METODE PENELITIAN
2. Sampel penelitian
4.5 Variabel Penelitian
4.5.1 Identifikasi dan klasifikasi variabel Penelitian
Variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian ini dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Variabel bebas; peregangan otot di sela pembelajaran
2. Variabel terikat; kebosanan, kelelahan dan keluhan muskuloskeletal. 3. Variabel kontrol, yaitu (a) faktor internal peserta didik (umur, jenis
kelamin, berat badan, dan tinggi badan) dan (b) faktor eksternal (mikroklimat ruang kelas dan faktor sosial budaya).
4.5.2 Definisi operasional variabel
Menghindari adanya kesalahan dalam pengumpulan data, maka berdasarkan identifikasi dan klasifikasi variabel di atas, dibuat definisi operasional variabel sebagai berikut.
1. Peregangan otot merupakan suatu usaha untuk memperpanjang otot istirahat (relaksasi). Sehingga dengan adanya peregangan ini kelenturan (fleksibilitas) menjadi meningkat. Peregangan otot dilakukan sebanyak 2 kali selama proses pembelajaran yang berlangsung dari pukul 07.30 – 13.10 Wita dengan pembagian sebagai berikut.
07.30 – 08.15 Wita, jam pelajaran I 08.15 – 09.00 Wita, jam pelajaran II
09.00 – 09.45 Wita, jam pelajaran III (5 menit sebelum berakhir dilakukan peregangan)
09.45 – 10.30 Wita, jam pelajaran IV
10.55 – 11.40 Wita, jam pelajaran V
11.40 – 12.25 Wita, jam pelajaran VI (5 menit sebelum berakhir dilakukan peregangan)
12.25 – 13.10 Wita, jam pelajaran VII
Jadi peregangan otot dilakukan sebanyak 6 kali selama 3 hari yaitu pada hari Senin, Selasa dan Rabu.
2. Peregangan dalam pembelajaran adalah latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas otot peserta didik selama proses pembelajaran. Beberapa gerakan yang dilakukan untuk dapat menurunkan kebosanan, kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pada peserta didik, sebagai berikut. a. Peregangan otot leher: berfungsi untuk meregangkan otot
sternocleidomastoideus dan otot trapezius.
Gerakan peregangan itu sendiri terdiri atas gerakan sebagai berikut. 1. Menundukkan kepala ke bawah dan meregangkan kepala ke atas
dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali.
2. Menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.3).
3. Mematahkan kepala ke kanan dan ke kiri dilakukan dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.4).
b. Peregangan otot tangan dan lengan: bertujuan untuk meregangkan otot triceps brachii, deltoideus, biceps brachii, fleksor antebrachii, dan ekstensor antebrachii.
Gerakan peregangannya sebagai berikut.
1. Menekuk tangan kanan menyamping ke kiri dengan ditahan menggunakan tangan kanan dan kemudian sebaliknya dengan dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.5)
2. Tangan kanan ditekuk di belakang kepala kemudian ditekan menggunakan tangan kiri dan kemudian sebaliknya dengan dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.6)
3. Meregangkan atau menarik kedua tangan ke atas dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.7)
4. Menekuk telapak tangan kanan ke atas dan ke bawah dengan dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali serta demikian jugan dengan tangan kiri. (Seperti terdapat pada Gambar 16.8)
c. Peregangan otot pinggang dan perut: ditujukan untuk meregangkan otot serratus anterior, rectus abdominis, latissimus dorsi, obliquus abdominis eksternus, dan inscriptiones tendineii.
Gerakan peregangannya sebagai berikut.
1. Mencondongkan badan ke samping kanan dan ke samping kiri dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.9)
2. Memutar badan ke kanan dan kiri dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.10). d. Peregangan otot punggung, bertujuan untuk meregangkan otot
trapezius dan latissimus dorsi.
Gerakan peregangannya sebagai berikut.
1. Posisi berdiri, meletakkan telapak tangan pada punggung bagian bawah (tepat di bagian ginjal) dengan jari-jari tangan menunjuk ke bawah dan ibu jari menunjuk keluar dengan hitungan 8 – 10 detik diulangi 2 sampai 3 kali. (Seperti terdapat pada Gambar 16.11 dan 16.12).
e. Peregangan bahu, bertujuan untuk meregangkan otot deltoideus Gerakan peregangannya sebagai berikut.
1. Tarik bahu ke atas, kearah telinga. Ulangi dengan hitungan 3 – 4 detik diulangi 5 sampai 6 kali.
(Anonim, 2011).
3. Kebosanan adalah tingkat ungkapan perasaan yang tidak menyenangkan, perasaan lelah yang menguras seluruh minat dan tenaga. Di data dengan menggunakan kuesioner kebosanan. Pendataan tingkat kebosanan dilakukan pada pukul 07.00 – 07.30 Wita (sesaat sebelum subjek mengikuti pembelajaran) dan pada pukul 13.10 Wita. Jadi pendataan tingkat kebosanan dilakukan sebanyak 12 kali yakni setiap hari dilakukan pendataan sebanyak 2 kali (sebelum dan sesudah pembelajaran) sebanyak 6 hari yaitu 3 kali sebelum perlakuan dan 3 kali setelah perlakuan.
4. Kelelahan adalah tingkat reaksi fungsional dari pusat kesadaran yang dipengaruhi oleh dua sistem antagonistik yaitu sistem penghambat (inhibisi) dan sistem penggerak (aktivasi). Di data dengan menggunakan 30 item of rating scale yang dikeluarkan oleh Japan Association of Industrial and Health. Kuesioner ini terdiri atas tiga kategori yaitu: pelemahan aktivitas (item 1 – 10), pelemahan motivasi (Item 11 – 20) dan kelelahan fisik (item 21 – 30). Pendataan tingkat kelelahan dilakukan pada pukul 07.00 – 07.30 Wita (sesaat sebelum subjek mengikuti pembelajaran) dan pada pukul 13.10 Wita. Jadi pendataan tingkat kelelahan dilakukan sebanyak 12 kali yakni setiap hari dilakukan pendataan sebanyak 2 kali (sebelum dan sesudah pembelajaran) sebanyak 6 hari yaitu 3 kali sebelum perlakuan dan 3 kali setelah perlakuan.
5. Keluhan muskuloskeletal adalah tingkat rasa tidak nyaman sampai nyeri pada otot. Keluhan muskuloskeletal didata dengan menggunakan kuesioner keluhan muskuloskeletal yang dimodifikasi dengan 4 skala Likert. Pendataan tingkat keluhan muskuloskeletal dilakukan pada pukul 07.00 – 07.30 Wita (sesaat sebelum subjek mengikuti pembelajaran) dan pada pukul 13.10 Wita Jadi pendataan tingkat keluhan muskuloskeletal dilakukan sebanyak 12 kali yakni setiap hari dilakukan pendataan sebanyak 2 kali (sebelum dan sesudah pembelajaran) selama 6 hari yaitu 3 kali sebelum perlakuan dan 3 kali setelah perlakuan.
6. Umur adalah jarak antara waktu lahir sampai pada saat pendataan.
7. Jenis kelamin adalah ciri fenotif subjek yang ditunjukkan oleh ciri-ciri kelamin sekunder.
8. Kesehatan adalah status sehat subjek yang ditinjau berdasarkan kondisi fisiologisnya dan dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. 9. Berat badan adalah bobot tubuh subjek yang diukur dengan timbangan
badan Camry kapasitas 130 kg, dengan ketelitian 0,1 kg.
10. Tinggi badan adalah ukuran dan proporsi tubuh subjek dalam posisi berdiri yang diukur dari vertex sampai ke telapak kaki di lantai dengan antropometer merek Super buatan Jepang.
11. Pembelajaran adalah proses berlangsungnya belajar mengajar di kelas yang merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah.
12. Guru adalah pengajar yang memberikan pengajaran dalam satu bidang ilmu yang dikuasai dan akan disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini. Karakteristik guru diasumsikan tidak berpengaruh terhadap hasil penelitian karena dilakukan oleh guru yang sama antara sebelum dan sesudah perlakuan.
13. Materi pelajaran adalah materi yang diberikan sesuai dengan kurikulum pendidikan untuk siswa SMK Pariwisata Triatma Jaya Badung. Dengan materi pelajaran sebagai berikut.
Senin:
07.30 – 08.15 Wita : Kimia 08.15 – 09.00 Wita : Kimia
09.00 – 09.45 Wita : Bahasa Indonesia 09.45 – 10.30 Wita : Bahasa Indonesia 10.30 – 10.55 Wita : Istirahat
11.40 – 12.25 Wita : Bahasa Inggris 12.25 – 13.10 Wita : Budi Pekerti Selasa:
07.30 – 08.15 Wita : Ilmu Pengetahuan Alam 08.15 – 09.00 Wita : Ilmu Pengetahuan Alam 09.00 – 09.45 Wita : Matematika
09.45 – 10.30 Wita : Matematika 10.30 – 10.55 Wita : Istirahat
10.55 – 11.40 Wita : Pemrograman Dasar 11.40 – 12.25 Wita : Pemrograman Dasar 12.25 – 13.10 Wita : Pemrograman Dasar Rabu:
07.30 – 08.15 Wita : Pemrograman Web Dasar 08.15 – 09.00 Wita : Pemrograman Web Dasar 09.00 – 09.45 Wita : Pemrograman Web Dasar 09.45 – 10.30 Wita : Istirahat
10.30 – 10.55 Wita : Agama Hindu 10.55 – 11.40 Wita : Agama Hindu
11.40 – 12.25 Wita : Pendidikan Kewarganegaraan 12.25 – 13.10 Wita : Pendidikan Kewarganegaraan
14. Jam pelajaran adalah istilah yang digunakan untuk membatasi waktu selama proses pembelajaran berlangsung. Satu jam pelajaran dihitung 45 menit.
15. Waktu istirahat adalah waktu yang digunakan siswa untuk istirahat setelah mengikuti proses pembelajaran. Waktu istirahat yang diberikan adalah 45 menit.
16. Kondisi lingkungan yaitu kondisi alam yang menyertai subjek dalam proses pembelajaran dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki seperti suhu udara dan kelembaban relatif. Pengaruhnya akan dikendalikan dengan jalan melakukan penelitian di satu tempat dan perubahan antara sebelum dan sesudah perlakuan akan dianalisis secara statistic (control by analisis)
17. Suhu udara adalah suhu lingkungan dalam derajat celcius yang diukur dengan thermometer ruangan merk Luxtron LM 800. Pengukuran dilakukan pada lima titik (di bagian depan kanan dan kiri, tengah dan bagian belakang kanan dan kiri) dalam ruang kelas siswa. Pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan dalam sehari.
18. Kelembaban relatif adalah kelembaban yang ditentukan berdasarkan nilai suhu basah dan suhu kering dalam satuan derajat celcius yang dikonversi ke satuan derajat Fahrenheit dan dipetakan ke dalam Psychrometric Chart. Pengukuran ini dilakukan hanya pada satu titik saja yaitu pada titik sentral dari ruang kelas siswa. Pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan dalam sehari.
19. Intensitas kebisingan diukur dengan menggunakan Sound Level Meter merk Rion dengan satuan decibel A (dB. A).
20. Penerangan adalah intensitas penerangan alami atau buatan dalam satuan lux yang diukur dengan Luxmeter model DM-28 buatan Jepang. Intensitas
penerangan ini diukur dengan pada lima titik (di bagian depan kanan dan kiri, tengah dan bagian belakang kanan dan kiri) dalam ruang kelas siswa. Setiap pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan.