• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4. Gender Analysis Pathway (GAP) dalam Musyawarah Perencanaan

4.4.1. Tahap Analisis Gender

4.4.1.1. Identifikasi Tujuan dan Sasaran Musrenbang

Dalam pelaksanaan suatu program atau kegitan pasti harus dilansaskan pada tujuan dan sasaran yang jelas dan tepat, begitu juga dalam Musrenbang sangat dibutuhkan tujuan dan sasaran yang tepat

karena Musrenbang merupakan wadah untuk para stakeholder beraspirasi mengenai pembangunan di daerah.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Kecamatan Neglasari merupakan sepenuhnya wewenang dan tanggung jawab pihak Kecamatan Neglasari sendiri untuk melaksanakan program-program pembangunan di wilayah Kecamatan Neglasari sendiri seperti yang dijelaskan oleh Kepala Sub Bagian Perencanaan Kecamatan Neglasari kepada peneliti:

“Seluruh musyawarah yang berhubungan dengan program-program pembangunan dan perencanaannya yang ada di Kecamatan Neglasari, tentu saja Kecamatan Neglasari yang bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan program-programnya termasuk Musrenbang, karena Musrenbang merupakan wadah untuk masyarakat Kecamatan Neglasari sendiri yang menginginkan Kecamatannya semakin maju dan sejahtera”. (Wawancara dengan Informan ₁.₁ di Kantor Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, 28 Oktober 2015).

Pernyataan informan I₁₋₁ di atas kemudian dibenarkan oleh Staff Bidang Perencana Muda Bappeda Kota Tangerang:

“Sesuai Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) Musrenbang Kecamatan, tentu saja yang menjadi pelaksanana, fasilitator dan penanggung jawab di setiap Musrenbang Kecamatan adalah Kecamatan itu sendiri. Bappeda memang memberikan beberapa delegasi untuk bekerjasama dengan Kecamatan dalam hal Musrenbang, tapi yang sepenuhnya mempunyai wewenang adalah Kecamatan Neglasari sendiri karena pembangunannya dilaksanakan di wilayah Kecamatan Neglasari”. (Wawancara dengan informan I₃₋₂ di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota Tangerang, 21 Maret 2016).

Kecamatan Neglasari Kota Tangerang dengan Misinya dalam profil Kecamatan Neglasari menyebutkan pada point 2 yaitu Meningkatkan Kualitas Pembangunan Daerah tentu mengharapkan Musrenbang sebagai Program yang mampu mewujudkan Misi tersebut.

Untuk menjadikan Musrenbang sebagai program yang mampu untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah, tentunya Musrenbang harus didasarkan pada tujuan dan sasaran yang jelas serta tepat.

“Musrenbang Kecamatan ini merupakan lanjutan dari Musrenbang di tingkat Kelurahan, kegiatan-kegiatan pembagunan di tingkat Kelurahan yang belum di bahas, akan di bahas di Musrenbang Kecamatan, ini merupakan salah satu tujuan Musrenbang Kecamatan”. (Wawancara dengan informan I₁₋₁ di Kantor Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, 28 Oktober 2015).

Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Neglasari Kota Tangerang mengenai Tujuan dan Sasaran Musrenbang Kecamatan.

“Tujuan Musrenbang Kecamatan adalah untuk mengumpulkan masyarakat, kemudian bermusyawarah membahas masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan dalam hal pembangunan di Kecamatan Neglasari ini, sasarannya adalah masyarakat Kecamatan Neglasari itu sendiri”. (Wawancara dengan informan I₁₋₂ di Kantor Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, 22 Maret 2016).

Penjelasan informan I₁₋₁ dan I₁₋₂ di atas diperkuat oleh Kabid Perencanaan Pemerintahan Bappeda Kota Tangerang:

“Tujuannya untuk memusyawarahkan program-program

pembangunan yang harus segera di bangun di wilayah Kecamatan Neglasari. Sasarannya tentu saja Masyarakat dan seluruh peserta Musrenbang tersebut, tergantung mereka mewakili aspirasi siapa, Pribadi atau Kelompok”. (Wawancara dengan informan I₃₋₁ di Kantor Bappeda Kota Tangerang, 2 November 2015).

Dalam Petunjuk Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan se-Kota Tangerang, terdapat 3 point Tujuan pelaksanaan Musrenbang Kecamatan, yaitu :

1. Membahas dan menyepakati berbagai usulan kegiatan hasil Musrenbang Kelurahan dengan perencanaan di tingkat Kecamatan untuk ditetapkan menjadi usulan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan yang akan dibahas pada Forum SKPD dan Musrenbang tingkat Kota sebagai bahan masukan bagi penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahun berikutnya.

2. Membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di tingkat Kecamatan yang belum tercangkup dalam prioritas kegiatan pembangunan Kelurahan.

3. Menyepakati dan melakukan klasifikasi atas kegiatan prioritas pembangunan Kecamatan sesuai dengan fungsi-fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Tangerang.

Pada langkah pertama dalam alur kerja Gender Analysis Pathway, mengidentifikasi tujuan dan sasaran Musrenbang harus dikaitkan dengan permasalahan gender, seperti apa saja tujuan kegiatan Musrenbang yang telah dirumuskan untuk meningkatkan kedudukan perempuan dan laki-laki. Berikut adalah wawancara dengan Kasubid Perencanaan Kecamatan Neglasari mengenai hal ini:

“Dari 3 tujan yang ada di Juklak, semuanya sudah memenuhi keadilan gender. Misalnya dalam membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan dari tingkat Kecamatan yang belum dibahas di Kelurahan, ini termasuk salah satu yang berkeadilan gender karena ketika dibahas dan disepakati juga menghadirkan kaum perempuan juga tidak hanya kaum laki-laki saja”. (Wawancara dengan informan I₁₋₁ di Kantor Kecamatan Neglasai Kota Tangerang, 28 Oktober 2015).

Hal ini tidak sejalan dengan pernyataan Kasubid Pengarusutamaan Gender BPMPKB Kota Tangerang yang menyatakan harus ada satu tujuan khusus dari Musrenbang yang dikhususkan untuk pemberdayaan kaum perempuan dan laki-laki pada Musrenbang.

“Seharusnya paling tidak ada satu tujuan khusus di dalam pelaksanaan Musrenbang Kecamatan yang difokuskan untuk memberdayakan kaum perempuan dan laki-laki, karena sasarannya adalah pembangunan untuk mereka (perempuan dan laki-laki) bukan untuk kelompok atau organisasi tertentu‟. (Wawancara dengan informan I₂ di Kantor BPMPKB Kota Tangerang, 9 November 2015).

Pernyataan informan I₂ di atas turut dibenarkan oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Neglasari Kota Tangerang dalam kesempatan wawancara sebagai berikut:

“Tujuannya umum, musyawarah aspirasi-aspirasi masyarakat, membahas program pembangunan, dan lain sebagainya. Tidak ada yg khusus untuk program pembangunan kesetaraan gender”. (Wawancara dengan informan I₄₋₁ di Sekretariat TP-PKK Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, 21 Maret 2016).

Dalam alur kerja Gender Analysis Pathway, tujuan dan sasaran harus berkomitmen untuk mensetarakan kedududukan gender, namun dari pernyataan informan I₂ dan I₄₋₁ di atas artinya, tidak adanya komitmen dari pihak penyelenggara untuk berupaya mensetarakan kedudukan perempuan dan laki-laki untuk diintegrasikan ke dalam Musrenbang. Selanjutnya Kasubid Pengarusutamaan Gender BPMPKB Kota Tangerang menambahkan hal-hal yang perlu dilakukan agar kesetaraan gender menjadi salah satu tujuan dari Musrenbang ditingkat Kecamatan.

“Pada tahun depan, Bappeda dan delegasi Kecamatan-kecamatan se-Kota Tangerang paling tidak harus menyususun ulang juklak

yang baru, yang menjunjung keadilan dan kesetaraan gender dalam Musrenbang, karena Musrenbang yang baik adalah Musrenbang yang memiliki Keadilan dan Kesetaraan Gender”. (Wawancara dengan informan I₂ di Kantor BPMPKB Kota Tangerang, 9 November 2015).

Berdasarkan pernyataan beberapa informan peneliti di atas maka dapat peneliti analisis bahwa tujuan dan sasaran Musrenbang Kecamatan Neglasari sudah tepat dan jelas, tetapi penyelenggara kurang berkomitmen untuk memberikan keadilan dan kesetaraan gender dalam tujuan dan sasaran Musrenbang itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Musrenbang yang seharusnya sudah tepat ini justru kurang memberikan Keadilan dan Kesetaraan gender pada prakteknya, karena Keadilan dan Kesetaraan gender itu sendiri tidak dintegrasikan ke dalam Musrenbang tingkat Kecamatan di Kecamatan Neglasari tahun 2015.

4.4.1.2. Sajikan data kuantitatif maupun kualitatif yang terpilah

Dokumen terkait