• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRENGTHS (S) Tentukan 5-10

A. Gambaran Umum Perusahaan

2. Identifikasi Faktor Strategi Internal dan Eksternal

Des 2008 Rp.12.565,00 Rp 1.047,08 10,5

Des 2009 Rp.12.774,15 Rp.1.064,51 1,66

Des 2010 Rp.12.997,69 Rp.1.083,17 1,75

Realisasi penjualan tahun 2010 sebesar Rp. 1.064,51 juta atau atau 97,15% dari target penjualan ditetapkan Rp. 1.095,75 juta per bulan dengan pertumbuhan naik hanya 1,66%, hal ini dikarenakan adanya krisis global, sehingga menyebabkan omset penjualan relatif stabil dibandingkan dengan tahun 2008 selain itu tingkat persaingan saat ini sangat ketat.

2. Identifikasi Faktor Strategi Internal dan Eksternal

Hasil identifikasi faktor strategi internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) akan dievaluasi sehingga menghasilkan alternatif strategi.

1) Kekuatan

a. Tenaga kerja

Secara konseptual, seorang pekerja dalam perusahaan yang memiliki kompetensi tinggi akan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang hendak diwujudkan. Fadhilah (1997) mengemukakan lima ciri atau karakteristik yang melekat dalam diri orang yang mempunyai kompetensi tinggi, yaitu (1) Bersifat terbuka, (2) Siap menerima kritik, (3) Tanggap terhadap perubahan serta kemajuan ilmu dan teknologi, terutama yang berkaitan dengan bidang keahliannya, (4) Berpikir obyektif rasional dan (5) Bersedia mengabdikan keahliannya untuk kepentingan umum.

b. Mutu produk

Mutu merupakan kesesuaian serangkaian karakteristik produk dengan standar yang ditetapkan perusahaan berdasarkan syarat, kebutuhan dan keinginan konsumen (Muhandri dan Kadarisman, 2006). Menghasilkan produk bermutu merupakan langkah awal dalam mengembangkan dan memelihara keunggulan produk dalam persaingan bisnis. Mutu produk yang dihasilkan sudah diakui pelanggan cukup baik. c. Pengalaman berusaha

Perusahaan yang telah dirintis sejak 1997 ini, dapat dikatakan telah memiliki pengalaman berusahan yang cukup lama. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, dapat bertahan dan survive hingga saat ini merupakan bukti nyata ketangguhan perusahaan dalam menjalani usaha. Dengan kemampuan berusaha ditambah dukungan fasilitas yang semakin lengkap, lebih memberikan kemudahan dalam mengembangkan usahanya.

d. Loyalitas karyawan

Aset organisasi paling penting yang harus dimiliki oleh perusahaan dan sangat diperhatikan oleh manajemen adalah aset manusia dari organisasi tersebut. Menurut Simamora (2004), bagaimanapun perusahaan memiliki keunggulan lainnya, perusahaan tidak akan dapat memaksimalkan produktivitas dan laba usahanya tanpa adanya komunitas karyawan kompeten yang berdedikasi tinggi terhadap terhadap keinginan perusahaan. Salah satu penyebab tingginya loyalitas karyawan adalah sistem kompensasi manajemen perusahaan yang baik sehingga karyawan mendapat kepuasan kerja.

e. Ketersediaan bahan baku

Dalam memenuhi bahan baku produksi, hingga kini perusahaan tidak mengalami kesulitan yang berarti. Hal ini dikarenakan perusahaan telah menjalin hubungan baik dengan para suppliernya.

2) Kelemahan

a. Manajemen bersifat kekeluargaan

Sifatnya kurang formal karena ada keterlibatan pihak keluarga yang lain. Intervensi pihak keluarga terhadap kepemimpinan perusahaan tetap tinggi meskipun sudah ada eksekutif profesional sehingga dapat membingungkan anak buah. Keterlibatan anggota keluarga yang malas dan hanya menginginkan bagian keuntungan dari perusahaan keluarga akan dapat menimbulkan konflik dan dapat menghambat perkembangan perusahaan, bahkan dapat menyebabkan berhentinya perusahaan.

b. Tenaga pemasaran

Pengalokasian sumber daya pemasaran produk merupakan aspek strategi pemasaran yang paling penting agar produk dapat lebih cepat berkembang dan dikenal masyarakat luas. Tenaga pemasaran Jaya Printing Garment saat ini masih dilakukan langsung oleh pemilik langsung dan menganggap masih belum perlu, mengingat posisi perusahaan dalam pasar dan fokus bisnisnya, serta bagaimana mereka secara individual memberikan kontribusi kesuksesan dan pertumbuhannya. Untuk itu, kedepannya pemilik harus mencari dan menempatkan pegawainya sebagai staf khusus dalam bagian pemasaran, Staf pemasaran harus mampu membuat fungsi riset pasar, membuat dasar yang kuat untuk ide dan rencana pemasaran. Kegiatan riset rutin dan interaksi dengan peminat akan membentuk berbagai peluang. Interaksi antara staf pemasaran dengan konsumen sebenarnya bermakna sebuah proses penghantar pengetahuan dan pembelajaran. Konsumen memiliki berbagai cara untuk berhubungan dengan perusahaan sebagai usaha menyampaikan pendapat dan reaksi mereka. Jika perhatian pada makna kompetisi, maka sebaiknya staf pemasaran tahu benar siapa pesaing utamanya dan apa yang dapat mereka perbuat. Manajemen perusahaan juga harus paham bagaimana penilaian konsumen terhadap kompetisi itu.

c. Modal usaha

Industri TPT merupakan industri padat karya, dimana sebagian besar proses pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi atau setengah jadi masih digunakan tenaga manusia, hal ini menyebabkan kurang efisien dan tinggi biaya. Selama ini biaya pengembangan usaha dan permodalan untuk operasional perusahaan masih didominasi dari pinjaman bank. Tidak tertutup kemungkinan apabila kondisi perusahaan tidak stabil, bank akan berpikir ulang untuk memberikan dana pinjaman, sementara persaingan dalam perkembangan usaha membutuhkan biaya tinggi.

d. Promosi

Konsumen merupakan stakeholder utama yang menentukan suatu bisnis bisa survive atau tidak. Promosi merupakan sebuah aktifitas menawarkan produk atau jasa yang bertujuan menarik orang lain untuk membeli, menggunakan atau bahkan hanya melirik produk atau jasa yang ditawarkan. Menurut Boyd et al (2000), promosi diartikan sebagai upaya membujuk orang untuk menerima produk, konsep dan gagasan.

Program pemasaran yang biasa dikembangkan oleh suatu perusahaan antara lain penggunaan iklan baik media cetak maupun elektronik, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat. Perusahaan Jaya Printing Garment sendiri dalam aktivitas promosi dirasa belum maksimal. Kegiatan promosi yang telah dilakukan berupa penjualan produk langsung.

3) Peluang

a. Kapasitas produksi

Kapasitas produksi yang terpakai perusahaan saat ini sebesar 90%, sehinga tidak menutup kemungkinan untuk memaksimalkan kapasitas yang ada untuk meningkatkan hasil produksinya.

b. Pangsa pasar

Pangsa pasar merupakan besarnya bagian pasar yang dikuasai suatu perusahaan. Pangsa pasar ini dapat dipecah-pecah menurut wilayah politis, kawasan geografis yang lebih besar, ukuran, pelanggan, tipe

pelanggan dan teknologinya. Hingga saat ini pangsa pasar difokuskan untuk kalangan menengah ke bawah.

Dari data di atas dapat dikatakan bahwa peluang untuk mengembangkan produksi masih cukup besar. Bila perusahaan mampu memenangkan persaingan dengan industri sejenis, dengan kemampuan berproduksi dan pengalaman berusahan yang cukup lama, kesempatan merebut pasar masih terbuka lebar.

c. Kemajuan teknologi

Salah satu sumber utama perubahan yaitu teknologi, karena dengan itu akan melahirkan penemuan-penemuan baru. Dalam kaitannya dengan proses produksi, perubahan ini dapat mempengaruhi bahan baku, operasi dan produk perusahaan. Namun demikian, perubahan teknologi dapat memberikan peluang besar untuk peningkatan hasil dan tujuan perusahaan. Teknologi yang terus berkembang memberikan kontribusi yang besar bagi keberadaan perusahaan. Faktor teknologi turut membantu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari seperti mesin-mesin yang dapat membantu percepatan dan mutu produksi. Peluang yang tidak terbatas dari perubahan teknologi menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mampu menghasilkan produk yang lebih baik dan sesuai dengan keinginan konsumen.

Perusahaan Jaya Printing Garment sendiri saat ini telah memiliki mesin-mesin produksi modern yang siap dioperasikan dalam rangka pemenuhan pangsa pasar yang masih terbuka. Dengan begitu, selain dapat meluaskan pangsa pasar, dukungan dan loyalitas konsumen terhadap produk perusahaan akan dapat ditingkatkan.

d. Demografi dan sosial

Arus informasi yang semakin cepat dan global akibat berkembangnya teknologi informasi menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Masyarakat lebih mengutamakan hal-hal yang praktis, temasuk dalam memilih pakaian. Produk lokal dengan segala kelebihannya merupakan pilihan terbesar saat ini.

e. Diversifikasi produk

Industri garment adalah industri yang memproduksi pakaian jadi dan perlengkapan pakaian. Pakaian jadi yang dimaksud adalah segala macam pakaian dari bahan tekstil untuk laki-laki, wanita, anak-anak dan bayi. Bahan bakunya adalah kain tenun atau kain rajutan dan produknya antara lain berupa kemeja (shirts), blus (blouses), rok (skirts), kaus (t-shirts, polo shirt, sportswear), pakaian dalam (underwear) dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud dengan perlengkapan pakaian meliputi kaus kaki, sarung tangan, syal, selendang, kerudung, cadar, saputangan, dasi dan sebagainya.

Perubahan dalam selera konsumen, teknologi dan persaingan yang cepat, membuat perusahaan harus mengembangkan arus produk secara terus menerus (Kotler dan Amstrong, 2001). Pengembangan produk baru atau modifikasi produk merupakan peluang bagi Jaya Printing Garment untuk menghadapi persaingan usaha sejenis.

4) Ancaman

a. Keberadaan perusahaan sejenis

Banyak perusahaan garmen sejenis dengan Jaya Printing Garment dengan mengambil sementasi pasar dan target yang sama. Kondisi ini menumbuhkan persaingan yang semakin ketat dan bila tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin perusahanaan akan menutup kegiatan produksinya.

b. Daya tawar menawar

Semakin banyaknya perusahaan yang bergerak dalam produk sejenis menyebabkan persaingan semakin ketat, baik dalam merebut pasar maupun dalam persaingan dalam pemenuhan bahan baku. Oleh karena itu, pemasok bahan baku memiliki peran penting dalam tingkat persaingan perusahaan, sehingga bargaining position para pemasok bahan baku semakin tinggi dan strategis. Begitupula dengan beragam produk yang dihasilkan, akan mempengaruhi harga yang ditawarkan kepada konsumen yang memiliki kekuatan penawaran. Kekuatan tawar menawar

konsumen tersebut harus menjadi pertimbangan agar perusahaan mampu mengatasi persaingan.

c. Perusahaan pendatang baru

Industri garment dapat dimasuki oleh siapa saja. Selain itu, pangsa pasar industri garment dan pakaian jadi dapat dikatakan masih cukup luas, terlihat dari perkembangan jumlah penduduk yang cukup tinggi, yang berbanding lurus dengan kebutuhan akan pakaian, sehingga akan terus mengalami peningkatan. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan baru untuk mencoba masuk dengan menawarkan produk yang lebih bervariasi dan harga yang relatif bersaing. Dapat dikatakan, tingkat persaingan dalam merebut pangsa pasar akan semakin tinggi.

d. Kondisi ekonomi dan politik

Kondisi perekonomian suatu negara dapat mempengaruhi kinerja suatu industri. Faktor ekonomi suatu negara akan bercermin pada strategi dan langkah perusahaan, dimana kesehatan suatu industri turut mempengaruhi kesehatan negara, hal ini berarti antara negara dan perusahaan terjadi hubungan yang saling bersinergi. Perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh perekonomian global, hal ini disebabkan karena negara-negara di dunia, termasuk Indonesia banyak melakukan hubungan bisnis dengan negara besar di pasar keuangan maupun kegiatan ekspor dan impor.

e. Kebijakan pemerintah

Sejak di berlakukannya pasar bebas Asean dan Cina (CAFTA), cukup banyak mengganggu kinerja industri dalam negeri khususnya garment. Pemerintah dengan kebijakannya mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan/industri. Dengan dibukanya arus globalisasi, banyak produk import yang mempunyai harga pokok jauh lebih murah tidak bisa disaingi oleh produk domestik.

3. Perumusan Strategi Pemasaran a. Analisis Matriks IFE dan EFE

Analisis matriks IFE dan EFE dilakukan terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan, sehingga diperoleh faktor-faktor kunci yang termasuk ke dalam kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya. Skor yang diperoleh dari matriks ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimiliki serta menunjukkan kemampuan dalam meraih peluang dan mengatasi ancaman eksternalnya.

1) Matriks IFE

Faktor yang menjadi kekuatan utama Jaya Printing Garment adalah tenaga kerja dengan bobot sebesar 0,139 dan rating 4,000 sehingga diperoleh skor 0,556. Selain itu, faktor kekuatan lain yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah mutu produk (0,500), ketersediaan bahan baku (0,472), loyalitas karyawan (0,444), dan pengalaman berusaha (0,292). Kelemahan utama adalah tenaga pemasaran dengan bobot sebesar 0,097 dan rating 1,000 sehingga diperoleh skor 0,097. Secara lebih rinci hasil perhitungan faktor strategi internal dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Matriks IFE Jaya Printing Garment

FAKTOR INTERNAL Bobot

(a) Rating (b) Skor (axb) A. Tenaga kerja 0,139 4,000 0,556 B. Mutu produk 0,125 4,000 0,500 C. Fasilitas penunjang 0,097 3,000 0,292 D. Loyalitas karyawan 0,111 4,000 0,444

E. Ketersediaan bahan baku 0,118 4,000 0,472

F. Perusahaan keluarga 0,104 2,000 0,208

G. Tenaga marketing 0,097 1,000 0,097

H. Modal usaha 0,111 2,000 0,222

I. Promosi 0,097 1,000 0,097

Dari hasil analisis perhitungan faktor-faktor internal didapatkan total skor sebesar 2,889, nilai ini berada di atas rata-rata sebesar 2,50, menunjukkan posisi internal perusahaan cukup kuat, dimana perusahaan memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam memanfaatkan kekuatan dan mengantisipasi kelemahan internal.

2) Matriks EFE

Kemajuan teknologi merupakan peluang utama Jaya Printing Garment dengan bobot 0,117 dan rating 4,000 sehingga diperoleh skor sebesar 0,467. Sementara itu, faktor yang menjadi ancaman utama perusahaan adalah kebijakan pemerintah dengan bobot 0,078 dan rating 1,000 sehingga diperoleh skor 0,078 (Tabel 7).

Tabel 7. Matriks EFE Jaya Printing Garment

FAKTOR EKSTERNAL Bobot

(a) Rating (b) Skor (axb) A. Kapasitas produksi 0,106 4,000 0,422 B. Pangsa pasar 0,106 4,000 0,422 C. Kemajuan teknologi 0,117 4,000 0,467

D. Demokrafi dan social 0,078 4,000 0,311

E. Diversifikasi produk 0,100 3,000 0,300

F. Keberadaan perusahaan sejenis 0,111 1,000 0,111

G. Daya tawar menawar 0,117 1,000 0,117

H. Perusahaan pendatang baru 0,094 1,000 0,094 I. Kondisi ekonomi dan politik 0,094 2,000 0,189

J. Kebijakan pemerintah 0,078 1,000 0,078

TOTAL 1,000 2,511

Dari hasil analisis perhitungan faktor strategi eksternal didapatkan total skor sebesar 2,511. Nilai ini berada di atas rata-rata sebesar 2,50, ini berarti menunjukkan bahwa perusahaan memiliki strategi efektif yang dapat memanfaatkan peluang dan meminimalkan ancaman/pengaruh negatif dari lingkungan eksternalnya.

b. Analisis Matriks IE

Penentuan posisi strategi perusahaan dalam matriks IE didasarkan pada hasil total nilai matriks IFE yang diberi bobot pada sumbu x dan total nilai

matriks EFE pada sumbu y (David, 2006). Total nilai matriks IFE sebesar 2,889 dan nilai matriks EFE sebesar 2,511. Dengan demikian posisi perusahaan terletak pada sel V. Strategi yang sesuai untuk diterapkan pada sel ini adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil identifikasi dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan serta posisi persaingannya yang berada pada sel V, selanjutnya akan digunakan untuk merumuskan alternatif strategi dengan menggunakan matriks SWOT. Posisi perusahaan berdasarkan matriks IE dapat dilihat pada Gambar 6.

Tota l S kor Faktor S tra tegi Ekster na l

Total Skor Faktor Strategi Internal

Kuat Rata-rata Lemah

4,0 3,0 2,0

Tinggi I II III

Menengah IV V VI

Rendah VII VIII IX

Gambar 6. Matriks IE Jaya Printing Garment

c. Analisis Matriks SWOT

Pengembangan strategi pada matriks ini dilakukan sesuai hasil matriks IE, dimana posisi perusahaan terletak pada kuadran V. Pencocokan faktor strategi internal dan eksternal dilakukan dalam lingkup strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.

Berdasarkan hasil analisis matriks IFE, EFE dan IE, maka dapat disusun matriks SWOT yang akan menghasilkan empat tipe strategi yang dapat dilakukan, yaitu strategi S-O, W-O, S-T dan W-T. Hasil analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 8.

3,0

2,0

1,0

Tabel 8. Matriks SWOT Jaya Printing Garment Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan (S) 1. Tenaga kerja 2. Mutu produk 3. Pengalaman berusaha 4. Loyalitas karyawan 5. Ketersediaan bahan baku Kelemahan (W) 1. Manajemen bersifat kekeluargaan 2. Tenaga pemasaran 3. Modal usaha 4. Promosi Peluang (O) 1. Kapasitas produksi 2. Pangsa pasar 3. Kemajuan teknologi 4. Demografi dan sosial 5. Diversifikasi produk

Strategi S-O

- Menjaga hubungan dengan pelanggan dan pemasok (S1,S3,S5; O2,O4,O5) - Menjaga kualitas produk (S1,S2,S5; O1,O2,O3) Strategi W-O - Memaksimalkan kapasitas produksi yang masing ada (W1,W3; O1,O2,O3,O5) - Peningkatan kegiatan promosi (W2,W4; O2,05) Ancaman (T) 1. Keberadaan perusahaan sejenis 2. Daya tawar menawar 3. Perusahaan pendatang

baru

4. Kondisi ekonomi dan politik 5. Kebijakan pemerintah Strategi S-T - Meningkatkan kreativitas dalam menciptakan desain produk yang baru (S1,S2,S3;T1,T3) - Memberikan harga yang bersaing (S2,S5; T1,T2,T3) Strategi W-T Memberikan kemudahan pembayaran bagi pelanggan yang mempunyai sejarah pembayaran yang baik (W1,W3; T4,T5)

Strategi Kekuatan-Peluang (SO)

1. Menjaga hubungan dengan pelanggan dan pemasok (S1,S3,S5; O2,O4,O5)

Kondisi pasar yang semakin kompetitif saat ini, untuk mencari keuntungan kompetitif tidak hanya dengan memperluas pengembangan usaha, menjaga bagi kelangsungan hidup perusahaan lebih penting. Komunikasi yang baik dan tidak membuat catatan hitam sangat penting dalam menjaga hubungan baik dengan para pelanggan dan stakeholder. Selain itu, sistem pembayaran tepat waktu adalah kunci menjaga hubungan baik dengan pemasok untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku agar terjamin ketersediaan pasokan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk kelancaran operasi perusahaan.

Memberikan perlakuan istimewa terhadap seluruh pelanggan, serta bersikap jujur dan adil dalam menjalankan transaksi jual-beli, merupakan nilai tambah yang dapat dilakukan untuk menjaga loyalitas pelanggan. Dengan terciptanya hubungan yang harmonis dengan para pelanggan, memungkinkan menarik konsumen lain untuk menjadi mitra bisnis. 2. Menjaga kualitas produk (S1,S2,S5; O1,O2,O3)

Hasil pengamatan di lapangan, daya saing produk Jaya Printing Garment cukup baik dibanding perusahaan sejenis karena produk yang dihasilkan terlihat sudah berada di hampir setiap toko/departemen store yang ada di kota-kota besar. Dengan pengalaman usaha dan memaksimal-kan sumber daya yang dimiliki, baik tenaga kerja maupun ketersediaan bahan baku, serta dukungan teknologi yang semakin canggih dapat dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan mutu produk dalam rangka peningkatan daya saing.

Strategi Kelemahan-Peluang (WO)

1. Memaksimalkan kapasitas produksi yang masing ada (W3; O1,O2, O3,O5)

Dengan dukung teknologi yang semakin modern, memungkinkan perusahaann dapat meningkatkan kapasitas produksinya, karena saat ini kapasitas produksi yang dihasilkan sekitar 90%. Namun demikian, peningkatan produksi harus tetap menjaga mutu produk dan sesuai spesifikasi yang diharapkan konsumen, berbeda dengan produk pesaingnya.

2. Peningkatan kegiatan promosi (W2,W4; O2,05)

Peningkatan mutu produk sesuai spesifikasi yang diminta, serta variasi produk, dapat menjadi sarana promosi yang efektif dalam mengenalkan produk di pasaran. Untuk mengantisipasi persaingan dengan pemain lama maupun baru, peningkatan kegiatan promosi merupakan suatu keharusan agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan dan produk tetap eksis di pasaran.

Strategi Kekuatan-Peluang (WO)

1. Meningkatkan kreativitas dalam menciptakan desain produk yang baru (S1,S2,S3; T1,T3)

Kekuatan dalam hal tenaga kerja dimiliki, kualitas produk dan didukung pengalaman berusaha, memungkinkan perusahaan Jaya Printing Garment melakukan inovasi baru dan berkreativitas dalam menciptakan desain produk baru. Pengembangan produk juga dalam rangka memperpanjang daur hidup produk, agar produk dapat terus diterima konsumen.

2. Memberikan harga yang bersaing (S2,S5; T1,T2,T3)

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama, persaingan penetapan harga jual menjadi semakin ketat. Penetapan harga jual produk di pasaran, walaupun dengan sedikit perbedaan, sangat menentukan pilihan masyarakat dalam membeli produk di pasar. Penetapan harga yang kompetitif dan bersaing dengan para pesaing dapat dilakukan, selain melakukan potongan harga bila pembelian melebihi batas tertentu.

Strategi Kelemahan-Ancaman (WT)

1. Memberikan kemudahan pembayaran bagi pelanggan yang mempunyai sejarah pembayaran yang baik (W1,W3; T4,T5)

Konsumen merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dipertahankan. Dengan semakin banyakya perusahaan sejenis yang bermunculan menyebabkan posisi tawar konsumen semakin kuat. Kekuatan bersaing pembeli bisa bergerak dari posisi lemah sampai kuat. Untuk itu perlu dilakukan tindakan antisipasi untuk menjaga agar konsumen tetap loyal, diantaranya dengan memberikan kemudahan bagi pelanggan yang dinilai memiliki catatan yang baik dalam bertransaksi.

Dokumen terkait