• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Data Pesaing

Dalam dokumen 2. IDENTIFIKASI DAN ANALISA DATA (Halaman 34-49)

Kompetitor atau persaingan mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang aktual dan potensial yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli.17

Menurut Philip Kotler, persaingan dapat dibedakan menjadi empat level, berdasarkan tingkat kemampuan produk untuk menggantikannya:18

a. Persaingan Merek.

Sebuah perusahaan memandang perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa serupa dengan harga yang sama sebagai penggantinya.

b. Persaingan Industri.

Sebuah perusahaan memandang semua perusahaan yang menghasilkan produk dan jenis produk yang sama sebagai pesaingnya.

c. Persaingan Bentuk.

Sebuah perusahaan memandang semua perusahaan penghasil produk yang memasok jasa yang sama sebagai pesaingnya.

17 Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran. Edisi Millenium 1. Jakarta: PT. Prehallindo, 2000. Hlmn.

16.

18 Ibid. Hlmn. 16-17.

d. Persaingan Generik.

Sebuah perusahaan memandang semua perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan dolar konsumen yang sama sebagai pesainnya.

2.4.1. Elles School of Ballet 2.4.1.1. Data Perusahaan

a. Nama Perusahaan : Elles School of Ballet b. Pengelola Perusahaan : Aprillia Ekasari c. Yang Ditawarkan : Pendidikan tari balet d. Lokasi Perusahaan :

• Alamat : Jl. Margorejo Indah XIV/C-605, Surabaya 60238 : Plaza Graha Famili C1 & C1A, Surabaya 60226

• Telepon : (031) 841 5339

: (031) 734 4880

• Fax. : (031) 843 1292

• E-mail : [email protected]

Gambar 2.10. Studio Pusat Elles School of Ballet

2.4.1.2. Potensi Perusahaan

Elles School of Ballet (ESOB) yang didirikan oleh Linda Yosephine pada bulan Februari 1994 adalah sebuah sekolah tari yang menekankan pendidikannya pada balet klasik murni (tidak memberikan program pendidikan lain, seperti modern dance/jazz, fitnes, dan lain-lain). ESOB menanamkan motto “Dancing With Love”

dalam pengajarannya, dimana dalam mempelajari balet tidak hanya dibutuhkan kedisiplinan dan teknik yang tinggi, namun juga hati yang penuh dengan kasih dan kegembiraan, dengan itu segala kesulitan akan lebih mudah diatasi. Berakar dari motto tersebut, ESOB menerapkan sistem pengajaran “Teaching With Heart”

kepada setiap pengajarnya.

Dalam sistem pengajarannya, ESOB membatasi jumlah murid dalam 1 kelas maksimal sebanyak 15 orang. ESOB terus berkembang dan saat ini telah memiliki lebih dari 200 murid serta 8 tenaga pengajar yang berpengalaman dan berprestasi sebagai guru balet maupun penari. Untuk studio latihan, ESOB menyediakan dua buah studio tari, di Jalan Margorejo Indah C-XIV/605, Surabaya (Juni 1994) dan di Plasa Graha Famili Estate, Surabaya (Mei 1998). Studio yang baru ini memiliki banyak kelebihan dibanding dengan studio sebelumnya, karena telah disesuaikan dengan standar internasional.

Perkembangan ESOB memotivasi Linda Yosephine untuk membentuk Elles Dance Company (EDC) yang merupakan perkumpulan bagi balerina-balerina ESOB yang memiliki potensi, kemampuan, dan pengalaman lebih di bidang balet.

ESOB juga menyediakan fasilitas tape, VCD player, televisi, dan beberapa atribut tari, seperti sapu tangan, keranjang hias, dan sejenisnya untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar di ESOB. Selain semua fasilitas yang telah disediakan, ESOB juga memberi kesempatan kepada murid-muridnya untuk memperoleh pelajaran balet dari tenaga pengajar luar negeri, seperti Singapura, USA, dan lain-lain.

Keberhasilan ESOB menghasilkan murid-murid yang berprestasi telah dibuktikan tiap tahunnya dengan hasil ujian yang memuaskan dari Royal Academy of Dance (RAD) London, dimana semua murid telah lulus mengikuti ujian balet berstandar internasional tersebut dengan baik.

Selain beberapa kelebihan di atas, ESOB juga memiliki kelemahan yaitu kurangnya promosi yang dilakukan selama ini. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan yang sama antar jumlah murid di pusat dan cabang.

2.4.1.3. Strategi Pemasaran

Empat komponen yang diperlukan dalam merencanakan dan menetapkan strategi pemasaran Elles School of Ballet terdiri dari:

a. Strategi Produk (Product Strategy)

Strategi produk yang diterapkan Elles School of Ballet, sebagai berikut:

• ESOB memberikan pendidikan tari, yang mengutamakan balet klasik dengan motto “Dancing With Love”.

• Melalui pelajaran balet klasik, murid akan memeperoleh manfaat yang besar dalam pembentukan dirinya. Hal ini dapat dilihat dari penanaman disiplin yang tinggi untuk membentuk pertumbuhan jasmani yang sehat dan juga proses belajar yang menyenangkan antara murid dan guru untuk membentuk kepribadian yang baik.

• ESOB menggunakan sistem pengajaran berstandar internasional, yaitu sistem pengajaran RAD (Royal Academy of Dance-London).

• Setiap tahunnya murid-murid ESOB mengikuti ujian resmi dari RAD, serta mendapatkan ijasah resmi yang diakui secara internasional.

• ESOB juga memperhatikan kualitas pengajar yang dimilikinya, dimana tenaga-tenaga pengajar tersebut terdiri dari pengajar yang berpengalaman, serta beberapa di antaranya telah memperoleh “Teaching Certificate” dari RAD-London. Selain itu, ESOB juga berusaha mendatangkan tenaga pengajar dari luar negeri.

b. Strategi Harga (Pricing Strategy)

Strategi harga yang diterapkan oleh Elles School of Ballet, sebagai berikut:

• Tarif pendidikan yang ditetapkan ESOB cukup bersaing dengan sekolah-sekolah balet lainnya. Hal ini penting untuk tetap dapat bersaing dengan sekolah-sekolah balet lainnya dalam menjaring siswa. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin tinggi pula tarif yang dikenakan.

• Pada bulan-bulan tertentu ESOB memberikan bebas biaya pembayaran uang pangkal. Hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat yang ingin belajar balet.

c. Strategi Distribusi (Distribution Strategy)

Strategi distribusi yang diterapkan Elles School of Ballet, sebagai berikut:

• Membuka dua studio balet di wilayah Surabaya yang berbeda. Studio yang pertama adalah di Margorejo untuk menjangkau konsumen di wilayah Surabaya Selatan dan studio yang kedua adalah di Graha Famili untuk menjangkau konsumen di wilayah Surabaya Barat.

• Melakukan pengajaran balet di TK Diana dan TK IPH.

d. Strategi Promosi (Promotional Strategy)

Sejauh ini sarana promosi Elles School of Ballet dilakukan melalui:

• Promosi melalui media lini bawah (Below The Line), diantaranya brosur, spanduk, dan merchandise dalam hal ini kalender tahunan yang dibagikan kepada murid-murid dan kerabat.

• Selain itu promosi melalui media lini atas (Above The Line), yaitu melalui pemasangan iklan cetak di majalah anak-anak.

• Pagelaran rutin yang diadakan oleh ESOB juga menjadi sarana promosi yang efektif.

• Promosi dari mulut ke mulut oleh masyarakat yang telah mengenal ESOB.

Promosi jenis ini biasanya dilakukan oleh pihak orang tua murid dan para murid sendiri.

Gambar 2.11. Kalender Elles School of Ballet

2.4.1.4. Wilayah Pemasaran

Wilayah pemasaran Elles School of Ballet saat ini telah mencakup daerah Surabaya dan Jombang. Dengan membuka dua studio di dua wilayah yang berjauhan,

yakni wilayah Margorejo (Surabaya Selatan) dan wilayah Graha Famili (Surabaya Barat), pemasaran ESOB dapat dikatakan cukup merata di wilayah Surabaya.

ESOB juga memiliki cabang di luar kota, yaitu Jombang. Cabang di kota Jombang ini telah berdiri selama kurang lebih 6 tahun. Cabang Jombang pada mulanya adalah sebuah sekolah balet independen yang memiliki nama dan manajemen sendiri. Pada perkembangannya sekolah balet tersebut menemui kesulitan dalam pengadaan ujian RAD, sehingga sekolah balet ini memutuskan untuk bergabung dengan ESOB agar murid-muridnya tetap dapat mengikuti ujian resmi RAD. Hingga kini, sekolah balet tersebut berdiri di bawah naungan ESOB.

2.4.1.5. Pagelaran

Elles School of Ballet adalah salah satu sekolah balet di Surabaya yang secara rutin mengadakan pagelaran balet klasik. Selama ini pagelaran-pagelaran balet klasik ESOB sudah dapat dikatakan berhasil, berkat dukungan para murid dan orang tua murid yang turut aktif berpartisipasi membantu memperoleh dana, sponsor, dan sebagainya. Pagelaran-pagelaran balet klasik yang telah diadakan oleh ESOB, seperti

“Ariel, The Little Mermaid” (2001), ”Alice, No Place Like Home” (2002), ”Beauty and The Beast” (2003), dan ”The Brave Tin Soldier” (2004).

Pagelaran balet klasik yang diadakan oleh ESOB tiap tahunnya selalu menonjolkan kelebihan-kelebihan yang cukup bervariasi, sehingga penonton pagelaran selalu disuguhi dengan sesuatu yang baru dan menarik perhatian mereka.

Dalam setiap pagelaran balet klasik, ESOB tidak hanya menaruh perhatian pada koreografi tata tari saja, tetapi juga pada tata artistik, tata panggung, tata lampu, dan semua bidang yang mendukung pagelaran tersebut menjadi pagelaran balet klasik yang berkualitas. Tetapi dari segi koreografi yang seharusnya menjadi point of interest dari suatu pagelaran tari, ESOB masih kurang dibandingkan dengan Marlupi Dance Academy yang memiliki pengalaman jauh lebih lama di bidang tari.

Dari segi tiket, harga tiket pagelaran yang ditawarkan oleh ESOB cukup bersaing dengan harga tiket pagelaran sekolah-sekolah balet lainnya dan ESOB juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh tiket pagelaran dengan menyediakan layanan di studio ESOB, baik di Margorejo dan Graha Famili yang ada di Surabaya, juga melakukan pelayanan tiket di TK IPH dan Diana. Untuk

mempromosikan pagelarannya, ESOB menggunakan promosi dari mulut ke mulut oleh masyarakat ESOB ke masyarakat umum yang cukup efektif, selain itu ESOB juga menggunakan media-media periklanan, seperti brosur, surat kabar, radio, dan lain-lain.

Untuk lokasi yang dipilih oleh ESOB dalam menyelenggarakan sebuah pagelaran juga cukup variatif, seperti di hotel berbintang lima, taman budaya, dan ballroom-ballroom lain yang sesuai. Hal ini disebabkan karena di Surabaya tidak ada gedung kesenian yang memadai untuk menyelenggarakan sebuah pagelaran balet yang berkualitas, sedangkan untuk menyewa lokasi yang berkelas membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga pemilihan lokasi pagelaran senantiasa disesuaikan dengan jenis event, sponsor, dan lain-lain.

Gambar 2.12. Katalog Pagelaran Elles School of Ballet

2.4.2. Premiere School of Ballet 2.4.2.1. Data Perusahaan

a. Nama Perusahaan : Premiere School of Ballet b. Pengelola Perusahaan : Sylvi Panggawean

c. Yang Ditawarkan : Pendidikan tari balet d. Lokasi Perusahaan :

• Alamat : Jl. Manyar Tirtoasri XII/No. 24, Surabaya : Jl. Kedangsari S-20, Surabaya

• Telepon : (031) 592 0314

: (031) 841 6451

Gambar 2.13. Studio Pusat Premiere School of Ballet

2.4.2.2. Potensi Perusahaan

Premiere School of Ballet (PSOB) didirikan pada tahun 2001, bermula dari beberapa orang yang ingin belajar balet kepada Ibu Sylvi Panggawean. Dalam sistem pengajarannya, PSOB menerapkan latihan yang disiplin dan senantiasa mengembangkan kemampuannya dalam hal teknik, kekuatan, dan kemahiran seni murid-muridnya setiap tahun. PSOB terus berkembang dan saat ini telah memiliki lebih dari 60 murid serta 5 tenaga pengajar yang berpengalaman dan berprestasi sebagai guru balet maupun penari. Untuk studio latihan, PSOB menyediakan dua buah studio tari, di Jalan Manyar Tirtoasri XII/No. 24, Surabaya dan di Jalan Kendangsari S-20, Surabaya.

PSOB juga menyediakan fasilitas tape, VCD player, televisi, dan beberapa atribut tari, seperti sapu tangan, keranjang hias, dan sejenisnya untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar di PSOB. Selain semua fasilitas yang telah disediakan, PSOB juga memberi kesempatan kepada murid-muridnya untuk memperoleh pengajaran balet dari tenaga pengajar luar negeri.

Keberhasilan PSOB menghasilkan murid-murid yang berprestasi telah dibuktikan tiap tahunnya dengan tidak pernah gagal dalam ujian dari RAD-London, bahkan dengan hasil ujian yang memuaskan.

Selain aktif dalam berbagai event balet, baik yang diadakan oleh dalam negeri maupun luar negeri, seperti “Internationale Summer Course” (Jakarta, 2002),

“Ballet and Jazz Course by Australia Teaching of Dance” (Jakarta, 2005), dan lain-lain, PSOB juga aktif dalam berbagai acara-acara sosial yang diadakan oleh Manyar Tompotika Wives Organization dan IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia).

Selain beberapa kelebihan di atas, PSOB juga memiliki kelemahan yaitu kurangnya promosi yang dilakukan selama ini. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan yang sama antar jumlah murid di pusat dan cabang.

2.4.2.3. Strategi Pemasaran

Empat komponen yang diperlukan dalam merencanakan dan menetapkan strategi pemasaran Premiere School of Ballet terdiri dari:

a. Strategi Produk (Product Strategy)

Strategi produk yang diterapkan Premiere School of Ballet, sebagai berikut:

• PSOB membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan apresiasi dan wawasan di bidang seni tari, terutama balet.

• PSOB menggunakan sistem pengajaran berstandar internasional, yaitu sistem pengajaran RAD (Royal Academy of Dance-London)

• Setiap tahunnya murid-murid PSOB mengikuti ujian resmi dari RAD, serta mendapatkan ijasah resmi yang diakui secara internasional.

• PSOB juga memperhatikan kualitas pengajar yang dimilikinya, dimana tenaga-tenaga pengajar tersebut terdiri dari pengajar yang berpengalaman, serta beberapa di antaranya telah memperoleh “Teaching Certificate” dari RAD-London.

b. Strategi Harga (Pricing Strategy)

Strategi harga yang diterapkan oleh Premiere School of Ballet, sebagai berikut:

• Tarif pendidikan yang ditetapkan PSOB cukup bersaing dengan sekolah-sekolah balet lainnya. Tarif ini disesuaikan dengan tingkat pendidikan.

• Harga untuk masing-masing kelas bervariasi, tergantung tingkat kelas, dan banyaknya kelas yang diambil. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin tinggi pula tarif yang dikenakan.

c. Strategi Distribusi (Distribution Strategy)

Strategi distribusi yang diterapkan Premiere School of Ballet adalah dengan membuka dua studio balet di wilayah Surabaya yang berbeda. Studio yang

pertama adalah di Manyar Tirtoasri untuk menjangkau konsumen di wilayah Surabaya Timur dan yang kedua di Kedangsari untuk menjangkau konsumen di wilayah Surabaya Selatan. Lokasi studio pusat merupakan daerah perumahan golongan menengah ke atas, serta letaknya dengan lokasi sekolah swasta yang terkenal (SLTP Petra 3 dan SMU Petra 2), sehingga cukup efektif dan efisien untuk menjaring siswa dan potensial sebagai tempat kursus.

d. Strategi Promosi (Promotional Strategy)

Sejauh ini sarana promosi Premiere School of Ballet dilakukan melalui:

• Promosi melalui media lini bawah (Below The Line), diantaranya brosur, poster, company profile, dan lain-lain.

• Selain itu promosi melalui media lini atas juga pernah dilakukan, tetapi kurang berkesinambungan, seperti melalui surat kabar dan majalah.

• Pagelaran rutin yang diadakan oleh PSOB juga menjadi sarana promosi yang efektif.

• Promosi dari mulut ke mulut oleh masyarakat yang telah mengenal PSOB.

Sehingga sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal atau hanya pernah mendengar PSOB, menjadi tertarik dan mengetahui sekolah balet ini lebih baik, serta mengajak anak, kerabat atau dirinya sendiri untuk mengikuti kursus tari di PSOB.

2.4.2.4. Wilayah Pemasaran

Wilayah pemasaran Premiere School of Ballet saat ini mencakup daerah Surabaya, dengan membuka dua studio di dua wilayah yang berjauhan, yakni wilayah Manyar Tirtoasri (Surabaya Timur) dan wilayah Kedangsari (Surabaya Selatan). Dengan demikian pemasaran PSOB cukup merata di wilayah Surabaya.

Lokasi studio-studio PSOB merupakan wilayah yang strategis, karena terletak di kawasan menengah ke atas dan letaknya dekat dengan beberapa sekolah.

2.4.2.5. Pagelaran

Jika dibandingkan dengan kompetitor-kompetitornya, Premiere School of Ballet bisa dibilang masih muda dan kecil. Namun PSOB sebagai sekolah tari juga mengalami perkembangan yang sangat cepat, dapat dilihat dari begitu banyak

pagelaran yang telah diadakan oleh PSOB. Sejak berdiri tahun 2001 hingga sekarang, PSOB telah mengadakan pagelaran balet klasik sebanyak tiga kali. Hal ini tidak lepas dari dukungan para murid dan orang tua murid yang turut aktif berpartisipasi membantu memperoleh dana, sponsor, dan sebagainya. Pagelaran-pagelaran balet klasik yang telah diadakan oleh PSOB, seperti “Living In Harmony” (2003), ”The Nightingale” (2004), dan ”The Swan Lake” (2005).

Pagelaran balet klasik yang diadakan oleh PSOB tiap tahunnya selalu menonjolkan kelebihan-kelebihan yang cukup bervariasi. Dalam setiap pagelaran balet klasik, PSOB lebih menaruh perhatian pada koreografi tata tari. Untuk tata artistik, tata panggung, tata lampu, dan semua bidang yang mendukung pagelaran tersebut juga mendapat perhatian, tetapi tidak secara utuh. Meskipun demikian, dari segi koreografi dan teknik yang seharusnya menjadi point of interest dari suatu pagelaran tari, PSOB masih kurang dibandingkan dengan kompetitor-kompetitornya yang memiliki pengalaman jauh lebih lama di bidang tari.

Dari segi tiket, harga tiket pagelaran yang ditawarkan oleh PSOB cukup bersaing dengan harga tiket pagelaran sekolah-sekolah balet lainnya dan PSOB juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh tiket pagelaran dengan menyediakan layanan di studio PSOB, baik di Manyar Tirtoasri dan Kedangsari yang ada di Surabaya. Untuk mempromosikan pagelarannya, PSOB menggunakan promosi dari mulut ke mulut oleh masyarakat PSOB ke masyarakat umum yang cukup efektif dan juga menggunakan media-media periklanan, seperti brosur, surat kabar, radio, dan lain-lain.

Untuk lokasi yang dipilih oleh PSOB untuk menyelenggarakan sebuah pagelaran juga cukup variatif, seperti di hotel bintang lima, taman budaya, dan ballroom-ballroom lain yang sesuai. Hal ini disebabkan karena di Surabaya tidak ada gedung kesenian yang memadai untuk menyelenggarakan sebuah pagelaran balet yang berkualitas, sedangkan untuk menyewa lokasi yang berkelas membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga pemilihan lokasi pagelaran senantiasa disesuaikan dengan jenis event, sponsor, dan lain-lain.

Gambar 2.14. Katalog Pagelaran Premiere School of Ballet

2.4.3. Flamboyant Ballet School and Dance Company 2.4.3.1. Data Perusahaan

a. Nama Perusahaan : Flamboyant Ballet School and Dance Company b. Pengelola Perusahaan : Eddy Sunarto

c. Yang Ditawarkan : Pendidikan tari balet dan modern dance/jazz d. Lokasi Perusahaan :

• Alamat : Jl. Lebak Agung IV/No. 9, Surabaya

• Telepon : (031) 389 3663

Gambar 2.15. Studio Flamboyant Dance Cabang Dharmahusada

2.4.3.2. Potensi Perusahaan

Flamboyant Ballet School and Dance Company yang didirikan oleh Eddy Sunarto merupakan tempat bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan minat mereka dalam bidang seni tari. Flamboyant Dance memberi materi pengajaran

berupa balet klasik, modern dance/jazz, dan fitnes. Dalam tariannya Flamboyant Dance lebih menonjolkan warna disko, meskipun kurikulum pendidikannya tetap memakai kurikulum balet klasik.

Flamboyant Dance sebagai sekolah balet yang eksistensinya sudah cukup lama memiliki posisi yang cukup kuat di masyarakat. Hingga kini Flamboyant Dance telah memiliki banyak cabang yang tersebar di Jawa Timur, Solo, dan Lombok. Dengan total murid lebih dari 1.000 siswa, Flamboyant Dance dibantu oleh sekitar 15 tenaga pengajar yang berpengalaman dan merupakan bimbingan langsung dari Bapak Eddy Sunarto.

Untuk memperoleh posisi tersebut bukanlah hal yang mudah, Flamboyant Dance mendidik murid-muridnya dengan disiplin tinggi. Agar pelajaran balet yang diberikan dapat disampaikan secara efektif, maka dalam setiap kelas, Flamboyant Dance menyediakan tenaga pengajar dan asisten pengajar.

Flamboyant Dance juga menyediakan fasilitas tape, VCD player, televisi, dan beberapa atribut tari, seperti sapu tangan, keranjang hias, dan sejenisnya untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar di Flamboyant Dance. Selain semua fasilitas yang telah disediakan, Flamboyant Dance juga memberi kesempatan kepada murid-muridnya untuk memperoleh pengajaran balet dari tenaga pengajar luar negeri.

2.4.3.3. Strategi Pemasaran

Empat komponen yang diperlukan dalam merencanakan dan menetapkan strategi pemasaran Flamboyant Ballet School and Dance Company terdiri dari:

a. Strategi Produk (Product Strategy)

Strategi produk yang diterapkan Flamboyant Dance, sebagai berikut:

• Flamboyant Dance membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan apresiasi dan wawasan di bidang seni tari, terutama balet dan modern dance/jazz/disko.

• Flamboyant Dance memberikan pilihan kepada para muridnya untuk mengikuti kursus tari yang terdiri dari balet klasik, modern dance/jazz dan fitnes sesuai dengan bakat dan minat mereka.

• Flamboyant Dance menggunakan sistem pengajaran berstandar internasional, yaitu sistem pengajaran RAD (Royal Academy of Dance-London).

• Setiap tahunnya murid-murid Flamboyant Dance mengikuti ujian resmi dari RAD, serta mendapatkan ijasah resmi yang diakui secara internasional.

• Dalam sistem pengajaran, selain dibimbing oleh guru, Flamboyant Dance menyediakan tenaga asisten, supaya proses pengajaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien dan masing-masing murid mendapatkan perhatian yang rata.

• Flamboyant Dance juga memperhatikan kualitas pengajar yang dimilikinya, dimana tenaga-tenaga pengajar tersebut terdiri dari pengajar yang berpengalaman, serta beberapa di antaranya telah memperoleh “Teaching Certificate” dari RAD-London. Selain itu, Flamboyant Dance juga mendatangkan tenaga pengajar dari luar negeri.

b. Strategi Harga (Pricing Strategy)

Strategi harga yang diterapkan oleh Flamboyant Dance adalah:

• Tarif pendidikan yang ditetapkan Flamboyant Dance cukup bersaing dengan sekolah-sekolah balet lainnya. Tarif ini disesuaikan dengan tingkat pendidikan.

• Harga untuk masing-masing kelas bervariasi, tergantung tingkat kelas dan banyaknya kelas yang diambil. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin tinggi pula tarif yang dikenakan.

• Selain itu, biaya kursus juga dibedakan antara kursus balet, modern dance/jazz, dan fitnes.

c. Strategi Distribusi (Distribution Strategy)

Strategi distribusi yang diterapkan Flamboyant Dance adalah dengan membuka cabang-cabang yang tersebar di wilayah Surabaya, Mojokerto, Solo, dan Lombok. Dengan demikian diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mengikuti kursus tari di Flamboyant Dance sesuai daerah tempat tinggal mereka.

d. Strategi Promosi (Promotional Strategy)

Sejauh ini sarana promosi Flamboyant Dance dilakukan melalui:

• Promosi melalui media lini bawah (Below The Line), diantaranya brosur, poster, kalender tahunan yang dibagikan kepada murid-murid dan kerabat.

• Selain itu promosi melalui media lini atas juga pernah dilakukan, tetapi tidak ada kesinambungan.

• Pagelaran rutin yang diadakan oleh Flamboyant Dance juga menjadi sarana promosi yang efektif.

• Promosi dari mulut ke mulut oleh masyarakat yang telah mengenal Flamboyant Dance. Promosi jenis ini biasanya dilakukan oleh pihak orang tua murid dan para murid sendiri.

2.4.3.4. Wilayah Pemasaran

Flamboyant Dance memiliki wilayah pemasaran yang cukup luas. Saat ini Flamboyant Dance telah memiliki banyak cabang yang terletak di berbagai wilayah strategis dan tersebar merata di Surabaya. Bahkan Flamboyant Dance juga mempunyai beberapa cabang di luar Suarabaya, seperti Mojokerto, Solo, dan Lombok. Dengan demikian sangat memudahkan masyarakat untuk mengenal, menemukan, dan kemudian tertarik serta mengikuti kursus tari di cabang-cabang Flamboyant Dance yang terdekat dengan daerah tempat tinggalnya.

2.4.3.5. Pagelaran

Flamboyant Dance adalah salah satu sekolah balet di Surabaya yang cukup rutin mengadakan pagelaran balet klasik. Selama ini pagelaran-pagelaran balet klasik

Flamboyant Dance adalah salah satu sekolah balet di Surabaya yang cukup rutin mengadakan pagelaran balet klasik. Selama ini pagelaran-pagelaran balet klasik

Dalam dokumen 2. IDENTIFIKASI DAN ANALISA DATA (Halaman 34-49)

Dokumen terkait