• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Manfaat

Dalam dokumen BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 42-47)

3. Biaya Tenaga Kerja

4.5.4 Identifikasi Manfaat

Pada bagian ini akan dijelaskan manfaat-manfaat yang diperoleh BAPETEN setelah pengimplementasian Modul Perizinan B@LIS. Manfaat yang akan dihitung pada bagian ini terdiri merupakan Tangible Benefit. Dengan demikian, organisasi dapat memperoleh perkiraan manfaat yang diterima organisasi dalam perhitungan keuangan. Kuantifikasi manfaat langsung dilakukan untuk menentukan manfaat atau dampak langsung dan dapat diukur yang diperoleh dari pengimplementasian Modul Perizinan B@LIS pada BAPETEN. Berikut dijelaskan beberapa manfaat langsung dari pengimplementasian Modul Perizinan B@LIS tersebut.

4.5.4.1 Penghematan Kertas

Setelah dilakukan wawancara terhadap pengguna sistem Modul Perizinan B@LIS, terjadi penghematan kertas sejak tahun pertama penerapan sistem ini. Sebelum adanya Modul Perizinan B@LIS ini, aktivitas atau kegiatan bisnis Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DPFRZR) masih belum terintegrasi dan untuk menghubungkan antara satu kegiatan bisnis dengan kegiatan bisnis lainnya masih menggunakan banyak kertas sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pemakaian kertas juga besar. Selain itu, penggunaan kertas juga banyak dihabiskan untuk pembuatan surat menyurat yang berkaitan dengan pelayanan perizinan serta dalam pembuatan laporan dari tingkat Eselon 3 sampai dengan Eselon 1. Seringkali terjadi kesalahan dalam surat menyurat serta pembuatan laporan sehingga harus dibuat ulang dan dicetak dengan menggunakan kertas yang baru. Setelah menggunakan Modul Perizinan B@LIS, kesalahan-kesalahan tersebut dapat dikurangi, karena pembuatan surat telah menggunakan format baku yang telah ditetapkan di sistem. Sebelum menggunakan Modul Perizinan B@LIS, penggunaan kertas sebanyak 470 rim per tahun untuk pencetakan surat dan laporan yang berkaitan dengan pelayanan perizinan FRZR. Jika di asumsikan harga satu rim kertas Rp. 24.000 maka biaya untuk pemakaian kertas sebesar 470 x Rp. 24.000

= Rp. 11.280.000,-. Setelah menggunakan Modul Perizinan B@LIS, penggunaan kertas dalam setahun sebesar 210 x Rp. 26.000 = Rp. 5.460.000,- dikarenakan telah adanya format baku yang telah ditetapkan dalam pencetakan surat dan pembuatan laporan.

Penghematan kertas per tahun yang didapat dengan adanya Modul

Perizinan B@LIS Rp 11.280.000 – Rp 5.460.000 = Rp. 5.820.000,-. Total biaya penghematan kertas per tahun sebesar Rp. 5.820.000,-. Untuk rincian penghematan biaya

penggunaan kertas untuk 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada tabel 4.10 dengan tingkat inflasi tahun 2009 dan 2010 adalah 4,67%, dan 4,82% dan asumsi inflasi tahun 2011-2012 adalah 5,30%.

Tabel 4.10 Rincian Penghematan Biaya Penggunaan Kertas

Jenis Penghematan

Biaya (dalam Rupiah)

Total 2008 2009 2010 2011 2012 Penghematan

biaya penggunaan

kertas

5.820.000  6.091.794 6.385.418 6.723.845 7.080.208  32.101.265

4.5.4.2 Penghematan Biaya Pencetakan

Seiring dengan banyaknya penggunaan kertas maka berpengaruh langsung terhadap besarnya biaya untuk pencetakan karena adanya penggunaan tinta untuk pencetakannya.

Untuk melakukan pencetakan, digunakan tinta warna hitam dengan harga satuan Rp.

545.000,-. Untuk menghasilkan keseluruhan surat dan laporan yang diperlukan dari aktivitas bisnis yang telah berjalan selama satu tahun membutuhkan 7 printer dengan penggantian tinta printer sebanyak 3 kali untuk masing-masing printer selama satu tahun.

Jadi biaya pencetakan yang dikeluarkan sebelum menggunakan Modul Perizinan B@LIS sebesar Rp. 545.000 x 7 x 4 = Rp. 15.260.000,- Setelah perusahaan menggunakan Modul Perizinan B@LIS, maka terjadi penghematan penggunaan kertas dan otomatis juga akan menyebabkan terjadinya penghematan biaya untuk pencetakan surat-surat dan laporan-laporan untuk keperluan manajemen. Kebutuhan tinta printer untuk pencetakan yang dilakukan oleh Direktorat FRZR berkurang menjadi 2 kali penggantian untuk masing-masing printer selama satu tahun. Jadi biaya pencetakan yang dikeluarkan setelah

menggunakan Modul Perizinan B@LIS sebesar Rp. 545.000 x 7 x 2 = Rp. 7.630.000,- Maka penghematan biaya untuk pencetakan yang terjadi pada tahun pertama penggunaan Modul Perizinan B@LIS sebesar Rp. 15.260.000 - Rp. 7.630.000 = Rp. 7.630.000,- Untuk perkiraan biaya pencetakan 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada tabel 4.11 dengan tingkat inflasi tahun 2009 dan 2010 adalah 4,67%, dan 4,82% dan asumsi inflasi tahun 2011-2012 adalah 5,30%.

Tabel 4. 11 Rincian Penghematan Biaya Pencetakan Jenis

Penghematan

Biaya (dalam Rupiah)

Total 2008 2009 2010 2011 2012 Penghematan

biaya untuk pencetakan

7.630.000  7.986.321 8.371.261 8.814.937 9.282.128  42.084.647

4.5.4.3 Penghematan Amplop

Pengurangan pemakaian kertas juga berdampak pada pemakaian amplop yang digunakan untuk pengiriman. tetapi setelah menggunakan Modul Perizinan B@LIS berkurang menjadi 2 amplop. Sebelum menggunakan Modul Perizinan B@LIS setiap proses permohonan izin biasanya menggunakan 5 amplop, pemakaian amplop dalam setahun sebanyak 215 pak amplop. Jika di asumsikan harga satu pak amplop Rp. 21.000 maka biaya untuk pemakaian amplop sebesar 215 x Rp. 21.000 = Rp. 4.515.000. Setelah menggunakan Modul Perizinan B@LIS, penggunaan amplop dalam setahun sebesar 95 x Rp. 21.000 = Rp. 1.995.000,- dengan rincian pemakaian amplop untuk setiap proses permohonan izin yaitu 2 amplop. Penghematan amplop per tahun yang didapat dengan adanya Modul Perizinan B@LIS Rp 4.515.000 – Rp 1.995.000 = Rp. 2.520.000,-. Total biaya penghematan amplop per tahun sebesar Rp. 2.520.000,-. Untuk perkiraan biaya

pemakaian amplop 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada tabel 4.12 dengan tingkat inflasi tahun 2009 dan 2010 adalah 4,67%, dan 4,82% dan asumsi inflasi tahun 2011-2012 adalah 5,30%.

Tabel 4. 12 Rincian Penghematan Amplop

Jenis Penghematan

Biaya (dalam Rupiah)

Total 2008 2009 2010 2011 2012 Penghematan

biaya

untuk amplop 2.520.000  2.637.684 2.764.820 2.911.355 3.065.656  13.899.515

4.5.4.4 Penghematan Biaya Pengiriman

Pengurangan pemakaian amplop juga berdampak pada biaya pengiriman. Dari perhitungan penghematan amplop yang sudah dilakukan diatas, maka didapatkan bahwa dalam 1 tahun terdapat penghematan sebanyak 12.000 pengiriman. Jika diasumsikan biaya pengiriman Rp. 3000,- per kirim, maka penghematan biaya pengiriman per tahun setelah adanya Modul Perizinan B@LIS 12.000 x Rp.3000 = Rp. 36.000.000,- per tahun.

Untuk perkiraan biaya pengiriman 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada tabel 4.8 dengan tingkat inflasi tahun 2009 dan 2010 adalah 4,67%, dan 4,82% dan asumsi inflasi tahun 2011-2012 adalah 5,30%.

Tabel 4. 13 Rincian Penghematan pengiriman

Jenis Penghematan

Biaya (dalam Rupiah)

Total 2008 2009 2010 2011 2012 Penghematan

biaya untuk pengiriman

36.000.000  37.681.200 39.497.433 41.590.796 43.795.108  198.564.537

Dengan adanya penerapan Modul Perizinan B@LIS, BAPETEN dapat melakukan penghematan langsung dalam beberapa hal, diantaranya penghematan biaya penggunaan kertas, pencetakan, pemakaian bantex, pemakaian amplop, dan biaya pengiriman. Total biaya penghematan yang didapat oleh BAPETEN dengan adanya penerapan Modul Perizinan B@LIS, selama lima tahun ke depan (2008-2012) sebesar Rp. 307.264.820,-.

Ringkasan hasil kuantifikasi manfaat langsung yang didapat dari adanya penerapan Modul Perizinan B@LIS di BAPETEN dapat dilihat pada tabel 4.9.

Tabel 4. 14 Manfaat Tangible Measurable Jenis

Penghematan

Biaya (dalam Rupiah)

Total 2008 2009 2010 2011 2012 Penghematan

biaya penggunaan kertas

5.820.000  6.091.794 6.385.418 6.723.845 7.080.208  32.101.265

Penghematan biaya untuk pencetakan

7.630.000  7.986.321 8.371.261 8.814.937 9.282.128  42.084.647 Penghematan

biaya untuk amplop

2.520.000  2.637.684 2.764.820 2.911.355 3.065.656  13.899.515 Penghematan

biaya untuk Pengiriman

36.000.000  37.681.200 39.497.433 41.590.796 43.795.108  198.564.537 Total

Penghematan 55.707.500  58.309.040 61.119.533 64.358.865 67.769.882  307.264.820

Dalam dokumen BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 42-47)

Dokumen terkait