• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

6.2. Proses Keputusan Peternak Menjadi Anggota Koperasi

6.2.2. Proses Evaluasi Kepuasan Anggota Koperasi

6.2.2.1 Identifikasi Tingkat Kepuasan Akan Pelayanan Dimens

Pada Tabel 16, menunjukkan responden A dan responden B memiliki urutan kepuasan yang sama pada tiap atribut dimensi tangible. Walaupun sebelumnya tingkat kebutuhan akan dimensi tangible berbeda, tetapi setelah menjadi anggota koperasi mendapatkan kepuasan yang sama akan pelayanan dimensi tangible.

Responden A dan responden B merasa puas akan kerapihan dan penggunaan pakaian seragam pengurus, karena pada KUD Mandiri Cipanas telah menerapkan penggunaan pakaian seragam dan berpenampilan rapi oleh pengurus saat melakukan

50 pelayanan kepada anggota koperasi. Untuk atribut kebersihan ruangan responden juga merasa puas karena KUD Mandiri Cipanas telah melakukan kebersihan ruangan setiap pagi sehingga kebersihan ruangan selalu terjaga.

Atribut teknologi penunjang kegiatan koperasi responden A dan responden B sudah merasa puas karena koperasi telah memiliki sarana usaha yang lengkap seperti dua unit colling unit, laboratorium susu dan seperangkat peralatannya. Atribut perlengkapan fasilitas koperasi responden juga sudah merasa puas karena KUD Mandiri Cipanas memiliki truk pengangkut susu dan pakan, dua unit sepeda motor untuk operasional petugas inseminasi buatan (IB) dan kesehatan hewan.

Atribut ketersediaan media informasi koperasi seperti koran, majalah responden A merasa puas tetapi responden B merasa tidak puas akan atribut tersebut. Pada KUD Mandiri Cipanas terdapat majalah dan koran koperasi tetapi majalah dan koran tersebut tidak ada yang terbaru sehingga responden yang ingin mengetahui bagaimana perkembangan koperasi di indonesia selalu ketinggalan informasi.

Responden A sudah merasa puas akan atribut tersebut karena rata-rata pendidikannya adalah SD dan SMP sehingga minat baca dan belajar sangat rendah. Responden B merasa tidak puas akan atribut tersebut karena rata-rata pendidikan SMP dan SMA dan mereka sadar akan pentingnya berdiri koperasi sehingga selalu ingin tahu bagaimana perkembangan koperasi saat ini. Menurut dari beberapa responden setiap mau membaca majalah tidak ada yang terbaru, KUD Mandiri Cipanas hanya terdapat majalah terbitan empat bulan yang lalu dan ada sampai terbitan satu tahun yang lalu. Anggota koperasi tidak mengetahui perkembangan koperasi dan penyebab harga susu menurun, ini akan memicu keluhan anggota kepada pengurus KUD Mandiri Cipanas karena anggota tidak mengetahui apa penyebab terjadinya penurunan harga susu.

Hasil analisis rata-rata dikuatkan dengan analisis statistik untuk melihat perbedaan yang signifikan pada pelayanan dimensi tangible. Hasil analisis menunjukkan responden A nilai z output lebih kecil dari statistik Tabel (|- 1,642|<|-1,645|) sehingga terima Ho, artinya responden A tidak terdapat perbedaan yang signifikan akan pelayanan dimensi tangible antara sebelum dan sesudah masuk menjadi anggota koperasi koperasi. Hal ini berarti bahwa pelayanan yang diberikan KUD Mandiri Cipanas kepada responden A sudah sesuai dengan kebutuhannya.

51 Hasil analisis statistik responden B menunjukkan nilai z output lebih besar dari statistik Tabel (|-1,843|>|-1,645|) sehingga tolak Ho, artinya responden B terdapat perbedaan yang signifikan akan pelayanan dimensi tangible antara sebelum dan sesudah masuk menjadi anggota koperasi. Hal ini berarti bahwa pelayanan yang diberikan KUD Mandiri Cipanas kepada responden B belum sesuai dengan kebutuhannya.

Tabel 16. Identifikasi Tingkat Kepuasan Pelayanan Dimensi Tangible Sebelum dan Sesudah Menjadi Anggota KUD Mandiri Cipanas

Sebelum Sesudah

No Dimensi Tangible

A B A B

1 Kerapihan dan pakaian seragam pengurus

3,75 3,16 3,70 3,50

2 Kebersihan ruang koperasi 3,33 2,83 3,38 3,17

3 Teknologi penunjang kegiatan koperasi seperti

Colling Unit

2,58 2,66 2,58 3,33

4 Perlengkapan fasilitas koperasi seperti truk pengangkut susu dan pakan

3,20 2,50 3,25 3,00

5 Ketersediaan media informasi koperasi (koran, majalah)

2,04 3,66 2,08 2,21

Berdasarkan Tabel 16, dapat diketahui bahwa atribut yang belum memuaskan bagi anggota koperasi yang memiliki ternak diatas 10 ekor adalah ketersediaan media informasi mengenai koperasi. Hal ini perlu diperhatikan oleh pengurus koperasi. Karena media informasi ini sangat penting untuk dapat menambah pengetahuan anggota mengenai koperasi dan informasi perkembangan harga susu di Indonesia, sehingga dapat meminimalkan keluhan anggota koperasi dan menyadarkan anggota akan penting berdirinya sebuah koperasi.

6.2.2.2. Identifikasi Tingkat Kepuasan akan Pelayanan Dimensi Relebility

Pada Tabel 17 menunjukkan responden A dan responden B atribut bantuan modal tidak puas akan pelayanan dimensi releability. Hal ini disebabkan jumlah pinjaman yang dibutuhkan tidak sesuai dengan yang diberikan KUD Mandiri Cipanas, karena pengurus KUD Mandiri Cipanas membatasi jumlah pinjaman anggota,

52 pemberian pinjaman tergantung dari skala usaha yang dijalankan anggota. Pembatasan jumlah pinjaman disebabkan terbatasnya dana yang dimiliki oleh koperasi.

Modal yang dimiliki koperasi diperoleh dari anggota dan donasi, jumlah modal yang dimiliki pada umumnya digunakan untuk menutupi biaya operasional, sehingga modal untuk pinjaman anggota menjadi terbatas. KUD Mandiri Cipanas pernah ditawarkan oleh pihak bank untuk diberikan pinjaman, namun pihak koperasi menolak dengan pertimbangan bunga yang diberikan pihak bank terlalu tinggi. Menurut pengurus koperasi, saat ini koperasi sangat berharap adanya bantuan modal dari pemerintah.

Dilihat dari nilai rata-rata bahwa responden A (1,83) tingkat kepuasannya lebih rendah dibandingkan dengan responden B (2,00). Hal ini disebabkan jumlah pinjaman yang diberikan koperasi lebih besar diberikan kepada responden B. Menurut pengurus koperasi penerapan pemberian pinjaman yang adil bagi responden A dengan responden B telah pernah diterapkan, tetapi kebanyakan responden A tidak menggunakan pinjaman modal untuk keperluan usahanya melainkan untuk kepentingan di luar usaha beternak sapi perah, misalnya uang pinjaman digunakan untuk membayar cicilan motor. Dengan terbatasnya pinjaman modal dari KUD Mandiri Cipanas, maka pihak tengkulak memanfaatkan hal tersebut. Tengkulak memberikan berapa pun pinjaman yang didinginkan oleh anggota, tetapi dengan syarat anggota harus menjual susu kepada tengkulak.

Saat ini keadaan peternak mengalami kesulitan, disebabkan terjadinya penurunan harga susu di tingkat Industri Peternakan Susu (IPS). Pihak IPS selalu menyatakan kualitas susu dari peternak rendah, sehingga pihak IPS membeli susu peternak dibawah harga standar. Pendapatan peternak saat ini tidak mencukupi kebutuhan kehidupan sehari-hari sehingga banyak peternak mencari pekerjaan lain. Peternak selalu berharap untuk mendapatkan bantuan modal dari pemerintah.

Tabel 17. Identifikasi Tingkat Kepuasan Akan Pelayanan Dimensi Releability

Sebelum dan Sesudah Menjadi Anggota KUD Mandiri Cipanas

Sebelum Sesudah

No Dimensi Releability

A B A B

A.

Ketersediaan input di koperasi seperti pakan ternak

53

B. Pinjaman modal 4,29 4,16 1,83 2,00

C. Penyuluhan teknis 2,29 2,17 2,88 2,50

D. Pembagian SHU tepat waktu

3,33 2,58 3,67 4,00

E. Keteraturan jadwal kerja koperasi

1,66 2,00 2,58 2,30

Berdasarkan Tabel 17, diketahui bahwa pelayanan akan ketersediaan input di KUD Mandiri Cipanas responden A dan responden B sudah merasa puas, karena koperasi selalu mempersiapkan persediaan pakan di gudang. Jadi pada saat responden membutuhkan input, pengurus KUD Mandiri Cipanas mengantarkan input ke anggotanya sehingga anggota tidak pernah mengalami kekurangan input dalam melakukan beternak sapi perah.

Pelayanan akan penyuluhan teknis responden A dan responden B sudah merasa puas karena peternak sudah memiliki pengalaman yang banyak tentang beternak sapi perah. Pihak koperasi juga selalu mengarahkan para peternak bagaimana cara melakukan pemerahan dan sterelisasi agar mutu susu tidak menjadi rusak. Pada atiribut pembagian SHU tepat waktu responden A dan responden B sudah merasa puas. Hal ini disebabkan koperasi melakukan pembagian SHU setiap tahunnya.

Hasil analisis rata-rata dikuatkan dengan analisis statistik untuk melihat perbedaan yang signifikan pada pelayanan dimensi realibility. Hasil analisis statistik responden A dan responden B menunjukkan nilai z output lebih besar dari statistik Tabel (|-1,841|>|-1,645|) sehingga tolak Ho. Artinya responden A dan responden B terdapat perbedaan yang signifikan akan pelayanan dimensi realibility antara sebelum dan sesudah masuk menjadi anggota koperasi. Hal ini berarti bahwa pelayanan yang diberikan KUD Mandiri Cipanas dilihat dari dimensi realibility kepada responden A dan responden B belum sesuai dengan kebutuhannya.

Berdasarkan Tabel 17, dapat diketahui bahwa atribut yang belum memuaskan bagi anggota koperasi Adalah pinjaman modal. Hal ini perlu diperhatikan oleh koperasi agar anggota koperasi dapat meningkatkan skala usaha. Apabila koperasi tidak mau meminjam ke pihak bank, koperasi harus mencari solusi untuk dapat memperoleh modal untuk dipinjamkan kepada anggota.

6.2.2.3. Identifikasi Tingkat Kepuasan Akan Pelayanan Dimensi Responsiveness

Dokumen terkait