Jenis pagelaran tari yang diadakan oleh Marlupi Dance Academy berupa beberapa tarian lepas yang terdiri dari tarian modern dance/jazz dan balet klasik.
Dengan puncak acara berupa pagelaran balet klasik adaptasi karya asli dari Frederick Ashton. Musik yang digunakan juga merupakan karya asli Ferdinand Harold.
Pagelaran yang akan diadakan oleh MDA ini didukung oleh penari tamu dari Peking Ballet School sebagai pemeran utama pria dan para penari terbaik MDA yang telah memiliki penghargaan dan pengalaman menari di dunia internasional.
• Judul Pagelaran : La Fille mal Gardee
“The Story of Unchaperoned Daughter”
• Pertama Kali Dipentaskan : The Royal Ballet (di Covent Garden) 28 Januari 1960
• Koreografi : Frederick Ashton
• Musik : Ferdinand Harold
• Adaptasi : Agnes Maria, SE. RAD. RTS
• Waktu Pagelaran : 25 Maret 2007
• Lokasi Pagelaran : Ballroom, Hotel J.W. Marriot Surabaya
• Jalan Cerita Pagelaran : Act 1
Scene 1-The Farmyard
Matahari mulai terbit di sebelah Timur dan ayam jantan milik janda Simone mulai berkokok. Putri janda Simone yang bernama Lise sedang memikirkan sang kekasih Colas yang sangat dicintainya, dimana kehidupan cinta mereka penuh dengan hambatan, karena ibunya percaya bahwa putrinya akan mempunyai
kehidupan yang lebih baik bila menikah dengan putra saudagar Thomas yang eksentrik, yaitu Alain.
Lise dan Colas diam-diam bertemu tanpa sepengetahuan ibunya. Musim panen telah tiba dan panen mereka berhasil dengan baik, maka mereka mengadakan pesta panen di ladang. Saudagar Thomas datang bersama anaknya Alain yang selalu membawa payung merahnya, untuk dipertemukan dengan Lise.
Scene 2-The Cornfield
Pesta panen akan segera dimulai dan seluruh warga desa telah berkumpul untuk merayakannya, Colas membawa sebotol anggur. Kemudian, Janda Simone tiba bersama Lise dan pesta dansa dimulai. Lise seharusnya berdansa bersama Alain, tetapi teman-teman membantu Lise agar tetap dapat berdansa dengan Colas. Tiba-tiba datanglah badai yang kemudian membubarkan pesta tersebut.
Act 2-Lise’s House
Colas cepat berlari pulang ke rumah Lise dan bersembunyi di kamar Lise.
Ketika tiba di rumah, janda Simone mengurung Lise di kamar karena saudagar Thomas beserta Alain akan datang melamar Lise. Tetapi ketika Alain membuka pintu kamar Lise, semuanya tercengang dan kaget karena Colas ada di dalam bersama Lise.
Teman-teman Lise memohon kepada janda Simone untuk merestui hubungan mereka. Akhirnya janda Simone setuju dan merestui Colas dan Lise.
2.3.1. Potensi Pagelaran
Pagelaran balet dan jazz merupakan salah satu aktivitas rutin yang diadakan Marlupi Dance Academy setiap tahunnya. Pagelaran-pagelaran yang diadakan oleh MDA selama ini dapat berhasil sukses berkat dukungan penari-penarinya yang berjumlah sangat banyak dan juga berkualitas. Dengan jumlah murid yang banyak, MDA dapat memilih murid-murid yang menonjol untuk mengikuti pagelaran yang diadakan. Sayangnya dengan kondisi murid yang banyak dan tersebar di berbagai cabang MDA, tidak memungkinkan bagi mereka semua untuk ikut berperan serta dalam suatu pagelaran tari yang serius. Sehingga murid-murid yang prestasinya kurang menonjol sulit memiliki kesempatan untuk ikut menari dalam pagelaran
MDA yang serius. Untuk mengatasi hal tersebut, MDA seringkali mengadakan pagelaran yang merupakan ajang unjuk diri bagi semua murid MDA, berupa lomba balet klasik maupun modern dance/jazz, sehingga setiap murid MDA mempunyai kesempatan yang sama untuk melatih keberaniannya tampil di depan publik.
Untuk mewujudkan suatu pagelaran yang berkualitas, begitu banyak aspek yang harus diperhatikan seperti tata lampu, tata panggung, kostum, dan berbagai aspek lainnya. Tentu saja hal tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Dengan demikian MDA perlu menarik minat sponsor dalam jumlah yang cukup besar pula.
Penyelenggaraan pagelaran balet selama ini memiliki beberapa kelemahan:
• Daya dukung yang terbatas, dimana Surabaya tidak memiliki gedung dengan berbagai fasilitas yang memadai untuk menyelenggarakan sebuah pagelaran balet.
• Dana yang terbatas, dimana dalam mewujudkan sebuah pagelaran yang berkualitas dibutuhkan biaya yang besar.
• Sarana pendukung pagelaran kurang mendapat perhatian secara maksimal, misalnya tata lampu dan tata dekorasi.
• Kurangnya jumlah sumber daya manusia untuk mengkoordinasi pagelaran, dimana tiap bagian membutuhkan koordinator yang dapat mengatur bidangnya masing-masing agar berjalan lancar selama pagelaran berlangsung. Terbatasnya SDM dan banyaknya bidang yang harus ditangani, sering menyebabkan kebingungan dan kerja lembur pada saat mendekati waktu pagelaran.
Selama ini penyelenggaraan pagelaran balet tiap tahunnya selalu memberi peningkatan kualitas bagi murid-muridnya. Dapat dilihat dari kesadaran disiplin murid-murid dengan hadir tepat waktu pada saat latihan dan pagelaran, serta menari dengan kompak dan sungguh-sungguh untuk menghadirkan suatu pagelaran balet dan jazz yang berkualitas.
Sedangkan pagelaran-pagelaran balet dari tahun ke tahun memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari pagelaran balet dan jazz 45 tahun MDA, pada tahun 2001. MDA menampilkan berbagai variasi koreografi yang apik dalam satu pagelaran seperti “Copelia”, “Royal Navy”,
“Nutcracker”, didukung dengan kostumnya yang indah. Sedangkan pagelaran balet dan jazz “Colours” memiliki keunikan dalam gaya koreografinya. Sehingga
pagelaran balet dan jazz yang diadakan oleh MDA tiap tahunnya selalu menonjolkan kelebihan yang berbeda dan penonton selalu disuguhi dengan sesuatu yang baru, yang menarik perhatian mereka.
Pada pagelaran balet yang akan diadakan pada Maret 2007 ini, MDA mempunyai banyak hal baru yang dapat ditonjolkan untuk menarik minat penonton, antara lain:
• Menghadirkan pertujukan cerita balet klasik adaptasi karya Frederick Ashton, orang yang berperan besar dalam perkembangan balet.
• Didukung oleh penari tamu dari Peking Ballet School.
• Didukung oleh para penari MDA yang telah berpengalaman, baik nasional maupun internasional.
• Kostum yang khusus didesain sesuai dengan judul pagelaran yang diangkat.
• Dekorasi yang disesuaikan dengan tema pagelaran.
• Didukung oleh tenaga penata musik dan lampu yang sudah berpengalaman.
• Dikoordinasi oleh salah satu event organizer yang cukup berpengalaman di Surabaya dalam mengkoordinasi jalannya pagelaran agar dapat berhasil dan berjalan lancar.
2.3.2. Strategi Pemasaran Pagelaran
Strategi pemasaran pagelaran yang diterapkan oleh Marlupi Dance Academy selama ini, yaitu:
a. Strategi Produk (Product Strategy)
Strategi produk yang diterapkan MDA adalah berusaha dengan maksimal memenuhi permintaan masyarakat untuk mewujudkan pagelaran balet dan jazz yang berkualitas, dengan didukung oleh penari-penari terbaik dari MDA serta berusaha memulai acara tepat waktu. Pada kesempatan kali ini, strategi lain yang diterapkan adalah dengan mengadakan pagelaran di salah satu hotel bintang lima Surabaya, mengundang penari pria dari Peking Ballet School sebagai pemeran utama pria. Dengan strategi produk yang diterapkan, diharapkan penonton merasa nyaman dan puas menikmati pagelaran balet tersebut, sehingga memiliki kesan tersendiri terhadap MDA, misalnya dengan mengajak anak-anak atau kerabat mereka mengikuti pendidikan tari di MDA serta dapat meningkatkan
keinginan mereka untuk menonton kembali pagelaran balet dan jazz yang akan diadakan pada kesempatan berikutnya.
b. Strategi Harga (Pricing Strategy)
Dalam suatu pagelaran yang berkualitas, tentu dibutuhkan biaya yang cukup besar. Hal ini dapat berpengaruh pada harga tiket yang akan ditawarkan kepada konsumen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, setiap pagelaran MDA tidak lepas dari campur tangan sponsor. Bahkan sebagian kostum penari, biayanya ditanggung oleh masing-masing murid dan selanjutnya kostum tersebut akan menjadi milik pribadi murid tersebut. Pada pagelaran kali ini, strategi harga ditetapkan dengan membagi biaya tiket menjadi 2 kategori, yang menentukan letak dari kursi penonton itu sendiri.
Harga tiket pagelaran balet klasik tahun 2007, dibagi menjadi 2 kategori:
• VIP - Rp. 300.000,-
• Kelas 1 - Rp. 200.000,-
Perumusan harga yang dibuat tersebut berdasarkan pertimbangan biaya sewa gedung, biaya peralatan pendukung pagelaran (tata lampu, tata dekorasi, tata musik), biaya tenaga kerja, biaya promosi, biaya operasional, konsumsi, dan lain-lain. Harga tiket yang ditawarkan oleh pagelaran MDA ini cukup tinggi, dengan pertimbangan untuk menciptakan sebuah pagelaran tari yang berkualitas.
Dengan demikian, meskipun harga tiket yang ditawarkan cukup tinggi tetapi kepuasan penonton dapat terpenuhi dengan baik.
c. Strategi Distribusi (Distribution Strategy)
Strategi distribusi yang diterapkan oleh Marlupi Dance Academy dalam memudahkan masyarakat untuk memperoleh tiket pagelaran adalah dengan menyediakan layanan di studio pusat dan cabang MDA yang tersebar di Surabaya, dan Jakarta, juga melakukan pelayanan tiket di Graha Pena (Jawa Pos).
d. Strategi Promosi (Promotional Strategy)
Strategi promosi yang diterapkan Marlupi Dance Adacemy dalam mempromosikan pagelaran ini, yaitu melalui:
• Promosi media lini bawah (Below The Line), seperti brosur, poster, dan lain-lain.
• Promosi media lini atas (Above The Line), seperti melalui surat kabar, radio, dan lain-lain.
• Promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut oleh masyarakat MDA.
• Contoh katalog pagelaran MDA beberapa tahun sebelumnya:
Gambar 2.9. Katalog Pagelaran Marlupi Dance Academy 2003, Colours
2.3.3. Wilayah Pemasaran Pagelaran
Wilayah pemasaran pagelaran balet MDA di Surabaya meliputi seluruh wilayah Surabaya dan sekitarnya. Untuk menjangkau target audience yang cukup luas, maka dibutuhkan promosi baik melalui media lini bawah maupun media lini atas, seperti penyebaran brosur di berbagai tempat strategis, pemasangan iklan di surat kabar Jawa Pos, dan lain-lain.
2.3.4. Potensi Pasar Pagelaran
Tabel 2.3. Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2003 Berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2000
Kelompok Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah
0 – 4 109.113 103.906 213.019
5 – 9 101.909 96.837 198.746
10 – 14 93.394 91.501 184.895
15 – 19 124.963 144.321 269.284
20 – 24 158.495 176.867 335.362
25 – 29 160.329 163.262 323.591
30 – 34 132.298 128.048 260.346
35 – 39 106.100 106.974 213.074
40 – 44 89.858 86.699 176.557
45 – 49 71.388 66.158 137.546
50 – 54 49.644 48.018 97.662
55 – 59 40.344 37.214 77.558
60 – 64 30.127 32.145 62.272
65 - .. 41.918 51.888 93.806
Total 1.309.880 1.333.838 2.643.718
Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya dan Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, SURABAYA IN FOCUS 2003.16
Berdasarkan jumlah data penduduk Surabaya di atas, dapat dilihat besarnya potensi pasar pagelaran yang akan diadakan oleh Marlupi Dance Academy di Surabaya. MDA menetapkan anak-anak dan orang tua sebagai target audience utama yang dituju, menyusul masyarakat umum. Hal ini mengingatkan tujuan dari pagelaran tersebut, selain menarik minat target audience untuk menyaksikan pagelaran, juga sebagai media promosi bagi MDA sebagai sekolah balet, modern
16 Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2003 Berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2000. Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2003. 28 April 2006.
<http://www.surabaya.go.id/demografis.php>
dance, dan fitnes. Sehingga bagi mereka yang berminat dapat bergabung dengan MDA.
Pagelaran ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Surabaya yang jenuh dengan aktivitas mereka sehari-hari, serta MDA sebagai akademi tari terbesar di Surabaya memiliki nilai prestige di benak masyarakat Surabaya.
Dalam pagelaran ini, Marlupi Dance Academy bukan satu-satunya sekolah balet yang mengadakan pagelaran setiap tahunnya. Masih terdapat sekolah-sekolah balet lain, seperi Elles School of Ballet, Flamboyant Dance, Dewi Ballet, Center Point, Flores Ballet, dan Premiere Ballet, termasuk pagelaran tari yang diadakan oleh grup tari luar kota maupun mancanegara. Dengan demikian, MDA masih harus berusaha keras untuk meraih potensi pasar yang ada sehingga masyarakat tertarik dan senantiasa menonton pagelaran balet dan jazz yang diadakan oleh MDA.