• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODE PENELITIAN

4.7 Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel dependent pada penelitian ini adalah pneumonia pada balita. 4.7.2 Variabel independent

Variabel independent pada penelitian ini adalah pemberian ASI (pemberian kolostrum, status ASI eksklusif, durasi pemberian ASI, pemberian

ASI dua tahun, dan status IMD), lingkungan fisik rumah (lantai rumah, dinding, luas ventilasi, kelembaban, pencahayaan alamidan kepadatan hunian).

4.7.3 Definisi Operasional

Tabel 4.2 Definisi Operasional Penelitian

No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara

Pengumpulan Data

Skala Skala Analisis

1 2 3 4 5 6 7

1 Umur balita Umur balita yang ditanyakan kepada ibu melalui wawancara berdasarkan tanggal lahir

Pedoman wawancara

Wawancara Interval Interval (bulan): 4= 0 – 11 3= 12 – 23 2= 24 – 35 1= 36 – 47 0= 48 – 59 2 Jenis kelamin Jenis kelamin yang dilihat pada sampel saat

penelitian

Pedoman wawancara

Observasi Nominal Kategori 0= Perempuan 1= Laki-laki 3 Pendidikan

ibu

Pendidikan formal terakhir yang pernah diikuti oleh ibu balita yang ditanyakan melalui wawancara

Pedoman wawancara

Wawancara Ordinal Kategori :

2= Rendah (≤SD) 1= Menengah (SMP,SMA) 0= Tinggi (Diploma/ Sarjana) 4 Penghasilan keluarga

Penghasilan kotor rata-rata dalam satu bulan dari orang tua yang ditanyakan melalui wawancara, berdasarkan UMR Kota Denpasar tahun 2014. Pedoman wawancara Wawancara Numerik (dalam rupiah) Kategori : 0= Tinggi (≥Rp 1.656.900) 1= Rendah (<Rp 1.656.900)

5 Berat Badan Lahir

Berat badan anak waktu lahir yang ditanyakan melalui wawancara.

Pedoman wawancara

Wawancara Numerik Kategori :

0= Normal (≥2500) 1= BBLR (<2500) 6 Riwayat sakit

ISPA berulang

Riwayat panas, batuk, pilek dalam enam bulan terakhir yang dialami oleh balita, berapa kali terkena dan kapan terakhir kali terkenayang ditanyakan melalui wawancara. Balita yang tidak terkena ISPA dalam enam bulan terakhir, pada sub variabel baru frekuensi ISPA berulang dengan 120 sampel masuk ke dalam kategori 0-1 kali.

Pedoman wawancara

Wawancara Nominal dan numerik Kategori : ISPA berulang 0= Tidak 1= Ya Frekuensi ISPA (n=108) 0= 1x 1= >1x

Frekuensi ISPA berulang (n=120)

0= 0-1x 1= >1x 7 Status gizi Berat badan balita sebelum terkena

pneumonia yang dilihat pada KMS atau berat badan balita terakhir yang ditanyakan melalui wawancara bagi yang tidak punya KMS. Status gizi berdasarkan BB/U dan pengelompokkan sesuai WHO-2005.

Pedoman wawancara/ KMS

Wawancara Numerik Kategori :

0= Gizi baik (-2SD s/d 2 SD) dan gizi lebih (>2SD) 1= Gizi kurang (< -2SD) dan

gizi buruk (< -3SD) 8 Status

imunisasi

Kelengkapan imunisasi DPT Hb combo/pentavalen, campak, Hib, pneumokokus yang didapat balita

berdasarkan rekomendasi Kemenkes/IDAI yang dilihat pada KMS atau ditanyakan kepada ibu melalui wawancara.

Pedoman wawancara/ KMS

Wawancara Nominal Kategori :

Status imunisasi dasar (Kemenkes)

0= Lengkap sesuai umur 1= Tidak lengkap Status imunisasi Hib dan Pneumokokus (IDAI) 0= Ya

9 Status pemberian vitamin A

Vitamin A yang didapatkan balita setiap bulan Februari dan Agustus berdasarkan KMS atau ditanyakan kepada ibu melalui wawancara.

Pedoman wawancara/ KMS

Wawancara Nominal Kategori : 0= Dapat 1= Tidakdapat 10 Paparan asap

rokok di dalam rumah

Paparan asap rokok terhadap balita di dalam rumah yang ditanyakan kepada ibu melalui wawancara meliputi adanya anggota keluarga yang merokok dan dilakukan saat mengajak atau berdekatan dengan anak, berapa batang merokok saat mengajak anak, tempat merokok, berapa batang merokok setiap hari. Kategori “tidak” pada ada anggota keluarga yang merokok di rumah masuk ke dalam kategori “ya” pada sub variabel baru “tidak terpapar asap rokok”.

Pedoman wawancara

Wawancara Nominal dan interval

Kategori :

Ada yang merokok di rumah 0= Tidak

1= Ada

Tempat merokok 0= Luar rumah 1= Dalam rumah Merokok dekat anak 0= Tidak

1= Ya

Lama merokok (bulan) 0= ≤ 6

1= > 6

Tidak terpapar asap rokok 0= Ya

1= Tidak Interval :

Rata-rata merokok sehari dan saat mengajak anak

11 Pemberian ASI

Pemberian ASI yang dilakukan oleh ibu kepada balitanya melalui wawancara yang meliputi a) berapa lama memberikan ASI saja, ASI + susu formula, atau susu formula saja, b) apakah saat balita lahir dilakukan inisiasi menyusu dini, c) apakah

memberikan kolostrum, d) apakah memberikan ASI sampai umur balita dua

Pedoman wawancara

Wawancara Interval dan nominal

Kategori : Kolostrum 0= Ya 1= Tidak

Pemberian ASI dua tahun 0= Ya, 1= Tidak

Durasi pemberian ASI enam bulan pertama

1 2 3 4 5 6 7 tahun, e) durasi pemberian ASI enam bulan

pertama

1= < 2 bulan Jenis pemberian 0= ASI

1= ASI + susu formula 2= Formula saja Status ASI eksklusif 0= Ya

1= Tidak IMD 0= Ya 1= Tidak 12 Lantai Keadaan lantai

rumah berdasarkan hasil observasi serta wawancara tentang kebersihan lantai, dengan asumsi lantai rumah tetap seperti awal sebelum terkena pneumonia.

Lembar Observasi Observasi, pengukuran dan wawancara Interval dan Nominal Kategori : Jenis lantai 0= Bukan tanah 1= Tanah Ketinggian lantai (cm) 0= ≥20 1= <20

Menyapu dalam sehari (kali) 0= ≥3

1= <3

Mengepel dalam seminggu (kali)

0= ≥4 1= <4 13 Dinding Keadaan dinding rumah berdasarkan hasil

observasi, dengan asumsi dinding rumah tidak pernah diperbaiki (jenis dindingnya tetap, tidak pernah dicat atau dibersihkan) tetap seperti awal sebelum terkena pneumonia.

Lembar observasi

Observasi Nominal Kategori : Jenis dinding

0= Memenuhi syarat (tidak mudah terbakar

(mudah terbakar) Keadaan dinding 0= Bersih 1= Berjamur 14 Ventilasi Lubang keluar masuknya udara baik yang

bersifat tetap

maupun sementara (lubang udara kecuali pintu) dengan

membandingkan luas bidang ventilasi dan luas lantai, menurutKeputusan Menkes RI No829/Menkes/SK/VII/1999, yaitu ≥ 10 % dari luas lantai. Dengan asumsi keadaan ventilasi sebelum terkena pneumonia dengan sekarang sama (tidak pernah diperbaiki, yang semula tidak ada sekarang ada, dll) Rollmeter/ digital meteran Observasi dan pengukuran Rasio (dalam %) Kategori : 0= Memenuhi syarat (≥10% luas lantai)

1= Tidak memenuhi syarat (<10% luas lantai)

15 Kelembaban Pengukuran menggunakan alat hygrometer terhadapbanyaknya uap air yangterkandung dalamrumah pada tempat di

mana penghunimenghabiskan sebagian waktunya pada sianghari (Notoadmojo, 2007). Dengan asumsi kelembaban rumah sama dengan dulu sebelum terkena

pneumonia. Menanyakan kepada ibu dimana anak biasanya beraktivitas pada siang hari, lalu melakukan pengukuran di ruangan tersebut dengan mengukur di lima titik yaitu di setiap sudut ruangan dan di bagian tengah, lalu hasil masing-masing titik dijumlahkan dan dibagi lima. Hasil rata-rata lima titik tersebut yang menjadi hasil akhir kelembaban.

mini digital thermo-hygrometer

Pengukuran Rasio (dalam %)

Kategori :

0= Memenuhi syarat(40% - 70%)

1= Tidak memenuhi syarat (<40% atau > 70%)

1 2 3 4 5 6 7 16 Pencahayaan

alami

Pengukuran pencahayaan pada ruangan yang sebagian besar aktivitas balita dilakukan disana pukul 09.00- 12.00 wita. Pengukuran dilakukan di lima titik yaitu setiap sudut ruangan dan bagian tengah lalu hasil tiap titik dijumlahkan dan dibagi lima. Hasil rata-rata dari lima titik adalah hasil akhir dari pencahayaan. Menurut Keputusan Menteri Republik Indonesia No.829/Menkes/SK/VII/ 1999 pencahayaan alami dan atau buatan langsung maupun tidak langsung menerangi seluruh ruangan dengan intensitas cahaya minimal 60 lux serta tidak menyilaukan mata (Keman, 2005).

Luxmeter Pengukuran Rasio (dalam lux)

Kategori :

0= Memenuhi syarat (60 – 120 lux)

1= Tidak memenuhi syarat (<60 atau >120 lux)

17 Kepadatan hunian

Membandingkan antara jumlah penghuni dengan luas bangunan. Menurut Kepmenkes RI No:

829/Menkes/VII/1999 bahwa rumah sehat apabila setiap orang menempati 9 m2 luas rumah, diukur berdasarkan jumlah orang per luas rumah. Dengan asumsi jumlah

penghuni masih sama dengan dulu dan rumah tidak ada diperluas bangunannya.

Lembar observasi, rollmeter/ digital 8eteran Observasi, wawancara dan pengukuran Ordinal Kategori : 0= Memenuhi syarat (≥ 9 m2 /orang dari luas rumah) 1= Tidak memenuhi syarat (<

9 m2/orang dari luas rumah)

18 Kejadian pneumonia

Balita yang terdiagnosis pneumonia oleh dokter puskesmas pada periode 01 Januari 2014 sampai 31 Maret 2015

Register Puskesmas II Denpasar Selatan

Dokumentasi Nominal Kategori : 0= Kontrol 1= Kasus

Dokumen terkait