ITG – Pendapat Kewajaran Halaman i dari iii
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL PENDAPAT
KEWAJARAN 1
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS 16
PERNYATAAN PENILAI 18
I. PENDAHULUAN 20
I.1 Dasar Penugasan 20
I.2 Identifikasi Status Penilai 20
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 21
I.4 Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan 21
I.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 22
I.6 Jenis Mata Uang yang Digunakan 23
I.7 Maksud dan Tujuan 23
I.8 Tanggal Penilaian 24
I.9 Tingkat Kedalaman Investigasi 24
I.10 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 25
I.11 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat Diandalkan 25
I.12 Asumsi 26
I.13 Standar Penilaian 28
I.14 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi 28
I.15 Ringkasan Rencana Transaksi 28
I.16 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events) 30
II. ANALISIS YANG DILAKUKAN 31
II.1 Analisis Transaksi 31
II.1.1 Pihak-pihak yang Bertransaksi 31
II.1.2 Pihak Pembeli ITG yang merupakan afiliasi PHI 31
II.1.3 Pihak Penjual PHI Pemilik Tanah, Bangunan dan Mesin 32
ITG – Pendapat Kewajaran Halaman ii dari iii
II.1.5 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 33
II.2 Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi 34
II.2.1 Riwayat Singkat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha 34
II.2.2 Analisis Industri dan Bisnis 35
II.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan 39
II.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 40
II.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi 42
II.3 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi 43
II.3.1 Penilaian Kinerja Historis Perusahaan 2015 sampai dengan
30 September 2020 43
II.3.2 Analisis Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi 46
II.3.3 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 49
II.3.4 Analisis Inkremental 52
II.3.5 Analisis Sensitivitas 53
II.4 Analisis Atas Kewajaran Nilai Transaksi 54
II.5 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan 55
III. KESIMPULAN 55
INDEPENDENSI PENILAI 59
ITG – Pendapat Kewajaran Halaman iii dari iii
LAMPIRAN
Proforma Laporan Laba / (Rugi) per 30 September
2020 Lampiran 1-1
Proforma Laporan Posisi Keuangan per 30
September 2020 Lampiran 1-2
Proforma Laporan Arus Kas per 30 September 2020 Lampiran 1-3
Proyeksi Laporan Laba / (Rugi) - Pabrik Gowa,
Takalar dan Kendari Lampiran 2-1
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan - Pabrik Gowa,
Takalar dan Kendari Lampiran 2-2
Proyeksi Laporan Arus Kas - Pabrik Gowa, Takalar
dan Kendari Lampiran 2-3
Analisis Inkremental Lampiran 3
Analisis Sensitivitas Proyeksi Laporan Laba / (Rugi) - Pabrik Gowa, Takalar dan Kendari - Volume
Penjualan Naik 5% Lampiran 4-1
Analisis Sensitivitas Proyeksi Laporan Laba / (Rugi) - Pabrik Gowa, Takalar dan Kendari - Volume
Penjualan Naik 10% Lampiran 4-2
Analisis Sensitivitas Proyeksi Laporan Laba / (Rugi) - Pabrik Gowa, Takalar dan Kendari - Volume
Penjualan Turun 5% Lampiran 4-3
Analisis Sensitivitas Proyeksi Laporan Laba / (Rugi) - Pabrik Gowa, Takalar dan Kendari - Volume
Penjualan Turun 10% Lampiran 4-4
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 16 dari 59
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya ijin tertulis dari Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan. 2. Informasi yang telah diberikan oleh pemberi tugas kepada penilai seperti
yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak pemberi tugas.
3. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perusahaan.
4. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang diberikan oleh manajemen. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat memberikan hasil yang berbeda dari hasil penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang professional, namun kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan terjadi perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
5. Nilai yang dicantumkan dalam laporan pendapat kewajaran ini serta setiap nilai lain dalam laporan yang merupakan bagian dari objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian. Hasil kesimpulan yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran ini tidak boleh digunakan untuk tujuan lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 17 dari 59
usaha ITG Tbk. Analisis, pendapat serta kesimpulan yang kami buat dalam laporan ini telah sesuai dengan POJK 35-2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 25 Mei 2020, SEOJK 17 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 9 Agustus 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII) serta peraturan perundangan yang berlaku.
7. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan (subsequent events).
8. Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan maupun para penilai dan karyawan lainnya sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap nilai yang diperoleh.
9. Laporan ini dianggap tidak sah apabila tidak tertera cap (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 18 dari 59
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi telah dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai.
2. Analisis dan kesimpulan nilai hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi pembatas yang diungkapkan didalam Laporan Pendapat Kewajaran ini. 3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat
dan tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap objek yang penilaian. 4. Imbalan jasa penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan. 5. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan sesuai dengan POJK
35-2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 25 Mei 2020, SEOJK 17 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 9 Agustus 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII) serta peraturan perundangan yang berlaku.
6. Penilaian telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penugasan yang dibuat. 8. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan. 9. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, telah menyediakan bantuan professional dalam menyiapkan laporan.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini serta dipresentasikan dalam laporain ini adalah benar dan akurat sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai. 11. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian
professional telah disajikan sebagai kesimpulan akhir.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 20 dari 59
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”, “Perusahaan”) untuk melakukan Penyusunan Pendapat atas Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli Aset Milik PT Hilon Indonesia
kepada PT Inocycle Tehnology Group Tbk yang tertuang dalam:
Surat Permohonan Penawaran Penyusunan Pendapat Kewajaran No. 0116.1/SP-LEGAL/INO-TGR/XI/2020, tanggal 13 November 2020 dari ITG Tbk;
Surat Penawaran Penilaian Aset dan Penyusunan Pendapat Kewajaran No. 0815/NDR-NA/Prop/XI/20, tanggal 16 November 2020 dari Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti, & Rekan yang telah disetujui;
Surat Penunjukan Penyusunan Pendapat Kewajaran No. 0117.1/SP-LEGAL/INO-TGR/XI/2020, tanggal 25 November 2020;
Surat Perjanjian Kerja No. 030/NDR-NA/SPK/XI/20, tanggal 26 November 2020 antara ITG Tbk dengan Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti, & Rekan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan analisis atas opini kewajaran rencana transaksi di atas serta menyampaikan laporan ini untuk keperluan pengguna laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Drs. Nirboyo Adiputro B., MAPPI (Cert.) dengan Izin Penilai No. PB-1.09.00148 yang merupakan Penilai Publik dan Rekan pada Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti, & Rekan (“KJPP NDR”) dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dengan STTD No. STTD.PPB-22/PM.2/2018.
KJPP NDR merupakan Kantor Jasa Penilai Publik Independen yang telah memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 357/KM.1/2009 dengan Izin Usaha No. 2.09.0018, tanggal 2 April 2009 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) berdasarkan Surat No. S-8492/BL/2009 yang dikeluarkan tanggal 16 September 2009.
Seluruh penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai Berizin atau Penanggung Jawab. Penilai memiliki kompetensi untuk
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 21 dari 59
melakukan penilaian atas aset dimaksud, tidak memiliki benturan kepentingan dengan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan atau obyek penilaian, obyektif dan tidak memihak dalam memberikan opini penilaian. Dalam penugasan penilaian ini, penilai tidak menggunakan tenaga ahli dari luar.
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Inocycle Technology Group Tbk
Alamat : Kawasan Industri Pasar Kemis,
Jalan Putera Utama No. 10,
Desa Suka Asih, Kec. Pasar Kemis, Tangerang
Telepon/Faks : 021-5903307
Email : [email protected]
Contact Person : Ibu Desi Susanti
Jabatan : Head of Legal
Pengguna Laporan : PT Inocycle Technology Group Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan
Objek penilaian adalah penyusunan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi Jual Beli Aset berupa Tanah, Bangunan dan Mesin dengan rincian sebagai berikut:
1. Tanah seluas 39.640 m2, bangunan seluas 11.358 m2 dan mesin-mesin
serta peralatannya yang terletak di Jalan Poros Home Base Armed Ds. Nirannuang, Kec. Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan milik PT Hilon Indonesia (“PHI”) yang akan dijual kepada PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”);
2. Tanah seluas 36.973 m2, bangunan seluas 9.585 m2 dan mesin-mesin
serta peralatannya yang terletak di Jalan Poros Cikoang, Cikoang, Mangarabombang, Takalar, Sulawesi Selatan milik PT Hilon Indonesia (“PHI”) yang akan dijual kepada PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”);
3. Tanah seluas 2.000 m2 dan bangunan seluas 2.000 m2 yang terletak
di Desa Kambu, Kec. Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara milik PT Hilon Indonesia (“PHI”) yang akan dijual kepada PT Inocycle Technology Group Tbk (“ITG Tbk”).
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 22 dari 59
I.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
ITG Tbk adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah memproduksi dan menjual Recycle Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”) dengan mendaur ulang Polyethylene Terephthalate (“PET”) botol bekas, dan kegiatan usaha lainnya adalah memproduksi dan menjual berbagai produk tekstil non woven. Baru-baru ini, karena masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik telah menjadi serius, minat sosial dan dukungan untuk produk daur ulang meningkat.
Produk Re-PSF perusahaan tidak hanya memiliki teknologi yang sebanding dalam hal kualitas dengan produk Virgin Polyester Staple Fiber yang dibuat dari bahan baku minyak mentah bumi, tetapi juga mendominasi pasar sebagai perusahaan Re-PSF terkemuka terbesar di Indonesia.
Re-PSF digunakan dalam pembuatan bantal, boneka, kasur, perabotan, karpet/interior untuk otomotif dan barang tekstil non woven lainnya. Serat yang diproduksi perusahaan memiliki kualitas Statis, Anti-Bakteri dan tahan api.
Perusahaan mengharapkan permintaan dan dukungan untuk produk-produk daur ulang akan meningkat di masa depan, dan perusahaan berencana untuk terus memperluas kapasitas produksi Re-PSF untuk mempertahankan keunggulan pasar saat ini dan mendorong masuknya ke pasar global.
Secara khusus, karena sifat produk Re-PSF, perlu untuk membangun rantai pasokan produksi nasional karena beban biaya logistik yang tinggi, kami berencana membangun pabrik lokal baru.
Saat ini, proporsi bisnis Re-PSF sangat tinggi pada 78%, dan untuk operasi bisnis yang stabil dan efisien, perluasan divisi bisnis Tekstil Non Woven. Untuk itu, perusahaan merencanakan mendirikan pabrik-pabrik baru untuk divisi Tekstil Non Woven didirikan atau untuk memperluas pabrik yang sudah ada.
Selain pabrik di Medan, perusahaan berencana mendirikan pabrik produksi Re-PSF yang meliputi Washing Line di wilayah Makassar dan Balikpapan, serta memasang fasilitas Tekstil Non Woven yang dapat memproduksi Padding dan HDP di semua pabrik sehingga masing-masing
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 23 dari 59
pabrik dapat memproduksi dan menjual Tekstil Non Woven dengan Re-PSF mereka sendiri.
Indonesia terdiri dari lima pulau besar yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sulawesi adalah pulau terbesar ketiga dalam hal jumlah penduduk dan keempat terbesar dalam hal luas wilayah dengan jumlah penduduk Sulawesi diperkirakan sekitar 20 juta jiwa. Makassar adalah kota terbesar di Sulawesi dan ibukota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Saat ini tidak terdapat pabrik Re-PSF dan Tekstil Non Woven di Sulawesi, sehingga sebagian besar dipasok melalui transportasi laut dari Jawa, sehingga permintaan produksi tidak tercapai karena beban biaya transportasi.
Jaringan produksi dan penjualan kami saat ini terbatas di Jawa dan Sumatera, dan kami tidak memiliki jaringan produksi dan penjualan lokal untuk memenuhi permintaan di wilayah Sulawesi. Kami telah menetapkan rencana untuk memperluas dan mempertahankan dominasi pasar yang kuat dengan membangun pabrik Re-PSF dan Tekstil Non Woven di dekat Makassar, kota inti Sulawesi, untuk memenuhi permintaan seluruh wilayah Sulawesi secara lokal dan mendominasi pasar.
Berdasarkan rencana ini, ITG Tbk akan membeli pabrik PT Hilon Indonesia di Makassar, yang merupakan perusahaan induk, untuk memperluas dan memperkuat bisnis Tekstil Non Woven dan Washing Business yang sudah ada, dan untuk lebih memperluas Fiber Business dengan menambahkan fasilitas Re-PSF.
Pabrik Makassar yang akan dibeli terdiri dari dua pabrik di daerah Gowa dan Takalar, di Gowa dengan tanah seluas 39.640 M2 dan bangunan
seluas 11.359 M2 dan di takalar dengan tanah seluas 36.973 M2 dan
bangunan seluas 9.500 M2.
I.6 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi menggunakan mata uang Indonesia Rupiah (“Rp”).
I.7 Maksud dan Tujuan
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 24 dari 59
Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17-2020) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha tanggal 20 April 2020 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 (POJK 42-2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu tanggal 1 Juli 2020.
Dalam melakukan penugasan pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 (POJK 35-2020) tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 25 Mei 2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 9 Agustus 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 (SPI 2018 edisi VII) dan penggunaan relaksasi atas Surat Otoritas Jasa Keuangan No S-101/D.04/2020 tentang Perpanjangan Jangka Waktu Berlakunya Laporan Keuangan dan Laporan Penilaian di
Pasar Modal, Perpanjangan Masa Penawaran Awal dan
Penundaan/Pembatalan Penawaran Umum, serta peraturan
perundangan yang berlaku.
Berdasarkan penjelasan dari Manajemen ITG Tbk, Rencana Transaksi di atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi dan transaksi material karena nilai rencana transaksi di kisaran 20%-50% dari ekuitas ITG Tbk per 30 September 2020 namun tidak mengandung benturan kepentingan, sehingga tunduk pada ketentuan yang di atur dalam POJK 17-2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha tanggal 20 April 2020 dan POJK 42-2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
I.8 Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian adalah per tanggal 30 September 2020.
Tanggal Laporan adalah tanggal 29 Januari 2021.
I.9 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen maupun sumber-sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 25 dari 59
Dikarenakan penilaian ini dilakukan pada saat pandemi COVID-19, kami tetap melakukan inspeksi dan wawancara dengan pihak manajemen secara virtual.
Dalam proses penyusunan pendapat kewajaran ini kami telah melakukan wawancara dengan Bapak Yoon Chong Hyun sebagai Chief Financial Officer di ITG Tbk.
I.10 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Untuk dapat memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melaksanakan prosedur penilaian dengan melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif atas rencana transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor-faktor lain yang relevan.
I.11 Sifat dan Sumber Informasi yang dapat Diandalkan
Analisis dilakukan berdasarkan data dan informasi terkait penugasan dimaksud, yaitu:
1. Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang telah ditandatangani tanggal 29 Desember 2020;
2. Laporan hasil Penilaian Aset yang dilakukan oleh KJPP NDR atas Tanah, Bangunan dan Mesin milik PHI, Tanggal Penilaian 30 September 2020, File No. 00030/2.0018-00/PI/04/0148/1/I/2021, tanggal laporan 27 Januari 2021;
3. Laporan Keuangan Reviu ITG Tbk per tanggal 30 September 2020 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM) dengan kesimpulan tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian kami yang menyebabkan kami percaya bahwa informasi keuangan interim terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan interim serta kinerja keuangan dan arus kas interimnya untuk periode Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, No. R/024.ARC/edy/2020 tanggal 29 Desember 2020;
4. Laporan Keuangan Auditan ITG Tbk per tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
5. Laporan Keuangan Auditan PT Hilon Felt per tanggal 31 Desember 2014, 2015, 2016 dan 2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 26 dari 59
Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
6. Proforma Laporan Keuangan ITG Tbk dengan adanya Rencana Transaksi;
7. Proyeksi Laporan Keuangan ITG Tbk untuk Pabrik Takalar, Gowa dan Kendari termasuk proyeksi Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Arus Kas sehubungan dengan Rencana Transaksi yang diperoleh dari manajemen ITG Tbk;
8. Dokumen legal seperti Akta Notaris dan perubahannya, SIUP, TDP, NPWP, SKDP dan dokumen-dokumen penting lainnya;
9. Informasi dari ITG Tbk melalui wawancara dan diskusi sehubungan dengan Rencana Transaksi;
10.Reviu atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tersebut yang kami anggap relevan; 11.Melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif atas
rencana transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor-faktor lain yang relevan;
12.Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada data dan informasi serta prinsip integritas
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah
diungkapkan sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat
dipertanggungjawabkan.
I.12 Asumsi
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut dijalankan seperti yang telah dijelaskan oleh manajemen ITG Tbk dan sesuai dengan kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi tersebut yang diungkap oleh pihak ITG Tbk dalam Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara PHI sebagai pihak penjual dengan ITG Tbk sebagai pihak pembeli yang telah kami terima. 2. Rencana Transaksi akan dilaksanakan paling lambat tanggal 31
Maret 2021. Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha ITG Tbk, serta Peraturan OJK pada tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun. Perubahan atas kondisi-kondisi tertentu yang berada di luar kendali ITG Tbk akan dapat memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap pendapat kewajaran ini.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 27 dari 59
3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi sampai tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini.
4. Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini disusun untuk kepentingan Direksi ITG Tbk sehubungan dengan rencana tersebut. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham ITG Tbk untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
5. Kami mengasumsikan bahwa ITG Tbk merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going concern).
6. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah relevan, benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
7. Kami menggunakan proyeksi laporan keuangan yang diperoleh dari manajemen ITG Tbk dan kami telah melakukan penyesuaian yang
mencerminkan kewajaran proyeksi dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
8. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran Proyeksi Laporan Keuangan.
9. Seluruh asumsi penilaian yang digunakan di dalam proses penelaahan proyeksi laporan keuangan didasarkan kepada dokumen pendukung yang diterima dari manajemen ITG Tbk.
10. Seluruh data yang diterima sehubungan dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya.
11. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik, ekonomi dan hukum dimana ITG Tbk melakukan bisnisnya. 13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif
perpajakan atau tingkat suku bunga yang didapat dari Proyeksi Laporan Keuangan yang telah diberikan kepada kami.
14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di dalam negara dimana ITG Tbk mempunyai bisnis usaha yang mempengaruhi pendapatan ITG Tbk.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 28 dari 59
15. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga kerja dan biaya lain-lain yang signifikan.
16. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan industrial atau asosiasi tenaga kerja.
17. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi yang digunakan oleh manajemen ITG Tbk. 18.Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap
teknologi industri dan kompetisi pasar di negara dimana ITG Tbk menjalankan bisnisnya.
19.Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.
I.13 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan sesuai dengan POJK 35-2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 25 Mei 2020, SEOJK 17 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal tanggal 9 Agustus 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 (SPI 2018 edisi VII), serta peraturan perundangan yang berlaku.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan penilaian pendapat kewajaran dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai dengan tujuan penilaian dan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Penggunaan dan/atau pengutipan untuk tujuan lain diluar dari ketentuan dalam laporan ini harus mendapat persetujuan tertulis dari KJPP NDR.
I.15 Ringkasan Rencana Transaksi
Pendapat kewajaran ini disusun atas Rencana Transaksi Jual Beli Aset berupa Tanah, Bangunan dan Mesin milik PHI kepada ITG Tbk. Ringkasan rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli tanggal 29 Desember 2020 (untuk selanjutnya disebut Draft PPJB), pihak-pihak yang bertransaksi dalam Draft PPJB adalah PT Hilon Indonesia atau dalam Draft PPJB ini disebut sebagai “Pihak Pertama (Penjual)” dan PT Inocycle Technology Group Tbk atau dalam Draft PPJB ini disebut sebagai “Pihak Kedua (Pembeli)”. Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama disebut sebagai “Para Pihak” dan masing-masing sebagai “Pihak”.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 29 dari 59
Dalam Draft PPJB ini Pihak Pertama (Penjual) dengan ini menjual kepada Pihak Kedua (Pembeli) dan Pihak Kedua (Pembeli) dengan ini membeli dari Pihak Pertama (Penjual) yaitu:
1. 1 (Satu) bidang tanah Hak Guna Bangunan, Sertipikat nomor 00002/Nirannuang, seluas 39.640 M2 (Tiga Puluh Sembilan Ribu Enam
Ratus Empat Puluh Meter Persegi) berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atas bidang tanah tersebut beserta mesin-mesin serta perlengkapannya yang terdiri dari satu set Mesin Washing, Cardid Fiber dan Homeware yang terdaftar atas nama Perseroan Terbatas PT. Hilon Indonesia yang terletak di Jl. Homebase No.46 Nirannuang, Bontoraranmu, Gowa, Sulawesi Selatan;
2. 1 (Satu) bidang tanah Hak Guna Bangunan, Sertipikat nomor 00005/Cikoang, seluas 36.973 M2 (Tiga Puluh Enam Ribu Sembilan
Ratus Tujuh Puluh Tiga Meter Persegi) berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atas bidang tanah tersebut beserta mesin-mesin serta perlengkapannya yang terdiri dari satu set mesin Thermal Bonding dan Line GW yang terdaftar atas nama Perseroan Terbatas PT. Hilon Indonesia yang terletak di Jl. Bila-Bilaya, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan;
3. 1 (Satu) bidang tanah Hak Guna Bangunan, Sertipikat nomor 01311/Kelurahan Kambu, seluas 2.000 M2 (Dua Ribu Meter Persegi)
berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atas bidang tanah tersebut yang terdaftar atas nama Perseroan Terbatas PT. Hilon Indonesia yang terletak di Jl. Terong, Kelurahan Kambu, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jual beli ini dilakukan dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat antara lain sebagai berikut:
1. Pihak Pertama menjamin bahwa apa yang dijualbelikan tersebut benar-benar adalah hak dan miliknya, tidak dalam keadaan sengketa, bebas dari sitaan, bebas dari pertanggungan hutang, tidak diberati dengan beban-beban lainnya dalam bentuk apapun serta tidak dijanjikan untuk diberikan atau dikuasai pihak lain;
2. Jual beli atas Aset tersebut dilakukan dan disetujui dengan harga mengikat para pihak sebesar Rp75.363.000.000,00 (Tujuh Puluh Lima Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Tiga Juta Rupiah) belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 % (sepuluh persen), yang pembayaran dan pelunasannya dilakukan oleh Pihak Kedua terhadap Pihak Pertama pada saat penandatangan Akta Jual
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 30 dari 59
Beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang untuk Aset berupa Tanah dan Bangunan serta setelah disetorkannya pajak-pajak penjual dan pembeli, sedangkan untuk mesin-mesin pada saat diterbitkannya invoice oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua; 3. Pihak Pertama tidak menanggung Pihak Kedua karena adanya
cacat-cacat baik yang tampak maupun yang tak Nampak terhadap aset, maupun perbedaan ukuran luas tanah. Selanjutnya Pihak Pertama memberikan jaminan kepada Pihak Kedua terhadap penyitaan atas Aset dimaksud, serta para ahli warisnya tidak akan melakukan gugatan dalam bentuk apapun juga;
4. Pihak Pertama mengakui bahwa terhitung sejak tanggal dan hari ditanda-tanganinya Akta Jual Beli di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang, maka satu-satunya pihak yang berhak penuh atas Aset dimaksud di atas adalah Pihak Kedua, dan hanya Pihak Kedua lah yang mempunyai hak penuh untuk melakukan penguasaan dan pengurusan atas Aset tersebut di atas.
I.16 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Dalam penyusunan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi per 30 September 2020, tidak terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui setelah Tanggal Penilaian sampai dengan Tanggal Laporan Penilaian.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 31 dari 59
II ANALISIS YANG DILAKUKAN
II.1 ANALISIS TRANSAKSI
II.1.1 Pihak-pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan Draft PPJB pihak-pihak yang terlibat dalam rencana transaksi adalah:
PHI sebagai Pihak Penjual Pemilik Tanah, Bangunan dan Mesin sekaligus pemegang saham mayoritas ITG Tbk sebesar 45,54% saham;
ITG Tbk sebagai Pihak Pembeli sahamnya dimiliki oleh PHI sebesar 45,54% saham.
II.1.2 Pihak Pembeli ITG Tbk yang merupakan afiliasi PHI
Susunan pemegang saham ITG Tbk per 30 September 2020 adalah sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ITG Tbk per 30 September 2020 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jung Hyo Choi
Komisaris : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
Direksi
Direktur Utama : Jae Hyuk Choi
Direktur : Wonhyuk Choi
Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
Direktur : Suhendra Setiadi
Direktur : Yoon Chong Hyun
Jumlah Lembar Saham % Jumlah (Juta Rupiah) PT Hilon Indonesia 823,499,675 45.54% 82,350 PT Samudera Industri 376,722,225 20.83% 37,672 Sandiana Soemarko 203,200,000 11.24% 20,320
HSBC - Fund Service A/C 006 Korea Security Depository114,762,900 6.35% 11,476
Publik 290,037,100 16.04% 29,004
Total 1,808,221,900 100.00% 180,822
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 32 dari 59 45,54%
II.1.3 Pihak Penjual PHI Pemilik Tanah, Bangunan dan Mesin
Susunan pemegang saham PHI per 30 September 2020 adalah sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PHI per 30 September 2020 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jung Hyo Choi
Direksi
Direktur Utama : Jae Hyuk Choi
Direktur : Wonhyuk Choi
Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
Direktur : Lee Yong Hwa
Direktur : Byoung Wook Koh
Direktur : Seung Koo Yang
Direktur : Park Seong Hoon
Direktur : Yoon Chong Hyun
II.1.4 Hubungan Antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi Hubungan Kepemilikan
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi ITG Tbk & PHI serta informasi yang diperoleh dari manajemen, hubungan kepemilikan antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
PHI sebagai Pihak Penjual pemilik Tanah, Bangunan dan Mesin dengan ITG Tbk sebagai Pihak Pembeli memiliki hubungan afiliasi karena 45,54% saham ITG Tbk dimiliki oleh PHI.
Jumlah Lembar
Saham %
Jumlah (Juta Rupiah)
PT. Sambros Invesco International 1,762,134,235 86.95% 176,213
JaeHyuk Choi 100,000 0.00% 10
Prudentia Trading Limited 264,335,136 13.04% 26,434
Total 2,026,569,371 100.00% 202,657
Pemegang Saham
PT Hilon Indonesia
PT Inocycle Technology Group Tbk
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 33 dari 59
Hubungan Kepengurusan
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi ITG Tbk & PHI serta informasi yang diperoleh dari manajemen, hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
Jung Hyo Choi menjabat sebagai Komisaris Utama di ITG Tbk dan PHI;
Jae Hyuk Choi menjabat sebagai Direktur Utama di ITG Tbk dan PHI;
Wonhyuk Choi, Victor Seng Hyeok Choi dan Yoon Chong Hyun menjabat sebagai Direktur di ITG Tbk dan PHI.
II.1.5 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi Manfaat Rencana Transaksi adalah:
ITG Tbk dapat menambah kapasitas produksi Recycle Polyester Staple Fiber (Re-PSF) dan Tekstil Non Woven;
ITG Tbk dapat segera melakukan produksi secara komesil;
ITG Tbk dapat mengamankan jaringan nasional untuk memproduksi dan memasok hasil produksi dan bahan baku berupa pet botol khususnya untuk area Sulawesi.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
Potensi kerugian terhadap risiko kegagalan dalam memasarkan dan menjual produk yang dihasilkan.
ITG PHI
Komisaris Utama Jung Hyo Choi Jung Hyo Choi
Komisaris independen Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
-Direktur Utama Jae Hyuk Choi Jae Hyuk Choi
Direktur Wonhyuk Choi WonHyuk Choi
Direktur Victor Seng Hyeok Choi Victor Seng Hyeok Choi
Direktur Suhendra Setiadi Lee Yong Hwa
Direktur Yoon Chong Hyun Byoung Wook Koh
Direktur - Seung Koo Yang
Direktur - Park Seong Hoon
Direktur - Yoon Chong Hyun
Susunan Pengurus
DEWAN KOMISARIS
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 34 dari 59
II.2 ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
II.2.1 Riwayat Singkat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha Uraian Singkat ITG Tbk
PT Inocycle Technology Group Tbk sebelumnya PT Hilon Felt (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, S.H., notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002.
Pada 31 Desember 2019, anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 84 tanggal 10 Juli 2019 yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., notaris di Jakarta, mengenai penawaran perdana saham Perusahaan kepada publik dan perubahan susunan pemegang saham. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0211443 dan No. AHU-AH.01.03-0211444 Tahun 2019 tanggal 18 April 2019.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha bidang pengelolaan industri bukan tenunan dan industri serat staple buatan.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003.
Entitas induk Perusahaan adalah PT Hilon Indonesia dan entitas induk utama Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya didirikan di Indonesia.
Uraian Singkat PHI
PT Hilon Indonesia sebelumnya PT Hilondindo Dinamika (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 3 tanggal 1 September 1989 yang dibuat di hadapan Winanto Wiryomartan, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah diubah dengan Akta Perubahan No. 132 tanggal 20 Februari 1990, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, S.H., Notaris di Jakarta dan memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sekarang yang telah berubah
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 35 dari 59
nama menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
(“Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusan No. C2-1545.
HT.01.01.TH.90 tanggal 22 Maret 1990 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1898 Tambahan tanggal 25 mei 1990. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 19 Maret 2019 yang dibuat di hadapan Yohannes Irson Purba, S.H., notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai Perubahan Anggaran Dasar Penyesuaian pasal 3 Anggaran dasar mengenai Maksud dan Tujuan Perseroan. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0015993.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 22 Maret 2019.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi Industri Pengolahan di bidang Tekstil Non Woven (Bukan Tenunan).
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis,Jl. Putera Utama No. 9, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kanupaten Tangerang, Banten. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.
II.2.2 Analisis Industri dan Bisnis Kinerja Ekonomi Indonesia
Bank Indonesia (BI) optimis pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021 dapat terwujud dengan penguatan sinergi melalui 1 prasyarat dan 5 strategi. Satu prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol COVID-19, dan 5 strategi respons kebijakan sebagai berikut : 1) pembukaan sektor produktif dan aman, 2) percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), 3) peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, 4) stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan 5) digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM. Demikian disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan secara virtual pada hari ini (3/12) di Jakarta. Pada kesempatan yang sama, Presiden RI, Joko Widodo, menekankan bahwa momentum pertumbuhan positif ini harus dijaga. Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak muncul pandemi gelombang kedua yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 36 dari 59
Pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung diprakirakan semakin meningkat. Pada tahun 2021, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh mencapai 4,8-5,8%, didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal Pemerintah maupun dari masuknya PMA sebagai respons positif terhadap UU Cipta Kerja. Pertumbuhan di seluruh wilayah juga akan meningkat, khususnya Jawa serta wilayah Sulawesi-Maluku-Papua. Stabilitas makroekonomi terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran 3±1% serta nilai tukar Rupiah yang akan bergerak stabil dan berpotensi menguat. Stabilitas eksternal terjaga, dengan surplus neraca pembayaran didukung defisit transaksi berjalan yang rendah di sekitar 1,0-2,0% PDB. Stabilitas sistem keuangan juga semakin membaik, dengan rasio permodalan yang tinggi, NPL yang rendah, serta pertumbuhan DPK dan kredit yang masing-masing meningkat ke sekitar 7-9% pada 2021. Hal ini disampaikan pada kesempatan yang sama oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak baik Pemerintah (Pusat dan Daerah), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan berbagai pihak lainnya. Vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 merupakan kondisi prasyarat bagi pemulihan ekonomi nasional. Gubernur Bank Indonesia secara khusus menekankan terdapat 5 (lima) kebijakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional, yaitu: (i) pembukaan sektor produktif dan aman, (ii) percepatan realisasi stimulus fiskal, (iii) peningkatan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha, (iv) keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial, serta (v) digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.
Bank Indonesia mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui stimulus kebijakan moneter yang akan dilanjutkan di tahun 2021 yang antara lain ditempuh melalui (i) stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar tetap dijaga, (ii) suku bunga yang akan tetap rendah, sampai dengan muncul tanda-tanda tekanan inflasi meningkat, dan (iii) melanjutkan pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN Tahun 2021 sebagai pembeli siaga ( non-competitive bidder) dan kebijakan makroprudensial yang juga tetap akan akomodatif pada tahun 2021. Bank Indonesia juga akan terus mengakselerasi implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, mempercepat Pendalaman pasar uang sesuai Blueprint
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 37 dari 59
Pendalaman Pasar Uang (BPPU) 2025, terus mendukung pengembangan ekonomi-keuangan Syariah dan UMKM, dan terus aktif dalam berbagai forum internasional dari sisi kebijakan internasional.
Bank Indonesia juga akan terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, yang terkoordinasi erat dengan Pemerintah dan KSSK, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. PTBI diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Paparan ini sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia. Pertemuan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Anggota DPR RI khususnya Komisi XI, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. Tema yang diangkat dalam PTBI 2020 adalah " Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi".
Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan (BI Award) tahun 2020 sejumlah 44 penghargaan dalam 4 area dan 13 kategori di bidang pengelolaan stabilitas moneter dan sistem keuangan, sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah, pengembangan UMKM dan ekonomi keuangan syariah, serta pendukung kebijakan Bank Indonesia dan kontribusi perorangan. Penghargaan ini dilakukan secara tahunan, disatukan dengan acara PTBI, sebagai apresiasi dan sekaligus pengakuan nasional kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugas Bank Indonesia. Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara BI dan para pelaku ekonomi yang bersama-sama Pemerintah, OJK, dan LPS sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Analisis Industri
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (“KLHK”) menargetkan terjadi pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen pada akhir tahun 2029. Jika tidak tercapai keseimbangan tersebut, maka akan terjadi kebocoran pada lingkungan yang akan berdampak pada kerusakan lingkungan akibat sampah plastik. Dalam konteks itu, perlu dilakukan pendekatan sirkular ekonomi yakni menjadikan sampah
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 38 dari 59
sebagai sumber daya sehingga dapat menjadi bahan baku di industri atau diolah menjadi produk lain.
Dalam menciptakan ekonomi sirkular perlu memperhatikan dua hal yakni ekosistem dan lingkungan untuk mendukung pendekatan tersebut. Untuk ekosistem didorong dari hulu ke hilir memiliki kapasitas yang memadai sehingga sampah baik plastik dan kertas dapat dimanfaatkan. Selanjutnya perlu adanya lingkungan yang mendukung mulai dari kebijakan insentif fiskal, kebijakan impor scrap, kebijakan extended producer responbility, standarisasi produk daur ulang.
Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (“ADUPI”) Christine Halim mengatakan KLHK telah memasukkan industri daur ulang dalam peta jalan 2025. Peta jalan tersebut mengharuskan kemasan plastik untuk memiliki konten bahan baku daur ulang setidaknya 25%.
Sampah plastik yang saat ini mendominasi Tempat Pemrosesan Akhir (“TPA”) adalah plastik multilayer yang tidak bisa didaur ulang oleh pabrik daur ulang yang sudah ada. Sementara itu, bahan baku yang saat ini paling menarik didaur ulang adalah plastik kaku seperti botol
Polyethylene Terephthalate (PET).
Berdasarkan penelitian KLHK pada 2019, total botol PET yang diproduksi di dalam negeri hanya mencapai sekitar 100.000 ton. Adapun, Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (“INAPLAS”) mendata produksi kemasan plastik mendominasi penggunaan bahan baku plastik hingga 2,25 juta ton per tahun.
Federasi Kemasan Indonesia mencatat kemasan plastik kaku hanya berkontribusi sebesar 15%, sedangkan plastik fleksibel atau plastik
multilayer mendominasi hingga 45%. Dengan kata lain, plastik yang menarik untuk didaur ulang oleh pabrik daur ulang hanya sekitar 338.100 ton per tahun dari total produksi plastik nasional sekitar 5,6 juta ton per tahun.
Di sisi lain, Ketua Umum ADUPI meramalkan produksi pabrik daur ulang akan terkontraksi setidaknya 50% dari realisasi tahun 2019 sehingga pabrikan daur ulang hanya akan memproduksi bahan baku daur ulang maksimal sekitar 50.000 ton pada tahun 2020.
Berdasarkan kebijakan pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (“PSBB”) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 39 dari 59
Masyarakat (“PPKM”) sehingga banyak orang bekerja dari rumah mengakibatkan berkurangnya konsumsi botol plastik membuat industri daur ulang kesulitan dalam memperoleh pasokan bahan baku, selain itu bahan baku impor yang juga sulit didapat karena banyaknya persyaratan yang dibutuhkan.
II.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan Analisis Operasional
Sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 jumlah pendapatan ITG Tbk mengalami pertumbuhan dengan rata-rata CAGR sebesar 8,81% per tahun. Jumlah laba sebelum pajak dan laba setelah pajak sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 mengalami pertumbuhan dengan rata-rata CAGR masing-masing sebesar 22,90% dan 19,27% per tahun. ITG Tbk juga berencana untuk melakukan ekspansi dengan menambah pabrik dibeberapa lokasi sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan perushaan.
Prospek Perusahaan
Prospek usaha Perseroan, jika dilihat dari sisi kebutuhan/permintaan fiber dan non-woven oleh pelanggan cukup tinggi. Namun, di tahun 2020 ini Indonesia sedang mengalami musibah wabah virus corona (covid-19). Kegiatan perekonomian di Indonesia mengalami dampak dari Covid-19 ditandai dengan penurunan kegiatan produksi di masing-masing industri yang menjadi pelanggan Perseroan. Namun Perseroan masih optimis bahwa kinerja Perseroan akan tetap bertumbuh di tahun 2020.
Konsumsi global terhadap serat staple polyester (Polyester Stapel Fiber
atau PSF) diprediksi akan terus tumbuh sebesar 4.7% setiap tahun dan mencapai 23.464 kilo ton di tahun 2025. Kenaikan ini bukan hanya penggunaan PSF di industri tekstil, tetapi juga pengaplikasian baru di industri bangunan dan pengerjaan sipil, otomotif, perumahan bahkan sampai infrastruktur.
PSF memiliki beberapa keunggulan sebagai pengganti katun. PSF bersifat kuat, dapat menahan repetitif, tahan terhadap peregangan, penyusutan, serta gangguan jamur. PSF dapat dengan mudah menyimpan suhu panas dan tetap elastis saat basah ataupun kering, karena bahan PSF bersifat hidrofobik (menolak air), bahan ini bisa dipakai di lingkungan lembab atau basah.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 40 dari 59
PSF dapat dibentuk menjadi beragam bentuk tanpa menjadi kusut dan memiliki sifat tahan terhadap suhu tinggi. Keunikan PSF ini telah membuat bahan ini semakin digunakan di banyak industri seperti otomotif, tekstil, filtrasi, dan pembuatan rumah.
Luasnya penggunaan PSF di berbagai industri membuat konsumsi PSF seara global lebih cepat dari pertumbuhan penduduk dan di prediksi akan tumbuh dengan rata-rata CAGR sebesar 6.2% per tahun mencapai 13.367 ton di tahun 2022.
II.2.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
ITG Tbk adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah memproduksi dan menjual Recycle Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”) dengan mendaur ulang Polyethylene Terephthalate (“PET”) botol bekas, dan kegiatan usaha lainnya adalah memproduksi dan menjual berbagai produk tekstil non woven. Baru-baru ini, karena masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik telah menjadi serius, minat sosial dan dukungan untuk produk daur ulang meningkat.
Produk Re-PSF perusahaan tidak hanya memiliki teknologi yang sebanding dalam hal kualitas dengan produk Virgin Polyester Staple Fiber yang dibuat dari bahan baku minyak mentah bumi, tetapi juga mendominasi pasar sebagai perusahaan Re-PSF terkemuka terbesar di Indonesia.
Re-PSF digunakan dalam pembuatan bantal, boneka, kasur, perabotan, karpet/interior untuk otomotif dan barang tekstil non woven lainnya. Serat yang diproduksi perusahaan memiliki kualitas Statis, Anti-Bakteri dan tahan api.
Perusahaan mengharapkan permintaan dan dukungan untuk produk-produk daur ulang akan meningkat di masa depan, dan perusahaan berencana untuk terus memperluas kapasitas produksi Re-PSF untuk mempertahankan keunggulan pasar saat ini dan mendorong masuknya ke pasar global.
Secara khusus, karena sifat produk Re-PSF, perlu untuk membangun rantai pasokan produksi nasional karena beban biaya logistik yang tinggi, kami berencana membangun pabrik lokal baru.
Saat ini, proporsi bisnis Re-PSF sangat tinggi pada 78%, dan untuk operasi bisnis yang stabil dan efisien, perluasan divisi bisnis Tekstil Non
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 41 dari 59 Woven. Untuk itu, perusahaan merencanakan mendirikan pabrik-pabrik baru untuk divisi Tekstil Non Woven didirikan atau untuk memperluas pabrik yang sudah ada.
Selain pabrik di Medan, perusahaan berencana mendirikan pabrik produksi Re-PSF yang meliputi Washing Line di wilayah Makassar dan Balikpapan, serta memasang fasilitas Tekstil Non Woven yang dapat memproduksi Padding dan HDP di semua pabrik sehingga masing-masing pabrik dapat memproduksi dan menjual Tekstil Non Woven dengan Re-PSF mereka sendiri.
Indonesia terdiri dari lima pulau besar yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sulawesi adalah pulau terbesar ketiga dalam hal jumlah penduduk dan keempat terbesar dalam hal luas wilayah dengan jumlah penduduk Sulawesi diperkirakan sekitar 20 juta jiwa. Makassar adalah kota terbesar di Sulawesi dan ibukota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Saat ini tidak terdapat pabrik Re-PSF dan Tekstil Non Woven di Sulawesi, sehingga sebagian besar dipasok melalui transportasi laut dari Jawa, sehingga permintaan produksi tidak tercapai karena beban biaya transportasi.
Jaringan produksi dan penjualan kami saat ini terbatas di Jawa dan Sumatera, dan kami tidak memiliki jaringan produksi dan penjualan lokal untuk memenuhi permintaan di wilayah Sulawesi. Kami telah menetapkan rencana untuk memperluas dan mempertahankan dominasi pasar yang kuat dengan membangun pabrik Re-PSF dan Tekstil Non Woven di dekat Makassar, kota inti Sulawesi, untuk memenuhi permintaan seluruh wilayah Sulawesi secara lokal dan mendominasi pasar.
Berdasarkan rencana ini, ITG Tbk akan membeli pabrik PT Hilon Indonesia di Makassar, yang merupakan perusahaan induk, untuk memperluas dan memperkuat bisnis Tekstil Non Woven dan Washing Business yang sudah ada, dan untuk lebih memperluas Fiber Business dengan menambahkan fasilitas Re-PSF.
Pabrik Makassar yang akan dibeli terdiri dari dua pabrik di daerah Gowa dan Takalar, di Gowa dengan tanah seluas 39.640 M2 dan bangunan
seluas 11.359 M2 dan di takalar dengan tanah seluas 36.973 M2 dan
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 42 dari 59
II.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
Adanya penambahan asset berupa tanah, bangunan dan mesin;
Menambah cabang kegiatan usaha ITG Tbk di Gowa, Takalar dan Kendari;
Bertambahnya kapasitas prduksi;
ITG Tbk tidak perlu mencari-cari lokasi untuk perluasan usaha;
ITG Tbk dapat segera melakukan kegiatan komersil dilokasi Gowa dan Takalar karena sudah tersedianya sarana dan prasarana kegiatan industri;
ITG Tbk dapat mengamankan jaringan nasional untuk memproduksi dan memasok hasil produksi dan bahan baku berupa pet botol khususnya untuk area Sulawesi.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
Porsi kas perusahaan berkurang disebabkan adanya pembelian aset tetap;
Porsi liabilitas perusahaan bertambah disebabkan adanya penambahan utang bank sebagai akibat dari pembiayaan pembelian aset tetap;
Rasio likuiditas perusahaan menurun karena adanya pengurangan kas sebagai akibat dari pembelian aset tetap menggunakan kas dan utang bank;
Rasio solvabilitas perusahaan meningkat karena adanya penambahan utang bank sebagai sebagai akibat dari pembiayaan pembelian aset tetap.
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 43 dari 59
II.3 ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
II.3.1 Penilaian Kinerja Historis Perusahaan 2015 sampai dengan 30 September 2020
Berdasarkan data Laporan Keuangan yang kami peroleh dari manajemen ITG Tbk, kondisi keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan Dalam Jutaan Rupiah
Sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 jumlah aset ITG Tbk mengalami pertumbuhan rata-rata CAGR sebesar 20,24% per tahun. Jumlah aset lancar sejak 2015 sampai dengan 2019 mengalami pertumbuhan rata-rata CAGR sebesar 20,43% per tahun dan aset tidak lancar mengalami pertumbuhan rata-rata CAGR sebesar 20,07% per tahun.
Sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 jumlah liabilitas mengalami pertumbuhan rata-rata CAGR sebesar 14,67% per tahun dan Ekuitas ITG Tbk mengalami pertumbuhan rata-rata CAGR sebesar 28,25% per tahun.
Keterangan 2015 2016 2017 2018 2019 30/09/2020
ASET Aset Lancar
Jumlah Aset Lancar 159,468 137,524 164,340 234,516 335,437 345,003 Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar 171,233 237,487 249,852 338,180 355,888 435,806 Jumlah Aset 330,701 375,011 414,192 572,696 691,324 780,809 LIABILITAS dan EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 78,177 91,649 99,664 235,476 255,079 364,704 Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 130,097 148,522 164,333 170,744 105,079 118,427 Jumlah Liabilitas 208,274 240,170 263,998 406,220 360,158 483,131 Ekuitas
Jumlah Ekuitas 122,427 134,841 150,194 166,476 331,166 297,678 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 330,701 375,011 414,192 572,696 691,324 780,809
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 44 dari 59
Laporan Laba Rugi Dalam Jutaan Rupiah
Sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 jumlah pendapatan ITG Tbk mengalami pertumbuhan dengan rata-rata CAGR sebesar 8,81% per tahun. Jumlah laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 mengalami pertumbuhan dengan rata-rata CAGR sebesar 22,90% dan 19,27% per tahun.
Secara keseluruhan, indikator termasuk pendapatan, laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan menunjukkan peningkatan dari tahun 2015 sampai 2019.
Laporan Arus Kas Dalam Jutaan Rupiah
Keterangan 2015 2016 2017 2018 2019 30/09/2020
Penjualan bersih 352,927 314,869 327,385 395,633 494,685 378,361
Serat 149,693 237,146 299,491 385,269 267,361
Produk bukan tenunan 30,483 25,783 65,668 79,054 67,926
Perabot rumah 111,738 64,345 28,896 28,411 40,975
Lain-lain 22,955 111 1,578 1,950 2,100
Beban Pokok penjualan (278,948) (243,170) (254,639) (288,635) (402,649) (316,454)
Laba Kotor 73,979 71,699 72,746 106,998 92,036 61,907
Beban usaha (45,402) (56,226) (47,156) (57,426) (65,219) (56,010)
Penjualan (4,196) (7,637) (7,126) (10,947) (18,228) (14,649)
Umum & administrasi (41,206) (48,589) (40,030) (46,479) (46,991) (41,360)
Pendapatan lain-lain 5,733 6,899 5,304 5,744 24,597 4,187
Beban lain-lain (9,721) (1,500) (1,339) (9,491) (635) (20,057)
Laba Usaha 24,588 20,872 29,555 45,825 50,779 (9,973)
Biaya keuangan neto (12,558) (10,746) (11,677) (23,037) (22,212) (14,018)
Bagian laba/(rugi) dari entitas asosiasi 822 1,729 1,954 (1,097) 755 555
Laba / (Rugi) Sebelum Pajak 12,852 11,856 19,832 21,691 29,322 (23,436)
Beban pajak penghasilan (1,718) (5,035) (4,576) (5,650) (6,787) 3,495
Laba / (Rugi) Tahun Berjalan 11,134 6,821 15,256 16,041 22,534 (19,941)
Keterangan 2015 2016 2017 2018 2019 30/09/2020
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi (20,376) 39,188 (34,328) 52,541 (70,174) 5,273
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus Kas Bersih Untuk Aktivitas Investasi (27,122) (59,092) (17,972) (107,300) (16,319) (54,512)
Arus Kas Untuk Aktivitas Pendanaan
Arus Kas Bersih Untuk Aktivitas Pendanaan 34,633 13,578 58,356 78,510 136,612 58,959 Kenaikan/(Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas (12,865) (6,326) 6,056 23,751 50,119 9,720 Kas Dan Setara Kas Pada Awal Tahun 31,420 19,210 12,857 18,951 45,468 96,814
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas 654 (27) 38 2,766 1,227 2,737
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 45 dari 59
Sejak tahun 2015 sampai 2020 aktivitas operasi ITG Tbk secara keseluruhan belum mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi sehingga membutuhkan pinjaman dari kegiatan pendanaan. Analisis Rasio
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 2,04 pada tahun 2015 menjadi 1,32 pada tahun 2019 dan pada 30 September 2020 menjadi 0,95. Rasio kas mengalami pertumbuhan dari 0,14 pada tahun 2016 menjadi 0,38 pada tahun 2019 dan pada 30 September 2020 menjadi 0,30. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,08 pada tahun 2015 menjadi 0,79 pada tahun 2019 dan pada 30 September 2020 menjadi 0,71.
Selama tahun 2015 sampai dengan 30 September 2020, aset lancar secara keseluruhan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai 30 September 2020 berada di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Rasio utang terhadap ekuitas mengalami peningkatan dari 0,33 pada tahun 2015 menjadi 1,27 pada 30 September 2020. Demikian pula rasio utang terhadap jumlah aset dari 0,12 pada tahun 2015 menjadi 0,49 pada 30 September 2020 dan rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas dari 0,15 pada tahun 2015 menjadi 0,28 pada 30 September 2020.
Selama tahun 2015 sampai 30 September 2020, porsi utang secara keseluruhan mengalami peningkatan.
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor mengalami pertumbuhan dari 20,96% pada tahun 2015 menjadi 27,04% pada tahun 2018 dan turun menjadi 16,36% pada 30
Analisa Rasio 2015 2016 2017 2018 2019 30/09/2020 Likuiditas: Rasio Lancar 2.04 1.50 1.65 1.00 1.32 0.95 Rasio Kas 0.25 0.14 0.19 0.19 0.38 0.30 Quick Ratio 1.08 0.90 1.07 0.57 0.79 0.71 Solvabilitas:
Rasio Hutang Thdp Ekuitas 0.33 0.30 0.61 1.86 0.86 1.27
Rasio Hutang Thdp Total Aset 0.12 0.11 0.22 0.54 0.41 0.49
Rasio Hutang Jk Panjang Thdp Ekuitas 0.15 0.20 0.24 1.01 0.30 0.28
Profitabilitas:
Margin Laba Kotor 20.96% 22.77% 22.22% 27.04% 18.60% 16.36%
Margin Laba Bersih 3.15% 2.17% 4.66% 4.05% 4.56% -5.27%
ITG Tbk – Pendapat Kewajaran Halaman 46 dari 59
September 2020. Marjin laba bersih mengalami pertumbuhan dari 3,15% pada tahun 2015 menjadi 4,56% pada tahun 2019 dan pada 30 September 2020 mengalami penurunan menjadi sebesar negatif 5,27%. Secara keseluruhan profitabilitas perusahaan masih menunjukan tren positif.
II.3.2 Analisis Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja ITG Tbk dilakukan dengan asumsi bahwa ITG Tbk akan melakukan Rencana Transaksi Pembelian Aset berupa Tanah, Bangunan dan Mesin dengan nilai transaksi sebesar Rp75.363.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Miliar Tiga Ratus Enam Puluh Tiga Juta Rupiah) dalam rangka memperluas kapasitas pasokan Re-PSF dan Tekstil Non Woven untuk memenuhi permintaan di wilayah Sulawesi.
Proforma Laporan Posisi Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi per 30 September 2020
Dalam Jutaan Rupiah
Pengaruh dilakukannya Rencana Transaksi terhadap Laporan Posisi Keuangan ditunjukkan dengan Proforma Laporan Posisi Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi per 30 September 2020 di atas sebagai berikut: Keterangan Tanpa Rencana Transaksi Penyesuaian Dengan Rencana Transaksi ASET Aset Lancar
Jumlah Aset Lancar 345,003 -19,360 325,643
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar 435,806 79,109 514,916
Jumlah Aset 780,809 59,749 840,559
LIABILITAS dan EKUITAS Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 364,704 7,536 372,240 Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 118,427 52,213 170,640
Jumlah Liabilitas 483,131 59,749 542,881
Ekuitas
Jumlah Ekuitas 297,678 0 297,678