• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN

7.2 Saran

BAB VII

SIMPULAN DAN SARAN

7.1 Simpulan

Dalam penelitian ini variabel yang terbukti sebagai faktor risiko pneumonia pada balita yaitu balita yang telah diberikan ASI kurang dari dua bulan, yang telah tinggal di rumah dengan pencahayaan alami dan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat, tidak mendapatkan imunisasi Hib serta pneumokokus sesuai anjuran IDAI dan telah mengalami ISPA lebih atau sama dengan satu kali dalam enam bulan. Variabel pemberian ASI (kolostrum, status ASI eksklusif, pemberian ASI dua tahun, IMD), lingkungan fisik rumah (jenis lantai, dinding, luas ventilasi dan kelembaban), status BBLR, status gizi, status vitamin A, dan paparan asap rokok tidak terbukti sebagai faktor risiko pneumonia pada balita di Puskesmas II Denpasar Selatan.

7.2 Saran

Untuk pemegang kebijakan maupun petugas kesehatan di Puskesmas II Denpasar Selatan agar memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif, meningkatkan sanitasi lingkungan, menjaga daya tahan tubuh balita agar tidak mudah terserang ISPA dan meningkatkan cakupan imunisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Achmadi, U. F. 2011. Dasar-dasar Penyakit Berbasis Lingkungan.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Annah, I., Nawi, N. & Ansar, J., 2012. Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Anak Umur 6-59 Bulan di RSUD Salewangan Maros Tahun 2012, hal.1-14. Anwar, A. & Dharmayanti, I., 2014. Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia.

Kesehatan Masyarakat Nasional, 8.

Arifeen, Black & Antelman, 2001. Exclusive Breastfeeding Reduce Acute Respiratory Infection and Diarrhea Death Among Infants in Dhaka Slums.

Pediatrics.

Basuki, W. 2004. Faktor Ekstrinsik Lingkungan Rumah yang Berhubungan

dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Puskesmas I

Banjarnegara Tahun 2004. Diunduh:

http://eprints.undip.ac.id/20832/1/2150.pdf(Accessed: 2014, Desember 15) Buston, 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta: PT. Rineka Cipta. Cesar, J.A.,dkk,. 1999. Impact Of Breast Feeding On Admission For Pneumonia

During Postneonatal Period in Brazil: Nested Case-ControlStudy. Papers. BMJ : Volume 318. Brazil : Departamento Materno Infantil, Fundaça.o Universidade do Rio Grande, RioGrande do Sol

Depkes RI. 1994. Bina Lingkungan Sehat. Jakarta : Kecakapan Khusus Saka Bhakti Husada.

Depkes RI. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

1537.A/Menkes/SK/XII/2002 TentangPedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita. Jakarta: Departemen Kesehatan RI .

Depkes RI. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:

1479/MENKES/SK/X/2003 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular.

Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Dinas Pekerjaan Umum. 2006. Pedoman Umum Rumah Sederhana Sehat. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum RI.

Dinkes. 2013. Profil Kesehatan Kota Denpasar Tahun 2012. Denpasar : Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Djaja, S. 1999. Prevalensi Pneumonia dan Demam pada Bayi dan Anak Balita.

Buletin Penelitian Kesehatan. Vol.26, No.4

Direktorat Jenderal PP dan PL, Departemen Kesehatan RI. 2004. Pedoman

Pemberantasan Penyakit ISPA Untuk Penanggulangan Pneumonia.

Jakarta : Depkes RI.

Ellyana dan Candra. 2013. Hubungan Frekuensi ISPA dengan Status Gizi Balita.

Journal of Nutritional and Health. Vol.1, No.1

Fanada, M., Muda, W. & Selatan, B.D.P.S., 2012. Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2012.

Farmani, P.I., 2011. Hubungan Pencahayaan Alami terhadap Kejadian

Pneumonia pada Bayi dan Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2011. Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Udayana

Fonseca, W. et al., 1996. Risk factors for childhood pneumonia among the urban poor in Fortaleza , Brazil : a case-control study. , 74(2), hal.199–208. Franks, Taber & Glezen, 1982. Breastfeeding and Respiratory Virus Infection.

Pediatrics.

Hananto M, 2004. "Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di 4 Propinsi di Indonesia" (tesis). Jakarta : Universitas Indonesia.

Hartati, S., 2011. "Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di RSUD Pasar Rebo Jakarta". (tesis). Jakarta : Universitas Indonesia.

Heriyana, Amiruddin, R. & Ansar, J., 2005. Analisis Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Anak Kurang Dari 1 Tahun di RSD Labuang Baji Kota Makasar 2005. J Med Nus, 26, hal.149–155.

Herman, 2002. "Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan". Jakarta : Universitas Indonesia.

IDAI, 2011. Pedoman Imunisasi di Indonesia. edisi ke-4. Satgas Imunisasi IDAI Indah, E. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Aditya Bakti. Bandung. 1991

Indrawani, Y.M. 2008. Penyakit Kurang Gizi. In: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM UI. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Kartasasmita, C., 1993. "Morbidity and risk factors for acute respiratory infections (ARI) in Underfive children, in Cikutra, an urban area in the municipality of Bandung, Indonesia" (dissertation). PhD disertation Catholic University of Leuven, Faculty of Medicine.

Keman, S. 2005. Kesehatan Perumahan dan Lingkungan Pemukiman. Jurnal

Kesehatan Kesling, 2 (1): 29-42, Diunduh dari: http://journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-2-1-04.pdf (Accessed: 2014, Desember 15)

Kemenkes RI, 2010. Buletin Jendela Epidemiologi Pneumonia Balita. Buletin

Jendela Epidemiologi, Vol. 3.Jakarta : Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan RI. 2010. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI

Kramer, 1988. Infant Feeding Infection and Public Health. Pediatrics.

Kristina, R.H, 2000. Analisis Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia pada Anak Balita

di Kabupaten Dati II Boyolali. Tesis. Yogyakarta : UGM.

Kusharisupeni, 2008. Gizi Dalam Daur Kehidupan (Prinsip-prinsip Dasar). In: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM UI. Gizi dan Kesehatan

Masyarakat. Jakarta :RajaGrafindo Persada.

Lamberti, L.M. dkk., 2013. Breastfeeding for reducing the risk of pneumonia morbidity and mortality in children under two: a systematic literature review and meta-analysis. BMC public health, 13 Suppl 3(Suppl 3), p.S18.

Diunduh dari:

http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3847465&tool =pmcentrez&rendertype=abstract [Accessed December 12, 2014].

Machmud, R. 2006. Pneumonia Balita di Indonesia dan Peranan Kabupaten

dalam Menanggulanginya. Jakarta : Andalas University Press.

Matondang C.S., Munatsir Z., Sumadiono. 2008. Aspek Imunologi Air Susu Ibu. In : Akib A.A.P., Munasir Z., Kurniati N (eds). Buku Ajar

Mokoginta, D., Arsin, A. & Sidik, D., 2013. Faktor Risiko Kejadian Pnemonia Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar. Munasir Z. dan Kurniati N. 2008. Air Susu Ibu dan Kekebalan Tubuh. In : IDAI.

Bedah ASI : Kajian dari Berbagai Sudut Pandang Ilmiah. Jakarta : Balai

Penerbit FKUI, hal.69-79.

Naim, K., 2000. Hubungan Pemberian ASI Ekslusif terhadap Kejadian pneumonia pada anak umur 4-24 bulan di Kabupaten Indramayu. Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta

Nurjazuli & Widyaningtyas, R., 2006. Faktor Risiko Dominan Kejadian Pneumonia Balita. (Online). http://eprints.undip. ac.id/16162/1/1290.pdf. Ogundele, 1999. Complement-Mediated Bactericidal activity of Human Milk to a

Serum-Susceptible Strain of E.Coli 0111. J of App Microb.

Pamungkas, D.R., 2012. Analisis Faktor Risiko Pneumonia pada Balita di 4 Propinsi di Wilayah Indonesia Timur (Analisis Data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2007). Jakarta : Universitas Indonesia.

Pradhana, A., 2010. Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian

Pneumonia pada Anak Usia 6 Bulan - 5 Tahundi RSUD DR. Muwardi Surakarta.

Pramudiyani, N.A. & Prameswari, G.N., 2011. Hubungan Antara Sanitasi Rumah dan Perilaku dengan Kejadian Pneumonia Balita. Kesehatan Masyarakat, 6(2), hal.1–78.

Proverawati, A. & Rahmawati, E., 2010. Kapita Selekta ASI & Menyusui. Yogyakarta : Nuha Medika

Radji, M. 2010. Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan

Kedokteran. Jakarta : EGC

Regina, R., Kun S, K. & Suharyo, 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Miroto Semarang Tahun 2013.

Roesli, Utami. (2005). Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta : Trubus Agriwidya Rudan I, Boschi-Pinto C, Biloglav Z, Mulholland K, C.H., 2008. Epidemiology

and Etiology of Childhood Pneumonia. Bull World Health Organ, hal.408–416.

Sastroasmoro, S. dan Ismael, S. 2011. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.

Edisi Ke-4. Jakarta: CV. Sagung Seto. hal.146.

Setiarsih, D., 2014. Paper Penyakit Infeksi dan Nutrisi.

Sinaga, L. A., Suhartono., & Yusniar, H. D. (2009). Analisis Kondisi Rumah Sebagai Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan Tahun 2008. Jurnal Kesehatan

Lingkungan Indonesia, 8 (1): 26-34. Diunduh dari : http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/81092634.pdf

Stanhope, M. dan Lancaster, J. 2002. Community & Public Health Nursing. Philadelpia : Mosby

Subanada, I.B. 2014. Pneumonia : Dari Pendekatan MTBS hingga Diagnosis Klinis. Denpasar : Su-Bagian Respirologi , Bagian /SMF Ilmu Kesehatan Anak, FK Unud /RSUP Sanglah, UKK Respirologi IDAI. Bahan symposium yang diadakan Dinkes Propinsi Bali (Sabtu, 8 Nopember 2014).

Sudirman, M. 2003. Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah dan Faktor

Risiko Lainnya dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Kota Bekasi.

Jakarta : Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Sugihartono & Nurjazuli, 2012. Analisis Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada

Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Pagar Alam. Kesehatan

Lingkungan Indonesia, 11(1), hal.82–86.

Sulistyowati, R. (2010). Hubungan Antara Rumah Tangga Sehat Dengan

Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Kabupaten Trenggalek. Diunduh dari

: http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=17189

Sumadiono. 2008. Imunologi Mukosa. In : Akib A.A.P., Munasir Z., Kurniati N. (eds). Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi II. Jakarta : Badan Penerbit IDAI, hal.94-102.

Sunyataningkamto, 2004. The Role of Indoor Air Pollution and Other Factors in the Incidence of Pneumonia in Under Five Children. Paediatrica

Indonesiana, 44, hal.1–2.

Sutrisna B., 1993. Risk factors for Pneumonia in children under 5-years of age

and a model for its control. Summary of dissertation University of

Indonesia.

Syam, T.F. 2008. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesakitan Pneumonia pada Balita Usia 0-59 Bulan di Propinsi NTB (Analisis Data Sekunder

Survei Data Dasar HSS GTZ 2007). (skripsi). Depok : Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Trihono & Gitawati, R., 2009. Hubungan antara Penyakit Menular dengan Kemiskinan di Indonesia. Penyakit Menular Indonesia, 1.1, hal.38–42. Tumbelaka A.R. dan Karyanti M.R. 2008. Air Susu Ibu dan Pengendalian Infeksi.

In : IDAI. Bedah ASI : Kajian dari Berbagai Sudut Pandang Ilmiah. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, hal.83-97.

UNICEF. 2006. Pneumonia The Forgotten Killer of Children. New York : WHO Victora, C.G. et al., 1994. Risk Factors for Pneumonia Among Children in a

Brazilian Metropolitan Area. Pediatrics, 93, hal.977–985.

WHO, 2014. Short-term effects of breastfeeding : a systematic review on the benefits of breastfeeding on diarrhoea and pneumonia mortality.

Wiji, R.N., 2013. ASI dan Panduan Ibu Menyusui. Yogyakarta : Nuha Medika Yafanita, I.N. 2012. Faktor Risiko Status Gizi dan Status Imunisasi terhadap

Kejadian Pneumonia pada Balita di RSUD DR. Soetomo Surabaya.http://alumni.unair.ac.id/detail.php?id=44657&faktas=Kedokter

an. Diakses tanggal 5 Maret 2015

Yulianti, I., Djauhar, I. & Suharyanto, S., 2002. Faktor Risiko Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Kota Banjarmasin. Berita Kedokteran

Masyarakat, XVIII, hal.99–104.

Yushananta, P. (2008).Analisis Pneumonia pada Balita Di Kota Bandar Lampung

Tahun 2007. Diunduh

dari:http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/22084856.pdf

Yuwono, T.A., 2008. Faktor-faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan

dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di wilayah Kerja Puskesmas Kawungan Kabupaten Cilacap.

Zuraidah, S. 2002. Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita Kaitannya Dengan

Tipe Rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lord dan Cebongan

Kota Salatiga. Diunduh dari :

Lampiran 1

PEDOMAN WAWANCARA DAN OBSERVASI

PEMBERIAN ASI DAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS

II DENPASAR SELATAN

A. IDENTIFIKASI RESPONDEN 1. Nomor urut responden

2. Nama responden 3. No Hp 4. Nama suami/KK 5. Alamat B. KETERANGAN PEWAWANCARA 6. Nama pewawancara 7. Tgl/bln/thn wawancara 8. Hasil kunjungan a. Wawancara selesai b. Nama responden tidak dikenal

c. Tempat tinggal kosong d. Wawancara ditolak

e. Responden tidak ada di rumah f. Nama KK tidak dikenal

g. LAINNYA, Jelaskan__________________ 9. Lama wawancara Jam ____ s/d Jam_____ (___menit)

10. Tanda tangan pewawancara C. PEMERIKSA

11. Nama pemeriksa 12. Tgl/bln/thn diperiksa 13. Tanda tangan pemeriksa CATATAN :

LEMBAR PENJELASAN

PASTIKAN TIDAK ADA ORANG LAIN YANG MENDENGARKAN PERCAKAPAN SELAMA PROSES WAWANCARA BERLANGSUNG

LEMBAR PENJELASAN

Selamat pagi/siang/malam, kami adalah tim peneliti terkait pneumonia pada balita mahasiswa S2 IKM Universitas Udayana. Kami bermaksud untuk melaksanakan kegiatan terkait pemberian ASI dan lingkungan fisik rumah sebagai faktor risiko pneumonia pada balita. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi status pemberian ASI dan lingkungan fisik rumah, mengetahui hubungan pemberian ASI dengan kejadian pneumonia pada balita dan mengetahui hubungan riwayat lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita.

Saudara terpilih sebagai orang yang akan diwawancarai dalam kegiatan ini. Oleh karena itu, kami mohon keikutsertaan Saudara dalam kegiatan ini. Keikutsertaan dalam kegiatan ini bersifat sukarela, dijamin kerahasiaannya dan Saudara berhak untuk keluar atau mundur kapan pun bila menginginkannya. Kami akan menghormati keputusan tersebut.Jika Saudara bersedia untuk ikutserta dalam kegiatan ini, maka kami akan melakukan wawancara singkat dengan menggunakan kuesioner tentang pola pemberian ASI kepada anak. Wawancara kurang-lebih 15-20 menit. Saudara berhak untuk tidak menjawab pada pertanyaan manapun.Observasi dan pengukuran dengan lembar observasi, alat hygrometer, luxmeter dan meteran tentang lingkungan fisik rumah. Observasi kurang-lebih 10 menit. Saudara berhak untuk menolak bila tidak ingin dilakukan observasi terhadap lingkungan rumah Saudara.

Jika Saudara bersedia, maka Saudara/pewawancara akan menandatangani formulir persetujuan yang telah disiapkan. Jika ada masalah, baik terkait ketidaknyamanan selama proses pelaksanaan kegiatan dalam penelitian ini, Saudara dapat menghubungi kami yaitu Ni Kadek Ethi Yudiastuti di No HP 085737368914, Komisi Etik (0361) 244534.Apakah Saudara bersedia untuk ikut serta sebagai responden dalam kegiatan ini?

1. Ya  Minta responden untuk membaca pernyataan ikut serta dalam kegiatan dan pewawancara menandatangai formulir tersebut

2. Tidak  Catat pada formulir harian dan lanjut ke responden berikutnya Alasan: ___________________________________________________

LEMBAR/FORMULIR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN Kode Responden:_________ Nama Petugas Lapangan: __________________ Persetujuan untuk berpartisipasi pada penelitian mengenai faktor risiko pneumonia pada balita.

Bahwa saya telah membaca lembaran informasi yang diberikan kepada saya (atau telah dibacakan untuk saya), dan saya telah memahami tujuan penelitian ini dan sifat pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan pada saya.

Saya menyadari bahwa:

1. Saya akan berpartisipasi dalam studi faktor risiko pneumonia pada balita 2. Saya akan diwawancarai oleh petugas lapangan selama 15-20 menit dan

dilakukan observasi dan pengukuran pada rumah kurang lebih 10 menit

3. Identitas saya akan dilindungi dengan cara menggunakan kode. Kode ini akan muncul pada kuesioner yang menyimpan semua informasi yang saya berikan, tetapi nama saya tidak akan disebutkan di sana.

4. Jawaban-jawaban saya akan dijaga kerahasiaannya dengan upaya maksimal sepanjang waktu.

5. Keikutsertaan dalam studi ini bersifat sukarela dan saya bisa mengundurkan diri kapanpun saya mau.

6. Saya boleh tidak menjawab suatu pertanyaan, oleh karena alasan apapun. 7. Saya memahami para peneliti adalah orang yang berpengalaman dalam bidang

ini, dan akan melakukan setiap langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi kerahasiaan saya.

Nama [kode]: ____________________________________________

Tanda tangan[kode]:_______________________Tanggal:______/______/______ Pernyataan oleh Petugas Lapangan

Saya________________________________ menyatakan bahwa, sepanjang pengetahuan saya, responden sepenuhnya mengerti tujuan dan sifat dari keterlibatan mereka dalam penelitian ini dan secara sukarela menyetujui untuk berpartisipasi untuk diwawancarai dan dilakukan observasi pada rumahnya. Tanda tangan: ______________ Tanggal: _____/_______/_______

I. KARAKTERISTIK IBU DAN BALITA

1. Berapa umur Ibu? ____________ tahun 2. Apa pendidikan terakhir yang pernah ibu

tempuh? 1. Tidak sekolah 2. Tamat SD/sederajat 3. Tamat SMP/sederajat 4. Tamat SMA/SMK/sederajat 5. Tamat Diploma/Sarjana 3. Siapa nama anak terakhirIbu? (cek dengan

nama yang dipegang yang telah diambil dari register)

4. Tanggal/bulan/tahun berapa anak Ibu lahir? ________/________/________

5. Dimana tempat ibu melahirkan?

1. Di RS pemerintah 2. Di RS swasta 3. Di klinik bersalin 4. Di Bidan 5. Di rumah 6. Lainnya (sebutkan) __________ 6. Jenis kelaminanak 1. Laki-laki

2. Perempuan 7. Berapa penghasilan secara rata-rata Ibu dan

Bapak dalam satu bulan? Rp_________________ 8. Riwayat sakit ISPA :

a. Apa anak Ibu pernah menderita sakit panas, batuk, dan pilek dalam 6 bulan terakhir?

1. Pernah, terakhir kali kena saat usia_____

2. Tidak

3. Tidak tahu/lupa b. Berapa kali semenjak 6 bulan yang lalu

sampai saat ini anak Ibu pernah terserang panas, batuk dan pilek?

________kali

9. Berapa berat badan anak Ibu sewaktu lahir? ________gram

10. Berapa berat badan anak pada waktu timbang terakhir?(cross check dengan KMS)

_________kg 11. Apakah anak Ibu pernah mendapatkan

imunisasi? (cross check dengan KMS) a. DPT Combo (kandungannya DPT dan

Hb)

1. Ya (DPT combo 1, 2, 3) usia _______

2. Tidak 3. Lupa

4. Lainnya, jelaskan_________ b. Pentabio (kandungannya DPT, Hb, dan

Hib) 1. Ya (1,2,3, lanjutan) usia____ 2. Tidak 3. Lupa 4. Lainnya,jelaskan_________

c. Hib 1. Ya, usia ____

2. Tidak 3. Lupa

4. Lainnya,jelaskan_________

d. Campak 1. Ya, usia ____

2. Tidak 3. Lupa

4. Lainnya,jelaskan_________ e. Pneumococcus 1. Ya, usia ____

2. Tidak 3. Lupa

4. Lainnya,jelaskan_________ _

12. Apakah anak Ibu sudah mendapatkan vitamin A dalam satu tahun terakhir?(cross check dengan KMS)

1. Sudah (lanjut ke pertanyaan 12 a)

2. Tidak 3. Lupa a. Apakah anak Ibu sudah mendapatkan

vitamin A untuk bulan Februari?

1. Sudah 2. Tidak 3. Lupa 4. Lainnya,

Jelaskan_______________ b. Apakah anak Ibu sudah mendapatkan

vitamin A untuk bulan Agustus?

1. Sudah 2. Tidak 3. Lupa 4. Lainnya,

jelaskan________________ 13. Riwayat paparan asap rokok:

a. Apakah ada yang merokok di rumah ini Bu?

1. Ada, sebutkan siapa:_________ 2. Tidak (lanjutkan ke

pertanyaan14) b. Sejak kapan ayah/ibu/kakak/paman/dll

merokok?

1. <6 bulan yang lalu 2. ±6 bulan yang lalu

3. >6 bulan 4. Lupa c. Kalau ada yang merokok, dimana

biasanya merokok?

1. Dalam rumah/ruangan 2. Luar rumah/ruangan 3. Lainnya,Jelaskan________

___ d. Apakah saat merokok di dekat anak? 1. Ya

2. Tidak

3. Kadang –kadang e. Berapa batang merokok saat mengajak

anak? ______ batang

II. PEMBERIAN ASI

14. Apakah saat melahirkan anak ibu dilakukan inisiasi menyusu dini atau anak langsung diberikan menetek pada ibu semasih ibu dalam proses persalinan atau dalam periode 1 jam setelah melahirkan? 1. Ya (lanjut ke pertanyaan 17 a) 2. Tidak(lanjut ke pertanyaan 15) 3. Lupa/tidak tahu(lanjut ke pertanyaan 15)

15. Kapan ibu meneteki pertama kali anaknya

setelah melahirkan? ________jam setelah persalinan

16. Apakah Ibu memberikan susu formula

sebelum memberikan ASI pertama kali kepada anak saat itu?

1. Ya (lanjut ke pertanyaan 17 c)

2. Tidak (lanjut ke pertanyaan 17 a)

3. Lupa/tidak tahu (lanjut ke pertanyaan 17 e)

17. Status pemberian ASI :

a. Apakah Ibu memberikan ASI saja

semenjak anak lahir sampai bulan-bulan pertama kelahirannya?

1. Ya (lanjut ke pertanyaan 17 b)

2. Tidak (lanjut ke pertanyaan 17 c)

b. Berapa lama Ibu memberikan ASI saja

kepada anak? _____bulan (lanjut ke pertanyaan 18)

c. Apakah Ibu memberikan susu formula saja semenjakanak lahir?

1. Ya (lanjut ke pertanyaan 17 d)

2. Tidak (lanjut ke pertanyaan 17 e)

d. Sampai saat ini apakah masih memberikan susu formula? (lanjut ke pertanyaan 18)

1. Masih 2. Tidak e. Apakah Ibu memberikan ASI plus susu

formula semenjak anak lahir?

1. Ya (lanjut ke pertanyaan 17 f)

2. Tidak (lanjut ke pertanyaan 17 g)

f. Dari kapan memberikan ASI plus susu

formula pada anak? _______jam/hari/bulan* (coret yang tidak dipakai)

g. Kalau begitu apa yang Ibu berikan pada anak dari semenjak kelahirannya?

1. Air putih

2. Air tajin (air rendaman beras) 3. Bubur 4. Pisang 5. Lainnya, Jelaskan_______________ ___

18. Apakah ibu memberikan ASI yang pertama kali keluar yang masih berwarna kuning (dalam waktu 3 hari pertama melahirkan?)

1. Ya 2. Tidak 3. Lupa 4. Lainnya,

jelaskan_______________ 19. Apakah saat ini Ibu masih memberikan ASI

pada anak? (pertanyaan untuk ibu yang memiliki balita umur kurang dari 2 tahun)

1. Ya

2. Tidak (lanjut ke pertanyaan 20) 20. Sampai umur berapa anak diberikan ASI?

(pertanyaan untuk semua responden)

____________hari/bulan/tahun * (coret yang tidak dipakai)

III. LINGKUNGAN FISIK RUMAH 1. Keadaan Lantai

a. Bahan lantai rumah 1. Tanah 2. Bata merah 3. Semen 4. Tegel PC 5. Tegel teraso/keramik 6. Lainnya, JELASKAN ______________________

b. Ketinggian lantai dari halaman _________cm

c. Luas lantai kamar tidur ___________ m2 d. Luas lantai ruang keluarga ___________ m2

e. Berapa kali mengepel lantai dalam satu minggu?

___________kali

f. Berapa kali menyapu lantai dalam sehari?

____________kali 2. Keadaan dinding

a. Bahan dinding rumah 1. Bambu (gedeg) 2. Tembok tanah 3. Papan / triplek

4. Tembok bata merah/batako tanpa plester

5. Tembok plester 6. Semi permanen

7. Bahan lainnya, JELASKAN _______________________ b. Kondisi dinding 1. Lumutan

2. Berjamur 3. Bersih

4. Lainnya (JELASKAN) ______________________ 3. Ventilasi

a. Terdapat ventilasi yang terbuka 1. Ada 2. Tidak b. Tempat ventilasi ada yang saling

berhadapan/kedua ventilasi arahnya 1800 1. Ada 2. Tidak c. Luas ventilasi di kamar tidur

___________ m2 d. Luas ventilasi di ruang keluarga

4. Kelembaban a. Kamar Tidur Titik 1, hasilnya ______% Titik 2, hasilnya ______% Titik 3, hasilnya ______% Titik 4, hasilnya ______% Titik 5, hasilnya ______% b. Ruang Keluarga Titik 1, hasilnya ______% Titik 2, hasilnya ______% Titik 3, hasilnya ______% Titik 4, hasilnya ______% Titik 5, hasilnya ______% 5. Pencahayaan Alami a. Kamar Tidur

Titik 1, hasilnya _____lux Titik 2, hasilnya _____lux Titik 3, hasilnya _____lux Titik 4, hasilnya _____lux Titik 5, hasilnya _____lux b. Ruang Keluarga Titik 1, hasilnya _____lux Titik 2, hasilnya _____lux Titik 3, hasilnya _____lux Titik 4, hasilnya _____lux Titik 5, hasilnya _____lux 6. Tingkat Kepadatan Hunian

a. Luas bangunan ___________ m2

b. Jumlah penghuni

____________orang c. Jumlah kamar tidur

____________kamar

TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI IBU

SEMUA INFORMASI DIPASTIKAN KERAHASIAANNYA DAN HANYA DIGUNAKAN UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN PADA BALITA

Lampiran 2

1. Analisis Bivariat a. logistic cc i.kel_riwayat_ispa

Logistic regression Number of obs = 120 LR chi2(1) = 1.51

Prob > chi2 = 0.2195

Log likelihood = -82.423975 Pseudo R2 = 0.0091

--- cc | Odds Ratio Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval] ---+--- 2.kel_riwayat_~a | 2.153846 1.382642 1.20 0.232 .6120596 7.579414 _cons | .5 .3061862 -1.13 0.258 .1505628 1.660437 --- b. logistic cc i.riwayat_bblr

Logistic regression Number of obs = 120 LR chi2(1) = 0.21 Prob > chi2 = 0.6467 Log likelihood = -83.072636 Pseudo R2 = 0.0013 --- cc | Odds Ratio Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval] ---+--- 1.riwayat_~r | .6551724 .610443 -0.45 0.650 .1055034 4.068596 _cons | 1.017544 .1897801 0.09 0.926 .7059879 1.466591 --- c. logistic cc i.gizi_new

Logistic regression Number of obs = 120 LR chi2(1) = 2.59 Prob > chi2 = 0.1077 Log likelihood = -81.883802 Pseudo R2 = 0.0156 --- cc | Odds Ratio Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval] ---+--- 1.gizi_new | .3421053 .2407186 -1.52 0.127 .0861432 1.358621 _cons | 1.096154 .2102063 0.48 0.632 .7527297 1.596261 --- d. logistic cc i.kel_status_imunisasi

Logistic regression Number of obs = 120 LR chi2(1) = 2.67 Prob > chi2 = 0.1022 Log likelihood = -81.842561 Pseudo R2 = 0.0161

--- cc | Odds Ratio Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval] ---+--- 1.kel_status_imuni~i | 2.166667 1.04612 1.60 0.109 .8410291 5.581786 _cons | .5333333 .233492 -1.44 0.151 .226123 1.257919 ---

e. logistic cc i.vit_a_2klp

Logistic regression Number of obs = 120 LR chi2(1) = 0.21 Prob > chi2 = 0.6479 Log likelihood = -83.073397 Pseudo R2 = 0.0013 --- cc | Odds Ratio Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval] ---+--- 1.vit_a_2klp | 1.232108 .5639732 0.46 0.648 .5023753 3.021827 _cons | .9591837 .1958351 -0.20 0.838 .6428554 1.431167

f. logistic cc i.kel_rokok

Logistic regression Number of obs = 120 LR chi2(1) = -0.00 Prob > chi2 = 1.0000

Dokumen terkait