PERNYATAAN PENILAI
I.2 Identifikasi Status Penilai
Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Drs. Nirboyo Adiputro B., MAPPI (Cert.) dengan Izin Penilai No. PB-1.09.00148 yang merupakan Penilai Publik dan Rekan pada Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti, & Rekan (“KJPP NDR”) dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dengan STTD No. STTD.PPB-22/PM.2/2018.
KJPP NDR merupakan Kantor Jasa Penilai Publik Independen yang telah memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 357/KM.1/2009 dengan Izin Usaha No. 2.09.0018, tanggal 2 April 2009 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) berdasarkan Surat No. S-8492/BL/2009 yang dikeluarkan tanggal 16 September 2009.
Seluruh penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai Berizin atau Penanggung Jawab. Penilai memiliki kompetensi untuk
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 21 dari 59 melakukan penilaian atas aset dimaksud, tidak memiliki benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan atau obyek penilaian, obyektif dan tidak memihak dalam memberikan opini penilaian. Dalam penugasan penilaian ini, penilai tidak menggunakan tenaga ahli dari luar.
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Inocycle Technology Group Tbk Alamat : Kawasan Industri Pasar Kemis,
Jalan Putera Utama No. 10,
Desa Suka Asih, Kec. Pasar Kemis, Tangerang Telepon/Faks : 021-5903307
Email : [email protected] Contact Person : Ibu Desi Susanti Jabatan : Head of Legal
Pengguna Laporan : PT Inocycle Technology Group Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan
Objek penilaian adalah penyusunan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi Jual Beli Aset berupa Tanah, Bangunan dan Mesin dengan rincian sebagai berikut:
1. Tanah seluas 39.640 m2, bangunan seluas 11.358 m2 dan mesin-mesin serta peralatannya yang terletak di Jalan Poros Home Base Armed Ds. Nirannuang, Kec. Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan milik PT Hilon Indonesia (“PHI”) yang akan dijual kepada PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”);
2. Tanah seluas 36.973 m2, bangunan seluas 9.585 m2 dan mesin-mesin serta peralatannya yang terletak di Jalan Poros Cikoang, Cikoang, Mangarabombang, Takalar, Sulawesi Selatan milik PT Hilon Indonesia (“PHI”) yang akan dijual kepada PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”);
3. Tanah seluas 2.000 m2 dan bangunan seluas 2.000 m2 yang terletak di Desa Kambu, Kec. Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara milik PT Hilon Indonesia (“PHI”) yang akan dijual kepada PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”).
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 22 dari 59
I.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
ITG Tbk adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah memproduksi dan menjual Recycle Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”) dengan mendaur ulang Polyethylene Terephthalate (“PET”) botol bekas, dan kegiatan usaha lainnya adalah memproduksi dan menjual berbagai produk tekstil non woven. Baru-baru ini, karena masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik telah menjadi serius, minat sosial dan dukungan untuk produk daur ulang meningkat.
Produk Re-PSF perusahaan tidak hanya memiliki teknologi yang sebanding dalam hal kualitas dengan produk Virgin Polyester Staple Fiber yang dibuat dari bahan baku minyak mentah bumi, tetapi juga mendominasi pasar sebagai perusahaan Re-PSF terkemuka terbesar di Indonesia.
Re-PSF digunakan dalam pembuatan bantal, boneka, kasur, perabotan, karpet/interior untuk otomotif dan barang tekstil non woven lainnya. Serat yang diproduksi perusahaan memiliki kualitas Statis, Anti-Bakteri dan tahan api.
Perusahaan mengharapkan permintaan dan dukungan untuk produk-produk daur ulang akan meningkat di masa depan, dan perusahaan berencana untuk terus memperluas kapasitas produksi Re-PSF untuk mempertahankan keunggulan pasar saat ini dan mendorong masuknya ke pasar global.
Secara khusus, karena sifat produk Re-PSF, perlu untuk membangun rantai pasokan produksi nasional karena beban biaya logistik yang tinggi, kami berencana membangun pabrik lokal baru.
Saat ini, proporsi bisnis Re-PSF sangat tinggi pada 78%, dan untuk operasi bisnis yang stabil dan efisien, perluasan divisi bisnis Tekstil Non Woven. Untuk itu, perusahaan merencanakan mendirikan pabrik-pabrik baru untuk divisi Tekstil Non Woven didirikan atau untuk memperluas pabrik yang sudah ada.
Selain pabrik di Medan, perusahaan berencana mendirikan pabrik produksi Re-PSF yang meliputi Washing Line di wilayah Makassar dan Balikpapan, serta memasang fasilitas Tekstil Non Woven yang dapat memproduksi Padding dan HDP di semua pabrik sehingga masing-masing
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 23 dari 59 pabrik dapat memproduksi dan menjual Tekstil Non Woven dengan Re-PSF mereka sendiri.
Indonesia terdiri dari lima pulau besar yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sulawesi adalah pulau terbesar ketiga dalam hal jumlah penduduk dan keempat terbesar dalam hal luas wilayah dengan jumlah penduduk Sulawesi diperkirakan sekitar 20 juta jiwa. Makassar adalah kota terbesar di Sulawesi dan ibukota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Saat ini tidak terdapat pabrik Re-PSF dan Tekstil Non Woven di Sulawesi, sehingga sebagian besar dipasok melalui transportasi laut dari Jawa, sehingga permintaan produksi tidak tercapai karena beban biaya transportasi.
Jaringan produksi dan penjualan kami saat ini terbatas di Jawa dan Sumatera, dan kami tidak memiliki jaringan produksi dan penjualan lokal untuk memenuhi permintaan di wilayah Sulawesi. Kami telah menetapkan rencana untuk memperluas dan mempertahankan dominasi pasar yang kuat dengan membangun pabrik Re-PSF dan Tekstil Non Woven di dekat Makassar, kota inti Sulawesi, untuk memenuhi permintaan seluruh wilayah Sulawesi secara lokal dan mendominasi pasar.
Berdasarkan rencana ini, ITG Tbk akan membeli pabrik PT Hilon Indonesia di Makassar, yang merupakan perusahaan induk, untuk memperluas dan memperkuat bisnis Tekstil Non Woven dan Washing Business yang sudah ada, dan untuk lebih memperluas Fiber Business dengan menambahkan fasilitas Re-PSF.
Pabrik Makassar yang akan dibeli terdiri dari dua pabrik di daerah Gowa dan Takalar, di Gowa dengan tanah seluas 39.640 M2 dan bangunan seluas 11.359 M2 dan di takalar dengan tanah seluas 36.973 M2 dan bangunan seluas 9.500 M2.
I.6 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi menggunakan mata uang Indonesia Rupiah (“Rp”).
I.7 Maksud dan Tujuan
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 24 dari 59 Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17-2020) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha tanggal 20 April 2020 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 (POJK 42-2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu tanggal 1 Juli 2020.
Dalam melakukan penugasan pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 (POJK 35-2020) tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 25 Mei 2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 9 Agustus 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 (SPI 2018 edisi VII) dan penggunaan relaksasi atas Surat Otoritas Jasa Keuangan No S-101/D.04/2020 tentang Perpanjangan Jangka Waktu Berlakunya Laporan Keuangan dan Laporan Penilaian di Pasar Modal, Perpanjangan Masa Penawaran Awal dan Penundaan/Pembatalan Penawaran Umum, serta peraturan perundangan yang berlaku.
Berdasarkan penjelasan dari Manajemen ITG Tbk, Rencana Transaksi di atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi dan transaksi material karena nilai rencana transaksi di kisaran 20%-50% dari ekuitas ITG Tbk per 30 September 2020 namun tidak mengandung benturan kepentingan, sehingga tunduk pada ketentuan yang di atur dalam POJK 17-2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha tanggal 20 April 2020 dan POJK 42-2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
I.8 Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian adalah per tanggal 30 September 2020. Tanggal Laporan adalah tanggal 29 Januari 2021.
I.9 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen maupun sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 25 dari 59 Dikarenakan penilaian ini dilakukan pada saat pandemi COVID-19, kami tetap melakukan inspeksi dan wawancara dengan pihak manajemen secara virtual.
Dalam proses penyusunan pendapat kewajaran ini kami telah melakukan wawancara dengan Bapak Yoon Chong Hyun sebagai Chief Financial Officer di ITG Tbk.
I.10 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Untuk dapat memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melaksanakan prosedur penilaian dengan melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif atas rencana transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor-faktor lain yang relevan.
I.11 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat Diandalkan
Analisis dilakukan berdasarkan data dan informasi terkait penugasan dimaksud, yaitu:
1. Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang telah ditandatangani tanggal 29 Desember 2020;
2. Laporan hasil Penilaian Aset yang dilakukan oleh KJPP NDR atas Tanah, Bangunan dan Mesin milik PHI, Tanggal Penilaian 30 September 2020, File No. 00030/2.0018-00/PI/04/0148/1/I/2021, tanggal laporan 27 Januari 2021;
3. Laporan Keuangan Reviu ITG Tbk per tanggal 30 September 2020 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM) dengan kesimpulan tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian kami yang menyebabkan kami percaya bahwa informasi keuangan interim terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan interim serta kinerja keuangan dan arus kas interimnya untuk periode Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, No. R/024.ARC/edy/2020 tanggal 29 Desember 2020;
4. Laporan Keuangan Auditan ITG Tbk per tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
5. Laporan Keuangan Auditan PT Hilon Felt per tanggal 31 Desember 2014, 2015, 2016 dan 2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 26 dari 59 Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
6. Proforma Laporan Keuangan ITG Tbk dengan adanya Rencana Transaksi;
7. Proyeksi Laporan Keuangan ITG Tbk untuk Pabrik Takalar, Gowa dan Kendari termasuk proyeksi Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Arus Kas sehubungan dengan Rencana Transaksi yang diperoleh dari manajemen ITG Tbk;
8. Dokumen legal seperti Akta Notaris dan perubahannya, SIUP, TDP, NPWP, SKDP dan dokumen-dokumen penting lainnya;
9. Informasi dari ITG Tbk melalui wawancara dan diskusi sehubungan dengan Rencana Transaksi;
10. Reviu atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tersebut yang kami anggap relevan; 11. Melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif atas
rencana transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor-faktor lain yang relevan;
12. Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada data dan informasi serta prinsip integritas
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.12 Asumsi
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut dijalankan seperti yang telah dijelaskan oleh manajemen ITG Tbk dan sesuai dengan kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi tersebut yang diungkap oleh pihak ITG Tbk dalam Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara PHI sebagai pihak penjual dengan ITG Tbk sebagai pihak pembeli yang telah kami terima. 2. Rencana Transaksi akan dilaksanakan paling lambat tanggal 31
Maret 2021. Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha ITG Tbk, serta Peraturan OJK pada tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun. Perubahan atas kondisi-kondisi tertentu yang berada di luar kendali ITG Tbk akan dapat memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap pendapat kewajaran ini.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 27 dari 59 3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi sampai tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini.
4. Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini disusun untuk kepentingan Direksi ITG Tbk sehubungan dengan rencana tersebut. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham ITG Tbk untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
5. Kami mengasumsikan bahwa ITG Tbk merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern).
6. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah relevan, benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
7. Kami menggunakan proyeksi laporan keuangan yang diperoleh dari manajemen ITG Tbk dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan kewajaran proyeksi dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
8. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran Proyeksi Laporan Keuangan.
9. Seluruh asumsi penilaian yang digunakan di dalam proses penelaahan proyeksi laporan keuangan didasarkan kepada dokumen pendukung yang diterima dari manajemen ITG Tbk.
10. Seluruh data yang diterima sehubungan dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
11. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik, ekonomi dan hukum dimana ITG Tbk melakukan bisnisnya. 13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif
perpajakan atau tingkat suku bunga yang didapat dari Proyeksi Laporan Keuangan yang telah diberikan kepada kami.
14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di dalam negara dimana ITG Tbk mempunyai bisnis usaha yang mempengaruhi pendapatan ITG Tbk.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 28 dari 59 15. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan.
16. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan industrial atau asosiasi tenaga kerja.
17. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi yang digunakan oleh manajemen ITG Tbk. 18.Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap
teknologi industri dan kompetisi pasar di negara dimana ITG Tbk menjalankan bisnisnya.
19.Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.
I.13 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan sesuai dengan POJK 35-2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 25 Mei 2020, SEOJK 17 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 9 Agustus 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 (SPI 2018 edisi VII), serta peraturan perundangan yang berlaku.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan penilaian pendapat kewajaran dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai dengan tujuan penilaian dan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Penggunaan dan/atau pengutipan untuk tujuan lain diluar dari ketentuan dalam laporan ini harus mendapat persetujuan tertulis dari KJPP NDR.
I.15 Ringkasan Rencana Transaksi
Pendapat kewajaran ini disusun atas Rencana Transaksi Jual Beli Aset berupa Tanah, Bangunan dan Mesin milik PHI kepada ITG Tbk. Ringkasan rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanggal 29 Desember 2020 (untuk selanjutnya disebut Draft PPJB), pihak-pihak yang bertransaksi dalam Draft PPJB adalah PT Hilon Indonesia atau dalam Draft PPJB ini disebut sebagai “Pihak Pertama (Penjual)” dan PT Inocycle Technology Group Tbk atau dalam Draft PPJB ini disebut sebagai “Pihak Kedua (Pembeli)”. Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama disebut sebagai “Para Pihak” dan masing-masing sebagai “Pihak”.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 29 dari 59 Dalam Draft PPJB ini Pihak Pertama (Penjual) dengan ini menjual kepada Pihak Kedua (Pembeli) dan Pihak Kedua (Pembeli) dengan ini membeli dari Pihak Pertama (Penjual) yaitu:
1. 1 (Satu) bidang tanah Hak Guna Bangunan, Sertipikat nomor 00002/Nirannuang, seluas 39.640 M2 (Tiga Puluh Sembilan Ribu Enam Ratus Empat Puluh Meter Persegi) berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atas bidang tanah tersebut beserta mesin-mesin serta perlengkapannya yang terdiri dari satu set Mesin Washing, Cardid Fiber dan Homeware yang terdaftar atas nama Perseroan Terbatas PT. Hilon Indonesia yang terletak di Jl. Homebase No.46 Nirannuang, Bontoraranmu, Gowa, Sulawesi Selatan;
2. 1 (Satu) bidang tanah Hak Guna Bangunan, Sertipikat nomor 00005/Cikoang, seluas 36.973 M2 (Tiga Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Tujuh Puluh Tiga Meter Persegi) berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atas bidang tanah tersebut beserta mesin-mesin serta perlengkapannya yang terdiri dari satu set mesin Thermal Bonding dan Line GW yang terdaftar atas nama Perseroan Terbatas PT. Hilon Indonesia yang terletak di Jl. Bila-Bilaya, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan;
3. 1 (Satu) bidang tanah Hak Guna Bangunan, Sertipikat nomor 01311/Kelurahan Kambu, seluas 2.000 M2 (Dua Ribu Meter Persegi) berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atas bidang tanah tersebut yang terdaftar atas nama Perseroan Terbatas PT. Hilon Indonesia yang terletak di Jl. Terong, Kelurahan Kambu, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jual beli ini dilakukan dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat antara lain sebagai berikut:
1. Pihak Pertama menjamin bahwa apa yang dijualbelikan tersebut benar-benar adalah hak dan miliknya, tidak dalam keadaan sengketa, bebas dari sitaan, bebas dari pertanggungan hutang, tidak diberati dengan beban-beban lainnya dalam bentuk apapun serta tidak dijanjikan untuk diberikan atau dikuasai pihak lain;
2. Jual beli atas Aset tersebut dilakukan dan disetujui dengan harga mengikat para pihak sebesar Rp75.363.000.000,00 (Tujuh Puluh
Lima Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Tiga Juta Rupiah) belum
termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 % (sepuluh persen), yang pembayaran dan pelunasannya dilakukan oleh Pihak Kedua terhadap Pihak Pertama pada saat penandatangan Akta Jual
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 30 dari 59 Beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang untuk Aset berupa Tanah dan Bangunan serta setelah disetorkannya pajak-pajak penjual dan pembeli, sedangkan untuk mesin-mesin pada saat diterbitkannya invoice oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua; 3. Pihak Pertama tidak menanggung Pihak Kedua karena adanya
cacat-cacat baik yang tampak maupun yang tak Nampak terhadap aset, maupun perbedaan ukuran luas tanah. Selanjutnya Pihak Pertama memberikan jaminan kepada Pihak Kedua terhadap penyitaan atas Aset dimaksud, serta para ahli warisnya tidak akan melakukan gugatan dalam bentuk apapun juga;
4. Pihak Pertama mengakui bahwa terhitung sejak tanggal dan hari ditanda-tanganinya Akta Jual Beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang, maka satu-satunya pihak yang berhak penuh atas Aset dimaksud di atas adalah Pihak Kedua, dan hanya Pihak Kedua lah yang mempunyai hak penuh untuk melakukan penguasaan dan pengurusan atas Aset tersebut di atas.