• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN (Halaman 44-49)

BAB III HASIL

3.7 Identifikasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku

Berdasarkan hasil wawancara terhadap 25 informan, didapatkan hasil bahwa hampir seluruh informan (84%) tidak tahu penyebab malaria, akan tetapi berdasarkan hasil indepth informan (masyarakat setempat lebih mengenal dengan istilah wisa) sehingga sebagian besar tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab malaria, dan hanya 16% yang menjawab bahwa malaria disebabkan oleh parasit, walaupun (60%) informan tidak mengetahui bahaya malaria dapat menyerang semua golongan umur. Informan beranggapan bahwa malaria adalah penyakit dari hutan (alam) sehingga siapapun dapat terkena malaria ketika memasuki hutan dan tidak tahu bahwa malaria dapat menular. Rincian pengetahuan responden tentang malaria dapat dilihat selengkapnya pada tabel di bawah ini.

45

Tabel 3.7.11 Karakteristik Responden Berdasarkan Aspek Pengetahuan tentang Malaria

No Karakteristik Item pilihan Jumlah (%)

1 Malaria disebabkan oleh? Parasit 4 16

Tidak tahu 21 84

2 Malaria dapat menyerang? Orang dewasa 7 28

Semua umur 3 12

Tidak tahu 15 60

3 Tahu gejala penyakit

malaria?

Ya 12 48

Tidak 13 52

4 Apa saja gejala malaria? Demam berkeringat 13 52

Pingsan 7 28

Tidak tahu 5 20

5 Apa bahaya malaria? Kematian 11 44

Pingsan 7 28

Tidak tahu 7 28

6 Penyakit malaria dapat

menular?

Ya 10 40

Tidak tahu 15 60

Sumber: Data Primer, 2018

Berdasarkan hasil wawancara terhadap 25 informan, didapatkan hasil bahwa hampir seluruh informan (80%) setuju penyakit malaria itu berbahaya, setuju (60%) untuk menghindari diri dari gigitan nyamuk untuk mencegah malaria dan memakan obat malaria jika sakit( 52%), dan bersedia diambil darahnya untuk di periksa (60%).

Rincian sikap informan tentang malaria dapat dilihat selengkapnya pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.7.12 Karakteristik Responden Berdasarkan Aspek Sikap tentang Malaria

No Karakteristik Item pilihan Jumlah (%)

1 Penyakit malaria berbahaya Setuju 20 80

Tidak tahu 5 20

2 Menghindarkan diri dari gigitan nyamuk untuk mencegah malaria

Setuju 15 60

Tidak tahu 10 40

3 Memakan obat untuk mencegah malaria walaupun tidak sakit

Setuju 13 52

Tidak tahu 12 48

4 Penderita malaria diambil darah untuk diperiksa

Setuju 10 40

Tidak tahu 15 60

5 Bersedia diambil darahnya walaupun tidak sakit

Setuju 8 32

Tidak tahu 17 68

6 Anggota keluarga ikut merawat penderita

Setuju 10 40

Tidak tahu 15 60

Sumber: Data Primer, 2018

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan diketahui bahwa sebagian besar (64%) responden tidak tahu tentang adanya penyuluhan tentang malaria, jika terkena deman sebagian besar (60%) memilih berobat sendiri dengan ramuan

46

tradisional (80%), dan sering keluar camp pada malam hari hanya untuk santai dan ngobrol dengan teman-teman (60%), dan hanya sebagian kecil tidur menggunakan kelambu (40%). Data perilaku masyarakat terangkum secara rinci pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.7.13 Karakteristik Responden Berdasarkan Aspek Perilaku tentang Malaria

No Karakteristik Item pilihan Jumlah (%)

1 Penyuluhan tentang malaria Pernah 9 36

Tidak tahu 16 64

2 Apa yang dilakukan bila mengalami demam

Diobati sendiri 15 60

Lapor ke puskesmas 5 20

Ke dukun 6 24

3 Bila diobati sendiri apa jenis obat yang dipakai

Ramuan tradisonal 20 80

Tidak menjawab 5 20

4 Dari mana obat diperoleh Warung 17 68

Apotik /puskesmas 8 32

5 Sering keluar dari camp pada malam hari

Ya 15 60

Kadang-kadang 10 40

6 Kegiatan yang dilakukan bila keluar malam

Ngobrol 13 52

Buang air besar/kecil 12 48 7 Yang dilakukan untuk menghindari

gigitan nyamuk

Memakai kelambu 10 40

Memakai obat nyamuk 7 28

Repalent 8 32

Sumber: Data Primer, 2018

3.7.1 Berdasarkan Indepth Interview dengan Pekerja Tambang

Pengetahuan tentang daerah endemis pekerja tambang menyebutkan bahwa mereka mengetahui daerah tersebut endemsis. Sesuai dengan pernyataan :

―He eh tahu sudah‖ (Informan PD B KA)

Adapun alasan pekerja tambang bekerja ke daerah endemis malaria karena faktor ekonomi. Hal ini sesuai dengan beberapa pernyataan dalam focus group disscusion (FGD) yatu :

―Masalahnya begawi lo..hehe..tepaksa ae‖ (Informan PD B KA) ―amun mencari rezeki tu lo di datangi ae‖ (Informan PD B KA)

―Oh..kd jua lah..jadi selama ini pasrah ae lah amun kena..jd dianggap anu takdir ae lah..‖ (Informan PD B KA)

―Handak kada digawi katia gawian disitu bu ai..paksa ai digawi tarus modelnya‖

47

Gambar 3.7.1.7 Kehidupan Para Pekerja Tambang Dusun Miing Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu

3.7.2 Berdasarkan Indepth Interview dengan Stakeholders Kesehatan

Sebagian masyarakat khususnya kelompok pekerja tambang masih mengganggap malaria sebagai salah satu resiko dari pekerjaan di hutan baik karena faktor ekonomi di mana jumlah penghasilan yang didapat dari menambang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan lain, dan pekerjaan menambang tersebut sudah turun temurun dilakukan.

“Tau buk, Cuma kan permasalahannya masalah piring nasi,hehehe, apapun...kan ini disana kebanyakan petani karet, kebetulan kan karet saat ini udah agak anjlok, jadi mau gimana katanya mau bertahan disini bagaimana makan anak istri, jadi mau tidak mau nah hasilnnya kan juga menggiurkan juga klo disana, nah jadi ya memang kehidupan disana enak mereka, rumah-rumahnya bagus, ulin ini ya, kemaren orang subdit bingung wah... rumahnya” (Informan PM DK B)

Adanya keengganan dari beberapa pekerja tambang untuk diperiksa MBS secara dini ataupun untuk melapor ke Puskesmas atau tenaga kesehatan baik sebelum maupun sesudah berpergian ke daerah endemis.

“Agak susah memang kalau menyuruh mereka memeriksakan terlebih dahulu ataupun ee sesudah pulang,karena dari kasus yang kami dapatkan

48

yang bukan notifikasi dari tetangga ya, kalau notifikasi dari Tanah Bumbu kan sudah jelas mereka sudah menemukan, kalau dari tempat kami biasanya pekerjanya sudah sakit parah baru datang jadi wawacara baru kita tahu kalau mereka misalnya dari Tanah Bumbu‖ (Informan PM DK C)

“Beragam, ada yang mereka lebih takut jarum daripada senjata tajam‖ (Informan KS DK A)

“Banyak masyarakat takut diperiksa.. Takut ditusuk jarinya.. Itu aja persoalannya sepele.. Sehingga banyak menolak..” (Informan PM DK A) ―nah ini yang kayaknya ini sampai hari masih belum ter apa namanya terkondisikan ya, karena mereka merasa tidak berkepentingan, apa sih saya perlunya melapor ke Puskesmas seperti itu‖ (Informan KS DK C) Pekerja tambang baru akan menghubungi pihak kesehatan bila sudah dalam keadaan sakit parah baik dengan berobat ke fasilitas kesehatan saat di daerah endemis ataupun fasilitas kesehatan saat kembali ke daerah asal.

―…………kalau tempat kami kan susah, yang di hutan itu, yaitu tadi akhirnya kami kontak dengan petugas kesehatan pada waktu mereka sakit akhirnya,bukan pada waktu gejala awal, tapi mereka kadang sudah parah baru datang” (Informan PM DK C)

“...ketika mereka sakit baru mereka akses ke pelayanan kesehatan” (Informan KS DK C)

―Jadi kalo sakit, mereka itu kadang nahan.. Sakit kalo ga tepar masih bisa kerja itu belum sakit.. Kalo pusing aja mual muntah itu biasa.. Menggigil pun selama masih bisa kerja nech mereka nahan” (Informan PM DK A) ―Jadi kalo ga sakit memang susah dia untuk diperiksa.. Itu yang kendala-kendala.. Tapi itu kan persoalan klasik sebenarnya‖ (Informan PM DK A) Hal ini kemudian diperparah dengan perilaku kebiasaan beberapa pekerja tambang di malam hari yang masih suka berkumpul dan saling bercerita serta beberapa pekerja tambang yang tidak membawa kelambu ke daerah endemis dengan lingkungan dan nyamuk vektor yang potensial untuk malaria.

“Maksudnya ga bagus ini mereka malam kadang-kadang kan ngrumpi. Pakai lah jam 10, jam 11 malam dia pasang kan, baru masuk kelambu.. Baru dipake.. Tapi yang sebelumnya itu ya mereka beraktifitas di luar rumah ya engga, engga mungkin pakai kelambu kan ya.. Ya itulah persoalan kalo di tambang..” (Informan PM DK A)

―dikasih kelambu, Cuma kelambunya ditinggal di rumah, hehehe tidak dibawa kesana‖ (Informan PM DK B)

49

3.8 Peningkatan Jejaring Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN (Halaman 44-49)

Dokumen terkait