• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Elemen Fisik yang Potensial sebagai Pembentuk Identitas

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Analisa Elemen Pembentuk Identitas Kota Pada Kawasan Pusat Kota

4.4.1 Identifikasi Elemen Fisik yang Potensial sebagai Pembentuk Identitas

Mojokerto yang dilakukan dengan teknik analisa synchronic reading.

4.4.1 Identifikasi Elemen Fisik yang Potensial sebagai Pembentuk Identitas Kota Mojokerto

Dari analisis sebelumnya telah dihasilkan tren perkembangan Kota Mojokerto. Kemudian didapatkan beberapa elemen fisik yang potensial untuk dapat memperkuat identitas kota, baik sebagai path (jalur), landmark (tetenger), node (simpul), edge (tepian), maupun district (kawasan). Penilaian elemen yang potensial juga didasarkan pada kriteria yang didapatkan melalui kajian pustaka: Tabel 4.3 Kriteria Penilaian Elemen Fisik Pembentuk Identitas Kota

No Elemen yang Dapat Diangkat Menjadi

Kriteria Penilaian Elemen Fisik

1 path (jalur)  jalur sirkulasi yang digunakan orang untuk bergerak, baik menuju atau meninggalkan lingkungannya

 memiliki tujuan rute sirkulasi

 memiliki penampakan jalan

2 landmark (tetenger)  struktur fisik yang berfungsi sebagai penanda

 struktur fisik yang mendominasi lingkungan sekitarnya

 struktur fisik yang menjadi titik orientasi

 memiliki bentuk yang jelas dan unik

memiliki sekuens yang membuat orang merasa nyaman dalam

orientasi

 ada perbedaan skala

3 node (simpul)  merupakan titik-titik simpul atau lingkaran daerah strategis yang arah atau aktivitasnya saling bertemu dan dapat diubah ke arah atau aktivitas lain

 tempat dimana orang memiliki perasaan untuk “masuk” dan “keluar” dalam tempat yang sama

 merupakan titik strategis kegiatan kota

 memiliki bentuk yang jelas dan mudah diingat

 memiliki tampilan yang berbeda dari lingkungannya, baik dari segi fungsi maupun bentuk

4 edge (tepian) elemen linier yang tidak digunakan sebagai path

 batas antara dua kawasan tertentu

 batas kontinuitasnya harus tampak jelas

124

No Elemen yang Dapat Diangkat Menjadi

Kriteria Penilaian Elemen Fisik

5 district (kawasan)  daerah homogen di dalam suatu kawasan yang memiliki karakteristik serupa, khas, atau mirip

 tampilan batasnya dibentuk dengan jelas dan dapat dilihat homogen

memiliki fungsi dan posisi yang jelas (introvert/ekstrovert, berdiri sendiri atau dikaitkan dengan yang lain)

Sumber: Sintesa Kajian Pustaka, 2016

Berdasarkan hasil analisa sebelumnya yang menunjukkan nilai sejarah dan perkembangan setiap elemen yang ada, disertai dengan pembacaan kriteria tabel diatas terhadap wilayah penelitian, maka berikut ini merupakan elemen fisik yang potensial diangkat untuk memperkuat identitas kota pada kawasan pusat Kota Mojokerto:

Gambar 4.40 Elemen Fisik yang Potensial sebagai Pembentuk Identitas Kota di Kawasan Pusat Kota Mojokerto (Hasil Analisa, 2016)

Berdasarkan gambar diatas, elemen fisik yang potensial dalam memperkuat identitas Kota Mojokerto, baik sebagai path (jalur), landmark (tetenger), node (simpul), edge (tepian), maupun district (kawasan) dijelaskan sebagai berikut:

125 1. Path (jalur)

Struktur jaringan jalan di pusat Kota Mojokerto yang potensial sebagai path ialah jalan-jalan utama yang menuju ke Alun-Alun dan berada di sekitar Alun-Alun, yaitu Jl. A. Yani dan Jl. Mojopahit. Kedua jalan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Jl. A. Yani membentang dari Timur ke Barat. Penggunaan lahan di koridor jalan ini didominasi oleh fasilitas umum dan perkantoran. Di sepanjang jalan ini terdapat Gereja (GPIB) yang merupakan salah satu peninggalan jaman Kolonial, Kantor Pos, Sekolah, dan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Koridor jalan ini sudah dilengkapi dengan pedestrian ways namun belum memiliki kenampakan yang khas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.41 Jalur yang Potensial sebagai Path di Kawasan Pusat Kota Mojokerto (Hasil Analisis, 2016)

Pada gambar diatas, Jl. Mojopahit juga termasuk kategori path. Jl. Mojopahit merupakan jalan yang memotong Jl. A. Yani. Jalan ini memanjang dari Utara ke Selatan. Pada sisi Utara Alun-Alun, terdapat kantor kemiliteran dan PMI di sepanjang jalan ini. Sedangkan pada sisi Selatan Alun-Alun, merupakan koridor perdagangan jasa. Kenampakan

126

yang terlihat ialah bangunan pertokoan yang padat dengan reklame yang terpasang tidak tertata. Sisi kiri jalan ini telah dijadikan area parkir karena ruko-ruko tidak menyediakan parkir di dalam kaveling. Koridor jalan ini juga sudah dilengkapi dengan pedestrian ways.

2. Landmark (tetenger)

Landmark utama kawasan pusat Kota Mojokerto ialah Monumen Proklamasi yang ditempatkan di tengah-tengah Alun-Alun. Monumen ini dibangun untuk mengenang semangat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dimana pada tahun 1945, Kota Mojokerto merupakan garis depan pertahanan Jawa Timur dan menjadi daerah basis perjuangan. Akan tetapi, monumen tersebut tidak menjadi titik orientasi yang jelas bagi pengunjung yang hendak menuju kawasan pusat Kota Mojokerto.

Selain itu juga terdapat bangunan-bangunan lain yang juga berpotensi untuk diangkat sebagai landmark, yaitu Bangunan Dinas Pengairan, Gereja (GPIB), Gapura Kantor Pemda Kab. Mojokerto, dan Masjid Agung Al-Fattah. Bangunan-bangunan tersebut memiliki nilai sejarah, kejelasan visual, dan ciri khas sebagai tetenger di kawasan pusat Kota Mojokerto. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.42 Potensi Landmark di Kawasan Pusat Kota Mojokerto (Hasil Analisis, 2016)

127

Di samping kelima bangunan tersebut, Pemerintah menetapkan dua bangunan lain sebagai cagar budaya, yaitu Makorem 082 Citra Panca Yudha Jaya di Jl. Veteran (sebelah Utara Alun-Alun) dan SMP Negeri 2 Mojokerto di Jl. Ahmad Yani. Akan tetapi, bangunan tersebut dinilai kurang potensial sebagai penanda kawasan dikarenakan kurang memiliki kejelasan visual dan ciri khas, kurang memiliki perbedaan dengan lingkungan sekitarnya, dan kurang bisa menjadi titik orientasi yang jelas akibat pertumbuhan bangunan lain disekitarnya. Dengan demikian, kedua bangunan tersebut tidak disertakan dalam analisis selanjutnya.

3. Nodes (simpul)

Titik-titik simpul yang strategis di kawasan pusat Kota Mojokerto dan potensial sebagai nodes ialah Alun-Alun itu sendiri. Alun-Alun memiliki bentuk persegi sehingga jalan-jalan yang mengelilinginya dapat dikategorikan sebagai nodes. Nodes di kawasan pusat Kota Mojokerto tidak memiliki tampilan yang berbeda dari lingkungannya dan tidak memiliki kenampakan atau bentuk yang mudah diingat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.43 Potensi Nodes di Kawasan Pusat Kota Mojokerto (Hasil Analisis, 2016)

128 4. Edge (tepian)

Edge di kawasan pusat Kota Mojokerto dirasa kurang memiliki fungsi batas yang jelas untuk membedakan batasan kawasan pusat kota dengan kawasan lainnya. Edge di kawasan pusat Kota Mojokerto, sebelah Utara dan Barat dibatasi oleh Sungai Brantas, sebelah Selatan dibatasi oleh Rel Kereta Api, dan sebelah Timur dibatasi oleh Jl. Gajah Mada. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.44 Edge di Kawasan Pusat Kota Mojokerto (Hasil Analisis, 2016)

5. District (kawasan)

Kawasan pusat Kota Mojokerto yang potensial sebagai district ialah Kawasan Perdagangan Jasa Jl. Mojopahit dan Kauman. District perdagangan jasa di sekitar Jl. Mojopahit memiliki ciri didominasi oleh bangunan ruko atau pertokoan berlantai 1-3, memiliki lalu lintas yang padat, dan terdapat beberapa bangunan yang masih memiliki fasade bangunan lama. Karakteristik yang lain ialah, bangunan yang sudah lama berdiri tidak memiliki parkir di dalam gedung sehingga area parkir menggunakan sisi kiri jalan. Hanya bangunan yang baru muncul yang menyediakan parkir di dalam gedung.

Sedangkan district Kauman tidak memiliki karakteristik fisik yang bercirikan Islamic yang mengacu pada sejarahnya. Ciri lain yang dapat dilihat ialah, masih ada kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan di kawasan ini. Kawasan-kawasan tersebut memiliki karakteristik unik dengan batas yang jelas, fungsi yang homogen, posisi yang jelas, dan

129

dapat diangkat untuk memperjelas citra kawasan pusat Kota Mojokerto. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.45 District yang Potensial di Kawasan Pusat Kota Mojokerto (Hasil Analisis, 2016)

4.4.2 Analisa Elemen Pembentuk Identitas Kota Mojokerto pada Kawasan