• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kecamatan yang menggunakan Irigasi Semi Teknis di Kabupaten Gresik

METODE PENELITIAN

3.4 Metode Analisis Data

3.4.1 Identifikasi Input dan Output Usaha tani Padi Sawah

Tahapan dalam mengidentifikasi input dan output usaha tani padi sawah antara lain :

1 Penentuan harga bayangan dan harga pasar

Setiap input dan output pada penelitian ini ditetapkan dua tingkat harga, yaitu harga bayangan dan harga pasar. Harga pasar adalah tingkat harga pasar yang diterima pengusaha dalam penjualan hasil produksinya atau tingkat harga yang dibayar dalam pembelian faktor pembelian. Menurut Gittinger (1993), menyatakan bahwa harga bayangan merupakan harga yang terjadi dalam perekonomian persaingan sempurna dan kondisi keseimbangan. Biaya imbangan sama dengan harga pasar sulit ditemukan, maka untuk memperoleh nilai yang mendekati biaya imbangan ini dilakukan dengan penyesuaian terhadap pasar yang berlaku.

Perhitungan harga bayangan dalam penelitian ini menggunakan penyesuaian seperti dilakukan Gittinger (1993). Harga bayangan secara umum ditentukan dengan mengeluarkan distorsi akibat adanya kebijaksanaan pemerintah seperti subsidi, pajak, penentuan upah minimum, kebijakan harga, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan komoditas yang diperdagangkan akan didekati dengan harga batas (border price). Komoditas beras selama ini diimpor maka menggunakan

harga-36 harga Cost Insurance Freeight (CIF).Sedangkan untuk komoditas ekspor menggunakan Free On Board (FOB)

a. Harga bayangan output

Harga bayangan output adalah harga output yang terjadi di pasar dunia apabila diberlakukan pasar bebas. Harga bayangan output untuk komoditas impor digunakan sebagai harga perbatasan yaitu CIF.

b. Harga bayangan sarana produksi pertanian

Harga bayangan saprotan dan peralatan yang tradable sama dengan perhitungan harga bayangan output, yaitu dengan menggunakan border price untuk komoditas impor yani CIF

c. Harga bayangan tenaga kerja

Menurut Gittinger (1993) dalam pasar persaingan sempurna tingkat upah pasar mencerminkan nilai produktivitas marjinalnya. Harga bayangan tenaga kerja terdidik dihitung sama dengan harga privatnya, sedangkan harga bayangan tenaga kerja tidak terdidik dihitung berdasarkan harga privat yang diasumsikan dengan nilai produktivitas marjinalnya. Hal ini tidak berlaku untuk sektor pertanian karena tingkat upah dipedesaan cenderung lebih tinggi sehingga tidak mencerminkan nilai produk marginalnya. Hal ini disebabkan karena adanya share proverty institution seperti gotong royong .

d. Harga bayangan lahan

Perhitungan harga bayangan lahan dapat dilakukan dengan tiga cara;

pertama pendapatan bersih pengusahaan tanaman alternatif terbaik yang biasa ditanam pada lahan tersebut, kedua nilai sewa yang berlaku di daerah setempat, dan

37 ketiga nilai tanah yang hilang karena proyek. Gittinger (1993), menentukan harga bayangan lahan dengan pendekatan nilai sewanya.

e. Harga bayangan modal

Penentuan harga bayangan modal didekati berdasarkan nilai suku bunga pinjaman komersil di Bank setempat.

f. Harga bayangan nilai mata uang

Harga bayangan nilai mata uang adalah harga uang domestik dalam kaitannya dengan mata uang asing yang terjadi pada pasar nilai tukar uang pada kondisi bersaing sempurna. Salah satu pendekatan untuk menghitung harga bayangan nilai tukar uang adalah harga bayangan harus berada pada tingkat keseimbangan nilai tukar uang.Keseimbangan terjadi apabila dalam pasar uang, semua pembatas dan subsidi terhadap ekspor dan impor dihilangkan.Keseimbangan nilai tukar uang dapat didekati dengan menggunakan Standard Convertion Factor (SCF) sebagai faktor koreksi terhadap nilai tukar resmi yang berlaku (Rosegrant et al. 1987).

38 3.4.2 Metode Analisis PAM

Tabel 2. Policy Anaysis Matrix (PAM)

Uraian Pendapatan Biaya Keuntungan

Input Tradable Input non Tradable

Harga Privat A B C D

Harga Sosial E F G H

Divergensi

I J K L

Sumber : Pearson and Gotsch 2005

Keterangan :

A : Pendapatan Privat G : Biaya Input non Tradable B : Biaya InputTradable Privat H : Keuntungan Sosial C : Biaya Faktor DomestikPrivat I : Transfer Output D : Keuntungan Privat J : Transfer InputTradable E : Pendapatan Sosial K : Transfer Input non Tradable F : Biaya Input Tradable Sosial L: Transfer Bersih

Baris pertama matriks PAM adalah perhitungan menggunakan harga privat atau harga yang benar-benar diterima atau dibayarkan oleh petani. Data harga privat diperoleh melalui wawancara terhadap pelaku usaha tani padi. Baris kedua merupakan perhitungan berdasarkan harga sosial yaitu nilai ekonomi yang sesungguhnya bagi unsur-unsur biaya ataupun hasil, dengan kata lain harga sosial adalah harga yang berlaku pada kondisi pasar persaingan sempurna. Data harga sosial diperoleh dari literatur-literatur yang menunjang dan data sekunder yang bersumber dari BPS dan World Bank’s Commodity Price data Pinksheet- Mei 2018.

39 Analisis keuntungan terdiri dari keuntungan privat dan keuntungan sosial.

Keuntungan privat (KP) menunjukan selisih antara penerimaan dengan biaya yang sesungguhnya diterima atau dibayarkan petani.Nilai KP > 0 berarti secara finansial menguntungkan, yaitu kondisi adanya kebijakan pemerintah atau komoditas menguntungkan untuk diusahakan. Jika nilai KP ≤ 0 maka yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu kegiatan usaha tidak menguntungkan pada kondisi adanya intervensi pemerintah terhadap input dan output.

Keuntungan sosial (KS) menunjukkan selisih antara penerimaan dengan biaya yang dihitung dengan harga sosial. Jika nilai KS > 0 maka secara ekonomi, yaitu pada kondisi pasar persaingan sempurna, kegiatan pengusahaan komoditas dapat dilanjutkan karena menguntungkan atau komoditas tersebut memiliki keunggulan komparatif, dan jika nilai KS ≤ 0 maka kegiatan usaha tidak menguntungkan secara ekonomi atau pada kondisi pasar persaingan sempurna.

Pada baris ketiga tabel PAM merupakan selisih dari harga privat dan harga sosial sebagai akibat dari kebijakan. Selanjutnya akan dihitung keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dari usaha tani Padi sawah dengan menghitung rasio biaya sumberdaya domestik atau Domestic Resources Cost Ratio (DRCR) dan Rasio Biaya Privat atau Private Cost Ratio (PCR).

DRCR merupakan indikator keunggulan komparatif yang menunjukkan jumlah sumberdaya domestik yang dapat dihemat untuk menghasilkan suatu unit devisa. Sementara Private cost ratio (PCR) merupakan indikator profitabilitas privat yang menunjukkan kemampuan sistem komoditas untuk membayar biaya sumberdaya domestik dan tetap kompetitif. Suatu komoditas dapat dikatakan

40 memiliki keunggulan komparatif jika memiliki nilai DRCR < 1 dan memiliki keunggulan kompetitif jika memiliki nilai PCR < 1.Rumus DRCR, PCR dan indikator lainnya dapat dilihat di bawah ini.

Indikator Analisis Matrix A. Analisis Keuntungan

1. Private Provitability (Keuntungan Privat) D= A-(B+C)

Apabila D > 0, berarti sistem komoditas memperoleh profit atas biaya normal yang mempunyai implikasi bahwa komoditas itu mampu ekspansi, kecuali apabila sumber daya terbatas atau adanya komoditas alternatif yang lebih menguntungkan.

2. Social Provitability (Keuntungan Sosial) H=E-(F+G)

Keuntungan sosial merupakan indikator keunggulan komparatif (comparative advantage) dari sistem komoditas pada kondisi tidak ada divergensi baik akibat kebijakan pemerintah maupun distorsi pasar. Apabila H>0, berarti sistem komoditas memperoleh profit atas biaya normal dalam harga sosial dan mempunyai keunggulan komparatif.

Dokumen terkait