BAB V HASIL PENELITIAN
3.2 Hipotesis Penelitian
4.1.1 Identifikasi Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus adalah kompetensi sosial siswa cedas istimewa. Faktor–faktor yang dipilih sebagai variabel yang mempengaruhi, baik sebagai va riabel i ndependen m aupun s ebagai va riabel m ediator t erhadap variabel de penden, s esuai de ngan ha sil pe nelitian t erdahulu. Berdasarkan hasil kajian literatur da n temuan relevan, penelitian kuantitatif ini me libatkan lima variabel y aitu: (1) Kompetensi S osial S iswa C erdas Istimewa (2) Pengasuhan Orangtua, (3) Dukungan G uru, (4) Dukungan T eman S ebaya, dan (5) Konsep Diri.
terhadap kom petensi s osial s iswa cerdas is timewa maka a kan di golongkan berdasarkan fungsinya dalam model struktural (hubungan antar variabel) menjadi variabel endogen, va riabel m ediator, da n va riabel eks ogen. Dalam m odel struktural, v ariabel end ogen adalah variabel yang di pengaruhi ol eh variabel lainnya; dalam penelitian ini kompetensi sosial siswa cerdas istimewa berfungsi sebagai va riabel endo gen. Variabel m ediator ada lah variabel yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhi variabel lainnya; dalam penelitian ini konsep diri berfungsi sebagai variabel mediator. Variabel eksogen adalah variabel yang dapat mempengaruhi t etapi t idak di pengaruhi ol eh va riabel l ainnya. V ariabel e ksogen dalam pe nelitian ini a dalah pengasuhan or angtua, dukungan s ekolah, da n dukungan teman sebaya.
4.1.2 Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel – variabel pe nelitian diatas perlu di rumuskan l ebih l anjut kedalam de finisi ope rasional. D efinisi ope rasional m enurut H eriyanto da n Sandjaja ( 2006) dalam pe nelitian, be rtujuan unt uk l ebih m emudahkan da lam memahami pe ngukuran yang di lakukan da lam pe nelitian, k hususnya untuk menentukan i nstrumen a lat ukur yang di gunakan da lam pe nelitian. A dapun definisi operasional variabel–variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Kompetensi Sosial Siswa Cerdas Istimewa
Kompetensi s osial s iswa c erdas is timewa adalah kemampuan yang dimiliki untuk m enggunakan ke mampuan ko gnitif ( pengetahuan) d an non kognitif (sikap) da n keterampilan yang dapat memprediksikan kecenderungan
perilaku melalui car a–cara yang efektif da lam ka itannya de ngan konteks sosialnya, dan dapat diukur melalui kriteria spesifik atau standard tertentu, pada siswa yang m emiliki ke mampuan intelektual di atas r ata–rata, memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyerap informasi dan materi pelajaran, analisa sintesa yang tinggi pula.
Variabel i ni di ungkap melalui S kala K ompetensi s osial s iswa c erdas istimewa yang disusun berdasarkan bentuk–bentuknya yang meliputi: (a). kemampuan memahami emosi diri, (b). kemampuan memahami emosi orang lain, (c). kemampuan m engelola emosi di ri, (d). empati, (e). performansi sosial, dan (f). keterampilan s osial. Semakin t inggi s kor pa da s kala i ni, m aka s emakin baik kompetensi sosial pada siswa cerdas istimewa.
b. Pengasuhan Orangtua
Pengasuhan or angtua adalah cara or angtua da lam m emberikan perlindungan, baik secara fisik maupun psikologis. Variabel ini diungkap melalui Skala P engasuhan O rangtua yang di susun berdasarkan bentuk-bentuk : (a). kerjasama d engan pasangan, (b). toleran terhadap ana k, da n (c). hangat dalam berinteraksi.
c. Dukungan Guru
Dukungan guru merupakan suatu kepedulian dan sikap penuh pengertian serta bantuan yang nyata sehingga dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pa da s iswa yang di berikan guru, yang be rperan da lam perkembangan k epribadian da lam m enyesuaikan di ri d engan t untutan masyarakat.
Dukungan guru d alam pe nelitian i ni di susun be rdasarkan tipe-tipe dukungan yang meliputi (a). dukungan e mosi, (b).dukungan i nformasi , da n (c).dukungan instrumental.
d. Dukungan Teman Sebaya
Dukungan t eman sebaya merupakan suatu ke pedulian dan sikap penuh pengertian s erta ba ntuan yang n yata s ehingga da pat m emberikan ke untungan emosional a tau be rpengaruh pa da s iswa yang di berikan ol eh t eman, yang berperan dalam p erkembangan kepribadian dalam m enyesuaikan di ri de ngan tuntutan masyarakat.
Dukungan teman sebaya da lam penelitian ini disusun berdasarkan tipe- tipe dukungan yang meliputi (a). dukungan emosi, (b). dukungan informasi, dan (c). dukungan i nstrumental. Semakin t inggi skor yang di peroleh da ri Skala Dukungan T eman S ebaya, berarti s emakin tinggi pul a dukungan teman s ebaya yang dirasakan.
e. Konsep Diri
Konsep di ri m erupakan merupakan ke seluruhan gambaran a ntribut yang melekat dalam diri individu yang dipengaruhi oleh evaluasi d ari proses kognitif dan l ingkungan t erhadap s etiap a spek yang a da di dalamnya, d an a kan berpengaruh terhadap afektif dan dalam perilaku, dan dipandang sebagai kekuatan maupun kelemahan dari individu yang bersangkutan. Konsep diri diukur dengan Skala Konsep diri dengan komponen komponen pembentuk konsep diri yakni (a). pengetahuan, (b). pengharapan, dan (c). penilaian
semakin positif konsep diri yang dimiliki.
4.2 Subjek Penelitian
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling. P engertian non probability sampling adalah s uatu t eknik da lam
penelitian yang bermakna bahwa tidak semua anggota populasi memiliki peluang untuk m enjadi s ubjek ( Cohen, 2007) . S elanjutnya, t eknik pe ngambilan s ampel yang di gunakan a dalah purposive sampling, yang b erarti ba hwa pe ngambilan
subjek pe nelitian di dasarkan p ada pe rtimbangan da n karakteristik t ertentu (Cohen, 2007).
Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan membangun model teoretis pengaruh pe ngasuhan or ang t ua, dukun gan guru, da n dukunga n t eman sebaya terhadap kompetensi sosial siswa cerdas istimewa yang akan diuji secara empiris. Oleh karena yang akan dikaji ada lah kom petensi s osial pa da s iswa cer das istimewa, maka subjek dalam penelitian ini harus siswa cerdas istimewa. Adapun siswa c erdas is timewa d alam pe nelitian ini di tunjukkan dengan kriteria s ebagai berikut :
a. Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Siswa SMP dengan usia antara 12 – 14 tahun, secara teori m asuk dalam ka tegori r emaja. Pada m asa remaja, salah s atu t ugas pe rkembangan i ndividu yang t ersulit da n ha rus dikuasai unt uk mencapai t ujuan da ri pol a s osialisasi de wasa adalah berperilaku efektif di berbagai situasi sosial (Hurlock, 1990; Papalia, dkk, 2001, Santrock, 2005).
b. Siswa SMP yang memiliki kapasitas intelektual diatas rata – rata. Secara kuantitas ka pasitas int elektual di atas r ata-rata t ersebut be rupa s kor IQ diatas 120, memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyerap informasi dan materi pe lajaran, serta ana lisa s intesa yang t inggi pul a. Kriteria tersebut diukur dengan menggunakan alat tes kecerdasan standard – Tes Inteligensi Kolektif Indonesia (TIKI) Menengah (M).
c. Siswa S MP yang me miliki la tar be lakang s ekolah yang ha mpir s ama, yakni sekolah–sekolah yang menggunakan data psikotes sebagai salah satu cara da lam m engelompokkan ke mampuan s iswa. S ekolah–sekolah y ang dipilih pe neliti, a dalah s ekolah yang m asuk da lam ka tegori s ekolah terbaik di Semarang (Sumber data DikNas Kota Semarang, 2014).
Proses penentuan subjek penelitian dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal, peneliti melakukan orientasi dan pengenalan kancah penelitian. Pada tahap awal ini, peneliti mengidentifikasikan SMP yang berada di kota Semarang, yang me menuhi kr iteria s ebagai S MP yang me miliki s iswa cer das i stimewa. Tahap selanjutnya, adalah pengambilan data di lapangan. S ejumlah subjek yang sudah teridentifikasi di setiap SMP yang dituju, dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan kemudian diminta untuk mengisi alat ukur penelitian.
4.3 Desain Penelitian
Penelitian i ni m enggunakan de sain pe nelitian kor elasional de ngan melibatkan lima variabel penelitian, yang meliputi : ( 1) kompetensi sosial siswa
cerdas i stimewa, (2) pe ngasuhan o rangtua, ( 3) dukun gan guru, ( 4) d ukungan teman s ebaya, d an ( 5) konsep di ri. Kelima va riabel pe nelitian tersebut d iukur dengan menggunakan skala.
Hipotesis dalam penelitian ini yakni pe ngembangan model kompetensi sosial s iswa cer das i stimewa s esuai de ngan data em piriknya. Sesuai de ngan hipotesis yang diajukan, maka analisis data dalam penelitian ini m enggunakan
Structural Equation Modeling (SEM). SEM merupakansalah satu alat bantu dalam
perhitungan s tatistik yang bertujuan untuk m enguji m odel pe ngukuran da n
struktural da lam pe nelitian ( Hair, dkk, 2010) ; M aruyama, 1998) . SEM juga
dikatakan s ebagai t eknik a nalisis m ultivariat yang m ampu m enguji hubung an yang kompleks secara bersamaan (Hair, dkk, 2010; Riadi, 2013; Wijanto, 2007). Sebagai metode analisis data, SEM juga dapat memberikan perhitungan kekuatan
hubungan hipotesis di antara variabel dalam sebuah model melalui variabel antara (Hair, dkk, 2010; Maruyama, 1998).
4.4 Alat Ukur Penelitian
Pengumpulan data sebagai teknik pengukuran variabel dalam penelitian ini dilakukan de ngan m enggunakan s kala. S ebagai a lat ukur , s kala me miliki karakteristik khusus untuk mengukur atribut non–kognitif yang disajikan dalam format t ulis. S timulus a tau i tem yang di berikan be rupa pe rtanyaan a tau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur, namun mengungkap i ndikator perilaku da ri a tribut yang b ersangkutan. R espon s ubjek terhadap item–item d alam s kala, merupakan indikator me ngenai a tribut yang
hendak diukur. Lebih lanjut, respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban benar at au salah, namun dapat di terima sepanjang di berikan s ecara j ujur da n bersungguh-sungguh (Azwar, 2012).
Dalam pe nelitian i ni, pernyataan da lam s etiap s kala di kelompokkan menjadi dua, yakni kelompok pernyataan favourable (mendukung) dan kelompok pernyataan unfavourable (tidak mendukung). Cara skoring yang digunakan adalah dengan memberikan skor untuk pernyataan yang favourable dengan kriteria, skor
4 jika menjawab SS (Sangat Sesuai), skor 3 jika menjawab S (Sesuai), skor 2 jika menjawab TS ( Tidak S esuai), d an s kor 1 j ika m enjawab S TS ( Sangat T idak Sesuai). S kor t ertinggi unt uk item favourable terletak pada j awaban “Sangat
Sesuai”, sedangkan untuk item y ang unfavourable skor t ertinggi t erletak pa da
jawaban “Sangat Tidak Sesuai”.
Skala yang di gunakan dalam penelitian ini m erupakan skala psikologis untuk mengukur setiap variabel yang m eliputi: (1). Skala Kompetensi Sosial Siswa C erdas Istimewa, (2). Skala P engasuhan Orangtua, (3). Skala D ukungan Guru, (4). Skala Dukungan Teman Sebaya, dan (5). Skala Konsep Diri.