikir pada waktu tawaf e) Memasuki Ka'bah.